Teach Me To Love

Teach Me To Love
DI TAMAN


__ADS_3

"astaga kenapa aku lupa tidak meminta nomer telfon nya ya.aku akan ke kamar nya saja setelah itu baru tidur " ucap Sean yang ingin pergi ke kamar Nesya .


saat membuka pintu kamar nya sedikit, Sean melihat ada orang yang berdiri di depan kamar Nesya .siapa lagi kalau bukan ghuzheng.


"ghuzheng , mau apa dia malam-malam ke kamar Nesya "gumam Sean di depan pintu kamar nya .


#####


"kenapa hati ku berdebar saat kak Sean menatap ku seperti tadi ? aduh kok aku jadi aneh seperti ini" gumam Nesya yang bingung terhadap perasaan nya .


tok...tok..tok...


"sebentar" ucap Nesya sambil berjalan ke arah pintu . saat Nesya membuka pintu kamar nya ,disana ada ghuzheng yang berdiri mengenakan piyama nya .


"hai" ucap ghuzheng melambaikan tangan ke Nesya .


"hai. ada apa kamu malam-malam kesini?" ucap Nesya


"jadi aku tidak boleh kemari?" ucap ghuzheng


"bukan begitu , maksud ku apa kamu mau mengambil gitar mu ? " ucap Nesya


"bolehkah aku masuk dulu" ucap ghuzheng yang menunjuk ke arah kamar Nesya.


"masuklah" ucap Nesya tersenyum.


"aku kesini ingin lebih mengenal mu saja " ucap ghuzheng sambil duduk di sofa dekat dengan jendela kamar .


"untuk apa ? " ucap Nesya heran


"sini duduk (menarik tangan Nesya untuk duduk di sebelahnya) kamu kan calon istri ku ,sudah sewajarnya aku harus mengenal mu Nesya " ucap ghuzheng


"seiring berjalan nya waktu kamu pasti akan tau ghuzheng . tidak perlu ku ceritakan" ucap Nesya mengangkat bahu nya .


"ok kalau begitu ,sekarang mana ponsel mu ? " ucap ghuzheng meminta ponsel Nesya .


"untuk apa ? " ucap Nesya mengerutkan dahi nya .


"menambahkan nomor ku .jika terjadi sesuatu dengan mu . aku bisa langsung datang menemui mu " ucap ghuzheng . lalu Nesya memberikan ponselnya pada ghuzheng. setelah selesai menambahkan nomor ponsel nya ghuzheng memasang wajah yang serius kepada Nesya .


"nes aku mau tanya ke kamu . tapi kamu harus jawab jujur"ucap ghuzheng


"tanya apa ? " ucap Nesya


"kamu janji dulu " ucap ghuzheng


"iya aku janji . mau tanya apa ghuzheng?" ucap Nesya .


"apa benar saat di sekolah kamu di ancam oleh diva ?" ucap ghuzheng. Nesya hanya mengangguk .


"kamu di ancam apa dengan diva ? " ucap ghuzheng yang penasaran.


"aku lupa " ucap Nesya berbohong karena dia tidak mau ghuzheng dan diva bertengkar .


"sebenarnya apa yang dia mau . kenapa dia jahat padamu" ucap ghuzheng yang bertanya pada diri nya sendiri .


"sudahlah mungkin diva waktu itu sedang PMS jadi dia galak" ucap Nesya membuat lelucon.


"memang perempuan kalau PMS seperti itu ? " ucap ghuzheng


"mayoritas seperti itu" ucap Nesya membenarkan ucapan nya .


"berarti kamu juga" ucap ghuzheng tertawa


"enak saja . aku tidak begitu ya" ucap Nesya tertawa.


"baiklah kalau begitu aku ingin kembali ke kamar ku dulu ,kamu cepat istirahat ya " ucap ghuzheng sambil berdiri .


"ok" ucap Nesya tersenyum .


"nes apa kamu sudah mulai menyukai ku ? " ucap ghuzheng yang menghadap ke arah Nesya lagi .


"untuk menyukai mu sebagai teman . aku sangat menyukaimu . tapi....." ucap Nesya yang tidak berani meneruskan ucapan nya .


"tidak apa-apa . kamu masih bisa mencoba menyukai ku .kita masih punya waktu 1 tahun lagi sampai kelulusan" ucap ghuzheng menyentuh pundak Nesya


"boleh aku memeluk mu sebentar?" ucap ghuzheng , Nesya hanya diam saja dan saat ghuzheng hendak memeluk Nesya tiba-tiba mereka di kagetkan dengan kedatangan Sean yang membuka pintu kamarnya.


"kakak .... kenapa kakak disini?" ucap ghuzheng yang melepaskan tangan nya pada pundak Nesya .


"seharusnya aku yang bertanya padamu, kenapa kau ada disini . sedangkan kamar mu ada di lantai bawah" ucap Sean cuek


"aku ....aku hanya ingin mengambil gitar ku saja kok . nes ,aku turun dulu ya . bye" ucap ghuzheng yang kikuk karena ketahuan oleh Sean . Nesya kini hanya terdiam melihat kepergian ghuzheng dan berganti menatap ke arah Sean .


"kak Sean tidak kembali ke kamar? " ucap Nesya .

__ADS_1


"aku masih ada urusan dengan mu. mana ponsel mu" ucap Sean . tanpa banyak bicara Nesya memberikan ponsel yang ada di tangan nya pada Sean .


"mau kakak apakan ponsel ku" ucap Nesya .


"aku memasang lokasimu di ponselku agar aku bisa memantau mu" ucap Sean. Nesya hanya diam dan memperhatikan jemari Sean yang mengoperasikan ponsel miliknya .


"sudah (memberikan ponsel nya pada Nesya) kalau kau membutuhkan sesuatu klik saja angka 1 aku akan datang. paham?" ucap Sean


"paham kak" ucap Nesya


"dan....jika aku butuh bantuan mu ,kau harus siap untuk ku . baiklah, kalau begitu aku kembali ke kamar dulu " ucap Sean .


"malam kak " ucap nesya tersenyum . Sean hanya mengangguk dan berbalik menuju kamar nya.


#####


keesokan pagi nya Nesya belum terbangun dari tidurnya sampai ada seseorang yang mengetuk pintu kamar nya .


tok...tok...tok


"nes....Nesya" ucap ghuzheng dari luar kamar Nesya ,saat Nesya mendengar ada suara yang memanggil nama nya ,akhirnya dia pun terbangun dan berjalan membukakan pintu.


"ghuzheng , ini kan hari Minggu kenapa kamu rapi sekali ? " ucap Nesya.


"kamu baru bangun nes ? "ucap ghuzheng yang tidak mengindahkan ucapan Nesya


"iya tadi malam aku begadang " ucap Nesya .


"kamu jangan keseringan begadang . tidak bagus untuk kesehatan " ucap ghuzheng mengelus kepala nesya .


"iya" ucap Nesya tersenyum .


"o iya aku tunggu di bawah ya .aku akan mengajakmu jogging" ucap ghuzheng tersenyum memamerkan lesung Pipit nya .


"ok . aku akan siap-siap dulu" ucap Nesya juga ikut tersenyum . lalu Nesya menutup kembali pintu kamar nya dan mulai bersiap .tak butuh waktu lama Nesya pun turun menghampiri ghuzheng.


"sudah siap nes ?" ucap ghuzheng yang menatap Nesya .


"sudah. ayo! " ucap Nesya


"mbak ,nanti kalau mama mencari aku dan Nesya ,bilang saja sedang jogging . ok ! " ucap ghuzheng tersenyum .


"baik tuan muda" ucap pelayan yang di ajak ngobrol dengan ghuzheng.


"ayo nes" ucap ghuzheng menggandeng tangan nesya. ghuzheng semakin hari semakin berani menampakan rasa cinta nya pada Nesya .


"justru aku sangat antusias" ucap Nesya tersenyum girang.


"kalau begitu ayo ke garasi dulu " ucap ghuzheng . setelah tiba di garasi mereka bertemu dengan supir pribadi keluarga britney .


"selamat pagi tuan muda dan nona nesya" ucap supir itu dengan ramah.


"pagi pak . pak tolong keluarkan sepeda itu untuk ku" ucap ghuzheng ramah .


"baik tuan muda" ucap sopir itu lalu memberikan sepeda yang di tunjuk oleh ghuzheng tadi .


"pagi-pagi begini ,tuan muda dan nona Nesya ingin pergi kemana ? " ucap sopir itu .


"ke taman dekat rumah sini pak . ingin jalan-jalan saja" ucap ghuzheng .


"bagaimana kalau saya antar saja tuan . kasian nanti tuan muda bisa capek " ucap supir itu.


"tidak perlu pak . bapak lihat kan saya memakai pakaian olahraga ,nanti malah terkesan lucu kalau naik mobil begini" ucap ghuzheng.


"baiklah kalau begitu tuan . tuan muda dan nona Nesya hati-hati ya " ucap supir itu lagi .


"siap pak . terimakasih ya" ucap ghuzheng tersenyum memandang sang supir . setelah ghuzheng dan Nesya menaiki sepeda yang di ambil supirnya tadi, mereka akhirnya hilang dari pandangan supir itu .saat ghuzheng dan Nesya sudah tidak terlihat oleh supir itu ,dengan cepat sang supir mengeluarkan ponsel nya dan menghubungi seseorang .


"Anda awasi mereka . mereka sekarang ada di taman dekat dengan rumah . tapi jangan sampai ketahuan" ucap supir itu pada telfon genggam nya .


#####


waktu di perjalanan ,Nesya kini duduk dengan di bonceng ghuzheng . Nesya sangat senang saat melewati jalan turunan .


"nes kamu kenapa suka sekali bersepeda ? " ucap ghuzheng .


"karena bersepeda itu menyenangkan. aku bisa mengayuh santai dan menikmati perjalanan" ucap Nesya .


"bukan kah sama saja dengan baik motor ?" ucap ghuzheng.


"rasanya tentu berbeda" ucap Nesya


"berbeda? " ucap ghuzheng heran


"i

__ADS_1


"ya berbeda , kamu tau kan sepeda butuh di kayuh itu bermanfaat bagi tubuh kita . lagi pula bersepeda itu adalah kebiasaan ayah ku dulu . saat hari Minggu seperti ini ayah ku selalu memboncengku untuk sekedar berkeliling" ucap Nesya .


"ok kita sudah sampai di taman " ucap ghuzheng yang turun menjagang sepedanya .


"lalu paman dulu membawamu kemana ? " ucap ghuzheng


"ayah mengajak ku membeli gulali di pinggir jalan begitu, mengajakku bermain ayunan dan saat aku terjatuh dari ayunan ,aku di gendong olehnya " ucap Nesya tersenyum membayangkan kenangan nya dengan ayah nya .


"kalau begitu ayo" ucap ghuzheng menggandeng Nesya .


"eh kemana ? " ucap Nesya kaget .


"membeli gulali " ucap ghuzheng


"bukan kah kita kemari ingin jogging" ucap Nesya mengingat kan niat mereka ke taman .


"sudah lupakan saja . aku ingin mengembalikan masa indah mu ,ayo" ucap ghuzheng . Nesya pun tersenyum dan menurut pada ghuzheng. setelah mereka mendapatkan gulali seperti yang nesya inginkan ,mereka duduk di bangku kosong dekat dengan taman bermain disana . ghuzheng melihat 2 ayunan itu kosong yang baru saja di tinggalkan oleh 2 anak kecil.


"nes , apa kamu mau main ayunan " ucap ghuzheng .


"mana ? memang nya ada ? " ucap Nesya menatap ghuzheng .


"itu" ucap ghuzheng menunjuk ayunan yang kosong tadi .


"kalau begitu ayo" ucap Nesya yang kini menggandeng tangan ghuzheng .


"silahkan duduk tuan putri" ucap ghuzheng pada Nesya .


"terimakasih. kamu kenapa di belakang ku ?" ucap nesya tersenyum .


"tenang lah aku akan mendorong mu " ucap ghuzheng .


"tidak usah . ayo kita main bersama sama . sini kamu duduk di ayunan samping ku " ucap Nesya memegang ayunan kosong yang ada di sebelah nya .


"ok" ucap ghuzheng tersenyum .


"ghuzheng aku boleh tanya sesuatu " ucap nesya.


"boleh . tanya saja" ucap ghuzheng


"kamu dan diva ada hubungan apa ? " ucap Nesya yang sedikit gugup.


"kenapa kamu menanyakan itu . kamu cemburu ya" ucap ghuzheng dengan nada bercanda .


"bukan begitu maksud ku" ucap Nesya yang gelagapan .


"iya aku tau kamu masih belum ada perasaan dengan ku , mana mungkin kamu akan cemburu .... tapi untuk hubungan ku dan diva , kami tidak ada hubungan yang spesial . hanya sebatas teman saja . aku memang pernah dengar dia menyukai ku tapi aku menganggapnya seperti adik sepupu ku sendiri . dia adalah saudara Mario ,jadi sudah seharusnya aku bersikap baik juga dengan diva .jika ada seseorang yang menyukai kita tetapi kita tidak menyukai orang itu, tidak seharusnya kita menghindari dia . hargai saja perasaan nya " ucap Mario . Nesya hanya mengangguk-anggukan kepala nya .


"ya sudah ayo kita mengayunkan ayunan nya , yang ayunan nya berhenti duluan . akan mentraktir makan di bakso itu . bagaimana ? " ucap ghuzheng .


"ok setuju " ucap Nesya menyanggupi tantangan ghuzheng .


#####


"pagi ma " ucap Sean saat turun dari kamar nya .


"pagi sayang. ayo sarapan dulu" ucap nyonya britney.


"kenapa hanya ada kita disini ma . mana 2 bocah itu?" ucap Sean


"adik mu sedang jogging di taman sana" ucap nyonya Britney .


"tidak biasanya dia suka berolahraga seperti itu." ucap Sean heran lalu melihat ke layar ponsel nya . dia sedang memantau posisi Nesya . ternyata benar mereka ada di taman . lalu Sean meletak kan kembali ponsel nya.


"mereka kesana dengan siapa ma? " ucap Sean


"tadi Supir kita sudah menelfon bodyguard untuk mengikuti mereka jadi kamu tenang saja . adik mu juga sudah dewasa kan " ucap nyonya britney.


#####


"ayolah jangan berhenti .....terus mengayun " ucap ghuzheng yang gugup karena ayunan nya melambat .


"ghuzheng kamu kalah " ucap Nesya tertawa.


"ok . akan ku tepati kesepakatan kita tadi . ayo naik" ucap ghuzheng yang membungkuk di depan Nesya


"apa ?" ucap Nesya yang kebingungan.


"naiklah ke punggungku nes" ucap ghuzheng .


"ah tidak , aku berat ghuzheng . aku jalan saja"ucap Nesya .


"ayolah kamu naik saja . aku kuat kok" ucap ghuzheng .


"baiklah tapi kalau berat , turunkan saja ya " ucap nesya .

__ADS_1


"ok. ayo sini naik lah " ucap ghuzheng tersenyum .


"aku akan melakukan apapun yang kamu suka nes. jika memang itu jalan untuk memenangkan hatimu" ucap ghuzheng dalam hati


__ADS_2