Teach Me To Love

Teach Me To Love
MIMPI BURUK


__ADS_3


" ambil darah saya saja sus " ucap ghuzheng .


" baik ikuti saya " ucap perawat mengantarkan ghuzheng ke dalam ruang pengambilan darah .


.


.


.


di ruang pengobatan luka Nesya , dia sedang melamun dan tak beberapa lama RB memasuki ruangan itu .


" nona Nesya "


" kenapa kakak menyusul ku kesini ? " tanya Nesya pada RB.


" aku tau yang kau rasakan . aku kemari untuk menemani mu "


" tidak perlu . tolong tinggalkan aku sendiri " ucap Nesya dengan menitihkan air mata .


" kau tidak perlu menyalahkan dirimu sendiri atas musibah ini . ini di luar kuasa mu " ucap RB .


" jika saja aku bisa memutar tubuh dengan cepat . pasti aku bisa menggantikan posisi nya sekarang " ucap Nesya sambil meringkuk di atas ranjang.


" sebenarnya aku tidak keberatan jika kau terbunuh di tempat kejadian " ucap RB dengan tersenyum kecut ,sontak Nesya pun mendongak kaget .


" tetapi itu akan jauh lebih buruk toh tuan Sean tidak akan membiarkan mu kesakitan "


" siapa kau sebenar nya ? " ucap Nesya mengeryit karena RB memanggil Sean dengan sebutan tuan .


" aku tangan kanan tuan Sean yang di tugaskan untuk menjaga mu , terlebih lagi ..."


" aku menyangkut pautkan perasaan ku pada nya " lanjut RB .


" sebelum nya , aku ingin meminta maaf pada mu "


" tapi aku tidak yakin kau akan memaafkan kebodohan ku ini atau tidak "


" saat Xing lu melemparkan pisau ,aku mengetahui itu tetapi aku tidak berlari menolong mu karena aku berfikir jika kau terbunuh tuan Sean akan berpaling pada ku " RB membayangkan kejadian itu lagi .


" tapi perkiraan ku salah " RB mulai tersenyum kecut .


"tak ku sangka , tuan Sean lebih menyayangi mu daripada dirinya sendiri "


" aku begitu egois dan bodoh . kenapa aku melakukan hal jahat seperti itu " sesal RB .


" bagaimana keadaan Xing lu ? " ucap Nesya teringat Xing lu .


" kenapa kau masih mempertanyakan dia ? "


" tak apa . aku hanya kasihan pada nya " ucap Nesya.


" dia sudah ku bunuh di tempat " ucap RB memejamkan mata .


" apa kau membunuh Xing lu lantaran kak Sean di tikam oleh nya ? " ucap Nesya tak percaya .

__ADS_1


" bukan " ucap RB . sontak Nesya menatap RB dengan pandangan bingung .


" aku membunuh nya lantaran balas dendam demi ayah ku " ucap RB .


suasana menjadi hening sebentar .


" apa kau tau tentang kecelakaan yang di alami teman mu diva ? "


" ya " Nesya hanya menahan singkat karena tertarik dengan kelanjutan cerita RB .


" diva menaiki taxi yang di kemudikan ayah ku dan kau pasti tahu kejadian setelah itu " ucap RB tidak ingin melanjutkan penjelasan dengan gamblang .


" jadi supir taxi itu ayah nya . ayah nya meninggal " gumam Nesya dalam hati.


" maafkan aku telah membuka luka lama mu " ucap Nesya memegang tangan RB .


" tak apa . aku sudah ikhlas dengan kepergian ayah " ucap RB .


" Nesya "


" ya "


" apa kau berfikir aku jahat sama seperti Xing lu ? " ucap RB mengingat perlakuan nya yang tak adil .


"aku tidak menyalahkan mu sepenuhnya "


" apa itu arti nya kau mau memaafkan ku ? "


" ya " ucap Nesya . jujur hati nya masih sakit dan tidak terima akan tetapi mau bagaimana lagi , RB sudah mengakui kesalahan nya dan berbesar hati untuk meminta maaf pada Nesya .


tak lama kemudian datang lah ghuzheng dengan melangkah sedikit ragu . Nesya pun menoleh ke arah pria berlesung Pipit itu .


" hati - hati nes " ucap ghuzheng berlari membantu Nesya turun .


" pergilah . aku tidak butuh bantuan mu " ucap Nesya mendorong ghuzheng .


" nes . ini semua bukan kesalahan ku , kenapa kamu marah "


" kak Sean di tusuk Xing lu karena menyelamatkan mu. aku bahkan tidak tahu tentang rencana itu . kamu tidak seharusnya menyalahkan ku seperti ini " ucap ghuzheng sedikit kesal karena Nesya bertambah benci pada nya.


" ya aku tahu maksud mu " ucap Nesya .


" aku memang penyebab dari semua ini . andai saja dia tidak mencintai ku dan pergi menyelamatkan ku " ucap Nesya muram lalu melangkah pergi .


" nes bukan itu yang ku maksud " ucap ghuzheng lirih melihat kepergian Nesya membawa luka .


" semua yang ku lakukan untuk mu . kenapa tidak pernah benar . kenapa selalu aku yang kau salahkan " gumam ghuzheng dengan rasa sakit hati nya .


dari arah depan Nesya , munculah RB dengan raut wajah sedih dan mata nya terlihat merah seperti usai menangis .


" Nesya "


" ku mohon kau siap untuk menerima ini " ucap RB ragu .


" ada apa ? " Nesya memasang ekspresi datar .


" tuan Sean tidak bisa bertahan " ucap RB memeluk Nesya .

__ADS_1


" kau bicara apa ! " Nesya mendorong tubuh RB lalu berlari ke arah ruang bedah dimana Sean telah menjalani operasi .


" ku mohon jangan , ku mohon jangan lagi. aku sudah kehilangan semua nya " gumam Nesya dalam hati . dia tidak peduli dengan luka di wajah nya yang perih akibat air mata yang terus menetes . dia juga tidak peduli kaki nya yang terkilir akibat high heels yang dia kenakan . Nesya hanya peduli tentang keadaan nyata Sean , dia ingin memastikan ucapan RB adalah salah .


saat tiba di depan ruang bedah , Nesya melihat nyonya britney menangis dengan keras di pelukan diva dan tak lama pintu pun terbuka lebar .pemandangan wajah pucat Sean serta mata tertutup membuat Nesya berteriak histeris.


" kak Sean ! "


" kak bangun , jangan bercanda "


" kak bangun , ini tidak lucu " Nesya menyentuh pipi Sean dan air mata nya jatuh tepat di dahi Sean .


" kalian mau membawa dia kemana ? " ucap Nesya .


" nona tolong tenang , jika anda seperti ini kami tidak bisa menyelesaikan tugas dengan baik " ujar perawat .


" kalian mau bawa dia kemana ! " ucap Nesya membentak perawat itu .


" kami akan memandikan jasad . mohon kerjasama nya nona. "


"berani nya kau menyebut nya jasad ! kalian tidak boleh melakukan itu ! . dia belum meninggal " ucap Nesya memeluk Sean agar tidak di bawa pergi .


" Nesya tenang lah .jangan seperti ini kak Sean pasti sedih melihat mu " ucap ghuzheng yang datang mencoba melepaskan pelukan Nesya pada Sean .


" kak Sean " ucap Nesya terus menangis .


kini Nesya diam diam telah mengingat kenangan nya dengan Sean . dari awal bertemu saat Sean keras padanya, bersikap cuek . sean selalu datang di saat Nesya membutuhkan bantuan dan terlebih lagi kejadian beberapa bulan lalu saat Sean membawa Nesya lari dari paksaan ghuzheng hingga tiba-tiba pandangan nya kabur dan menggelap .


.


.


.


" Nesya sayang "


" hei bangun lah . aku bicara pada mu " ucap Sean sambil mengelus rambut Nesya . Nesya mengerjap kan mata nya , dia melihat sekeliling .


" ini kamar ku ? " gumam Nesya dalam hati .


" kamu sudah sadar " ucap Sean mengelus Nesya .


" kak Sean " ucap Nesya memeluk Sean .


" iya sayang ini aku " ucap Sean memeluk nesya.


" syukurlah kamu masih hidup . aku sangat takut kehilangan mu kak " ucap Nesya menangis sambil membenamkan wajah nya .


" tenang , kamu tidak akan pernah kehilangan ku . aku akan selalu hidup di hati mu " ucap Sean mengelus rambut Nesya sambil tersenyum manis.


" berani nya orang orang itu mengatakan kamu meninggal " ucap Nesya terus memeluk Sean .


" Nesya lihat aku " ucap Sean menyudahi pelukan Nesya .


" aku sangat mencintai mu ku harap kau tau itu . tolong lanjutkan hidup mu seperti dulu "


" apa maksud kakak ? "

__ADS_1


" bangun lah , kamu sudah tidur terlalu lama " ucap Sean sambil mengusap wajah Nesya .


__ADS_2