
" ambil darah saya saja sus " ucap ghuzheng .
" baik ikuti saya " ucap perawat mengantarkan ghuzheng ke dalam ruang pengambilan darah .
.
.
.
di ruang pengobatan luka Nesya , dia sedang melamun dan tak beberapa lama RB memasuki ruangan itu .
" nona Nesya "
" kenapa kakak menyusul ku kesini ? " tanya Nesya pada RB.
" aku tau yang kau rasakan . aku kemari untuk menemani mu "
" tidak perlu . tolong tinggalkan aku sendiri " ucap Nesya dengan menitihkan air mata .
" kau tidak perlu menyalahkan dirimu sendiri atas musibah ini . ini di luar kuasa mu " ucap RB .
" jika saja aku bisa memutar tubuh dengan cepat . pasti aku bisa menggantikan posisi nya sekarang " ucap Nesya sambil meringkuk di atas ranjang.
" sebenarnya aku tidak keberatan jika kau terbunuh di tempat kejadian " ucap RB dengan tersenyum kecut ,sontak Nesya pun mendongak kaget .
" tetapi itu akan jauh lebih buruk toh tuan Sean tidak akan membiarkan mu kesakitan "
" siapa kau sebenar nya ? " ucap Nesya mengeryit karena RB memanggil Sean dengan sebutan tuan .
" aku tangan kanan tuan Sean yang di tugaskan untuk menjaga mu , terlebih lagi ..."
" aku menyangkut pautkan perasaan ku pada nya " lanjut RB .
" sebelum nya , aku ingin meminta maaf pada mu "
" tapi aku tidak yakin kau akan memaafkan kebodohan ku ini atau tidak "
" saat Xing lu melemparkan pisau ,aku mengetahui itu tetapi aku tidak berlari menolong mu karena aku berfikir jika kau terbunuh tuan Sean akan berpaling pada ku " RB membayangkan kejadian itu lagi .
" tapi perkiraan ku salah " RB mulai tersenyum kecut .
"tak ku sangka , tuan Sean lebih menyayangi mu daripada dirinya sendiri "
" aku begitu egois dan bodoh . kenapa aku melakukan hal jahat seperti itu " sesal RB .
" bagaimana keadaan Xing lu ? " ucap Nesya teringat Xing lu .
" kenapa kau masih mempertanyakan dia ? "
" tak apa . aku hanya kasihan pada nya " ucap Nesya.
" dia sudah ku bunuh di tempat " ucap RB memejamkan mata .
" apa kau membunuh Xing lu lantaran kak Sean di tikam oleh nya ? " ucap Nesya tak percaya .
__ADS_1
" bukan " ucap RB . sontak Nesya menatap RB dengan pandangan bingung .
" aku membunuh nya lantaran balas dendam demi ayah ku " ucap RB .
suasana menjadi hening sebentar .
" apa kau tau tentang kecelakaan yang di alami teman mu diva ? "
" ya " Nesya hanya menahan singkat karena tertarik dengan kelanjutan cerita RB .
" diva menaiki taxi yang di kemudikan ayah ku dan kau pasti tahu kejadian setelah itu " ucap RB tidak ingin melanjutkan penjelasan dengan gamblang .
" jadi supir taxi itu ayah nya . ayah nya meninggal " gumam Nesya dalam hati.
" maafkan aku telah membuka luka lama mu " ucap Nesya memegang tangan RB .
" tak apa . aku sudah ikhlas dengan kepergian ayah " ucap RB .
" Nesya "
" ya "
" apa kau berfikir aku jahat sama seperti Xing lu ? " ucap RB mengingat perlakuan nya yang tak adil .
"aku tidak menyalahkan mu sepenuhnya "
" apa itu arti nya kau mau memaafkan ku ? "
" ya " ucap Nesya . jujur hati nya masih sakit dan tidak terima akan tetapi mau bagaimana lagi , RB sudah mengakui kesalahan nya dan berbesar hati untuk meminta maaf pada Nesya .
tak lama kemudian datang lah ghuzheng dengan melangkah sedikit ragu . Nesya pun menoleh ke arah pria berlesung Pipit itu .
" hati - hati nes " ucap ghuzheng berlari membantu Nesya turun .
" pergilah . aku tidak butuh bantuan mu " ucap Nesya mendorong ghuzheng .
" nes . ini semua bukan kesalahan ku , kenapa kamu marah "
" kak Sean di tusuk Xing lu karena menyelamatkan mu. aku bahkan tidak tahu tentang rencana itu . kamu tidak seharusnya menyalahkan ku seperti ini " ucap ghuzheng sedikit kesal karena Nesya bertambah benci pada nya.
" ya aku tahu maksud mu " ucap Nesya .
" aku memang penyebab dari semua ini . andai saja dia tidak mencintai ku dan pergi menyelamatkan ku " ucap Nesya muram lalu melangkah pergi .
" nes bukan itu yang ku maksud " ucap ghuzheng lirih melihat kepergian Nesya membawa luka .
" semua yang ku lakukan untuk mu . kenapa tidak pernah benar . kenapa selalu aku yang kau salahkan " gumam ghuzheng dengan rasa sakit hati nya .
dari arah depan Nesya , munculah RB dengan raut wajah sedih dan mata nya terlihat merah seperti usai menangis .
" Nesya "
" ku mohon kau siap untuk menerima ini " ucap RB ragu .
" ada apa ? " Nesya memasang ekspresi datar .
" tuan Sean tidak bisa bertahan " ucap RB memeluk Nesya .
__ADS_1
" kau bicara apa ! " Nesya mendorong tubuh RB lalu berlari ke arah ruang bedah dimana Sean telah menjalani operasi .
" ku mohon jangan , ku mohon jangan lagi. aku sudah kehilangan semua nya " gumam Nesya dalam hati . dia tidak peduli dengan luka di wajah nya yang perih akibat air mata yang terus menetes . dia juga tidak peduli kaki nya yang terkilir akibat high heels yang dia kenakan . Nesya hanya peduli tentang keadaan nyata Sean , dia ingin memastikan ucapan RB adalah salah .
saat tiba di depan ruang bedah , Nesya melihat nyonya britney menangis dengan keras di pelukan diva dan tak lama pintu pun terbuka lebar .pemandangan wajah pucat Sean serta mata tertutup membuat Nesya berteriak histeris.
" kak Sean ! "
" kak bangun , jangan bercanda "
" kak bangun , ini tidak lucu " Nesya menyentuh pipi Sean dan air mata nya jatuh tepat di dahi Sean .
" kalian mau membawa dia kemana ? " ucap Nesya .
" nona tolong tenang , jika anda seperti ini kami tidak bisa menyelesaikan tugas dengan baik " ujar perawat .
" kalian mau bawa dia kemana ! " ucap Nesya membentak perawat itu .
" kami akan memandikan jasad . mohon kerjasama nya nona. "
"berani nya kau menyebut nya jasad ! kalian tidak boleh melakukan itu ! . dia belum meninggal " ucap Nesya memeluk Sean agar tidak di bawa pergi .
" Nesya tenang lah .jangan seperti ini kak Sean pasti sedih melihat mu " ucap ghuzheng yang datang mencoba melepaskan pelukan Nesya pada Sean .
" kak Sean " ucap Nesya terus menangis .
kini Nesya diam diam telah mengingat kenangan nya dengan Sean . dari awal bertemu saat Sean keras padanya, bersikap cuek . sean selalu datang di saat Nesya membutuhkan bantuan dan terlebih lagi kejadian beberapa bulan lalu saat Sean membawa Nesya lari dari paksaan ghuzheng hingga tiba-tiba pandangan nya kabur dan menggelap .
.
.
.
" Nesya sayang "
" hei bangun lah . aku bicara pada mu " ucap Sean sambil mengelus rambut Nesya . Nesya mengerjap kan mata nya , dia melihat sekeliling .
" ini kamar ku ? " gumam Nesya dalam hati .
" kamu sudah sadar " ucap Sean mengelus Nesya .
" kak Sean " ucap Nesya memeluk Sean .
" iya sayang ini aku " ucap Sean memeluk nesya.
" syukurlah kamu masih hidup . aku sangat takut kehilangan mu kak " ucap Nesya menangis sambil membenamkan wajah nya .
" tenang , kamu tidak akan pernah kehilangan ku . aku akan selalu hidup di hati mu " ucap Sean mengelus rambut Nesya sambil tersenyum manis.
" berani nya orang orang itu mengatakan kamu meninggal " ucap Nesya terus memeluk Sean .
" Nesya lihat aku " ucap Sean menyudahi pelukan Nesya .
" aku sangat mencintai mu ku harap kau tau itu . tolong lanjutkan hidup mu seperti dulu "
" apa maksud kakak ? "
__ADS_1
" bangun lah , kamu sudah tidur terlalu lama " ucap Sean sambil mengusap wajah Nesya .