
" kau jawab aku dulu . kau dimana sekarang ?" ucap Sean dengan nafasnya yang terdengar di telfon .
" aku di lobby " ucap Nesya yang keceplosan memberitahu Sean .
" tunggu di sana jangan kemana-mana " ucap Sean lalu menutup telfon nya .
" aduh kenapa aku bilang . nanti kalau kak Sean tau aku nangis gimana? . dasar mulut ini " ucap Nesya menepuk mulut nya beberapa kali .
sepuluh menit Nesya tetap berdiri di sana belum ada tanda - tanda Sean muncul .
" seperti nya ini kesempatan ku untuk lari " ucap Nesya yang hendak melarikan diri lagi .
" Stop ! " ucap Sean dari belakang Nesya lalu berjalan cepat menghampiri Nesya .
" kenapa kau lari ? " ucap Sean yang berada di hadapan Nesya .
" Nesya tidak lari kok . hanya takut mengganggu kakak saja " ucap Nesya menundukan kepalanya .
" kenapa kau menunduk terus ? disitu tidak ada uang jatuh " ucap Sean memasukan tangan nya dalam saku .
" tidak apa-apa . aku suka begini " ucap Nesya mencari alasan .
" tatap mataku ! " ucap sean lembut tetapi Nesya menolaknya dengan menggelengkan kepalanya .
" ayo tatap mataku ! " ucap Sean memegang dagu Nesya agar mendongak menghadapnya .
kini Sean tau alasan mengapa Nesya tidak mau menatap mata nya .
" sekarang ikut aku " ucap Sean menggandeng Nesya .
tanpa penolakan Nesya pun mengikuti langkah Sean .
" ambilkan mobil ku " ucap Sean memberikan kunci mobil nya pada bodyguard yang berjaga di depan pintu .
" baik Mr." ucap bodyguard itu lalu pergi .
Sean menunggu mobil nya datang sambil tetap menggenggam tangan Nesya .dia sangat menyukai detik-detik seperti ini .
dia berharap mobilnya akan datang lebih lama lagi agar dia bisa menggenggam tangan mungil itu lebih lama lagi .
tak jauh berbeda dengan Sean , Nesya pun merasa nyaman saat tangan nya di genggam oleh Sean , tetapi keinginan mereka pun sirna karena mobil yang di minta Sean sudah datang di depan mereka .
lalu bodyguard tadi keluar dan memberikan kunci mobil nya lagi pada Sean .
" masuk " ucap Sean pada Nesya . lalu Nesya hanya menurut saja .
" kita mau kemana kak ? " ucap Nesya sambil menunduk .
__ADS_1
" nanti kau akan tau " ucap Sean lalu menancap gas nya .
lama Sean mengemudi hingga keluar dari kota itu .
" kakak mau bawa Nesya kemana ? " ucap Nesya .
" kerumah ku sendiri " ucap Sean tetap fokus ke jalan .
" kenapa kak Sean membawaku kerumah nya ? . apa aku akan di marahi habis - habisan karena mengganggu waktu spesial nya tadi ? " ucap Nesya dalam hati .
tak lama kemudian sampailah mereka di rumah megah dua lantai dengan nuansa modern berwarna putih dengan dipadukan cream dan di tambah patung sepasang kuda di atas atap yang menjadi nilai estetik rumah itu .
rumah Sean ini di perkirakan lebih besar daripada rumah nyonya britney.
" turunlah " ucap Sean membukakan pintu mobil untuk Nesya .
kini mereka berjalan tidak saling bergandengan lagi .melainkan Sean berada di depan dan Nesya berada di belakang .
setelah rumah Sean di buka , munculah 5 pelayan setianya .
" selamat siang tuan " ucap para pelayan pribadi Sean .
" kalian pergilah dan jangan kembali sebelum pukul 5 sore " ucap Sean memberi para pelayan nya uang .
" baik tuan " ucap para pelayan nya dan langsung berjalan menjauhi rumah itu .
Nesya masih bingung kenapa dia di ajak Sean kemari .
" iya kak ? " ucap Nesya dengan ekspresi sedihnya .
" kenapa kau menangis ? " ucap Sean yang ingin tau alasan Nesya .
Nesya menggelengkan kepalanya pelan .
" nesya sudah tau kenapa kakak bersikap beda dengan ku . pasti kakak sudah mendapatkan hati wanita itu kan ? " ucap Nesya menatap Sean dengan tersenyum paksa.
" kau salah paham . aku tidak ada hubungan apapun dengan nya...baiklah akan ku jelaskan padamu " ucap Sean .
" tidak perlu " ucap Nesya hendak pergi .
" ini penting bagiku " ucap Sean menarik tangan Nesya lagi .
" kenapa kakak repot - repot menjelaskan padaku ? " ucap Nesya yang kini tidak bisa menahan amarahnya .
" karena aku mencintaimu " ucap Sean tegas sambil menatap mata Nesya .
sontak Nesya langsung terdiam mematung sambil menatap mata Sean .
__ADS_1
" aku tidak ingin kau salah paham dengan ku . jadi aku ingin menjelaskan kejadian tadi padamu " ucap Sean sambil memegang pundak Nesya .
" aku tidak tertarik untuk mendengarkan penjelasan mu . sekarang aku mau pulang " ucap Nesya berbalik paksa .
" kau fikir saat kau bergandengan dengan ghuzheng hatiku tidak sakit ? " saut Sean .
"jika kakak mencintaiku , lalu apa alasan kakak berubah menjadi acuh padaku ? kakak jangan berbicara omong kosong ! " ucap Nesya .
Sean pun terdiam , dia tidak bisa bilang jika ghuzheng memohon padanya untuk menjauhi Nesya.
" ayo katakan kak . kenapa ? " ucap Nesya yang kini masih menahan air matanya agar tidak jatuh .
" maaf aku tidak bisa memberitahu alasan itu" ucap Sean .
" kenapa harus ada rahasia ? " saut Nesya kesal.
" ini memang salah ku . aku salah menempatkan mu di hatiku " ucap Sean .
" jadi kakak menyesal telah mencintaiku " ucap Nesya .
" tentu tidak . tapi aku harus mengalah untuk adik ku " ucap Sean memegang pipi Nesya .
kini Nesya menangis sejadi - jadi nya di pelukan Sean .
" kenapa jadi seperti ini kak . Nesya bingung " ucap Nesya yang terisak di pelukan Sean .
" aku juga bingung , kenapa menjadi rumit seperti ini . sudahlah jangan menangis lagi , setelah ini kau harus belajar mencintai adik ku . dan aku akan terus mencintaimu Dalam diam , ok ! " ucap Sean mengelus rambut Nesya .
" apa kakak tidak ingin memperjuangkan ku ?" ucap Nesya parau.
" tentu aku ingin . tapi aku tidak bisa merebutmu dari adik ku sendiri . dia sangat mencintaimu " ucap Sean yang kini hatinya terasa sakit lagi .
" tapi aku mencintaimu juga kak " ucap Nesya yang tidak terima karena Sean tidak ingin memperjuangkan nya .
" sudah diamlah aku ingin memeluk mu seperti ini lebih lama lagi sebelum kita kembali ke rumah mama " ucap Sean berbisik di telinga Nesya .
lalu mereka berpelukan cukup lama . hingga Nesya membuka suara untuk memecah keheningan .
" kak ! " ucap Nesya memanggil Sean .
" hmmm " ucap Sean masih memeluk Nesya .
" bolehkah aku memberikan ciuman pertamaku untuk kakak " ucap Nesya .
" apa kau yakin ingin memberikan nya padaku ? " ucap Sean melepas pelukannya dan menangkup dagu Nesya.
Nesya pun mengangguk dengan yakin .
__ADS_1
" aku ingin memberikan ciuman pertamaku untuk orang yang sangat ku cintai , dan orang itu adalah kakak " ucap Nesya tersenyum samar .
Nesya menatap Sean dengan sisa air matanya yang masih menempel di bulu mata lentik nya .