
" aku tidak menginginkan perjodohan ini kak , sungguh . aku mencintai mu " ucap Nesya dengan Isak tangis yang pecah .
" Tuhan aku sudah merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya , tapi kenapa Engkau tidak mempersatukan kami " ucap Nesya dalam hati.
" sebaiknya aku menuruti ucapan ghuzheng agar Nesya dapat belajar mencintainya " ucap Sean bertekad dalam hatinya .
" sudah hapus air mata mu . kamu mau nanti saat di rumah, ghuzheng bertanya padamu ? " ucap Sean melepas pelukannya pada Nesya .
nesya terus menangis tanpa henti dan sesekali menarik nafasnya karena hidung Nesya sudah tersumbat .
" apa sebaiknya aku membawanya dulu . toh aku juga ingin menghabiskan waktu dengan nya sebelum benar - benar merelakan nya " pikir Sean .
" baiklah aku akan membawamu ke rumah ku . bagaimana ? " usap Sean .
seketika tangisan Nesya pun terdiam .
" benarkah ? " ucap Nesya yang menunjukan ekspresi senang .
" tentu . tapi dengan syarat kamu berhenti menangis " ucap Sean mencolek hidung Nesya sambil tersenyum .
senyum yang di tunjukan Sean kali ini memang senyuman bahagia tetapi senyuman itu cukup ampuh untuk menutupi hati Sean yang sedang mendung.
" baiklah aku tidak menangis lagi " ucap Nesya menyeka air matanya sendiri dengan tersenyum .
" kalau begitu ayo pergi sekarang " ucap Sean menggandeng tangan Nesya dengan sedikit berlari agar Nesya bersemangat kembali .
Sean benar - benar mahir dalam menutupi kesedihan nya yang di rasakan saat ini .
" hati - hati Mr " ucap security yang membuka gerbang perusahaan untuk Sean .
" kapan ujian mu ? " ucap Sean sambil fokus menyetir .
" kurang 3 hari lagi " ucap Nesya .
" baiklah , apa kamu mau sebelum ujian kita refreshing dulu ? " ucap Sean tersenyum .
" kemana ? ucap Nesya penasaran .
" kamu mau nya kemana ? " ucap Sean .
" bagaimana kalau kita ke pasar malam dan tempat rahasia ? " ucap Nesya .
" hanya itu ? " ucap Sean mengerutkan dahinya.
" terus kemana lagi ? " ucap Nesya bingung .
" kita akan bersenang-senang mulai besok " ucap Sean tersenyum .
" baiklah " ucap Nesya .
" tunggu , berarti selama tiga hari kamu tidak masuk sekolah " saut Sean menggoda Nesya .
" benar juga . gimana ya ? " ucap Nesya mulai kebingungan mencari alasan .
" sudah jangan di pikirkan . itu akan menjadi urusan ku besok . tenanglah " ucap Sean mengelus kepala nesya . kini mereka sudah melewati perbatasan kota .
" nes kok diam saja ? " ucap Sean menengok ke arah Nesya sebentar.
" ternyata kamu sudah tidur " ucap Sean sambil tersenyum menghadap e depan .
" seandainya waktu dapat di putar mundur . dari awal aku yang akan meminta mamaku untuk menjodohkan mu dengan ku nes . tapi sekarang ceritanya sudah berbeda " ucap Sean lirih dengan nada sedih .
__ADS_1
entah kenapa mata Sean berubah merah dan terasa panas seperti ada yang ingin menetes .
jam sudah menunjukan pukul 11 malam dan Sean baru sampai di halaman rumah mewahnya . disini Sean mematikan mesin mobil nya dan memperhatikan Nesya dengan lekat .
" pantas saja kamu menjadi rebutan . saat tidur seperti ini, kamu terlihat sangat cantik " ucap Sean sambut menyingkirkan rambut yang menutupi pipi Nesya .
setelah puas memandangi Nesya , Sean keluar dari mobil tanpa membangunkannya . dia berfikir akan membopong nya saja apalagi dirasa Nesya sedang tidur sangat pulas , jadi Sean tidak tega untuk membangunkan nya .
" selamat malam tuan " ucap bodyguard yang menjaga di depan pintu saat melihat tuan nya sedang memasuki rumah .
" selamat malam tuan. saya siapkan kamar untuk nona ini dulu " ucap salah satu pelayan yang menghampiri Sean .
" tidak usah . kau istirahat lah " ucap Sean lalu menaiki anak tangga menuju kamarnya .
.
.
.
kini tibalah mereka di kamar yang bernuansa putih milik sean .
dengan berhati - hati Sean membaringkan Nesya di ranjang nya yang berukuran king size .
Sean memang sengaja membawa Nesya langsung ke kamarnya karena dia ingin menghabiskan waktu dengan mendekap Nesya sepanjang malam .
" apa aku benar-benar siap melepas mu ? " ucap Sean mengelus pipi Nesya yang terpejam lalu ikut berbaring di sampingnya dengan tangan yang di lingkar kan di perut Nesya.
lambat laun Sean pun memejamkan matanya karena lelah bercampur rasa kantuk .
saat Sean sudah terpejam , tiba-tiba Nesya membuka matanya.
#####
keesokan paginya ghuzheng bangun dan memutuskan untuk menyiapkan bekal untuk Nesya dan dirinya saat tambahan pelajaran di sekolah nanti .
" selamat pagi tuan muda " ucap para koki dapur .
" pagi mbak " ucap ghuzheng tersenyum .
" maaf tuan , tuan muda sedang apa . biarkan saya yang melakukan itu " ucap koki yang mengetahui ghuzheng mengambil teflon di rak atas .
" tidak usah mbak . lakukan saja pekerjaan mu " ucap ghuzheng sambil menyalakan kompor .
" tapi nanti nyonya bisa marah tuan " ucap koki itu ketakutan sambil melihat ke kanan dan diri berjaga jaga ada nyonya britney yang sedang lewat .
" tenang saja aku yang akan bertanggung jawab nanti...begini saja daripada mbak cemas , mbak kasih aku resep untuk membuat omelet yang enak . bagaimana ? " ucap ghuzheng tersenyum .
" baik tuan " ucap sang koki menyanggupi . setelah percakapan itu , ghuzheng memulai mencampurkan bahan-bahan yang di ucapkan kokinya.
entah mengapa ghuzheng hari ini sangat senang dan ingin menebus kesalahannya pada Nesya . mungkin karena dia sudah merasa menang dari Sean tadi malam .
setelah beberapa lama berkutik di dapur akhirnya omelet buatan ghuzheng sudah selesai juga .
" mbak bisa bantu saya ? " ucap ghuzheng .
" dengan senang hati tuan muda " ucap koki yang ada di samping nya .
" tolong letakan omelet ini di kotak makan dan bantu aku menghiasnya " ucap ghuzheng tersenyum.
" baik tuan muda" ucap koki itu .
__ADS_1
" kalau begitu aku mau ke atas dulu . terimakasih" ucap ghuzheng lalu pergi menaiki tangga.
dia terus menaiki tangga dengan perasaan yang bahagia membayangkan wajah Nesya saat menyanjung masakannya tadi dan saat tiba di depan kamar Nesya , ghuzheng mengetuk pelan pintu itu karena tidak ingin membuat penghuni di dalam kaget .
" Nesya " ucap ghuzheng .
tok...tok..tok...
ghuzheng terus mengetuk sebanyak 3 kali .
" nes , kamu ada di dalam kan ? " ucap ghuzheng mulai khawatir .
" Nesya aku masuk ya ? " ucap ghuzheng lagi dan dengan tidak sabar dia akhirnya membuka kamar Nesya .
betapa terkejutnya dia melihat Nesya sudah tidak ada di atas ranjangnya sendiri .
tetapi ghuzheng masih mengira mungkin Nesya di kamar mandi , di ketuk nya pintu kamar mandi itu merasa tak ada jawaban dia langsung membuka pintu itu lagi dan sialnya ghuzheng juga tidak menemukan Nesya disana .
.
.
.
" nes kamu mau kemana ? " ucap Sean menahan lengan Nesya saat ingin bangun .
" mau masak dulu buat kakak " ucap Nesya tersenyum .
" tapi aku tidak mau kamu tinggal . kemarilah aku ingin memeluk mu lagi" ucap Sean serak .
" baiklah " ucap Nesya tersenyum dan berbaring lagi di samping Sean dengan berbantalkan lengan gagah milik Sean .
" kenapa kakak melihatku seperti itu ? " ucap Nesya yang pipinya bersemu merah .
" kamu sangat cantik saat bangun tidur seperti ini " ucap Sean menempelkan hidungnya pada hidung Nesya . pujian Sean yang seperti tadi cukup membuat senya menutupi wajahnya karena sangat malu .
" sudah cukup melihatku begitu kak . aku malu " ucap Nesya terang-terangan .
" setelah sarapan nanti mau kah kamu ikut dengan ku ? " ucap Sean lagi.
" kemana ? " ucap Nesya .
" ke luar negeri. aku akan membawamu lari dari ghuzheng " ucap Sean menatap Nesya .
" benarkah ! " ucap Nesya dengan tersenyum senang.
" benar Nesya , bukankah ini yang kamu mau ? " ucap Sean mencubit hidung Nesya dengan sayang .
" akhirnya kak Sean memperjuangkan cinta kita . terimakasih tuhan " ucap Nesya dalam hati.
" kalau begitu ayo kita bangun dan segera sarapan " ucap Nesya hendak bangun lagi .
" kenapa tergesa-gesa begitu " ucap Sean menahan Nesya dalam rangkulan nya.
" sebelum ghuzheng sadar dan akan mencariku nanti " ucap Nesya .
" ok . tapi tunggu dulu biarkan aku mendekap mu seperti ini sebentar saja " ucap Sean .
" bukankah kakak nanti bisa lebih lama untuk memeluk ku lagi " ucap Nesya heran .
" iya aku tau, tapi aku masih ingin memeluk mu untuk sekarang ini " ucap Sean mengecup kening Nesya .
__ADS_1