Teach Me To Love

Teach Me To Love
MENANGIS


__ADS_3

" kenapa kau bangun . ayo lanjutkan yang kau mau . bukankah kau ingin memastikan nya sendiri " tantang Nesya dengan suara parau dan masih terbaring lemas karena terus melawan ghuzheng .


" maafkan aku nes " ucap ghuzheng mengambil baju nya lalu pergi dari kamar Nesya . setelah kebergian ghuzheng Nesya mulai menangis dengan sesenggukan lagi , dia ingin melihat keadaan Sean tetapi tidak bisa.


" kak Sean " ucap Nesya di sela tangis nya . dia sangat khawatir dengan Sean . entah bagaimana keadaan nya dia tidak mengetahui itu. bahkan ponsel Nesya yang awalnya dia pegang kini sudah di rampas paksa oleh ghuzheng .


#####


" sial kenapa aku berbuat seperti itu . lama-lama aku menjadi orang gila " ucap ghuzheng membanting baju yang dia bawa ke sofa .


" kau kenapa ? " ucap Xing lu heran.


" tidak apa-apa " ucap ghuzheng mulai mengatur emosinya.


" kau sudah mengatur pernikahan mu nanti ? " ucap Xing lu lagi .


" aku hanya menggelar pemberkatan saja . untuk resepsinya menunggu mama kembali dari kesibukan nya " ucap ghuzheng . Xing lu pun mengangguk paham .


" ini sudah malam . kau tidurlah " ucap ghuzheng .


" aku akan tidur di kamar Nesya saja " ucap Xing lu hendak melangkah pergi .


" jangan ! dia sedang bersedih ,beri dia waktu untuk menyendiri " ucap ghuzheng .


" baiklah " ucap Xing lu .


" pengawal ! " teriak ghuzheng agar di dengar pengawal nya .


" siap tuan " ucap 2 pengawal datang di depan ghuzheng .


" jaga kamar Nesya . jangan sampai kalian tidur " ghuzheng memberi perintah .


" baik tuan " ucap pengawal yang memakai setelan serba hitam itu .


" sekarang kau pergilah ke kamar tamu . besok kita ujian " ucap ghuzheng lalu melangkah pergi .


kini perasaan ghuzheng menjadi campur aduk antara bersalah karena memperlakukan Nesya seperti wanita murahan dan rasa menggebu-gebu memiliki Nesya .


pikirannya terus berbenturan dengan hati nuraninya hingga menjelang pagi pun dia tidak bisa berhenti untuk memikirkan hal bodoh yang hampir membuatnya gila .


kini ghuzheng sudah berpakaian seragam dengan rapi dan dia berjalan menuju meja makan .


.


.


.


di meja makan


" ghuzheng aku membuatkan mu omelet " ucap Xing lu .


" aku tidak ingin makan omelet " ucap ghuzheng membenarkan blezer nya .


" tapi aku sudah terlanjur membuatnya " ucap Xing lu sambil merubah ekspresinya menjadi murung .


ghuzheng pun menghembuskan nafasnya dengan kasar .


" mana akan ku makan " ucap ghuzheng dengan tersenyum simpul .

__ADS_1


Xing lu pun memberikan piring yang berisi omelet itu pada ghuzheng .


" mbak Nesya sudah makan belum ? " ucap ghuzheng bertanya pada pelayan pribadi Nesya .


" tadi saya sudah mengantakan sarapan non Nesya tuan . tapi non Nesya hanya diam di balkon " ucap mbak Rani .


" kenapa mbak tidak mengunci pintu kacanya " ucap ghuzheng sedikit meninggi lalu melesat pergi ke kamar nesya karena takut Nesya berbuat nekat .


.


.


.


saat di kamar Nesya , jantung nya yang tadi berdebar kini mulai berdetak teratur lagi karena orang yang di khawatirkan nya sedang duduk di kursi sambil memandang langit.


" pagi nes " ucap ghuzheng menyapa Nesya .


Nesya hanya diam mematung dengan mata yang sembab dan kantung mata yang menghitam .


" kamu belum sarapan ? " ghuzheng mulai mendekati Nesya dan memegang bahunya tetapi tetap saja Nesya tidak menjawab .


" aku suapin ya " ucap ghuzheng tersenyum lembut lalu masuk mengambil makanan Nesya di meja .


ghuzheng terus mencoba untuk membuat hati Nesya luluh dengan perhatian nya .


" ayo sekarang aaaa" ghuzheng menyodorkan sesuap nasi di depan mulut Nesya , tetapi Nesya tetap diam saja .


" nes kamu harus makan . kalau perut mu tidak ada isinya nanti kamu bisa sakit " ucap ghuzheng dengan tutur kata yang lembut .


hasilnya pun sama saja Nesya tetap diam tanpa melihat ghuzheng.


ghuzheng disini begitu sedih melihat keadaan Nesya , dia begitu menyesal telah kasar dengan nya .


" sebentar " ucap ghuzheng. lalu Xing lu pun tetap berdiri di ambang pintu menunggu ghuzheng .


" nes aku berangkat ujian dulu ya . kamu harus makan jangan sampai tidak . aku akan kembali tepat waktu " ucap ghuzheng mengelus kepala Nesya lalu berdiri .


" ayo pergi sekarang " ucap ghuzheng sambil berjalan melewati Xing lu . sebelum mengikuti langkah ghuzheng Xing lu sejenak memandang Nesya dengan tatapan kebencian .


.


.


.


selama di perjalanan ke sekolah ghuzheng duduk berdampingan dengan Xing lu .


" o iya karena kamu belum sarapan, aku sudah menyiapkan omelet tadi untuk mu " ucap Xing lu .


" seharusnya kau tidak perlu repot seperti itu " ucap ghuzheng .


" tidak masalah " ucap Xing lu tersenyum .


" ghuzheng " ucap Xing lu lagi .


" hmm " ghuzheng menatap Xing lu .


" berarti Nesya akan mengikuti ujian susulan ? " ucap Xing lu .

__ADS_1


" tidak . aku akan membawakan soal ujian untuk nya nanti " ucap ghuzheng .


" maksudmu Nesya tetap mengikuti ujian di rumah? " ucap Xing lu .


" iya , tapi yang mengerjakan soalnya nanti biar aku saja . dia masih drop mana mungkin bisa berfikir " ucap ghuzheng .


Xing lu pun mengangguk-anggukan kepalanya . tak lama kemudian sampailah mereka di gedung yang luas itu .


" makasih pak " ucap ghuzheng keluar dari mobil .


" ghuzheng ! " ucap Mario yang datang dari balik gerbang bermaksud mencegat ghuzheng .


" ada apa ? " ucap ghuzheng datar .


" mana Nesya sudah beberapa hari dia tidak masuk " ucap Mario yang sadar Nesya tidak ada di samping ghuzheng .


" dia sakit " ucap ghuzheng datar .


" benarkah ? " ucap Mario yang tidak yakin . ghuzheng pun mengangkat alisnya sambil menatap Mario .


" aku ingin berbicara dengan mu sekarang " ucap Mario .


" ujian akan di mulai 15 menit lagi . aku tidak ada waktu " ucap ghuzheng .


" 1 menit " ucap Mario saat ghuzheng hendak pergi .


" Xing lu kau pergi lah ke ruang ujian dulu . aku akan menyusul nanti " ucap ghuzheng pada Xing lu . Xing lu pun dengan patuh melangkah pergi ke kelasnya .


" kau ingin bicara apa ? " ucap ghuzheng .


" diva baru saja sadar dan dia menitipkan pesan untuk ku sampaikan padamu " ucap Mario .


" pesan apa ? " ucap ghuzheng .


" dia ingin bertemu dengan mu " ucap Mario .


" aku tidak ada waktu " ucap ghuzheng .


" ku mohon sekali saja untuk menghiburnya .jangan libatkan urusan kita dengan diva . setidak nya aku bisa memberinya hadiah karena dia sudah berusaha bangun dari komanya " ucap Mario menahan pundak ghuzheng yang hendak pergi .


" baiklah aku akan ke rumah sakit dengan Xing lu nanti " ucap ghuzheng .


" sebaiknya kau kesana sendiri . jangan ada orang yang tau selain kau " ucap Mario menatap tajam mata ghuzheng .


" baiklah " ghuzheng menyanggupi lalu pergi dari hadapan Mario .


" ghuzheng tunggu ! " ucap Mario lagi .


" ada apa ? " ghuzheng membalikan badan .


" aku ingin bertemu Nesya nanti " ucap Mario .


" untuk apa ? tidak usah ! " ucap ghuzheng .


" apa kau menyembunyikan sesuatu ? sebenarnya apa yang terjadi pada Nesya ? " ucap Mario .


" bukan urusan mu " ucap ghuzheng datar .


" aku hanya ingin memastikan nya saja . apa itu masalah ? jika kau tidak memperbolehkan ku berarti benar , Nesya tidak sedang baik-baik saja bukan ? " ucap Mario .

__ADS_1


" terserah kau saja " ucap ghuzheng benar-benar melangkah pergi.


untuk yang menjalankan ibadah puasa Dian mau ngucapin pada semua para pembaca setia karyaku 🤗 . kalian semangat ya puasanya , harus tetep strong menjalani aktifitas walaupun pandemi Corona belum ilang juga . ciayo !!! 💪💕


__ADS_2