
" kenapa kau bangun . ayo lanjutkan yang kau mau . bukankah kau ingin memastikan nya sendiri " tantang Nesya dengan suara parau dan masih terbaring lemas karena terus melawan ghuzheng .
" maafkan aku nes " ucap ghuzheng mengambil baju nya lalu pergi dari kamar Nesya . setelah kebergian ghuzheng Nesya mulai menangis dengan sesenggukan lagi , dia ingin melihat keadaan Sean tetapi tidak bisa.
" kak Sean " ucap Nesya di sela tangis nya . dia sangat khawatir dengan Sean . entah bagaimana keadaan nya dia tidak mengetahui itu. bahkan ponsel Nesya yang awalnya dia pegang kini sudah di rampas paksa oleh ghuzheng .
#####
" sial kenapa aku berbuat seperti itu . lama-lama aku menjadi orang gila " ucap ghuzheng membanting baju yang dia bawa ke sofa .
" kau kenapa ? " ucap Xing lu heran.
" tidak apa-apa " ucap ghuzheng mulai mengatur emosinya.
" kau sudah mengatur pernikahan mu nanti ? " ucap Xing lu lagi .
" aku hanya menggelar pemberkatan saja . untuk resepsinya menunggu mama kembali dari kesibukan nya " ucap ghuzheng . Xing lu pun mengangguk paham .
" ini sudah malam . kau tidurlah " ucap ghuzheng .
" aku akan tidur di kamar Nesya saja " ucap Xing lu hendak melangkah pergi .
" jangan ! dia sedang bersedih ,beri dia waktu untuk menyendiri " ucap ghuzheng .
" baiklah " ucap Xing lu .
" pengawal ! " teriak ghuzheng agar di dengar pengawal nya .
" siap tuan " ucap 2 pengawal datang di depan ghuzheng .
" jaga kamar Nesya . jangan sampai kalian tidur " ghuzheng memberi perintah .
" baik tuan " ucap pengawal yang memakai setelan serba hitam itu .
" sekarang kau pergilah ke kamar tamu . besok kita ujian " ucap ghuzheng lalu melangkah pergi .
kini perasaan ghuzheng menjadi campur aduk antara bersalah karena memperlakukan Nesya seperti wanita murahan dan rasa menggebu-gebu memiliki Nesya .
pikirannya terus berbenturan dengan hati nuraninya hingga menjelang pagi pun dia tidak bisa berhenti untuk memikirkan hal bodoh yang hampir membuatnya gila .
kini ghuzheng sudah berpakaian seragam dengan rapi dan dia berjalan menuju meja makan .
.
.
.
di meja makan
" ghuzheng aku membuatkan mu omelet " ucap Xing lu .
" aku tidak ingin makan omelet " ucap ghuzheng membenarkan blezer nya .
" tapi aku sudah terlanjur membuatnya " ucap Xing lu sambil merubah ekspresinya menjadi murung .
ghuzheng pun menghembuskan nafasnya dengan kasar .
" mana akan ku makan " ucap ghuzheng dengan tersenyum simpul .
__ADS_1
Xing lu pun memberikan piring yang berisi omelet itu pada ghuzheng .
" mbak Nesya sudah makan belum ? " ucap ghuzheng bertanya pada pelayan pribadi Nesya .
" tadi saya sudah mengantakan sarapan non Nesya tuan . tapi non Nesya hanya diam di balkon " ucap mbak Rani .
" kenapa mbak tidak mengunci pintu kacanya " ucap ghuzheng sedikit meninggi lalu melesat pergi ke kamar nesya karena takut Nesya berbuat nekat .
.
.
.
saat di kamar Nesya , jantung nya yang tadi berdebar kini mulai berdetak teratur lagi karena orang yang di khawatirkan nya sedang duduk di kursi sambil memandang langit.
" pagi nes " ucap ghuzheng menyapa Nesya .
Nesya hanya diam mematung dengan mata yang sembab dan kantung mata yang menghitam .
" kamu belum sarapan ? " ghuzheng mulai mendekati Nesya dan memegang bahunya tetapi tetap saja Nesya tidak menjawab .
" aku suapin ya " ucap ghuzheng tersenyum lembut lalu masuk mengambil makanan Nesya di meja .
ghuzheng terus mencoba untuk membuat hati Nesya luluh dengan perhatian nya .
" ayo sekarang aaaa" ghuzheng menyodorkan sesuap nasi di depan mulut Nesya , tetapi Nesya tetap diam saja .
" nes kamu harus makan . kalau perut mu tidak ada isinya nanti kamu bisa sakit " ucap ghuzheng dengan tutur kata yang lembut .
hasilnya pun sama saja Nesya tetap diam tanpa melihat ghuzheng.
ghuzheng disini begitu sedih melihat keadaan Nesya , dia begitu menyesal telah kasar dengan nya .
" sebentar " ucap ghuzheng. lalu Xing lu pun tetap berdiri di ambang pintu menunggu ghuzheng .
" nes aku berangkat ujian dulu ya . kamu harus makan jangan sampai tidak . aku akan kembali tepat waktu " ucap ghuzheng mengelus kepala Nesya lalu berdiri .
" ayo pergi sekarang " ucap ghuzheng sambil berjalan melewati Xing lu . sebelum mengikuti langkah ghuzheng Xing lu sejenak memandang Nesya dengan tatapan kebencian .
.
.
.
selama di perjalanan ke sekolah ghuzheng duduk berdampingan dengan Xing lu .
" o iya karena kamu belum sarapan, aku sudah menyiapkan omelet tadi untuk mu " ucap Xing lu .
" seharusnya kau tidak perlu repot seperti itu " ucap ghuzheng .
" tidak masalah " ucap Xing lu tersenyum .
" ghuzheng " ucap Xing lu lagi .
" hmm " ghuzheng menatap Xing lu .
" berarti Nesya akan mengikuti ujian susulan ? " ucap Xing lu .
__ADS_1
" tidak . aku akan membawakan soal ujian untuk nya nanti " ucap ghuzheng .
" maksudmu Nesya tetap mengikuti ujian di rumah? " ucap Xing lu .
" iya , tapi yang mengerjakan soalnya nanti biar aku saja . dia masih drop mana mungkin bisa berfikir " ucap ghuzheng .
Xing lu pun mengangguk-anggukan kepalanya . tak lama kemudian sampailah mereka di gedung yang luas itu .
" makasih pak " ucap ghuzheng keluar dari mobil .
" ghuzheng ! " ucap Mario yang datang dari balik gerbang bermaksud mencegat ghuzheng .
" ada apa ? " ucap ghuzheng datar .
" mana Nesya sudah beberapa hari dia tidak masuk " ucap Mario yang sadar Nesya tidak ada di samping ghuzheng .
" dia sakit " ucap ghuzheng datar .
" benarkah ? " ucap Mario yang tidak yakin . ghuzheng pun mengangkat alisnya sambil menatap Mario .
" aku ingin berbicara dengan mu sekarang " ucap Mario .
" ujian akan di mulai 15 menit lagi . aku tidak ada waktu " ucap ghuzheng .
" 1 menit " ucap Mario saat ghuzheng hendak pergi .
" Xing lu kau pergi lah ke ruang ujian dulu . aku akan menyusul nanti " ucap ghuzheng pada Xing lu . Xing lu pun dengan patuh melangkah pergi ke kelasnya .
" kau ingin bicara apa ? " ucap ghuzheng .
" diva baru saja sadar dan dia menitipkan pesan untuk ku sampaikan padamu " ucap Mario .
" pesan apa ? " ucap ghuzheng .
" dia ingin bertemu dengan mu " ucap Mario .
" aku tidak ada waktu " ucap ghuzheng .
" ku mohon sekali saja untuk menghiburnya .jangan libatkan urusan kita dengan diva . setidak nya aku bisa memberinya hadiah karena dia sudah berusaha bangun dari komanya " ucap Mario menahan pundak ghuzheng yang hendak pergi .
" baiklah aku akan ke rumah sakit dengan Xing lu nanti " ucap ghuzheng .
" sebaiknya kau kesana sendiri . jangan ada orang yang tau selain kau " ucap Mario menatap tajam mata ghuzheng .
" baiklah " ghuzheng menyanggupi lalu pergi dari hadapan Mario .
" ghuzheng tunggu ! " ucap Mario lagi .
" ada apa ? " ghuzheng membalikan badan .
" aku ingin bertemu Nesya nanti " ucap Mario .
" untuk apa ? tidak usah ! " ucap ghuzheng .
" apa kau menyembunyikan sesuatu ? sebenarnya apa yang terjadi pada Nesya ? " ucap Mario .
" bukan urusan mu " ucap ghuzheng datar .
" aku hanya ingin memastikan nya saja . apa itu masalah ? jika kau tidak memperbolehkan ku berarti benar , Nesya tidak sedang baik-baik saja bukan ? " ucap Mario .
__ADS_1
" terserah kau saja " ucap ghuzheng benar-benar melangkah pergi.
untuk yang menjalankan ibadah puasa Dian mau ngucapin pada semua para pembaca setia karyaku 🤗 . kalian semangat ya puasanya , harus tetep strong menjalani aktifitas walaupun pandemi Corona belum ilang juga . ciayo !!! 💪💕