Teach Me To Love

Teach Me To Love
PERHATIAN MARIO


__ADS_3

"DOR!" ucap Xing lu mengageti ghuzheng .


"sudah selesai ? "ucap ghuzheng .


"kau melamun apa sampai-sampai tidak mendengarkan lagu Nesya" ucap Mario


"oh ya katanya kau haus . sebentar aku akan pergi mengambil minum untuk mu" ucap ghuzheng mengalihkan pembicaraan Mario lalu dia pun pergi.


"tumben sekali Xing lu datang kemari? " ucap Mario . lalu Nesya dan Xing lu saling bertatapan . " iya kata Xing lu dia ingin main dengan ku " ucap Nesya .


"ooooo ...nes boleh lihat tangan mu ?" ucap Mario


"untuk apa ?" ucap Nesya mengerutkan dahinya .


"aku mau sulap . ayolah" ucap Mario dengan tersenyum . lalu Nesya pun memberikan tangan nya pada Mario .


"lihat ya , tangan mu ini kosong kan " ucap Mario menunjukan pada Nesya dan Xing lu .mereka hanya mengangguk dan tetap fokus pada telapak tangan nesya .


"bimsalabim abrakadabra " ucap Mario sambil merogoh saku belakang nya dan menaruh kotak kado persegi berwarna hitam elegan.


"apa ini ? " ucap Nesya


"kalau kau penasaran buka saja" ucap Mario tersenyum . lalu Nesya pun membuka kado dari Mario itu , betapa senang nya hati nesya karena yang ada di dalam kotak kecil itu adalah ikat rambut dan jepit rambut dengan warna favorit Nesya .


"wah bagus sekali. terimakasih Mario" ucap Nesya.


"kalau kamu suka , besok saat ke sekolah di pakai ya " ucap Mario


"baiklah . sekali lagi terimakasih ya" ucap Nesya.


"cuma Nesya aja nih yang di kasih . aku enggak ? " ucap Xing lu yang juga ingin di beri Mario


"kebetulan aku hanya beli satu tadi hehe" ucap Mario sambil cengengesan .


"kamu menggemaskan sekali sih . duh pengen nyubit rasanya" ucap Xing lu yang gemas dengan Mario .


"minuman datang" ucap ghuzheng dengan membawa 4 gelas orange jus di nampan .


"tumben kau membawa nampan sendiri . biasanya kau menyuruh pelayan pribadi mu" ucap Mario


"biasanya aku juga begini tau. aku malas hanya di waktu tertentu saja . tidak seperti diirimu yang mintanya di layani terus" ucap ghuzheng .


"kenapa jadi aku yang kau jelek-jelek an" ucap Mario .


"kau dulu yang mulai" ucap ghuzheng dengan tertawa. Nesya disini hanya tersenyum dan memperhatikan mereka .


"sudah lah ayo minum" ucap Xing lu melerai mereka .


"ya sudah aku mau pamit dulu . terimakasih ya minuman nya" ucap Mario lalu tos persahabatan dengan ghuzheng .


"ok hati-hati di jalan . jangan ngebut" ucap ghuzheng pada mario .


"kenapa buru-buru, minuman mu kan belum habis" ucap Xing lu yang juga di Salami oleh Mario.


"karena misi ku sudah selesai" ucap Mario sambil melirik Nesya .


"babye" ucap Mario melambaikan tangan nya ke mereka semua di ambang pintu .


"Xing lu kamu kenapa tumben main kesini" ucap ghuzheng bertanya pada Xing lu.


"sebenarnya aku bukan main lebih tepat nya aku ingin menginap di kamar Nesya" ucap Xing lu .

__ADS_1


"memang nya kenapa ? " ucap ghuzheng heran.


"aku mau kau berjanji menjaga rahasia ini dulu" ucap Xing lu . dan ghuzheng pun menganggukan kepalanya .


"orang tuaku bertengkar . aku tidak tahan jadi aku kabur" ucap Xing lu .


"ghuzheng , lihatlah ini ,Xing lu di pukul oleh ayah nya juga" ucap Nesya


"ya ampun kamu kasian sekali . ya sudah silahkan kamu mau tinggal disini sementara tidak apa-apa . tapi kamu sudah bawa seragam kan ? " ucap ghuzheng.


"bawa kok " ucap Xing lu .


tok...tok...tok


seseorang mengetuk pintu kaca itu dan membuat mereka menengok siapa yang datang .


"tuan , nona sudah di tunggu nyonya besar di meja makan" ucap pelayan itu


"ok mbak" ucap ghuzheng lalu pelayan itu pun pergi .


"ayo kita kesana sekarang " ucap Nesya


"tidak aku disini saja . aku gak enak sama mama nya ghuzheng" ucap Xing lu


"ikut saja Tidak apa-apa . mama ku baik kok" ucap ghuzheng . lalu Xing lu pun menurut dengan perhatian ghuzheng.


Dimeja makan


dari kejauhan Xing lu sudah bisa melihat keberadaan nyonya besar di rumah itu .


"selamat malam Tante" ucap Xing lu


"malam cantik (tersenyum pada Xing lu) sayang ini teman sekelasmu ? " ucap nyonya Britney pada Nesya


"baiklah . mari duduk Xing lu ,kau kelihatan gugup " ucap nyonya Britney dengan tersenyum .


"Xing lu tadi bilang kalau takut dengan mama" ucap ghuzheng mengambil piring di depannya.


"kau tidak usah takut dengan ku Xing lu . santai saja . ayo mari makan " ucap nyonya Britney dengan mempersilahkan Xing lu untuk mengambil makanan yang ada di meja .


"terimakasih Tante" ucap Xing lu tersenyum .


makan pun berjalan dengan semestinya dan seperti biasa nyonya Britney langsung kembali ke kamarnya . tetapi sebelum kembali salah satu pelayan memberitahu bahwa ada nona muda dari keluarga Shin ingin mencari ghuzheng . tanpa di beritahu pun nyonya Britney tau ,siapa keluarga Shin itu lalu dia ikut keluar untuk menemui gadis yang di bilang pelayan nya .


"malam tante" ucap diva dengan manis . sontak diva juga tertegun saat melihat Nesya dan Xing lu yang berjalan di belakang nyonya Britney .


"kamu ngapain malam-malam kesini?" ucap ghuzheng


"aku ingin mengunjungimu . padahal berpisah hanya sehari rasanya seminggu . lama sekali untuk ku( dengan nada yang lembut di buat-buat) . oh ya ini bunga untuk Tante" ucap diva dengan tersenyum.


" maaf diva Tante tidak bisa menerima pemberian mu . Tante alergi bunga " ucap nyonya britney .


"oh maafkan aku Tante , aku tidak tau kalau Tante punya alergi" ucap diva memberikan ekspresi malu bercampur menyesal.


"tidak apa-apa . sebaiknya kau pulang sekarang. ini sudah malam tidak baik untuk anak gadis sepertimu masih kelayapan. kau tadi kesini naik apa?" ucap nyonya Britney .


"taxi tante" ucap diva .


"ghuzheng antarkan dia kembali . mama mau ke atas dulu" ucap nyonya Britney


"ok ma . nes aku mengantarkan diva dulu ya . kamu cepat istirahat . besok kita masuk sekolah" ucap ghuzheng dengan tersenyum

__ADS_1


"iya . kamu hati-hati di jalan ya " ucap Nesya tersenyum


"ghuzheng ayo" ucap diva yang kini menggandeng tangan ghuzheng


"div jangan begini, kita jalan sendiri-sendiri saja ya" ucap ghuzheng lembut melepaskan gandengan diva . Xing lu pun menahan tawa dan Nesya menyikut nya. saat sudah dirasa ghuzheng dan diva lenyap dari hadapan mereka . Xing lu akhirnya bisa tertawa melihat ekspresi diva saat di tolak ghuzheng tadi .


"jangan menertawakan orang , gak baik tau " ucap Nesya


"habisnya gatel sih . rasain tadi di tolak " ucap Xing lu .


"sudahlah ayo masuk kamar" ucap Nesya


"nes kamu kok gak ketawa , tadi lucu Lo" ucap Xing lu


"sudahlah ,ayo" ucap Nesya yang kini mencoba menyembunyikan tawanya sambil mendorong tubuh Xing lu menuju kamarnya.


di kamar Nesya


"nes kamu sedang apa ? " ucap Xing lu memakai headset di telinga nya untuk mendengarkan lagu.


"mau belajar sebentar " ucap Nesya


"rajin sekali " ucap Xing lu


"timbang kamu tiduran di situ . mending ikut aku belajar sini" ucap Nesya


"baiklah" ucap Xing lu lalu melepas headset nya lagi setelah itu menghampiri Nesya dan tiba-tiba ponsel Nesya pun bergetar mengeluarkan suara "bip" satu kali tanda ada pesan yang masuk . Nesya membuka ponsel nya sebentar untuk melihat siapa yang mengirim pesan malam-malam begini .


from: Sean


Aku sudah sampai .jika kau belum tidur telfon aku.


lalu Nesya tersenyum sekilas saat memebaca pesan itu .


"hayo Looooo, kenapa senyum-senyum begitu" ucap Xing lu mengintip ponsel nesya


"jangan ngintip ini privasi orang . baca saja buku mu" ucap Nesya sambil menyodorkan buku Xing lu lagi dan dia membalas pesan dari Sean lalu meletakan ponselnya kembali.


"siapa sih ? ghuzheng ya" ucap Xing lu menebak.


"mau tau saja" ucap Nesya lalu menjulurkan lidahnya .


#####


setelah beberapa menit ghuzheng perjalanan mengantarkan diva akhirnya sampailah mereka di rumah diva yang megah dengan gerbang yang tinggi besar .


"sudah sampai div . turun lah " ucap ghuzheng


"ghuzheng boleh aku mengatakan sesuatu?" ucap diva


"ada apa div" ucap ghuzheng


"sudah lama aku menyimpan rasa ini . sekarang aku ingin mengatakan nya padamu (menarik nafas dalam dalam) , ghuzheng aku menyukai mu. mau kah kau menjadi pacarku" ucap diva . tanpa berfikir panjang ghuzheng langsung menjawab ucapan diva.


"div maaf aku tidak bisa menerima perasaan mu . aku tau kau memang baik ,tapi aku hanya menganggapmu adik dari sahabatku" ucap ghuzheng


"tapi aku mencintaimu ghuzheng " ucap diva .


"maaf div aku tidak bisa " ucap ghuzheng lembut .


"apa ini karena Nesya ? " ucap diva dengan mengangkat alisnya .

__ADS_1


"sebelum kedatangan nya pun aku hanya menganggapmu adiku juga" ucap ghuzheng


"omong kosong " ucap diva lalu membuka sabuk pengaman nya lalu turun dengan membanting pintu ghuzheng .


__ADS_2