
"DOR!" ucap Xing lu mengageti ghuzheng .
"sudah selesai ? "ucap ghuzheng .
"kau melamun apa sampai-sampai tidak mendengarkan lagu Nesya" ucap Mario
"oh ya katanya kau haus . sebentar aku akan pergi mengambil minum untuk mu" ucap ghuzheng mengalihkan pembicaraan Mario lalu dia pun pergi.
"tumben sekali Xing lu datang kemari? " ucap Mario . lalu Nesya dan Xing lu saling bertatapan . " iya kata Xing lu dia ingin main dengan ku " ucap Nesya .
"ooooo ...nes boleh lihat tangan mu ?" ucap Mario
"untuk apa ?" ucap Nesya mengerutkan dahinya .
"aku mau sulap . ayolah" ucap Mario dengan tersenyum . lalu Nesya pun memberikan tangan nya pada Mario .
"lihat ya , tangan mu ini kosong kan " ucap Mario menunjukan pada Nesya dan Xing lu .mereka hanya mengangguk dan tetap fokus pada telapak tangan nesya .
"bimsalabim abrakadabra " ucap Mario sambil merogoh saku belakang nya dan menaruh kotak kado persegi berwarna hitam elegan.
"apa ini ? " ucap Nesya
"kalau kau penasaran buka saja" ucap Mario tersenyum . lalu Nesya pun membuka kado dari Mario itu , betapa senang nya hati nesya karena yang ada di dalam kotak kecil itu adalah ikat rambut dan jepit rambut dengan warna favorit Nesya .
"wah bagus sekali. terimakasih Mario" ucap Nesya.
"kalau kamu suka , besok saat ke sekolah di pakai ya " ucap Mario
"baiklah . sekali lagi terimakasih ya" ucap Nesya.
"cuma Nesya aja nih yang di kasih . aku enggak ? " ucap Xing lu yang juga ingin di beri Mario
"kebetulan aku hanya beli satu tadi hehe" ucap Mario sambil cengengesan .
"kamu menggemaskan sekali sih . duh pengen nyubit rasanya" ucap Xing lu yang gemas dengan Mario .
"minuman datang" ucap ghuzheng dengan membawa 4 gelas orange jus di nampan .
"tumben kau membawa nampan sendiri . biasanya kau menyuruh pelayan pribadi mu" ucap Mario
"biasanya aku juga begini tau. aku malas hanya di waktu tertentu saja . tidak seperti diirimu yang mintanya di layani terus" ucap ghuzheng .
"kenapa jadi aku yang kau jelek-jelek an" ucap Mario .
"kau dulu yang mulai" ucap ghuzheng dengan tertawa. Nesya disini hanya tersenyum dan memperhatikan mereka .
"sudah lah ayo minum" ucap Xing lu melerai mereka .
"ya sudah aku mau pamit dulu . terimakasih ya minuman nya" ucap Mario lalu tos persahabatan dengan ghuzheng .
"ok hati-hati di jalan . jangan ngebut" ucap ghuzheng pada mario .
"kenapa buru-buru, minuman mu kan belum habis" ucap Xing lu yang juga di Salami oleh Mario.
"karena misi ku sudah selesai" ucap Mario sambil melirik Nesya .
"babye" ucap Mario melambaikan tangan nya ke mereka semua di ambang pintu .
"Xing lu kamu kenapa tumben main kesini" ucap ghuzheng bertanya pada Xing lu.
"sebenarnya aku bukan main lebih tepat nya aku ingin menginap di kamar Nesya" ucap Xing lu .
__ADS_1
"memang nya kenapa ? " ucap ghuzheng heran.
"aku mau kau berjanji menjaga rahasia ini dulu" ucap Xing lu . dan ghuzheng pun menganggukan kepalanya .
"orang tuaku bertengkar . aku tidak tahan jadi aku kabur" ucap Xing lu .
"ghuzheng , lihatlah ini ,Xing lu di pukul oleh ayah nya juga" ucap Nesya
"ya ampun kamu kasian sekali . ya sudah silahkan kamu mau tinggal disini sementara tidak apa-apa . tapi kamu sudah bawa seragam kan ? " ucap ghuzheng.
"bawa kok " ucap Xing lu .
tok...tok...tok
seseorang mengetuk pintu kaca itu dan membuat mereka menengok siapa yang datang .
"tuan , nona sudah di tunggu nyonya besar di meja makan" ucap pelayan itu
"ok mbak" ucap ghuzheng lalu pelayan itu pun pergi .
"ayo kita kesana sekarang " ucap Nesya
"tidak aku disini saja . aku gak enak sama mama nya ghuzheng" ucap Xing lu
"ikut saja Tidak apa-apa . mama ku baik kok" ucap ghuzheng . lalu Xing lu pun menurut dengan perhatian ghuzheng.
Dimeja makan
dari kejauhan Xing lu sudah bisa melihat keberadaan nyonya besar di rumah itu .
"selamat malam Tante" ucap Xing lu
"malam cantik (tersenyum pada Xing lu) sayang ini teman sekelasmu ? " ucap nyonya Britney pada Nesya
"baiklah . mari duduk Xing lu ,kau kelihatan gugup " ucap nyonya Britney dengan tersenyum .
"Xing lu tadi bilang kalau takut dengan mama" ucap ghuzheng mengambil piring di depannya.
"kau tidak usah takut dengan ku Xing lu . santai saja . ayo mari makan " ucap nyonya Britney dengan mempersilahkan Xing lu untuk mengambil makanan yang ada di meja .
"terimakasih Tante" ucap Xing lu tersenyum .
makan pun berjalan dengan semestinya dan seperti biasa nyonya Britney langsung kembali ke kamarnya . tetapi sebelum kembali salah satu pelayan memberitahu bahwa ada nona muda dari keluarga Shin ingin mencari ghuzheng . tanpa di beritahu pun nyonya Britney tau ,siapa keluarga Shin itu lalu dia ikut keluar untuk menemui gadis yang di bilang pelayan nya .
"malam tante" ucap diva dengan manis . sontak diva juga tertegun saat melihat Nesya dan Xing lu yang berjalan di belakang nyonya Britney .
"kamu ngapain malam-malam kesini?" ucap ghuzheng
"aku ingin mengunjungimu . padahal berpisah hanya sehari rasanya seminggu . lama sekali untuk ku( dengan nada yang lembut di buat-buat) . oh ya ini bunga untuk Tante" ucap diva dengan tersenyum.
" maaf diva Tante tidak bisa menerima pemberian mu . Tante alergi bunga " ucap nyonya britney .
"oh maafkan aku Tante , aku tidak tau kalau Tante punya alergi" ucap diva memberikan ekspresi malu bercampur menyesal.
"tidak apa-apa . sebaiknya kau pulang sekarang. ini sudah malam tidak baik untuk anak gadis sepertimu masih kelayapan. kau tadi kesini naik apa?" ucap nyonya Britney .
"taxi tante" ucap diva .
"ghuzheng antarkan dia kembali . mama mau ke atas dulu" ucap nyonya Britney
"ok ma . nes aku mengantarkan diva dulu ya . kamu cepat istirahat . besok kita masuk sekolah" ucap ghuzheng dengan tersenyum
__ADS_1
"iya . kamu hati-hati di jalan ya " ucap Nesya tersenyum
"ghuzheng ayo" ucap diva yang kini menggandeng tangan ghuzheng
"div jangan begini, kita jalan sendiri-sendiri saja ya" ucap ghuzheng lembut melepaskan gandengan diva . Xing lu pun menahan tawa dan Nesya menyikut nya. saat sudah dirasa ghuzheng dan diva lenyap dari hadapan mereka . Xing lu akhirnya bisa tertawa melihat ekspresi diva saat di tolak ghuzheng tadi .
"jangan menertawakan orang , gak baik tau " ucap Nesya
"habisnya gatel sih . rasain tadi di tolak " ucap Xing lu .
"sudahlah ayo masuk kamar" ucap Nesya
"nes kamu kok gak ketawa , tadi lucu Lo" ucap Xing lu
"sudahlah ,ayo" ucap Nesya yang kini mencoba menyembunyikan tawanya sambil mendorong tubuh Xing lu menuju kamarnya.
di kamar Nesya
"nes kamu sedang apa ? " ucap Xing lu memakai headset di telinga nya untuk mendengarkan lagu.
"mau belajar sebentar " ucap Nesya
"rajin sekali " ucap Xing lu
"timbang kamu tiduran di situ . mending ikut aku belajar sini" ucap Nesya
"baiklah" ucap Xing lu lalu melepas headset nya lagi setelah itu menghampiri Nesya dan tiba-tiba ponsel Nesya pun bergetar mengeluarkan suara "bip" satu kali tanda ada pesan yang masuk . Nesya membuka ponsel nya sebentar untuk melihat siapa yang mengirim pesan malam-malam begini .
from: Sean
Aku sudah sampai .jika kau belum tidur telfon aku.
lalu Nesya tersenyum sekilas saat memebaca pesan itu .
"hayo Looooo, kenapa senyum-senyum begitu" ucap Xing lu mengintip ponsel nesya
"jangan ngintip ini privasi orang . baca saja buku mu" ucap Nesya sambil menyodorkan buku Xing lu lagi dan dia membalas pesan dari Sean lalu meletakan ponselnya kembali.
"siapa sih ? ghuzheng ya" ucap Xing lu menebak.
"mau tau saja" ucap Nesya lalu menjulurkan lidahnya .
#####
setelah beberapa menit ghuzheng perjalanan mengantarkan diva akhirnya sampailah mereka di rumah diva yang megah dengan gerbang yang tinggi besar .
"sudah sampai div . turun lah " ucap ghuzheng
"ghuzheng boleh aku mengatakan sesuatu?" ucap diva
"ada apa div" ucap ghuzheng
"sudah lama aku menyimpan rasa ini . sekarang aku ingin mengatakan nya padamu (menarik nafas dalam dalam) , ghuzheng aku menyukai mu. mau kah kau menjadi pacarku" ucap diva . tanpa berfikir panjang ghuzheng langsung menjawab ucapan diva.
"div maaf aku tidak bisa menerima perasaan mu . aku tau kau memang baik ,tapi aku hanya menganggapmu adik dari sahabatku" ucap ghuzheng
"tapi aku mencintaimu ghuzheng " ucap diva .
"maaf div aku tidak bisa " ucap ghuzheng lembut .
"apa ini karena Nesya ? " ucap diva dengan mengangkat alisnya .
__ADS_1
"sebelum kedatangan nya pun aku hanya menganggapmu adiku juga" ucap ghuzheng
"omong kosong " ucap diva lalu membuka sabuk pengaman nya lalu turun dengan membanting pintu ghuzheng .