
" bukan urusan mu " ucap ghuzheng datar .
" aku hanya ingin memastikan nya saja . apa itu masalah ? jika kau tidak memperbolehkan ku berarti benar , Nesya tidak sedang baik-baik saja bukan ? " ucap Mario .
" terserah kau saja " ucap ghuzheng benar-benar melangkah pergi.
" jangan sampai terjadi yang kedua kali nya " ucap Mario sambil menggenggam tangan nya dengan kuat hingga buku-buku jarinya memutih .
.
.
.
#####
di rumah nyonya britney .
" permisi non , saya mau ambil baju kotor " ucap mbak Rani memasuki kamar Nesya .
Nesya terus diam sambil memandang keluar jendela kaca yang sudah memantulkan panas karena matahari yang mulai keatas .
" non Nesya sebenarnya kenapa non . mbak Rani jadi sedih jika non seperti ini " ucap mbak Rani mendekat ke arah Nesya .
" begini saja . non silahkan cerita pada saya , saya akan menjaga rahasia non nesya . mungkin setelah non Nesya bercerita bisa meringankan pikiran non " ucap mbak Rani .
sejenak Nesya menundukan kepalanya dan menatap perlahan pada wajah mbak Rani.
" mbak , apakah dulu mbak sangat mencintai calon suami mbak ? " ucap Nesya .
" saya sangat mencintai nya non . jika tidak saya juga tidak mau menikah , apalagi.... " ucap mbak Rani tiba-tiba berhenti tidak melanjutkan bicaranya .
" maafkan saya non . saya lancang " ucap mbak Rani . sekejap Nesya hanya tersenyum tipis .
" tetapi kenapa berbeda dengan ku yang sama sekali tidak mencintai calon suami ku . rasanya aku ingin menyusul ibu ku saja . hidup ini sangat berat untuk ku . sungguh ! aku tidak kuat " ucap Nesya dengan suara rintihannya .
" sabar , non Nesya tidak boleh bicara seperti itu " ucap mbak Rani mengelus pundak nesya .
" tapi aku tidak mencintai ghuzheng mbak . aku hanya mencintai kak sean" ucap Nesya kembali menangis.
"mbak dari awal sudah mengetahui itu non tapi alangkah lancang nya saya jika harus memberitahu itu pada nyonya dan tuan muda" ucap mbak Rani duduk di sebelah Nesya .
Nesya terus terisak dengan meringkukan badannya .
" aku tidak ingin menikah dengan ghuzheng mbak . tolong aku , ku mohon bantu aku untuk lari dari rumah ini " ucap Nesya memohon pada mbak Rani .
" maafkan saya non , saya tidak bisa membantu non Nesya untuk pergi dari sini . jika tuan muda tau , saya pasti akan di pecat . saya masih punya dua anak non " ucap mbak Rani ikut menitihkan air mata karena mbak Rani juga bisa merasakan kesakitan yang di alami Nesya .
Nesya hanya diam kembali dengan sisa air mata yang masih terus menerus jatuh dan mbak Rani berjalan menjauhi Nesya sambil membawa baju kotor milik nesya lalu menutup pintu .
kini Nesya kembali sendiri di kamar , seakan - akan tenggelam dalam masalahnya dan semua orang tidak ada yang mau membantunya .
#####
ujian pun selesai , kini bel pulang sudah berbunyi .
__ADS_1
di saat semua orang sudah keluar, Mario diam - diam berbisik pada ghuzheng saat berpapasan .
" masuk mobil ku sekarang " ucap Mario .
ghuzheng hanya diam tanpa memberi respon .
" Xing lu , kau pergilah ke rumahku dulu . aku akan pulang terlambat " ucap ghuzheng .
" kau mau kemana ? " ucap Xing lu penasaran .
" aku masih harus ke ruang osis . kamu pulang saja dulu sambil menemani Nesya nanti " ucap ghuzheng .
tanpa rasa curiga Xing lu pun mengganguk tersenyum lalu pergi melambai pada ghuzheng .
.
.
.
" jalan sekarang " ucap ghuzheng memasuki mobil Mario .
Mario pun menancap gas dengan kecepatan sedang . saat di perjalanan mereka terus berdiam diri hingga Mario mulai membuka suara .
" bagaimana sikap Xing lu akhir-akhir ini ? " ucap Mario .
" dia baik-baik saja . kenapa kau memperhatikan nya ? " ucap ghuzheng heran .
" aku menyukai nya " ucap Mario berbohong .
" kenapa ? kau tidak suka ! " ucap Mario .
" berarti kau sudah tidak menyukai Nesya " ucap ghuzheng .
" tidak . sudah lama aku tidak menyukainya lagi . kau tau bukan , aku orang nya gampang sekali bosan " ucap Mario berbohong lagi, padahal dia ingin memantau Nesya lebih dekat .
Mario tahu betul cerita tentang kecelakaan yang menimpa diva itu jadi dia mulai lebih berhati-hati lagi.
" baiklah jika begitu seperti nya kita mulai berteman lagi " ucap ghuzheng tersenyum .
" kau jangan salah . aku hanya membuatmu menjadi perantara agar aku bisa balas dendam pada gadis itu " gumam Mario dalam hatinya .
dan tak lama kemudian sampailah mereka di area parkir rumah sakit .
" ikuti aku " ucap Mario .
kini mereka berjalan berdampingan seperti dulu lagi menyusuri lorong dimana ruang diva berada .
Dari kejauhan sudha terlihat ruangan diva dengan di jaga ketat oleh 2 bodyguard di depan pintu . saat masuk ke ruangan itu diva masih dalam keadaan alat bantu pernafasan yang masih menempel di hidung dan mulutnya , mesin pendeteksi detak jantung yang berbunyi dan mata diva yang terbuka memandang langit dengan leher yang terbalut alat penyangka .
" seburuk ini keadaan nya " ghuzheng terkejut melihat keadaan diva dan Mario hanya mengangguk saja .
" diva , aku membawa ghuzheng untuk mu . apa kau senang " ucap Mario .
dan diva hanya mengedipkan kedua matanya dua kali dengan sangat pelan .
__ADS_1
" bagus . kau harus membaik setelah ini " ucap Mario tersenyum mengelus kepala diva .
" diva aku minta bantuan mu agar kau membuka kartu as seseorang . jika benar kau harus berkedip 2 kali ok ?" ucap Mario lagi dan respon diva pun sama hanya berkedip 2 kali .
" apakah kecelakaan mu ini telah di sengaja ? " tanya Mario . lalu diva berkedip pelan dua kali .
" apakah kau melihat wajah pelaku nya ? " ucap Mario lagi dan diva juga berkedip dua kali .
" apa dia orang yang ada di sekitar kita ? " ucap Mario lagi tetapi untuk pertanyaan kali ini diva berhenti cukup lama lalu berkedip hanya satu kali .
" div kenapa ?" ucap Mario yang terkejut dengan jawaban diva .
" diva sedang sakit . jangan kau memaksanya untuk mengingat seseorang yang terlibat dalam kecelakaan . itu akan menghambat kesembuhannya " ucap ghuzheng menepuk pundak Mario .
" tapi dia tahu tentang orang itu ! " ucap Mario . tetapi memang ghuzheng dari awal tak memiliki minat untuk datang ke rumah sakit itu jadi dia memutuskan untuk undur diri .
" sudahlah aku akan kembali ke rumah . div semoga lekas sembuh , aku pulang dulu " ucap ghuzheng mengelus dahi diva dengan tersenyum lalu pergi .
" ghuzheng tunggu . diva memiliki pesan untukmu " ucap Mario menghentikan ghuzheng tetapi ghuzheng terus berjalan hingga menutup pintu nya lagi .
" div kenapa kau tidak membongkar semuanya , kenapa div ! " ucap Mario .
" hanya kurang sedikit saja ghuzheng akan tau kebusukan nya " ucap Mario sendu di tepi ranjang diva.
" sekarang tidak ada jalan lain selain melindungi Nesya " ucap Mario lalu berlari menyusul ghuzheng .
dia sangat kecewa terhadap sepupunya itu , tetapi dia tidak bisa marah seenak nya dengan diva .
Mario takut jika emosinya naik diva akan semakin memburuk karena mendapat bentakan dari Mario .
" ghuzheng " ucap Mario .
" ada apa ? " ucap ghuzheng .
" aku ingin pergi ke rumah mu sudah lama aku tidak kesana " ucap Mario mencari alasan.
" baiklah ayo " ucap ghuzheng tersenyum memasuki mobil Mario lagi dan tidak jadi mencegat taxi .
saat di perjalanan Mario mulai bertanya pada ghuzheng .
" oh iya , Nesya sakit apa sampai tidak bisa mengikuti ujian ? " ucap Mario yang berhenti di lampu merah.
" dia tidak sakit . kau akan tau saat kita sampai di rumahku " ucap ghuzheng dengan sedih .
" apa yang sebenarnya terjadi " ucap Mario dalam hati yang benaknya merasa tidak enak.
" lalu Nesya di rumah dengan siapa ? " ucap Mario .
" berhubung mama ku ada kepentingan di luar jadi sekarang Nesya di rumah dengan Xing lu" ucap Ghuzheng santai .
Dengan tiba-tiba Mario menancap gas nya menerobos lampu merah , tak peduli ada kendaraan dari arah ain yang ingin lewat kini pikiran nya tertuju pada Nesya .
" Mario kau ingin mengajak ku mati ! " ucap ghuzheng marah karena tindakan spontan Mario .
" kau tak akan mati . diam saja " ucap Mario terus mengendalikan mobil nya yang terus menerus di klakson dan di caci maki oleh kendaraan lain .
__ADS_1
Untuk umat muslim yang menjalani puasa semangat ya dan terus berhati-hati karena sekarang banyak yang terkena hipnotis oleh warteg bertirai . mohon bersabar ini ujian 🤗 salam sayang dari Dian 🌹🌹