
" ya sudah sebaiknya kita pulang sekarang. agar ghuzheng tidak khawatir lagi dengan mu" ucap Sean tersenyum . lalu dengan berani Nesya memeluk Sean dari arah depan .
" terimakasih ya kak sudah menghibur nesya " ucap Nesya dengan suara halus .
seketika badan Sean menjadi kaku karena gugup.
" iya , ayo kita ke mobil sekarang " ucap Sean sambil melepas pelukan Nesya .
dia merasa suhu di tubuhnya memanas ,padahal dia sedang berada di pantai .
dengan patuh Nesya pun mengikuti langkah Sean menuju mobil .
" perasaan apa ini " batin Sean .
#####
kembali lagi ke istana megah milik nyonya Britney .
disana sudah berdiri ghuzheng yang menunggu kedatangan Nesya .dia terus melihat jam di tangannya .
" tuan sedang Menunggu siapa ? kenapa cemas seperti ini ? " ucap pelayan pribadi nya .
" sedang menunggu Nesya mbak " ucap ghuzheng .
" sambil menunggu non Nesya , apakah tuan mau saya buatkan capuchino ? " ucap pelayan pribadinya .
" tidak usah mbak " ucap ghuzheng .
setelah percakapan nya dengan pelayan itu , munculah orang yang di tunggu tunggunya .
" nes kamu gapapa ? " ucap ghuzheng menghambur ke depan pintu masuk .
" aku tidak apa - apa ghuzheng . seperti yang kamu lihat " ucap Nesya tersenyum .
" syukurlah kalau begitu . sekarang kamu istirahat gih besok kita masih sekolah " ucap ghuzheng tersenyum sambil memegang kepala nesya .
lalu Nesya pun tersenyum dan naik ke atas dengan membawa jas Sean yang masih melekat di tubuhnya .
setelah dirasa Nesya sudah pergi , ghuzheng memanggil Sean .
" kak bisakah kita bicara ? " ucap ghuzheng sambil berjalan menuju kamar nya dan Sean mengikuti dari belakang .
" ada apa ? " ucap Sean setelah memasuki kamar ghuzheng .
" tadi Nesya kakak ajak kemana ? " ucap ghuzheng sambil menutup pintunya .
" ke pantai " ucap Sean .
" kenapa kakak mengajak Nesya kesana ? " ucap ghuzheng dengan tatapan curiga .
karena seumur - umur Sean tidak pernah memberi tahu tempat rahasianya itu pada orang lain terlebih lagi ghuzheng yang statusnya adalah adik kandungnya .
tetapi sekarang kakak nya malah mengajak Nesya kesana .
" aku hanya menghiburnya saja " ucap Sean santai .
" menghiburnya adalah tugasku . kenapa kau ikut campur ! kenapa kau mengajaknya kesana ? " ucap ghuzheng dengan meninggikan suaranya .
__ADS_1
" ghuzheng jaga sopan santun mu . aku ini kakak mu " ucap Sean dengan tegas .
" jangan mengalihkan pembicaraan kak ! " ucap ghuzheng meninggikan suaranya .
" kau kemana saja saat Nesya di perlakukan seperti tadi !!! " ucap Sean yang kini benar-benar marah.
" sekarang jawab aku , kemana kau ? . kau hanya menontonnya saja ! apa begitu cara pria melindungi wanitanya ? " ucap Sean lagi dengan tegas .
" tetapi tidak seharusnya kakak membawa pergi Nesya kan . apa alasan mu membawanya ke tempat rahasiamu " ucap ghuzheng penasaran .
" itu bukan urusan mu " ucap Sean datar .
" tentu itu menjadi urusan ku , akhir - akhir ini aku melihat kalian jalan bersama dan terlebih lagi saat aku meminta bantuan mu kau langsung mengiyakan . kau terlihat berbeda kak ! " ucap ghuzheng membuka rahasia Sean .
" sepertinya aku mencintai Nesya " ucap Sean dengan jujur , karena percuma saja dia berbohong pasti ghuzheng akan tetap mengetahuinya.
dengan sekejap dada ghuzheng terasa sakit dan keringat dingin mengucur di dahinya .
" apa ! . bisakah kau mengulanginya lagi ?" ucap ghuzheng yang kini menatap Sean dengan berkaca - kaca .
" aku mencintai Nesya " ucap Sean yang kini yakin .
" kenapa kakak melakukan ini padaku !!! " ucap ghuzheng yang kini emosinya memuncak .
" aku juga tidak tau mulai kapan aku mencintainya " ucap Sean .
kini ghuzheng benar - benar rapuh setelah mendengarkan pernyataan Sean . lalu ghuzheng mencoba berlutut di bawah kaki Sean dengan perasaan yang pilu .
" kak , untuk pertama kalinya aku memohon padamu , jangan kau rebut orang yang sangat ku sayangi . aku tidak pernah merasakan jatuh cinta sebesar ini " ucap ghuzheng dengan tangis nya yang pecah sambil menundukan kepalanya.
" bangunlah jangan seperti ini " ucap Sean menarik kerah ghuzheng .
" bangunlah . aku tidak suka kau seperti ini " ucap Sean yang mencoba menarik ghuzheng agar berdiri . tetapi ghuzheng tetap berlutut di hadapan Sean .
#####
Di kamar Nesya .
dia kini sedang berbaring dan membayangkan kejadian di pantai dengan sean tadi .
"saat kak Sean mendekat ke wajahku tadi ,apakah dia ingin mencium ku ? " ucap Nesya yang bertanya-tanya .
" astaga kenapa hatiku bergetar kencang lagi" ucap Nesya heran lalu dilihat nya jas Sean yang menggantung di dinding .
" sebaik nya aku kembalikan ke kak Sean sekarang . kasian nanti dia nyariin " ucap Nesya pada dirinya sendiri lalu berjalan ke luar kamar dengan membawa jas Sean di tangan kanan .
kini Nesya sampai di depan pintu kamar Sean.
tok...tok...tok...
" siapa ? " ucap Sean dari dalam
" Nesya kak " ucap Nesya .selang beberapa menit Sean pun membuka pintunya .
" ada apa ? " ucap Sean datar .
" ini jas nya " ucap Nesya sambil tersenyum .
__ADS_1
" ok " ucap Sean cuek lalu menutup pintu kamar nya lagi membuat Nesya bingung dengan sikap Sean yang tiba - tiba cuek seperti itu .
" kak Sean kenapa ya ? apa aku berbuat salah ? " ucap Nesya sambil mengingat - ingat setiap kejadian dengan Sean .
" astaga tadi saat di pantai aku memeluk nya . apa mungkin dia marah karena itu " ucap Nesya takut .
lalu dia mengetuk pintu kamar Sean lagi .
" siapa ? " ucap Sean .
" ne Nesya kak " ucap Nesya gugup .
" kenapa kau belum pergi ? sekarang pergilah kembali ke kamar mu . aku ingin sendiri " ucap Sean dengan nada yang dingin.
lalu tanpa berpamitan kepada Sean , Nesya sudah berjalan kembali ke kamar nya dengan perasaan yang campur aduk .
setelah memasuki kamar nya Nesya membaringkan tubuhnya sambil menatap langit - langit .
" kak Sean kenapa berubah dalam sekejap ? tidak mungkin hanya karena aku memeluknya" ucap Nesya berfikir keras .
tetapi tiba-tiba pintu nya ada yang mengetuk .
" nes buka . aku ghuzheng " ucap ghuzheng dari luar .
" tunggu sebentar " ucap Nesya lalu turun dari ranjang menuju ke pintu untuk membukakan ghuzheng .
setelah pintu di buka berdirilah ghuzheng dengan piyama tidur nya sambil tersenyum .
" ada apa ghuzheng ? " ucap Nesya .
" tidak apa - apa aku hanya ingin memastikan kamu tidak kehilangan senyumanmu . apa kamu merasa baik ?" ucap ghuzheng menatap mata Nesya mencari jawaban disana.
" ya aku baik - baik saja " ucap Nesya tersenyum .
" tadi mana gaun mu yang di tarik diva ? " ucap ghuzheng .
" ada di dalam . kenapa ? " ucap Nesya bingung .
" aku ingin memperbaikinya untuk mu " ucap ghuzheng sambil memamerkan benang yang dia bawa .
" kamu bisa menjahit ?" ucap Nesya tersenyum.
" tadi aku melihat di internet cara menjahit , jujur ini baru pertama kalinya " ucap ghuzheng tersenyum malu .
" kamu yakin mau menjahit gaun ku . kamu tidak ngantuk ? " ucap Nesya .
" tidak , aku masih fresh kok . boleh ya aku mencobanya ,please ! " ucap ghuzheng memohon pada Nesya .
" seharusnya aku yang bilang seperti itu padamu . masuklah ! " ucap Nesya tersenyum .
lalu ghuzheng pun masuk sambil duduk di sofa dekat ranjang Nesya dan Nesya pun memberikan gaun yang telah sobek tadi .
" kamu serius gak ngantuk ? " ucap Nesya yang kurang yakin karena melihat mata ghuzheng yang memerah .
" benar nes . aku tidak ngantuk kok kalau kamu ngantuk , kamu bisa tidur duluan " ucap ghuzheng sambil memasukan benang dalam jarum.
" tidak , aku menunggumu disini saja . kasian kamu tidak ada teman nya " ucap Nesya tersenyum .
__ADS_1
" baiklah aku tambah semangat jika kamu temani seperti ini " ucap ghuzheng tersenyum .