
"baiklah kalau kamu suka tidak masalah ,nanti kamu bisa bicara pada pelayan pribadi mu " ucap nyonya britney tersenyum
"kau sangat persis dengan mendiang ibu mu Nesya , sama-sama keras kepala tetapi lembut" ucap nyonya britney dalam hati .makan malam akhirnya selesai berjalan dengan normal . seperti biasa nyonya britney berpamitan pada anak-anak nya dan Nesya untuk kembali ke kamar nya .
"nes tadi saat kamu terkunci di toilet . Mr.aris memberikan catatan ini dan di dalam nya ada 2 soal latihan " ucap ghuzheng . lalu Nesya membuka buku tulis ghuzheng .
"seperti nya aku belum paham jika hanya menulis nya saja " ucap Nesya
"aku bisa mengajarimu " ucap ghuzheng
"benarkah ? " ucap Nesya
"tentu , ayo ke kamar ku" ucap ghuzheng . Sean hanya mendengarkan percakapan mereka saja .
Di kamar ghuzheng
"wah kamar anak laki-laki rapi juga ya " ucap Nesya .
"kamu pikir ? " ucap ghuzheng
"hehehe tidak tidak aku hanya bergurau. ayo katanya mau mengajariku " ucap Nesya .
"ok. kemarilah " ucap ghuzheng memanggil Nesya untuk duduk di kursi belajar nya.
"sebaik nya kamu catat terlebih dahulu , nanti kalau sudah, kamu bisa tanya di bagian mana yang kamu tidak mengerti . ok" ucap ghuzheng
"ok bos" ucap Nesya mengangkat jempol nya . saat menulis , ghuzheng terus menerus melihat wajah Nesya yang serius menatap tulisan ghuzheng, di tempat lain Sean juga memperhatikan mereka dari kejauhan ,dia berdiri di pintu ghuzheng dengan mengintip sedikit .
"kenapa aku menjadi mata-mata seperti ini.sebaiknya aku pergi sebelum mereka melihat " gumam Sean . tiba-tiba pintu pun terbuka dan memuncul kan ghuzheng disana.
"kak Sean . kakak kenapa berdiri disini ?" ucap ghuzheng yang melihat Sean seperti orang yang kebingungan .
"e....aku sebentar aku lupa . oh ya aku mau mengambil stik PS ku . mana ? " ucap Sean mencari alasan yang tepat agar tidak berbohong.
"oh iya aku hampir lupa mengembalikan nya padamu . sebentar" ucap ghuzheng yang masuk ke kamar lagi untuk mengambil stik PS nya.
"ini terimakasih ya kak" ucap ghuzheng pada Sean .
"ok" ucap Sean lalu berbalik badan dan kembali ke kamar nya sedangkan ghuzheng keluar untuk mengambil minum untuk nya dan Nesya nanti .
#####
di kamar Sean
Sean dengan cepat mengunci kamar nya dan membanting badan nya di kasur .
"kenapa aku mengintip mereka seperti maling . astaga tadi juga sempat ketahuan ghuzheng . untung aku ada alasan ini" ucap Sean pada dirinya sendiri .
"kenapa aku jadi aneh begini . tidak biasanya aku penasaran dengan seseorang seperti ini" ucap Sean yang bingung dengan dirinya .
"daripada aku memikirkan hal yang tidak jelas lebih baik aku melihat sketsa iklan buatan ku " ucap Sean . lalu Sean pun akhirnya menghadap laptop nya dalam jangka waktu 4 jam setengah hingga waktu sudah menunjukan pukul 11 malam.
"astaga kenapa tida terasa jam sudah berjalan secepat ini . tapi aku tetap tidak mengantuk" ucap sean yang mata nya masih terlihat segar .
"mungkin aku akan berjalan - jalan sebentar untuk mencari angin " ucap Sean yang melipat laptop nya dan membereskan proposal yang ada di tangan nya .
sean pun akhirnya mengambil jaket nya dan hendak turun ke bawah dengan memegang kunci mobil di tangan nya .
"kenapa dia disana ? " ucap Sean pada Nesya yang duduk di depan kolam renang dengan mencelup kan kaki nya .
#####
Nesya duduk melamun sambil kaki nya bergerak di air ,tiba-tiba dari belakang Sean menyapa nya " sedang apa kau disini . ini sudah malam kau tidak tidur ?" ucap Sean
"eh kak Sean . aku hanya iseng saja tidak bisa tidur " ucap Nesya dengan tersenyum samar .
__ADS_1
"kau kenapa ? " ucap Sean
"aku kangen dengan orang tua ku " ucap Nesya .
"kalau kangen ya pulang . apa susah nya " ucap Sean
"orang tua ku sudah meninggal semua " ucap Nesya tetap menatap ke arah air yang di ciprat kan kaki nya .
"maafkan aku ,aku tidak tau " ucap Sean yang merasa bersalah pada Nesya .
"tidak apa-apa . kakak tidak tau" ucap Nesya yang mulai termenung kembali .
"cepat berdiri ayo ikut dengan ku"ucap Sean
"kemana?" ucap Nesya
"sudah jangan banyak tanya . berdiri lah " ucap Sean . akhirnya Nesya pun berdiri dari duduk nya .Sean membawa Nesya ke suatu tempat dengan menaiki mobil nya . saat di dalam mobil Sean hanya berdiam diri saja .
"kak boleh kah aku menyalakan radio "ucap Nesya membuka suara meminta izin pada Sean.
"boleh" ucap Sean
"ok" ucap Nesya tersenyum .
"astaga senyuman nya " gumam Sean
"kakak bilang apa tadi ? maaf Nesya tadi tidak dengar" ucap Nesya yang samar-samar mendengar ucapan Sean .
"kau salah dengar . aku tidak bilang apapun" ucap Sean. lalu Nesya pun hanya melihat ke arah depan dan mendengarkan lagu yang di putar oleh penyiar radio .
"o iya kakak suka jenis musik seperti apa ? " ucap Nesya .
"Jazz" ucap Sean .
"hmmm ok. apa kakak tau Michael buble ?" ucap Nesya .
"tau" ucap Sean
"apa kau juga penikmat lagu jazz" ucap Sean .
"hmmm(sambil mengangguk). aku menyukai jazz karena alunan musik nya enak untuk ku dengarkan sebelum tidur" ucap Nesya
"sejak kapan kau menyukai jazz" ucap Sean
"waktu aku berumur 12 tahun mungkin " ucap Nesya mulai mengingat-ingat .
"wah kau sama seperti ku. ternyata kebiasaan kita ada yang sama " ucap Sean bersemangat
"benarkah . apa kakak hafal lagu Michael buble? " ucap Nesya
"tentu . aku sangat menyukai yang judul nya everything" ucap Sean
"coba aku ingin mendengarkan kakak bernyanyi" ucap Nesya
"hahahaha aku tidak bisa bernyanyi ,aku hanya penikmat saja" ucap Sean
"ayolah setidak nya hafal sedikit bagian reff nya kan ,ok barengan saja dengan ku .bagaimana ?" ucap Nesya
"ok tapi kalau salah lirik jangan menertawai ku " ucap Sean
"iya. ayo mulai 1,2,3" ucap Nesya berhitung untuk memulai mereka bernyanyi . sepanjang perjalanan mereka habis kan untuk benyanyi , bercanda dan terkadang bertukar cerita . hingga akhir nya mereka sampai di tujuan .
"sudah sampai " ucap Sean
"dimana ini kak ? " ucap Nesya yang melihat hamparan pantai dengan pasir putih di sana.
"ini tempat dimana aku selalu melarikan diri saat sedih " ucap Sean . lalu Nesya ingin keluar tiba-tiba Sean menegur nya .
__ADS_1
"jangan keluar dulu . angin malam di pantai tidak bagus .lagi pula kau juga tidak membawa jaket" ucap Sean .
"baiklah" ucap Nesya yang patuh dengan ucapan Sean .
"tunggu lah hingga matahari mulai terbit . nanti kita bisa keluar untuk melihat . apa kau mau ?" ucap Sean
"tentu" ucap Nesya tersenyum manis.
"kalau begitu tidurlah sebentar di sini" ucap Sean sambil membuat kursi Nesya menjadi posisi horizontal sedikit di mengangkat di bagian kepalanya tidak berbeda jauh dengan yang di lakukan Sean pada kursi Nesya kini kursinya pun berposisi sama dengan Nesya.
"sekarang masih jam 1 dini hari . kita akan bangun pukul 4-5 pagi . pasti matahari sudah mulai terlihat" ucap Sean
"baiklah" ucap Nesya mulai menutup mata nya
"bocah ini begitu indah jika di lihat dari dekat seperti ini (sambil menyelimuti Nesya dengan jaket Sean) ......astaga pikiran ku mulai nglantur lagi . sudah lah lebih baik aku tidur" ucap Sean dalam hati .kini Sean tertidur di mobil bersama Nesya.
Matahari mulai terbit , memberikan semburat gradasi indah di langit dengan hamparan pantai .Sean pun membangunkan Nesya
"hei bangun " ucap Sean .tidak membutuhkan waktu lama untuk membangunkan nesya . dia tidak seperti gadis-gadis lain yang sangat susah untuk di bangunkan .
"ayo keluar " ucap Sean . Nesya hanya mengangguk patuh. mereka akhirnya keluar dari mobil dan duduk di atas depan mobil .
mengingat kaki Nesya yang sakit ,Sean memutuskan untuk menolong Nesya naik ke atas mobil nya . tentu cara menolong sean untuk membantu Nesya ini membuat pipi nya bersemu merah karena Sean mengangkat tubuh Nesya dari depan .
"terimakasih kak" ucap Nesya menunduk ,jantung nya berdesir cepat .
"hmmm" ucap Sean .lalu Nesya melihat pemandangan yang tersaji di depan nya .
"wah indah sekali disini. udara nya juga sangat segar . kak lihat lah burung-burung itu" ucap Nesya menunjuk atas.
"itu namanya burung laut .......apa kau senang ? " ucap Sean
"tentu aku sangat senang" ucap Nesya
"syukurlah....hei bocah" ucap Sean
"iya kak ? " ucap nesya.
"apa aku boleh berbagi cerita dengan mu ?"ucap Sean
"tentu boleh . memang nya kakak mau cerita apa ? " ucap Nesya
"tapi kau harus janji untuk menjaga rahasia ini" ucap Sean
"ok aku berjanji" ucap Nesya .
"aku menyukai seorang wanita yang umur nya jauh di atas ku . dia sudah mempunyai anak " ucap Sean terpotong .
"jadi maksud kakak,kakak mencintai istri orang begitu ? " ucap Nesya .
"dia sudah cerai dengan suami nya ." ucap Sean
"lalu ?" ucap Nesya
"selama beberapa bulan ini aku mengejar nya tetapi tidak bisa . makanya aku cerita padamu untuk membantuku mendapatkan nya " ucap Sean
"hmmm memang aku bisa . aku tidak punya pengalaman masalah cinta kak ?" ucap Nesya
"wait wait jangan kau bilang ,kau belum pernah pacaran" ucap Sean
"ya begitulah " ucap Nesya
"bukan kah gadis seusiamu sudah banyak yang berpacaran " ucap Sean
"aku tidak mempunyai waktu untuk itu . kakak tau sendiri dulu aku masih merawat ibu ku .meski pun begitu aku belum mempunyai minat untuk pacaran. tapi kalau kakak butuh bantuan ku untuk mendekati perempuan yang kakak suka ,sepertinya aku bisa membantu dengan cara lain" ucap Nesya .
"benarkah ?" ucap Sean terlihat bersemangat
__ADS_1
"tentu" ucap Nesya .
"ok . kalau begitu ayo kita pulang sekarang sudah jam 6 . nanti kau akan terlambat sekolah" ucap Sean . Nesya pun mengiyakan ucapan Sean .