
" Mario kau ingin mengajak ku mati ! " ucap ghuzheng marah karena tindakan spontan Mario .
" kau tak akan mati . diam saja " ucap Mario terus mengendalikan mobil nya yang terus menerus di klakson dan di caci maki oleh kendaraan lain .
" jangan sampai terjadi . ku mohon " ucap Mario dalam hati nya yang sudah berdetak tak beraturan .
" Mario tepikan mobil mu biar aku saja yang mengendarai " ucap ghuzheng .
" sebaiknya kau diam . kurang sebentar lagi kita sampai di depan gerbang rumah mu " ucap mario membelokan mobil nya .
Pikiran Mario terus was-was karena bayangan nya sudah bermacam-macam tentang keadaan Nesya . tak lama kemudian , Mario mengerem mobil nya dengan mendadak dan menghambur ke dalam rumah ghuzheng tanpa menunggu pemiliknya masuk .
" kau ini kenapa ? " ucap ghuzheng berlari mengejar Mario yang sudah sampai di ruang keluarga .
" Xing lu dimana ? " ucap Mario dengan cemas .
" Xing lu ! " teriak ghuzheng memanggil Xing lu .
" iya , aku ada disini " ucap Xing lu menyaut yang berada di kolam .
" nesya mana ? " ucap Mario lagi .
" kau mencari Xing lu atau Nesya ? " ucap ghuzheng bingung .
" Nesya mana ?! " Mario mengulangi ucapannya.
" ada di kamar atas " ucap ghuzheng menunjuk kamar Nesya yang pintu nya sedikit terbuka tanpa ada pengawal yang menjaganya .
" astaga ! " ucap Mario lalu menaiki anak tangga dengan cepat seperti kelinci .
" hei ! " ucap ghuzheng lalu mengikuti Mario dari belakang .
saat di buka jantung Mario yang tadinya berdetak dengan cepat kini lebih stabil karena sudah melihat Nesya yang duduk di balkon membelakangi Mario .
" syukurlah " ucap Mario sambil terengah-engah .
" kau kenapa kesini . ayo turun " ucap ghuzheng yang gelagapan karena tidak ingin Mario tahu yang sebenarnya terjadi .
" tunggu . aku ingin memastikan nya " ucap Mario yang masih penasaran karena Nesya tidak bergerak .
" memastikan apa ? ayo kita pergi " ucap ghuzheng .
" jika aku tidak boleh kesana berarti kau memang menyembunyikan sesuatu padaku " ucap Mario berwajah tegas .
lalu ghuzheng hanya diam mematung melepas cengkraman nya di tangan Mario .
" nes " ucap Mario sambil berjalan mendekati Nesya. Saat mendekati Nesya betapa terkejutnya Mario karena raut wajah Nesya yang sangat menyedihkan . dia diam termenung dengan kedua matanya yang sembab dan ada bekas cengkraman di pergelangan tangan sebelah kiri nya .
" astaga Nesya , apa yang terjadi padamu " ucap Mario mendekati Nesya . tetapi Nesya hanya diam saja .
__ADS_1
" ghuzheng Kemari kau ! " ucap Mario dengan tatapan tajam nya .
ghuzheng datang dengan tenang nya seperti sudah tau kemarahan Mario .
" kenapa Nesya menjadi seperti ini " ucap Mario menunjuk memar di pergelangan Nesya .
" aku yang melakukan nya tanpa sengaja " ucap ghuzheng merasa bersalah .
" kau bilang tanpa sengaja ! " ucap Mario sambil menarik kerah blazer sekolah yang di pakai ghuzheng .
" kau tidak tau masalahnya jadi jangan ikut campur ! " ucap ghuzheng pada Mario .
" walaupun Nesya bersalah tidak seharusnya kau menyakitinya . tidak ada alasan tak sengaja bodoh ! " ucap Mario memukul ghuzheng .
Nesya yang tiba-tiba teringat insiden Sean yang di pukuli ghuzheng menangis sambil berteriak menutupi telinga nya .
" stop jangan bertengkar ! ku mohon kalian pergi " ucap Nesya yang suaranya sudah melemah karena tidak minum ataupun makan sedikit pun .
" nes kamu kenapa bisa jadi seperti ini nes " ucap Mario berlutut di depan Nesya yang tengah duduk meringkuk di kursi .
" kak Sean .... aku butuh kak Sean " ucap Nesya terus menerus .
setiap pertanyaan yang di lontarkan Mario jawaban Nesya tetap sama , selalu menanyakan Sean .
" sial kau ! kenapa Nesya menjadi seperti ini " ucap Mario marah .
" aku tidak bermaksud menyiksanya, aku hanya ingin dia mencintai ku bukan kakak ku " ucap ghuzheng yang kini ikut tersulut emosi .
" cinta itu tidak bisa di paksa ghuzheng . kau tidak perlu memaksakan kehendak Nesya untuk mencintaimu . dia juga mempunyai pilihan " ucap Mario geram .
" kenapa kau marah-marah dengan ku . bukankah kita sudah berteman lagi . dukung lah aku kawan " ucap ghuzheng mencoba melepaskan dirinya dari cekalan Mario .
" kau bilang kenapa ? tentu karena aku mencintai Nesya " ucap Mario .dia sudah tidak bisa berpura-pura lagi karena melihat keadaan Nesya yang sangat menyayat hati nya . dia sangat marah dengan ghuzheng .
" bukan kah tadi kau bilang kalau kau mencintai Xing lu ? " ucap ghuzheng bingung.
" kau berteman dengan ku sudah berapa tahun , kau bodoh sekali . jelas-jelas aku masih mencintai Nesya tapi ingat cinta ku padanya masih berakal , tidak seperti mu ! " ucap Mario menunjuk ghuzheng .
" ayo nes ikut aku " ucap Mario membebaskan ghuzheng dari cengkraman nya .
" aku tidak mau . kau jahat " ucap Nesya tetap meringkuk dia seperti orang yang ketakutan .
" nes , aku Mario nes . aku akan membawamu pergi dari ghuzheng " ucap Mario mencoba memegang tangan Nesya .
dengan cepat Nesya meraih pot bunga yang berada di meja dan melemparkannya ke arah Mario .
" pergilah aku ingin sendiri " ucap Nesya dan untungnya pot itu tidak mengenai Mario .
" kau dengar . sekarang pergi lah sebelum kesabaranku habis " ucap ghuzheng datar .
__ADS_1
" jaga Nesya dengan sebaik-baiknya dan satu lagi ku harap kau tidak menyesal telah membawa orang asing ke rumah mu " ucap Mario sambil menatap mata ghuzheng lalu pergi tanpa menengok kembali .
saat Mario keluar bertemulah dia dengan Xing lu yang menatapnya dengan ekspresi datar . Mario hanya melihat sekilas lalu meneruskan langkahnya untuk pergi .
" ghuzheng , kenapa Mario marah-marah ? " ucap Xing lu melangkah ke kamar Nesya .
" kenapa kau malah di kolam . aku kan sudah menyuruhmu untuk menemani Nesya " ucap ghuzheng memarahi Xing lu .
Xing lu hanya terdiam menunduk dengan menatap benci ke Nesya .
" nes pergelangan tangan mu kenapa ? " ucap Xing lu berpura-pura peduli . Nesya hanya diam dengan menutupi wajah nya .
" ghuzheng apa ini perbuatan mu ? " ucap Xing lu menatap ke arah ghuzheng.
" aku tidak sengaja melakukan itu karena dia terus memberontak ku " ucap ghuzheng .
" sebentar aku akan mengambil air hangat untuk mengompres nya " ucap Xing lu lalu pergi .
.
.
.
" maafkan aku nes " ucap ghuzheng memindahkan tangan Nesya dari wajah nya untuk di pegang .
" nes wajahmu pucat sekali " ucap ghuzheng kaget .
lalu ghuzheng melihat makanan Nesya yang ada di meja tidak tersentuh sedikit pun .
" apa kamu tidak makan ? " ucap ghuzheng . Nesya tetap diam .
" nes " ucap ghuzheng sambil terus mendekat .
" diam " ucap Nesya lemah .
" aku sudah membuatmu sangat ketakutan . maafkan aku nes , aku tidak bermaksud membuat mu terluka " ucap ghuzheng duduk di lantai tepat pada sudut pagar besi .
" ku akui aku sangat egois dengan mu . tapi apakah kau tahu bagaimana kekhawatiran ku saat kau meninggalkan ku ? . kau tidak pernah mau tahu tentang itu " ucap ghuzheng tersenyum hambar .
" aku terus mencoba untuk menjadi yang terbaik untuk mu , selalu menjadi seperti yang kau inginkan tapi kau tetap tidak menoleh ke arah ku sama sekali " ucap ghuzheng dengan memandang halaman yang luas di bawah sana .
" kau lebih memilih kakak ku . semua telah memilih dia . walaupun sikap nya kasar , pemberontak , cuek tetapi semua memilihnya . karyawan papa , kau , mama dan tuhan semua sama saja . selalu kakak ku yang paling utama . dia selalu mendapatkan segalanya " ucap ghuzheng yang sakit hati karena ketidak Adilan yang dia terima .
" aku hanya ingin satu keadilan untuk ku yaitu kamu....tapi sayangnya tuhan tidak mengabulkan permintaan ku" ucap ghuzheng menatap Nesya dengan berkaca-kaca .
kini ghuzheng , Nesya dan Sean merasakan kesakitan yang tidak bisa di bandingkan . ghuzheng sakit karena Nesya tidak mencintainya , Nesya sakit karena tidak bisa menemui cinta nya dan Sean sakit karena mengorbankan cintanya .
happy reading pembaca setia ku 🌹🌹🌹
__ADS_1