
" ok . tapi tunggu dulu biarkan aku mendekap mu seperti ini sebentar saja " ucap Sean .
" bukankah kakak nanti bisa lebih lama untuk memeluk ku lagi " ucap Nesya heran .
" iya aku tau, tapi aku masih ingin memeluk mu untuk sekarang ini " ucap Sean mengecup kening Nesya .
#####
Di sekolah
" Xing lu mana Nesya? " ucap ghuzheng yang benar-benar cemas karena Nesya tidak datang ke sekolah .
" bukan kah Nesya kemarin malam sudah pulang bersama kakak mu ? " ucap Xing lu ikut bingung.
" kak Sean ! " ucap ghuzheng kaget dan Xing lu pun menganggukan kepalanya.
"bukankah kemarin dia bilang datang ke kantor . mungkin dia yang sengaja membawa kabur Nesya " ucap ghuzheng dalam hati .
" Xing lu setelah pulang sekolah , maukah kau ikut aku untuk mencari Nesya ? " ucap ghuzheng .
" tentu " ucap Xing lu .
" baiklah terimakasih " ucap ghuzheng memegang tangan Xing lu .
" sudah lah jangan berterimakasih padaku . ayo kita ke kelas " ucap Xing lu tersenyum .
" GHUZHENG ! " teriak Mario dari kejauhan lalu memukul ghuzheng mengenai pelipisnya .
" Mario apa kau gila ! " ucap Xing lu kaget .
" sialan , apa maksudmu " ucap ghuzheng menatap tajam Mario .
" gara - gara kau sepupuku menjadi kritis! " ucap Mario menunjuk ghuzheng .
" diva kritis ? " ucap ghuzheng kaget .
" tidak usah sok kaget . ini semua salahmu kenapa kau mencampakkan nya dengan ucapan kasar ! " ucap Mario memukul ghuzheng lagi .
" cukup Mario . itu bukan salah ghuzheng ! " ucap Xing lu .
" lalu menurutmu siapa yang salah . kau ?! " ucap Mario melotot pada Xing lu . kini Xing lu pun diam mematung tanpa harus melawan ucapan Mario lagi.
" kenapa kau kasar padanya . untuk diva yang kritis itu bukan urusan ku , dari jaman saat kita bersahabat kau sudah tau aku tidak menyukai sepupumu . sekarang minggirlah ! " ucap ghuzheng menggeser tubuh Mario agar bisa lewat .
" urusan kita belum selesai ! " ucap Mario berteriak.
#####
di tempat lain , Sean dan Nesya sedang bersiap - siap untuk pergi keluar negeri sesuai ucapan nya .Sean pun sibuk dengan ponselnya untuk menelfon seseorang .
__ADS_1
" apa tawaranmu masih berlaku ? " ucap Sean pada si penelpon .
"....."
" baiklah siapkan jet pribadi untuk ku . bolehkah aku meminjam Fila mu untuk beberapa hari kedepan ? " ucap Sean .
"....."
" aku akan sampai di landasan 17 menit lagi " ucap Sean menatap Nesya dan mematikan telfon nya .
" ayo nes kita pergi sekarang " ucap Sean menggandeng Nesya untuk menuruni anak tangga .
tiba - tiba ada dua orang tinggi tegap memasuki rumah Sean dengan wajah yang kebingungan seperti maling tertangkap basah .
" kenapa kalian berlarian seperti itu ? " ucap Sean heran .
" sebaiknya tuan segera pergi dari kota ini , karena anak buah tuan muda sudah mengetahui rumah tuan ini " ucap orang itu .
" sebaiknya kau halangi mereka untuk mencapai kawasan ini " ucap Sean tetap tenang .
" kak bagaimana ini , aku tidak mau di jodohkan dengan ghuzheng " ucap Nesya mulai merengek kembali .
" sekarang ayo kita pergi lewat pintu belakang saja " ucap Sean menarik tangan Nesya dengan berlari kecil.
setelah sampai di pintu belakang Sean sudah di tunggu mobil jemputan nya untuk membawanya ke landasan . mobil pun melaju dengan kencang untuk menghindari pencarian dari anak buah ghuzheng . tak lama kemudian sampailah mereka di landasan dimana jet pribadi itu sudah siap untuk lepas landas .
dalam hati Sean kini ada rasa cemas , senang dan bimbang , entah apa yang dia pikirkan karena semua pikiran nya bercampur menjadi satu . setelah mereka berhasil memasuki jet itu lalu sang pilot pun menerbangkan jetnya .
" kakak mau membawaku kemana ? " ucap Nesya menatap Sean .
" ke suatu tempat yang tidak pernah terpikirkan oleh ghuzheng " ucap Sean tersenyum memeluk Nesya .
" apakah kakak sedang cemas ? " ucap Nesya saat membenamkan kepalanya di dada bidang Sean dan mendengar kan detak jantung yang tidak beraturan .
" sedikit " ucap Sean .
" apa yang kakak cemaskan ? " ucap Nesya memegang pipi Sean .
alih - alih Sean mau menjawab , dia malah memeluk dan mencium kening Nesya cukup lama .
" sudahlah itu tidak penting untuk saat ini nes " ucap Sean lembut.
Nesya pun mengerti akan ucapan Sean yang demikian , dia mencoba untuk memberi ruang Sean untuk menjaga rahasia nya sendiri .
#####
setelah pulang dari sekolah , ghuzheng dan Xing lu sengaja tidak mengikuti pelajaran tambahan melainkan dia langsung menuju ke rumah nyonya britney .
" tenanglah dulu ghuzheng . jangan cemas begitu Nesya pasti akan ketemu" ucap Xing lu saat di mobil ghuzheng .
__ADS_1
" bagaimana aku bisa tenang jika calon istriku di bawa kakak ku sendiri " ucap ghuzheng sedikit menyentak Xing lu .
Xing lu pun merespon diam dengan tangan yang mengepal hingga buku - buku jarinya memutih, tentu dia sangat kesal . sesampainya di halaman rumah , ghuzheng langsung menggandeng Xing lu dan berlari kecil menuju pintu utama .
" ayo cepat . kau tunggu aku berganti pakaian . ok ! " ucap ghuzheng saat melangkah kan kaki nya .
disini Xing lu tidak terfokus pada ucapan ghuzheng melainkan genggaman tangan ghuzheng di terus tersenyum tanpa beban .
" ghuzheng mana Nesya ? " ucap nyonya Britney yang bingung .
" ternyata Nesya di bawa kabur kakak ma " ucap ghuzheng dengan melepaskan genggaman tangan Xing lu .
" apa ! mana mungkin kakakmu seperti itu " ucap nyonya Britney.
" tapi buktinya memang seperti itu ma " ucap ghuzheng .
" aduuuh kepala mama " ucap nyonya Britney memegang kepalanya .
" Tante ! " ucap Xing lu lalu menolong nyonya Britney yang lemas tetapi masih sadar untuk di dudukan di sofa ruang keluarga.
" nak bisakah kau keluar sebentar ? aku ingin bicara dengan ghuzheng " ucap nyonya Britney pada Xing lu .
Xing lu pun mengangguk dan beranjak dari duduk nya untuk menunggu ghuzheng di luar.
" kenapa kakak mu melakukan itu ? " ucap nyonya Britney yang masih shock dengan keadaan seperti ini .
" kakak diam-diam juga mencintai Nesya ma . makannya aku akan mencari Nesya dan merebutnya kembali " ucap ghuzheng dengan tatapan marah .
" apakah Nesya juga mempunyai perasaan yang sama seperti kakak mu ? " ucap nyonya Britney memegang pundak ghuzheng tetapi ghuzheng hanya terdiam .
" sudah mama duga . dari mata Nesya mama bisa melihat bahwa dia tidak memiliki perasaan untuk mu ghuzheng" ucap nyonya Britney .
" tidak ma ! Nesya hanya mencintaiku " saut ghuzheng .
" dari mana kau bisa menyimpulkan seperti itu ghuzheng . sebagai wanita mama bisa merasakan tatapan Nesya terhadap kakak mu begitupun sebaliknya" ucap nyonya Britney lagi .
ghuzheng hanya terdiam dengan mata yang tajam .
" ghuzheng , mama mohon relakan lah Nesya untuk kakak mu nak . kau bisa mencari gadis lain , sudah seharusnya kakak mu menikah terlebih dahulu apalagi mereka saling cinta " ucap nyonya Britney membujuk ghuzheng .
" tidak ma , ghuzheng hanya ingin Nesya . aku akan tetap mencarinya hingga ketemu walaupun nanti akan terjadi pertengkaran hebat antara aku dan kakak , aku tidak peduli !" saut ghuzheng sambil berjalan pergi .
" kenapa kau tega ghuzheng . apa mama mengajarkan mu tentang balas dendam ! " ucap nyonya Britney sedikit berteriak .
tak lama kemudian ghuzheng menghentikan langkah nya dan berbalik badan menghadap nyonya Britney lagi.
" dan saat sudah bertemu , aku ingin acara pernikahan langsung di gelar " ucap ghuzheng tegas lalu benar - benar pergi ke kamar nya untuk mengganti pakaian.
" ya Tuhan aku harus berbuat apa . kenapa anak - anak ku menjadi saling musuh begini " ucap nyonya Britney menangis .
__ADS_1