
"apa kau tau ,barang yang sudah di berikan itu tidak boleh di ambil lagi " ucap Sean lalu pergi meninggalkan Nesya yang terdiam .
"tadi tidak mau . sekarang mau . huuuhhh bikin bingung saja " ucap Nesya sambil menghabiskan gulali nya.
"Nesya sayang kamu sudah pulang " ucap nyonya britney .
"sudah ma " ucap Nesya tersenyum .
"dimana ghuzheng?" ucap nyonya Britney
"tadi ghuzheng sedang pergi bersama Mario ma " ucap nesya.
"oooo begitu . Nesya " nyonya Britney memanggil Nesya kembali .
"iya ma ?" ucap Nesya .
"bagaimana hubungan mu dengan ghuzheng" ucap nyonya britney.nesya pun terdiam sebentar " baik-baik saja ma " ucap Nesya
"bagus . ya sudah kamu masuk kamar gih" ucap nyonya Britney .Nesya pun mengangguk dengan tersenyum .
"Nesya sangat manis sekali .ah semoga saja mereka berjodoh " ucap nyonya britney dengan penuh harap.
saat memasuki kamar Nesya langsung mengambil piyama mandi nya dan masuk ke kamar mandi .
#####
di kamar Sean
Sean terus memikirkan kejadian yang baru saja dia alami dengan Nesya .
"kenapa aku memikirkan bocah itu terus ya .seharusnya wajar kan aku marah ,suruh siapa dia memaksaku "ucap Sean yang membaring kan tubuh nya di tempat tidur .
"apa aku harus meminta maaf pada dia ya ? " ucap Sean yang kebingungan tidak lama kemudian Sean berdiri dan memutuskan datang ke kamar Nesya untuk meminta maaf padanya .
tok...tok..tok..
"hei bocah buka pintu nya " ucap Sean
tok...tok...tok
"aku boleh masuk tidak ? " ucap Sean tetapi tetap tidak ada jawaban .beberapa menit Sean berdiri seperti orang bodoh di depan pintu kamar Nesya dan dia akhirnya memutuskan untuk masuk karena melihat pintu Nesya tidak di kunci .
"nesya....kau dimana ? " ucap Sean saat memasuki kamar Nesya .
BRUUUUG....Aaaaawww!
Sean mendengar suara gaduh di kamar mandi .
"Nesya" ucap Sean sambil mengetuk pintu kamar mandi .
"kau kenapa ? "ucap Sean yang belum mendengarkan suara Nesya lagi .
"aku terpeleset kak" ucap Nesya .
"bagaimana bisa .cepat kau pakai piyama mu. aku akan masuk" ucap Sean . 2 menit kemudian Sean bertanya pada Nesya lagi .
"sudah belum?" ucap Sean
"sudah " ucap Nesya yang ada di dalam kamar mandi . lalu Sean pun membuka pintu kamar mandi dan mendapati Nesya yang duduk meluruskan kaki nya .
"dasar bodoh.kenapa kau bisa ceroboh seperti ini" ucap Sean mengerutkan dahinya lalu menggendong Nesya ke tempat tidur.
"aku tadi berjalan ingin mematikan kran . tapi malah terpeleset " ucap Nesya . yang di duduk kan di tempat tidur .
"kau tunggu disini" ucap Sean yang berjalan kekamar nya untuk mengambil kotak P3k setelah itu Sean kembali ke kamar Nesya .
"biar aku sendiri kak " ucap Nesya untuk mengambil kapas yang sudah di beri antibiotik.
"sudah diam lah " ucap Sean menatap Nesya . akhirnya Nesya pun diam dan tidak berbicara lagi dengan Sean .
"aw" ucap Nesya
__ADS_1
"tahan sebentar jangan berjingkat aku jadi kaget" ucap Sean . Nesya pun akhirnya menutup mata dan menahan kaki nya .
"luka seperti ini tidak usah di tutup nanti akan kering sendiri . hanya saja lutut mu besok akan lebih memar dari ini " ucap Sean
"terimakasih kak " ucap Nesya yang mulai berjalan menuju kamar mandi lagi .
"kau mau kemana ? " ucap Sean
"mengambil baju ganti ku" ucap Nesya agar tujuan nya tidak di ketahui Sean. Sean yang melihat Nesya kesakitan menjadi tidak tega
"kau tunggu di sini saja. akan ku ambilkan " ucap Sean .
"lho kak tidak usah " ucap Nesya yang terkejut dengan aksi Sean .
"aduh disana kan ada pakaian dalam ku . bagaimana dia akan memberikan nya padaku. " ucap Nesya dalam hati .
"ini " ucap Sean dengan wajah datar tanpa melihat pakaian Nesya .
"terimakasih kak" ucap Nesya gugup dengan wajah memerah .setelah memberikan pakaian Nesya beserta pakaian dalam nya Sean hendak bergi tetapi di urungkan lagi niat nya .
"Nesya" ucap Sean
"eh ya " ucap Nesya dengan kelabakan menghadap ke Sean lagi .
"kapan lagi kau jangan ceroboh" ucap Sean dengan tetap membelakangi Nesya .
"baik kak" ucap Nesya dengan cepat . akhir nya Sean pun pergi dan menutup pintu kamar Nesya kembali .
"astaga memalukan sekali . rasanya sekarang aku ingin membuang muka ku " ucap Nesya dalam hati yang pipinya memerah .
"tapi kenapa kak Sean tiba-tiba datang ke kamar ku ya (gumam Nesya heran) nanti lah coba aku tanya . tapi bagaimana aku bertanya.aku sudah tidak punya muka" ucap Nesya kesal dengan dirinya sendiri .
#####
setelah menutup pintu kamar Nesya ,Sean berjalan menuju kamar nya dengan berfikir
"ceroboh sekali dia ,bisa jatuh di kamar mandi . apa mungkin lantai nya kotor ? "gumam Sean lalu masuk ke kamar untuk membersihkan badan nya . sebelum membersihkan badan ,Sean menelfon di lantai bawah .
"iya tuan " ucap salah satu pelayan di rumah nyonya britney.
"masuk" ucap Sean
"maaf tuan . ada hal apa tuan memanggil saya" ucap mbak Rani pelayan pribadi Nesya .
"kau yang bertanggung jawab atas Nesya bukan ? " ucap Sean
"benar tuan " ucap pelayan itu
"sekarang bersihkan lagi kamar mandi nya . karena pekerjaan tidak becus mu ,dia jadi terpeleset di kamar mandi " ucap Sean menatap pelayan itu dengan tatapan tajam .
"baik tuan " ucap pelayan itu yang ketakutan lalu pergi ke kamar Nesya danSean akhirnya pergi ke kamar mandi .
#####
tok...tok..tok...
"siapa ? " ucap Nesya yang masih meniup-niup lutut nya .
"mbak Rani non " ucap pelayan itu
"masuk saja mbak" ucap Nesya dari dalam .
"ada apa mbak ?" ucap Nesya menurunkan kaki nya di lantai .
"maaf kan saya non . saya sudah membuat non Nesya terjatuh" ucap pelayan itu .
"ini bukan salah mbak Rani kok . ini memang kecerobohan ku saja " ucap Nesya tersenyum tulus
"ijinkan saya mengobati lukanya non ?" ucap pelayan itu
"tidak usah mbak . ini tadi sudah di obati kak Sean . o iya mbak kenapa bisa tau kalau aku jatuh dari kamar mandi " ucap Nesya .
__ADS_1
"tadi tuan Sean menegur saya non " ucap pelayan itu .
"mbak ,jangan di masukan ke dalam hati ya ucapan nya kak Sean . dia memang suka bicara frontal seperti itu" ucap Nesya .
"tidak apa-apa non . tuan memang selalu bicara jujur seperti itu . karena dia mengidap menyakit phinocio syndrom" ucap pelayan itu
"benarkah ?" ucap Nesya
"jadi non Nesya belum tau ? " ucap pelayan itu . Nesya pun menggelengkan kepalanya .
"astaga mulut ku . maafkan mulut saya yang lancang ini non " ucap pelayan itu dengan membungkuk an badan nya .
"kalau begitu saya pamit ingin membersihkan kamar mandi non Nesya. permisi min" ucap pelayan itu. Nesya pun tersenyum dan mengangguk .
"phinocio syndrom ? " ucap Nesya terus memikirkan perkataan itu .tak beberapa lama Nesya pun akhirnya turun untuk makan malam . saat berjalan turun Nesya bertemu dengan Sean yang sedang membuka pintu kamarnya untuk keluar . mereka saling pandang sebentar dan berjalan bersamaan menuju anak tangga . di dahului Nesya yang menuruni tangga dan di ikuti Sean di belakang nya .
"kau bisa turun tidak ? atau perlu ku bantu" ucap Sean dengan nada acuh yang kini ada di samping Nesya.
"tidak usah kak . aku bisa sendiri" ucap Nesya yang berjalan pelan .
"ya sudah" ucap Sean yang berjalan mendahului Nesya . Nesya hanya terfokus pada rasa sakit di lututnya dan memperhatikan jalan di depan. "astaga menyusahkan sekali kalau seperti ini . lututku terasa kaku " gumam Nesya .
#####
di ruang makan
"kak dimana Nesya ? " ucap ghuzheng yang sudah duduk di sana
"ada di belakang" ucap Sean yang duduk di depan ghuzheng . ghuzheng pun hanya mengangguk-anggukan kepalanya .saat Nesya mulai sampai ke ruang makan , ghuzheng melihat nya dengan berjalan pelan menyeret kaki kiri nya .
"nes ,kamu kenapa ? " ucap ghuzheng yang berdiri menggandeng Nesya
"aku tadi terpeleset di kamar mandi . tapi tidak apa-apa kok" ucap Nesya .
"mama bawa kamu ke rumah sakit ya sayang" ucap nyonya britney .
"tidak usah ma . Nesya tidak apa-apa kok " ucap Nesya .
"lain kali kamu hati-hati ya sayang" ucap nyonya britney .
"iya ma" ucap Nesya dengan tersenyum . lalu mereka pun mulai makan malam bersama hingga saat di pertengahan makan , ghuzheng membuka obrolan .
"ma tadi Nesya di sekolah juga sempat terkunci di kamar mandi " ucap ghuzheng.tiba-tiba Sean mengangkat kepalanya saat mengunyah makanan .
"apa benar begitu sayang ? " ucap nyonya britney.
"benar ma , tapi Nesya tidak apa-apa kok. mungkin waktu itu pintu nya sedang rusak " ucap Nesya berusaha untuk membuat nyonya britney tidak khawatir .
"sangat tidak mungkin kalau pintu nya rusak ,pasti Nesya di jebak . sebaik nya mama belikan Nesya ponsel saja . agar bila terjadi apa-apa dia bisa menghubungi ku ma" ucap ghuzheng
"astaga mama lupa. maaf ya sayang ,mama belum membelikan untuk mu ponsel .bagaimana kalau besok ? nanti biar di antar oleh Sean "ucap nyonya britney
"besok malam Minggu ma . aku juga mau keluar" ucap Sean
"kebetulan sekali kalau begitu ajak Nesya dan ghuzheng sekalian . agar mereka menjadi semakin dekat " ucap nyonya britney
"ide bagus . ayo lah kak . kapan lagi kita akan keluar bertiga " ucap ghuzheng
"ok . sekarang lanjutkan makan mu jangan berisik" ucap Sean
"ma , apakah di rumah ini ada sepeda ? " ucap Nesya
"ada . memang nya kenapa sayang" ucap nyonya Britney
"boleh Nesya meminjam nya untuk pergi ke sekolah" ucap Nesya . Sean yang mendengar Nesya berkata seperti itu menghentikan makan nya sejenak lalu mulai menyuapi mulut nya dan dengan samar-samar mendengarkan percakapan mama nya dan Nesya .
"bukan kah lebih enak jika naik mobil?" ucap nyonya britney
"Nesya lebih suka bersepeda ma " ucap Nesya tersenyum.
"baiklah kalau kamu suka tidak masalah ,nanti kamu bisa bicara pada pelayan pribadi mu " ucap nyonya britney tersenyum
__ADS_1
"kau sangat persis dengan mendiang ibu mu Nesya , sama-sama keras kepala tetapi lembut" ucap nyonya britney dalam hati .