
"kita melakukan shooting di area garis ini (garis three poin) , nanti yang skor nya kecil akan mengabulkan permintaan yang skor nya banyak . bagaimana ? " ucap Nesya
"kau percaya diri sekali sampai berani menantang ku" ucap Sean tertawa mengejek.
"makanya kita buktikan saja . setuju tidak ? " ucap Nesya
"ok" ucap Sean menerima tantangan Nesya . mereka pun mulai bermain .
"kita bermain dengan waktu 10 menit bagaimana ? " ucap Nesya lagi
"terserah kau saja . toh hasil nya akan sama . aku yang akan menang" ucap Sean .
Di lemparan bola yang pertama Nesya gagal mencetak poin tetapi Sean berhasil .
"bagaimana ? masih meneruskan tantangan mu? " ucap Sean yang sudah besar kepala dulu
"baru pertama ku anggap ini pemanasan saja" ucap Nesya. Sean hanya tersenyum mengejek saja. saat Nesya mulai melambung kan lagi bolanya tiba-tiba senyum Sean berubah menjadi keheranan .
"yes masuk" ucap Nesya dengan girang nya
"jangan senang dulu. aku akan mengalahkan skor mu" ucap Sean . lalu mereka terus melakukan three poin itu hingga Sean yang memimpin skor nya .
"yes!!! kau kalah " ucap Sean
"belum . aku masih punya waktu 40 detik" ucap Nesya .
"mana bisa kau memasukan bola dengan waktu 40 detik" ucap Sean meremehkan Nesya . lalu Nesya mencoba berkonsentrasi sebentar lalu menembakan bola itu ke arah papan ring .
"yes !!! kak Sean lihat itu tadi ? aku masuk " ucap Nesya kegirangan. Sean masih tidak habis pikir dengan yang ada di depan nya .
"bagaimana bisa" ucap Sean yang heran , karena selama dia berada di dunia bola basket , belum ada yang bisa mengalahkan tembakan three poin yang indah selain dia . kini dia di kalahkan oleh bocah yang tingginya sebahu.
"itu bisa ( sambil menunjuk ke arah ring basket) . jadi kakak harus menepati perjanjian kita" ucap Nesya .
"ok . kau minta apa ? jam tangan , make up, baju ? sebutkan saja" ucap Sean santai
" gendong aku berkeliling lapangan ini 3 kali" ucap Nesya .
"baiklah . ayo naik " ucap Sean yang bertumpu pada satu kaki dan lutut nya . Nesya pun naik di punggung bidang Sean
"ayo bangun" ucap Nesya . lalu Sean pun berdiri sambil sekali mengejek Nesya
"kau berat sekali . nanti kalau sampai rumah jangan makan" ucap Sean
"memang nya kenapa?" ucap Nesya yang belum mengerti arah ucapan Sean
"nanti kau jadi seperti beruang madu ,mau?" ucap Sean
"ih jangan meledek ku . ayo jalan" ucap Nesya dengan sekali memukul pelan tangan Sean . Sean pun tertawa dan mulai berjalan untuk menepati janji nya . disana mereka telah di lihat oleh banyak mata hingga Sean menurunkan Nesya kembali karena sudah selesai memutari lapangan 3 kali. saat Nesya di turunkan tiba-tiba ada anak kecil yang kemungkinan duduk di bangku TK menghampiri Nesya .Sean dan Nesya pun mulai berpandangan dan menatap anak kecil itu .
"kau kenal dengan dia?" ucap Sean pada Nesya. Nesya pun menggelengkan kepalanya dan menghampiri anak kecil yang sedang tersenyum itu .
"adik kecil, mana orang tuamu ?" ucap Nesya dengan tersenyum.
"kakak cantik sekali , ini untuk kakak" ucap anak laki-laki itu memberikan permen bungkus yang dia punya untuk Nesya .
__ADS_1
"terimakasih sayang " ucap Nesya tersenyum ramah lalu anak itu berlari kembali pada orang tuanya yang sedang duduk membaca majalah .
"dia tadi kenapa? " ucap Sean
"memberiku ini" ucap Nesya menunjukan permen yang di beri anak kecil tadi .
"kenapa dia memberimu permen?" ucap Sean heran
"dia bilang aku cantik . jadi dia memberi permen ini" ucap Nesya tersenyum .
"wah anak sekecil itu sudah bisa menggoda perempuan ternyata" ucap Sean dengan tersenyum geli.
"kakak lapar tidak ? " ucap nesya .
"sedikit " ucap Sean
"kalau begitu ayo kita makan di bakso itu" ucap Nesya . jarak tukang bakso dengan lapangan itu lumayan jauh . mau tidak mau mereka berjalan ke sana karena memang tidak ada penjual makanan lain selain di sana .
Di tempat bakso
" bang bakso dua pedas semua ya" ucap nesya .
"eh mbak . kita ketemu lagi mbak" ucap penjual bakso itu .
"lah bang kok pindah jualan disini" ucap Nesya yang kaget .
"saya kan dagang sama gerobak mbak . ya saya keliling " ucap penjual bakso itu .
"jadi Abang setiap sore mangkal disini" ucap nesya
"dia kakak saya bang " ucap Nesya
"oh pantes tua" ucap penjual bakso itu sambil cengengesan . Nesya pun tertawa mendengar ucapan penjual bakso itu , berbeda dengan Nesya Sean memasang wajah yang sangar waktu itu .
" tenang mas , kalau pun mas tua . gak kalah ganteng kok sama pacar nya si mbak ini " ucap penjual bakso sambil menyuguhkan 2 mangkok bakso di depan mereka lalu pergi .
"yang dia maksud ghuzheng ?" tanya Sean pada Nesya.
"iya kak , padahal aku tidak bilang kalo dia pacar ku " ucap Nesya .
"mungkin kalian memang pantas bersama" ucap Sean cuek lalu memakan bakso nya . disini Sean tampak aneh saat penjual bakso itu bilang kalau ghuzheng adalah pacar Nesya ,tapi Nesya tidak merasakan hal aneh itu . setelah habis memakan bakso nya , Sean pun membayar pada penjual bakso .
"berapa ? " ucap Sean
"30 ribu mas " ucap tukang bakso itu .
"ini" ucap Sean sambil memberikan uang 100 ribu kepada tukang bakso itu .
"ayo" ucap Sean yang tiba-tiba menggandeng Nesya , Nesya pun terkejut saat itu .
"mas kembalian nya " ucap tukang bakso itu merogoh saku nya untuk mencari uang pecahan .
"ambil saja" ucap Sean lalu pergi .
"waduh mas . kalau gini ganteng nya nambah mas. makasih ya" ucap tukang bakso itu sedikit berteriak karena Sean sudah berjalan cukup jauh .
__ADS_1
sesampainya di pintu pengemudi Sean nampak heran pada nesya
"kenapa kau mengikuti ku " ucap Sean mengerutkan dahinya .
"tangan kakak" ucap Nesya menunjuk tangan Sean yang menggandeng nya .
"ah maaf aku tidak sengaja" ucap Sean lalu melepaskan tangan Nesya. setelah itu Nesya pun masuk ke dalam mobil dan mobil pun melaju dengan santai hingga sampailah mereka di rumah lagi . jam sudah menunjukan pukul 5 sore . kini waktunya Sean untuk bersiap-siap .
"selamat sore tuan " ucap pelayan yang membukakan pintu .
"mama mana ? " ucap Sean
"nyonya sedang pergi tuan " ucap pelayan itu . lalu Sean naik ke tangga dan memasuki kamar nya . Nesya yang ada di belakang Sean hanya diam dan mengikuti langkah Sean . Nesya juga ingin langsung ke kamar nya untuk mandi lagi dan mengobati luka nya .
Di kamar Nesya
Nesya cepat-cepat mengunci pintu kamar nya dan mencari handuk kecil untuk di beri air dan di perasnya , lalu handuk itu di tempel kan di luka nya .
"sedikit lebih baik " ucap Nesya yang tadi merasakan perih saat lukanya terkena keringat lalu dia duduk di sofa dekat tempat tidur nya . setelah mengompres luka nya Nesya pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badan dari debu dan keringat .
#####
Di kamar Sean
"kenapa tadi aku menggandeng bocah itu ?" ucap Sean sambil mengingat ingat kejadian itu .
"aku tidak pernah merasa selepas ini dengan perempuan selain Naomi . dia memang berbeda" ucap Sean dengan tersenyum lalu mulai memasukan baju-baju yang harus dibawa nya untuk ke los angeles setelah itu dia pergi untuk mandi . saat selesai mandi Sean tiba-tiba teringat oleh Nesya lalu memutuskan untuk datang ke kamar Nesya .
tok...tok..tok
"buka pintu nya ,ini aku " ucap Sean , lalu tak beberapa lama Nesya membuka pintunya untuk Sean .
"kakak kok sudah rapi ,mau berangkat sekarang ?" ucap Nesya
"lengan mu bagaimana ? " ucap Sean sedikit acuh
"masih perih tapi gapapa lah ini sudah lebih baik dari tadi siang" ucap Nesya
"sudah kau obati?" ucap Sean
"belum" ucap nesya
"boleh aku mengobati luka mu ?" ucap Sean
"boleh " ucap. raya tersenyum dan mempersilahkan Sean untuk masuk ke kamar nya . Nesya dan Sean kini duduk di sofa dekat ranjang ,Sean mulai mengoleskan salep pada Nesya .
"setelah kepulangan ku nanti kita main basket lagi . aku masih tidak terima kau mengalahkan ku" ucap Sean saat mengoleskan salep itu pada lengan Nesya .
"ok" ucap Nesya tersenyum kini Sean pun ikut tersenyum . setelah selesai mengobati Nesya Sean pun berpamitan pada nya .
"kalau begitu aku pamit dulu ,nanti jika aku di cari mama bilang saja aku sudah berangkat " ucap Sean .
"ok kak . hati-hati ya" ucap Nesya tersenyum dan menutup lagi pintu kamar nya .
"hati ku kok jadi begini ? kenapa tiba-tiba aku merasa sedih ya" ucap Nesya yang mood nya berubah menjadi jelek .
__ADS_1