
" tunggu ! . biarkan orang kepercayaan ku yang mengecek nya " ucap nyonya Britney yang masih merasa curiga dengan Spy itu .
" baiklah nyonya . silahkan anda hubungi orang kepercayaan anda untuk mengambil teh ini kemari " ucap Spy itu . lalu nyonya britney pun mulai menekan nama yang tertera di layar ponselnya .
lama mereka menempuh perjalanan hingga mendarat . kini Sean menggandeng tangan Nesya untuk keluar dari jet itu .
" selamat sore tuan " ucap seseorang dengan membungkuk pada Sean lalu memberikan kunci mobil . orang itu adalah anak buah Justin .
tak beberapa lama kemudian Sean mulai mengaktifkan ponselnya yang tadi di mode pesawat olehnya .
" mama ? " ucap Sean kaget karena lupa untuk memberitahu nyonya Britney .
sekarang Sean sudah berada di dalam mobil dan mencoba menelfon nyonya Britney.
" halo ...ma . mama tidak apa-apa? " ucap Sean khawatir .
" aku baik-baik saja Sean . Sean sebenarnya apa yang terjadi ? " ucap nyonya Britney .
" Sean belum bisa menjelaskan secara gamblang nya ma . sekarang ku mohon mama menurut lah dengan ucapan ku . sekarang mama pergi dari rumah itu dengan Spy suruhan ku " ucap Sean .
" baiklah nak aku akan menurut apa kata mu . tapi kau harus berjanji setelah aku akan kau langsung menyusul ku " ucap nyonya Britney .
" pasti ma ... itu pasti " ucap Sean tetap terfokus pada jalan lalu mematikan ponsel nya .
" apakah tadi mama ? " ucap Nesya .
Sean hanya mengangguk untuk jawaban iya .
" mama bilang apa kak ? sepertinya serius sekali " ucap Nesya yang penasaran .
" hanya masalah kecil nes .kamu tak perlu khawatir" ucap Sean mencoba menutupi dengan tidak membuat kebohongan .
" kita mau kemana kak ? " ucap Nesya .
" sesuai permintaan mu " ucap Sean menghentikan mobil nya di depan expo ( pameran yang isinya seperti pasar malam) .
" kau merindukan tempat seperti ini kan ? " ucap Sean lagi dengan tersenyum memandang Nesya .
" ini adalah tempat di saat almarhum ayah dan ibu ku mengajak bermain " ucap Nesya memandang takjup expo itu .
padahal disana tidak terlalu mewah seperti tempat rekreasi pada umumnya . tetapi disana Nesya sangat rindu dengan suasana yang riuh ramai karena mengingatkan kenangan dengan orang tua nya dulu .
" terimakasih kak" ucap Nesya memeluk Sean di dalam mobil .
" jangan berucap terimakasih dulu . sekarang ayo kita habiskan waktu malam ini dengan bermain disini " ucap Sean terdengar sedih .
tetapi sayangnya Nesya tidak membaca ekspresi yang di tunjukan Sean .
setelah itu mereka pun keluar dari mobil sambil berjalan beriringan . semua permainan sudah dia nikmati dari komedi putar dengan membawa permen kapas di tangan nya , memasuki rumah hantu , berfoto ala kadarnya di keramaian lalu berlanjut menaiki kora-kora .
permainan itu membuat Sean pusing dan ingin mual .
" kakak tidak apa-apa ? " ucap Nesya sambil tertawa .
" huuuekkk..huuuekkk " Sean terus mencoba memuntahkan isi dalam perut nya tetapi tidak bisa .
" kenapa kamu menertawakan aku ? " ucap Sean keran .
" kakak payah sih. permainan seperti itu saja sudah mabuk begini " ucap Nesya terus tertawa .
setelah itu Sean pun meminum soda yang di beli kan Nesya agar mengurangi rasa mual .
" kak ayo naik itu " ucap nesya menunjuk keranjang cinta bersemangat .
" apa kamu belum lelah ? " ucap Sean heran dengan tenaga Nesya yang belum habis setelah di ayun kora-kora tadi .
" tidak . ayo kesana kita beli tiketnya " ucap Nesya menarik tangan Sean.
" baiklah " ucap Sean menurut dengan ajakan Nesya .
__ADS_1
setelah mereka membeli tiket dan langsung bisa masuk ke keranjang cinta itu karena tidak ada yang antri .
"apakah kakak pernah naik ini sebelumnya? " ucap Nesya .
" ini baru pertama kali " ucap Sean .
" Kak keluarkan ponselmu " ucap Nesya .
" untuk apa ? " ucap Sean .
" kita berfoto disini .mumpung kita sedang ada di atas . ayo cepat ! " ucap Nesya tidak sabar karena keranjang cinta itu terus berputar tetapi sangat pelan .
" 1 , 2 , 3 " ucap Nesya memberi aba-aba .
setelah mereka selesai mengambil foto 2 kali . Sean pun memasukan ponselnya lagi .
" apa kamu senang ? " ucap Sean menatap Nesya .
" aku sangat senang " ucap Nesya tersenyum dengan girang nya .
" syukurlah " ucap Sean dengan senyum hambarnya menutupi kesedihan . entah apa yang sedang dia pikirkan hingga terus menerus merasakan sedih seperti itu .
" apakah kakak pernah mendengar mitos keranjang cinta ? " ucap Nesya .
" mitos apa itu? " ucap Sean tidak mengerti maksud Nesya .
" kata teman - teman ku kalau ada sepasang kekasih yang menaiki keranjang cinta dan saat mereka tiba di atas melakukan ciuman . cinta mereka akan abadi dan tak akan terpisahkan " ucap Nesya .
" begitu kah ? " ucap Sean mengerutkan dahinya .
" entahlah itu hanya mitos " ucap Nesya mengangkat bahu .
dengan tiba-tiba Sean menarik tengkuk Nesya dan memajukan wajahnya untuk mencium bibir Nesya .
Nesya tercekat karena kaget oleh tindakan Sean yang spontan itu lalu mereka kini sama-sama terpejam begitu lama untuk menikmati ciuman yang di berikan Sean .
" entah nantinya akan menjadi nyata ataupun tidak aku tak peduli . tetapi harapan terbesarku semoga saja mitos itu benar " ucap Sean dalam hatinya sambil melepas ciuman pada bibir Nesya .
tak lama kemudian permainan itu pun berhenti dan seorang pria paruh baya membukakan pintu keranjang cinta untuk mereka .
" terimakasih " ucap Sean keluar dengan menggandeng Nesya .
" kamu mau bermain apa lagi ? " ucap Sean .
" entahlah " ucap Nesya yang kini pikiran nya buntu akibat memikirkan ciuman Sean .
" ayo kita pergi kesana " ucap Sean menunjuk permainan bidik boneka .
.
.
.
setelah mereka berjalan ke arah barat menuju tempat permainan baru , Sean di sambut oleh pemilik permainan itu .
" selamat malam tuan , nona . apakah anda ingin bermain ? " ucap pria itu .
" ya aku akan bermain " ucap Sean .
" silahkan tuan " ucap pria itu memberikan 5 bola seukuran bola kasti berwarna merah .
" kamu ingin boneka yang mana ? " ucap Sean pada Nesya .
" beruang madu " ucap Nesya menunjuk boneka beruang besar berwarna coklat .
" baiklah . hei tuan bagaimana caraku agar bisa mendapatkan boneka itu " ucap Sean pada pemilik permainan sambil menunjuk boneka .
" cukup mudah tuan . anda harus menjatuhkan semua gelas yang tersusun dengan 5 bola itu tuan " ucap pria itu .
__ADS_1
" baiklah . aku mempunyai 5 kesempatan " ucap Sean sambil melambungkan bola yang ada di tangan nya .
" semangat kak . aku yakin kakak bisa " ucap Nesya memberi support Sean .
kini Sean melempar bola pertama nya tetapi meleset .
" ok hanya pemanasan " ucap Sean dalam hati .
kini mulai melempar lagi dan lemparan kedua Sean hanya menjatuhkan 3 gelas plastik .
" tidak apa apa masih ada tiga " ucap Nesya tetap memberi semangat .
" ayolah ratakan mereka semua " ucap Sean dalam hatinya dan melempar bola ke tiganya tetapi meleset lalu Sean menoleh ke arah Nesya .
" tenang masih dua " ucap Nesya tersenyum .
lemparan ke 4 nya berhasil menggulingkan 5 gelas .
" nes kamu lihat itu . aku hampir menjatuhkan semuanya " ucap Sean berteriak girang .
" ayo sekali lagi pasti kakak bisa " ucap Nesya tak kalah girang dengan Sean .
saat lemparan terakhir , bola Sean malah meleset tidak mengenai apapun .
" sial ! " umpat Sean kesal .
" berarti anda tidak bisa memiliki boneka beruang besar ini tuan " ucap pemilik itu .
" lalu apa yang ku dapatkan " ucap Sean .
" pilih boneka yang ada disini " ucap pemilik itu sambil menuntun sisi kanan nya .
" apa kamu mau boneka kecil seperti itu ? atau kita beli saja boneka yang kamu mau ? " ucap Sean berbisik.
" kalau di beli itu namanya bukan hadiah ( berbisik pada Sean ). aku pilih beruang madu mini itu saja" ucap Nesya menunjuk beruang berukuran 30cm yang terpajang di dinding .
" silahkan nona " ucap pemilik itu sambil tersenyum .
" terimakasih " ucap Nesya juga tersenyum .
" terimakasih tuan " ucap Sean mengangkat jempolnya untuk pamit mengakhiri permainan .
" ya kapan - kapan mampirlah kemari lagi ! " ucap pria itu.
.
.
.
" terimakasih ya kak " ucap Nesya terus memandang beruang itu sambil tersenyum .
" terimakasih untuk apa ? " ucap Sean yang masih kesal .
" untuk ini " ucap Nesya memamerkan beruang coklat itu di depan wajah Sean .
" tapi itu kan bukan boneka yang kamu mau . sebaiknya aku kembali kesana dan membeli boneka besar untukmu " ucap Sean membalikan tubuhnya.
" eh tidak usah " ucap Nesya menarik tangan Sean .
" kenapa ? " ucap Sean heran .
" boneka ini sama saja kan . hanya ukuran nya saja yang berbeda . aku tidak masalah kok dengan boneka ini malah aku sangat senang " ucap Nesya memeluk boneka itu .
" kenapa begitu ? " ucap Sean .
" karena aku bisa membawanya kemanapun yang ku mau " ucap Nesya dengan ceria .
" baiklah kalau begitu . sekarang giliranku minta hadiah " ucap Sean .
__ADS_1
" kakak minta hadiah apa ? " ucap Nesya .
" inilah hadiahku " ucap Sean sambil memeluk Nesya dengan penuh cinta .