Teach Me To Love

Teach Me To Love
EXPO


__ADS_3

" tunggu ! . biarkan orang kepercayaan ku yang mengecek nya " ucap nyonya Britney yang masih merasa curiga dengan Spy itu .


" baiklah nyonya . silahkan anda hubungi orang kepercayaan anda untuk mengambil teh ini kemari " ucap Spy itu . lalu nyonya britney pun mulai menekan nama yang tertera di layar ponselnya .


lama mereka menempuh perjalanan hingga mendarat . kini Sean menggandeng tangan Nesya untuk keluar dari jet itu .


" selamat sore tuan " ucap seseorang dengan membungkuk pada Sean lalu memberikan kunci mobil . orang itu adalah anak buah Justin .


tak beberapa lama kemudian Sean mulai mengaktifkan ponselnya yang tadi di mode pesawat olehnya .


" mama ? " ucap Sean kaget karena lupa untuk memberitahu nyonya Britney .


sekarang Sean sudah berada di dalam mobil dan mencoba menelfon nyonya Britney.


" halo ...ma . mama tidak apa-apa? " ucap Sean khawatir .


" aku baik-baik saja Sean . Sean sebenarnya apa yang terjadi ? " ucap nyonya Britney .


" Sean belum bisa menjelaskan secara gamblang nya ma . sekarang ku mohon mama menurut lah dengan ucapan ku . sekarang mama pergi dari rumah itu dengan Spy suruhan ku " ucap Sean .


" baiklah nak aku akan menurut apa kata mu . tapi kau harus berjanji setelah aku akan kau langsung menyusul ku " ucap nyonya Britney .


" pasti ma ... itu pasti " ucap Sean tetap terfokus pada jalan lalu mematikan ponsel nya .


" apakah tadi mama ? " ucap Nesya .


Sean hanya mengangguk untuk jawaban iya .


" mama bilang apa kak ? sepertinya serius sekali " ucap Nesya yang penasaran .


" hanya masalah kecil nes .kamu tak perlu khawatir" ucap Sean mencoba menutupi dengan tidak membuat kebohongan .


" kita mau kemana kak ? " ucap Nesya .


" sesuai permintaan mu " ucap Sean menghentikan mobil nya di depan expo ( pameran yang isinya seperti pasar malam) .


" kau merindukan tempat seperti ini kan ? " ucap Sean lagi dengan tersenyum memandang Nesya .


" ini adalah tempat di saat almarhum ayah dan ibu ku mengajak bermain " ucap Nesya memandang takjup expo itu .


padahal disana tidak terlalu mewah seperti tempat rekreasi pada umumnya . tetapi disana Nesya sangat rindu dengan suasana yang riuh ramai karena mengingatkan kenangan dengan orang tua nya dulu .


" terimakasih kak" ucap Nesya memeluk Sean di dalam mobil .


" jangan berucap terimakasih dulu . sekarang ayo kita habiskan waktu malam ini dengan bermain disini " ucap Sean terdengar sedih .


tetapi sayangnya Nesya tidak membaca ekspresi yang di tunjukan Sean .


setelah itu mereka pun keluar dari mobil sambil berjalan beriringan . semua permainan sudah dia nikmati dari komedi putar dengan membawa permen kapas di tangan nya , memasuki rumah hantu , berfoto ala kadarnya di keramaian lalu berlanjut menaiki kora-kora .


permainan itu membuat Sean pusing dan ingin mual .


" kakak tidak apa-apa ? " ucap Nesya sambil tertawa .


" huuuekkk..huuuekkk " Sean terus mencoba memuntahkan isi dalam perut nya tetapi tidak bisa .


" kenapa kamu menertawakan aku ? " ucap Sean keran .


" kakak payah sih. permainan seperti itu saja sudah mabuk begini " ucap Nesya terus tertawa .


setelah itu Sean pun meminum soda yang di beli kan Nesya agar mengurangi rasa mual .


" kak ayo naik itu " ucap nesya menunjuk keranjang cinta bersemangat .


" apa kamu belum lelah ? " ucap Sean heran dengan tenaga Nesya yang belum habis setelah di ayun kora-kora tadi .


" tidak . ayo kesana kita beli tiketnya " ucap Nesya menarik tangan Sean.


" baiklah " ucap Sean menurut dengan ajakan Nesya .

__ADS_1


setelah mereka membeli tiket dan langsung bisa masuk ke keranjang cinta itu karena tidak ada yang antri .


"apakah kakak pernah naik ini sebelumnya? " ucap Nesya .


" ini baru pertama kali " ucap Sean .


" Kak keluarkan ponselmu " ucap Nesya .


" untuk apa ? " ucap Sean .


" kita berfoto disini .mumpung kita sedang ada di atas . ayo cepat ! " ucap Nesya tidak sabar karena keranjang cinta itu terus berputar tetapi sangat pelan .


" 1 , 2 , 3 " ucap Nesya memberi aba-aba .


setelah mereka selesai mengambil foto 2 kali . Sean pun memasukan ponselnya lagi .


" apa kamu senang ? " ucap Sean menatap Nesya .


" aku sangat senang " ucap Nesya tersenyum dengan girang nya .


" syukurlah " ucap Sean dengan senyum hambarnya menutupi kesedihan . entah apa yang sedang dia pikirkan hingga terus menerus merasakan sedih seperti itu .


" apakah kakak pernah mendengar mitos keranjang cinta ? " ucap Nesya .


" mitos apa itu? " ucap Sean tidak mengerti maksud Nesya .


" kata teman - teman ku kalau ada sepasang kekasih yang menaiki keranjang cinta dan saat mereka tiba di atas melakukan ciuman . cinta mereka akan abadi dan tak akan terpisahkan " ucap Nesya .


" begitu kah ? " ucap Sean mengerutkan dahinya .


" entahlah itu hanya mitos " ucap Nesya mengangkat bahu .


dengan tiba-tiba Sean menarik tengkuk Nesya dan memajukan wajahnya untuk mencium bibir Nesya .


Nesya tercekat karena kaget oleh tindakan Sean yang spontan itu lalu mereka kini sama-sama terpejam begitu lama untuk menikmati ciuman yang di berikan Sean .


" entah nantinya akan menjadi nyata ataupun tidak aku tak peduli . tetapi harapan terbesarku semoga saja mitos itu benar " ucap Sean dalam hatinya sambil melepas ciuman pada bibir Nesya .


tak lama kemudian permainan itu pun berhenti dan seorang pria paruh baya membukakan pintu keranjang cinta untuk mereka .


" terimakasih " ucap Sean keluar dengan menggandeng Nesya .


" kamu mau bermain apa lagi ? " ucap Sean .


" entahlah " ucap Nesya yang kini pikiran nya buntu akibat memikirkan ciuman Sean .


" ayo kita pergi kesana " ucap Sean menunjuk permainan bidik boneka .


.


.


.


setelah mereka berjalan ke arah barat menuju tempat permainan baru , Sean di sambut oleh pemilik permainan itu .


" selamat malam tuan , nona . apakah anda ingin bermain ? " ucap pria itu .


" ya aku akan bermain " ucap Sean .


" silahkan tuan " ucap pria itu memberikan 5 bola seukuran bola kasti berwarna merah .


" kamu ingin boneka yang mana ? " ucap Sean pada Nesya .


" beruang madu " ucap Nesya menunjuk boneka beruang besar berwarna coklat .


" baiklah . hei tuan bagaimana caraku agar bisa mendapatkan boneka itu " ucap Sean pada pemilik permainan sambil menunjuk boneka .


" cukup mudah tuan . anda harus menjatuhkan semua gelas yang tersusun dengan 5 bola itu tuan " ucap pria itu .

__ADS_1


" baiklah . aku mempunyai 5 kesempatan " ucap Sean sambil melambungkan bola yang ada di tangan nya .


" semangat kak . aku yakin kakak bisa " ucap Nesya memberi support Sean .


kini Sean melempar bola pertama nya tetapi meleset .


" ok hanya pemanasan " ucap Sean dalam hati .


kini mulai melempar lagi dan lemparan kedua Sean hanya menjatuhkan 3 gelas plastik .


" tidak apa apa masih ada tiga " ucap Nesya tetap memberi semangat .


" ayolah ratakan mereka semua " ucap Sean dalam hatinya dan melempar bola ke tiganya tetapi meleset lalu Sean menoleh ke arah Nesya .


" tenang masih dua " ucap Nesya tersenyum .


lemparan ke 4 nya berhasil menggulingkan 5 gelas .


" nes kamu lihat itu . aku hampir menjatuhkan semuanya " ucap Sean berteriak girang .


" ayo sekali lagi pasti kakak bisa " ucap Nesya tak kalah girang dengan Sean .


saat lemparan terakhir , bola Sean malah meleset tidak mengenai apapun .


" sial ! " umpat Sean kesal .


" berarti anda tidak bisa memiliki boneka beruang besar ini tuan " ucap pemilik itu .


" lalu apa yang ku dapatkan " ucap Sean .


" pilih boneka yang ada disini " ucap pemilik itu sambil menuntun sisi kanan nya .


" apa kamu mau boneka kecil seperti itu ? atau kita beli saja boneka yang kamu mau ? " ucap Sean berbisik.


" kalau di beli itu namanya bukan hadiah ( berbisik pada Sean ). aku pilih beruang madu mini itu saja" ucap Nesya menunjuk beruang berukuran 30cm yang terpajang di dinding .


" silahkan nona " ucap pemilik itu sambil tersenyum .


" terimakasih " ucap Nesya juga tersenyum .


" terimakasih tuan " ucap Sean mengangkat jempolnya untuk pamit mengakhiri permainan .


" ya kapan - kapan mampirlah kemari lagi ! " ucap pria itu.


.


.


.


" terimakasih ya kak " ucap Nesya terus memandang beruang itu sambil tersenyum .


" terimakasih untuk apa ? " ucap Sean yang masih kesal .


" untuk ini " ucap Nesya memamerkan beruang coklat itu di depan wajah Sean .


" tapi itu kan bukan boneka yang kamu mau . sebaiknya aku kembali kesana dan membeli boneka besar untukmu " ucap Sean membalikan tubuhnya.


" eh tidak usah " ucap Nesya menarik tangan Sean .


" kenapa ? " ucap Sean heran .


" boneka ini sama saja kan . hanya ukuran nya saja yang berbeda . aku tidak masalah kok dengan boneka ini malah aku sangat senang " ucap Nesya memeluk boneka itu .


" kenapa begitu ? " ucap Sean .


" karena aku bisa membawanya kemanapun yang ku mau " ucap Nesya dengan ceria .


" baiklah kalau begitu . sekarang giliranku minta hadiah " ucap Sean .

__ADS_1


" kakak minta hadiah apa ? " ucap Nesya .


" inilah hadiahku " ucap Sean sambil memeluk Nesya dengan penuh cinta .


__ADS_2