
"sekarang kamu dimana ? aku jemput ya" ucap ghuzheng yang hendak pergi .
"tidak usah . sudah ada kak Sean kok" ucap Nesya keceplosan .
"hah ! kenapa bisa ada kak Sean disana ?" ucap Nesya
"nanti saja kalau di rumah aku jelaskan ya . sekarang aku matikan dulu . ponsel ku lowbat" ucap Nesya
"halo nes ...Nesya halo" ucap ghuzheng pada Nesya yang ternyata telfon nya sudah di matikan oleh Nesya.
"kenapa dia mematikan telfon nya" ucap ghuzheng pada dirinya sendiri .
#####
Di hotel
"ghuzheng menelfon mu ? " ucap Sean yang masih memejamkan matanya.
"iya" ucap Nesya
"trus kamu bilang apa ?" ucap Sean
"aku tidak bilang kalo sekarang dengan kakak" ucap Nesya
"kenapa kau bilang begitu ? " ucap Sean
"Nesya keceplosan kak " ucap Nesya.
"ah kau ini" ucap Sean dengan sedikit kesal .
"nanti Nesya yang pikirkan alasan nya deh . jangan marah begitu kan Nesya tidak sengaja " ucap Nesya .
"ok tapi jangan sampai ketahuan mama ya .bisa-bisa aku di jewer dengan mama nanti" ucap Sean.
"jadi kakak takut di jewer mama " ucap Nesya sambil menyembunyikan tawanya .
"kenapa kau tertawa?" ucap Sean .
"siapa yang tertawa" ucap Nesya menyangkal
"sudah lah . ayo kita makan siang setelah itu pulang" ucap Sean yang berjalan di depan Nesya .
*
*
*
#####
Di restoran hotel
Sean memilih tempat duduk di dekat jendela yang menampilkan suasana luar dari lantai 8.
"silahkan tuan" ucap waiter yang memberikan buku menu pada Sean .
"steak 1 wiskey 1 " ucap Sean . lalu memberikan buku menu itu pada Nesya .
"aku sama seperti kak Sean saja" ucap Nesya pada waiter itu.
"baik nona" ucap waiter itu mencatat pesanan Nesya .
"tunggu (ucap Sean pada waiter yang ingin melangkah pergi) sebentar kau memesan sama dengan ku ? " ucap Sean yang keheranan .
"iya ,memangnya kenapa ? " ucap Nesya bingung .
"kau memang nya tau yang ku pesan itu?" tanya Sean pada Nesya
"tau . steak kan " ucap Nesya
"bukan makanan nya . tapi minuman nya " ucap Sean menaikan alis nya . Nesya pun menggelengkan kepalanya dan bertanya pada Sean "wiskey itu apa ? " ucap Nesya dengan lugu. waiter itu pun menyembunuikan senyum tipis di wajah nya karena ucapan Nesya, Sean pun menarik dan menghembuskan nafasnya dengan kasar .
"tolong ganti minuman nya dengan jus cranberry saja" ucap Sean pada waiter itu.
"baik tuan" ucap waiter itu lalu pergi menyiapkan hidangan mereka.
"wiskey itu apa kak ? " ucap Nesya yang belum mendapatkan jawaban Sean
"kau masih kecil . jangan minum minuman seperti itu" ucap Sean dengan menatap mata Nesya yang membuat Nesya salah tingkah .
"kau tadi pergi kemana dengan ghuzheng?" tanya Sean
"hanya berputar-putar di taman" ucap Nesya
"ooo"ucap Sean lalu membuka ponsel nya .
"o iya , kak Sean benar atlit basket ? " ucap Nesya
"iya. kau tidak percaya ? " ucap Sean
"aku percaya . bisa kakak ceritakan tentang masa lalu kakak dengan basket ? " ucap Nesya dengan antusias.
__ADS_1
" awalnya dulu aku menyukai basket karena orang yang ku suka menjadi atlet basket juga . jadi aku memaksa diriku untuk ikut serta dalam extra culikuler basket . tapi tidak di sangka ,orang yang ku sukai ternyata sudah mempunyai kekasih waktu itu . tapi saat itu juga aku sudah sangat suka dengan basket ,jadi ku teruskan mimpiku untuk bermain basket hingga aku menjadi kapten dan atlet kejuaraan mewakili kota ini " ucap Sean
"menang ? " tanya Nesya penasaran .
"menang . tapi karier olahraga ku berhenti di saat aku memasuki semester 7 di kuliah Master ku karena keadaan memaksaku untuk memimpin perusahaan papa " ucap Sean dengan senyum nya yang masam .
"kak Sean sedih?" ucap Nesya yang tiba-tiba menyentuh tangan Sean. sontak Sean menatap ke arah mata Nesya "awalnya aku memang sedih harus melepas mimpiku . tapi ya sudah lah . it's now I am enjoy" ucap Sean dengan mengangkat bahu nya .
"nanti sore kakak sibuk tidak? " ucap Nesya .
"tidak tapi nanti malam aku akan terbang ke los angeles . ada apa ? " ucap Sean.
"bukan nya besok ? " ucap Nesya mengeryitkan matanya .
"jadwalnya di majukan" ucap Sean
"padahal aku ingin menantang kakak main basket dengan ku sore ini" ucap Nesya
"bocah seperti mu menantang ku?" ucap Sean dengan nada meremehkan .
"jangan menganggapku enteng .kecil begini aku juga kesit kok " ucap Nesya
"ok kalau begitu nanti sore kita tanding basket . setuju ?" ucap Sean
"ok setuju" ucap Nesya lalu mereka tos bersama .
"ternyata bocah ini tidak monoton juga " ucap Sean dalam hati .
"padahal kak Sean sangat tampan kalau sedang tersenyum begitu" ucap Nesya dalam hatinya .
"permisi tuan(sambil meletakan pesanan Sean di atas meja) selamat menikmati " ucap waiter itu dengan tersenyum lalu pergi .
"baiklah ayo sekarang kita makan" ucap Sean membuka peralatan makan yang di balut oleh kain merah yang elegan. dan menuang wiskey nya sedikit untuk di ratakan pada daging steak nya . lalu Sean melihat Nesya yang kesusahan mengiris steak miliknya .
"kau kenapa ? " ucap Sean melihat ke arah Nesya .
"tidak apa-apa hanya saja Nesya tidak terbiasa makan menggunakan pisau seperti ini" ucap Nesya
"berikan piring mu padaku" ucap Sean mengulurkan tangan .lalu Nesya memberikan piring nya yang berisi steak itu pada Sean . Sean pun mengiris steak itu menjadi potongan kecil - kecil untuk memudahkan Nesya membuka mulut mungil nya .
"ini" ucap Sean memberi kan kembali piring Nesya.
"terimakasih" ucap Nesya tersenyum menerima piring berisi steak yang di iris oleh Sean .setelah mereka selesai makan ,mereka kembali ke mobil untuk pulang ke rumah .
Di dalam mobil
mereka memasuki mobil tanpa ada percakapan sedikit pun hingga tiba di lampu merah dan Nesya membuka obrolan dengan Sean.
"dia siapa?" ucap Sean yang belum mengerti yang di maksud Nesya.
"itu yang sedang kakak kejar" ucap Nesya .
"belum ada kemajuan. bertemu dia saja belum" ucap Sean . Nesya hanya menganggukan kepalanya saja.
"kalau begitu kenapa kakak tidak mengajak nya bertemu nanti sore" ucap Nesya
"tidak perlu" ucap Sean
"kenapa ? kakak sedang bertengkar ya " ucap nesya
"dia yang mulai duluan " ucap Sean
"apa masalah nya ? " ucap Nesya
"dia besok akan mengambil cuti nya untuk pergi berlibur dengan mantan suami dan anak nya. di tambah lagi besok aku terbang ke los angeles sendirian .itu artinya dia lebih memilih mantan suami nya di Banding aku kan, aku tidak habis pikir dengan itu, padahal mantan suami nya sudah menyelingkuhinya" ucap Sean
"kalau begitu mundur saja . buat apa di perjuangkan lagi.sudah jelas-jelas dia tidak menyukai mu" ucap Nesya dalam hati .
"hei kenapa kau diam saja . aku berbicara dengan mu" ucap Sean pada Nesya yang tidak merespon obrolan nya .
"seperti nya akan sangat berat bagi mu untuk menaklukan wanita yang kakak incar " ucap Nesya .
"begitulah . tapi aku tidak akan menyerah" ucap Sean . tanpa terasa sampai lah mereka di depan rumah nyonya britney .Sean pun turun dengan membukakan pintu mobil untuk nesya .
"ayo masuk. kau harus mengarang cerita untuk ku.karena tidak mungkin aku yang mengarang nya ,nanti akan ketahuan oleh mama" ucap Sean
"baiklah" ucap Nesya lalu berfikir keras mencari alasan nya .
"kau sudah dapat alasan nya tidak ? " ucap Sean sambil berjalan
"sudah" ucap Nesya
"bagus" ucap Sean yang kini berjalan dengan santai .
"selamat siang tuan . makan siang sudah siap , anda dan nona Nesya sudah di tunggu nyonya di dalam" ucap pelayan itu membukakan pintu untuk mereka .Sean pun hanya diam dan meneruskan jalan nya dengan di ikuti Nesya di belakang nya .
"sayang kamu baru pulang " ucap nyonya britney pada Sean lalu nyonya britney melihat di belakang Sean ada Nesya.
"lho Nesya juga baru datang . kenapa kalian bisa datang bersamaan begini? " ucap Nesya
"Nesya tadi habis bertemu dengan teman sekolah Nesya ma . trus tidak sengaja di sana Nesya bertemu kak Sean makan bersama seorang wanita" ucap Nesya
__ADS_1
"wah jadi kamu sudah melihat wanita yang mama jodohkan untuk kakak mu ini . bagaimana menurutmu ,cantik kan?" ucap nyonya Britney pada Nesya
"cantik ma " ucap Nesya .
"ma Sean mau ke kamar dulu . aku sudah kenyang" ucap Sean lalu pergi ke kamar
"baiklah sayang . pasti kamu capek " ucap nyonya Britney tersenyum .lalu tiba-tiba ponsel nyonya britney berbunyi dan menampilkan nama yang menelfon nya itu .
"halo jeng " ucap nyonya britney dengan tersenyum.
"apa ? ..... yang benar ? tapi seanku memang tidak punya wanita lain jeng . halo..halo" ucap nyonya britney yang sedikit kebingungan . disana Nesya mulai gugup .
"kenapa ma?" ucap ghuzheng yang bertanya pada nyonya Britney
"kakak mu bikin ulah lagi . Nesya saat kamu melihat Sean di sana , apakah kamu melihat perempuan lain yang di bawa Sean" ucap nyonya Britney pada Nesya .
"emmm, Nesya tidak melihat perempuan lain ,selain yang di jodohkan mama disana" ucap Nesya yang gugup , dan kini ghuzheng merasa ada yang di sembunyikan oleh Nesya tapi dia diam saja .
"astaga anak itu selalu membuat ku pusing . sebenarnya apa mau nya " ucap nyonya Britney dengan memegangi kepalanya seperti ingin pecah.
"sudah lah ma . nanti biar ghuzheng saja ya yang bicara dengan kakak . sekarang mama makan dulu . ok ?" ucap ghuzheng menenangkan nyonya Britney.
"terimakasih sayang . kamu memang penurut . tidak seperti kakak mu itu" ucap nyonya Britney tersenyum pada ghuzheng .
"seperti nya mama tidak salah memilihkan ghuzheng untuk mu nak. dia sangat menghormati perempuan,pasti kau akan bahagia bersama ghuzheng " ucap nyonya Britney dengan mengelus kepala nesya ,tapi Nesya hanya tersenyum tipis saja .
setelah makan siang ,Nesya pun pergi ke kamar nya untuk membersihkan badan.
saat ingin menaiki tangga , Nesya di panggil oleh ghuzheng.
"tunggu nes" ucap ghuzheng menghentikan langkah Nesya
"ada apa ghuzheng?" ucap Nesya memutar badan nya untuk menghadap ke ghuzheng.
"kamu tadi berbohong kan dengan mama?" ucap ghuzheng berbisik ke telinga nesya
"ssstttt bagaimana bisa kamu tau?" ucap Nesya dengan lirih .
"tentu aku tau . sekarang coba kamu bicara jujur dengan ku" ucap ghuzheng melipat tangan nya di depan . lalu Nesya menarik tangan ghuzheng untuk di bawa ke kamar nya.
"eh mau di ajak kemana aku?" ucap ghuzheng menahan tangan nya yang di tarik oleh Nesya.
"sudah ikut saja" ucap Nesya . lalu ghuzheng pun mengikuti tarikan tangan Nesya . sesampainya di kamar ,Nesya mengunci pintu kamar nya dan melepaskan tangan ghuzheng.
"kenapa kamu mengajak ku kesini?" ucap ghuzheng bingung .
"begini ceritanya ........." ucap Nesya dengan menceritakan kejadian detail saat dia mendapatkan pesan di taman hingga selesai .
"nah begitu ceritanya . tapi please kamu jangan bilang ke mama" ucap Nesya dengan memohon.
"oh begitu , iya aku gak akan bilang ke mama . aku bisa mengerti kok kalau kamu ingin membantu kak sean , tapi tolong jangan membohongi ku seperti ini lagi . ok ?" ucap ghuzheng memegang lengan Nesya dengan tersenyum .
"aaaw " ucap Nesya menahan sakit .
"kamu kenapa nes ?" ucap ghuzheng yang bingung karena dia tidak merasa mencengkram Nesya dengan kuat . tiba-tiba pintu kamar Nesya pun di ketuk oleh seseorang .
tok...tok..tok
"buka pintu nya . ini aku" ucap Sean di luar kamar Nesya . lalu Nesya pun membuka kunci pintu nya dan menarik daun pintu agar dapat melihat Sean.
"ada apa kak ?" ucap Nesya menatap Sean . kini Sean mengangkat alis nya dan menatap ke arah ghuzheng yang berdiri di belakang Nesya dengan melambaikan tangan nya ke arah Sean .
"sedang apa kau disini ? " ucap Sean pada ghuzheng dengan menaikan alisnya .
"hanya ingin berbicara 4 mata saja dengan Nesya,kakak kenapa kesini? " ucap ghuzheng dengan tersenyum .
"aku ingin memberikan obat ini . tadi ketinggalan di mobil" ucap Sean memberikan sebungkus obat yang Nesya dapat dari dokter Pras tadi .
"kamu kenapa nes? " ucap ghuzheng khawatir
"lenganku tersiram kopi panas saat di cafe tadi" ucap Nesya
"astaga bagaimana bisa ,coba aku lihat" ucap ghuzheng pada Nesya untuk membuka jaket olahraga nya . lalu Nesya membuka jaket olah raganya dan meninggalkan kaos olahraga yang masih di pakai Nesya ,di lengan kiri Nesya menampilkan bekas siraman kopi panas itu yang meradang merah ,karena kulit nesya memang putih jadi sangat terlihat .
"kenapa bisa begini , sini obat nya . biar aku obati " ucap ghuzheng .
"nanti saja setelah mandi akan ku obati sendiri" ucap Nesya .
"tidak . aku saja yang mengobati luka mu . ku mohon kamu jangan menolak ku" ucap ghuzheng yang bersikeras untuk mengobati luka Nesya .
"baiklah kalau begitu kamu tunggu disini . aku mau mandi dulu" ucap Nesya sambil membawa baju ganti nya ke kamar mandi .
lalu ghuzheng menengok ke arah Sean .
"kakak kenapa masih ada disini?" ucap ghuzheng mengerutkan dahinya.
"ini aku mau pergi " ucap Sean dengan santai lalu berbalik badan untuk pergi .
"lalu kau kenapa masih ada disini?" ucap Sean memunculkan kepala nya tiba-tiba di pintu Nesya
"astaga kakak(dengan terlonjak kaget) kakak tidak dengar tadi. aku ingin mengobati Nesya dulu " ucap ghuzheng .lalu Sean pergi kembali menuju kamar nya .
__ADS_1