Teach Me To Love

Teach Me To Love
KELEMBUTAN GHUZHENG


__ADS_3

"kakak kenapa masih ada disini?" ucap ghuzheng mengerutkan dahinya.


"ini aku mau pergi " ucap Sean dengan santai lalu berbalik badan untuk pergi .


"lalu kau kenapa masih ada disini?" ucap Sean memunculkan kepala nya tiba-tiba di pintu Nesya


"astaga kakak(dengan terlonjak kaget) kakak tidak dengar tadi. aku ingin mengobati Nesya dulu " ucap ghuzheng .lalu Sean pergi kembali menuju kamar nya .


#####


saat di luar kamar Nesya ,tepat nya di dekat tangga Sean sempat berhenti berjalan menuju kamar nya


"apa yang mereka perbuat sampai mengunci pintu " ucap Sean dalam hati nya .


"aahh kenapa aku mengurus urusan bocah itu sih " ucap Sean mengacak rambut nya.m yang tanpa di sadari ada mbak Rani di depan nya . lalu Sean terlonjak kaget.


"tuan Sean kenapa ? " ucap mbak Rani .


"sejak kapan kau ada disitu ? " ucap Sean tanpa menjawab pertanyaan Sean.


"sejak tuan mengacak - ngacak rambut tadi" ucap mbak Rani.


"kau mendengarku bicara apa tadi ? " ucap Sean menatap mbak Rani


"saya tidak mendengar apa-apa tuan " ucap mbak Rani jujur .


"bagus" ucap Sean lalu bergegas menuju kamar nya.


"kenapa tuan Sean aneh begitu ya " ucap mbak Rani menggaruk kepalanya yang tidak gatal setelah itu menuju ke kamar Nesya .


tok...tok...tok


Nesya pun membuka pintu nya


"maaf non saya kemari ingin mnegambil baju kotor non Nesya" ucap mbak Rani


"silahkan mbak " ucap Nesya mempersilahkan mbak Rani masuk . dan betapa terkejutnya mbak Rani di dalam kamar Nesya juga ada ghuzheng yang duduk dengan memegangi salep .


"maafkan saya telah mengganggu waktu tuan muda dan nona Nesya disini " ucap mbak Rani .


"santai saja mbak .lakukan saja pekerjaan mbak jangan menggubris ku" ucap ghuzheng tersenyum . lalu pelayan pribadi Nesya itu cepat-cepat mengemasi baju kotor Nesya dan dibawanya turun kebawah .


"permisi tuan , nona " ucap mbak Rani berpamitan menutup pintu dan turun ke bawah.


"sudah nes ? " ucap ghuzheng yang melihat Nesya berjalan ke arah nya.


"sudah" ucap Nesya tersenyum lalu ghuzheng pun mengambil salep yang di berikan Sean tadi pada luka Nesya.


"aaaw" ucap Nesya berjingkat .


"perih ya , kamu tahan dulu ya nes " ucap ghuzheng sambil meniup luka Nesya agar perih nya sedikit berkurang .


"bagaimana ceritanya kamu bisa mendapat luka seperti ini ? " ucap ghuzheng sambil meratakan salep nya .


"aku di siram kopi sama perempuan yang di jodohkan dengan kak Sean" ucap Nesya


"jahat sekali wanita itu . pantas saja kak Sean tidak mau dengan dia" ucap ghuzheng yang kesal .


"bukan salah perempuan itu sepenuh nya kok , jelas dia kesal karena kak Sean membawa wanita lain saat kencan mereka " ucap Nesya.


"tapi tidak seharusnya dia menyiram mu begitu. trus respon kak Sean saat kamu di siram gimana ? " ucap ghuzheng

__ADS_1


"kak Sean mendorong dan memarahi perempuan itu " ucap Nesya .


"masih perih ?" ucap ghuzheng dengan masih meniup luka Nesya.


"sudah berkurang . terimakasih ya " ucap Nesya tersenyum


"jangan bilang begitu . aku ingin belajar bertanggung jawab atas dirimu" ucap ghuzheng mengelus kepala nesya .


tok...tok...tok


"siapa ? " ucap Nesya


"saya non " ucap mbak Rani . lalu Nesya pergi untuk membuka pintu kamar nya lagi .


"ada apa mbak ?" ucap Nesya


"tuan muda dan non nesya di cari teman nya di bawah " ucap mbak Rani


"siapa mbak ?" ucap Nesya


"itu Mario tadi dia menelfon ku untuk di ajaknya ke club " ucap ghuzheng tersenyum lalu turun menemui Mario . Nesya pun ikut turun untuk menemui Mario .


"hai bro ....kenapa kau belum siap-siap? " ucap Mario saat melihat ghuzheng masih memakai kaos oblong dan celana selutut .


"aku hanya tinggal mengganti baju saja. kau membawa apa itu " ucap ghuzheng menunjuk tangan Mario yang di sembunyikan di belakang .


"ini untuk mu nes. tadi aku sengaja mampir dulu ke toko bunga untuk membeli ini untukmu" ucap Mario dengan tersenyum


"terimakasih Mario" ucap Nesya


"aku tinggal ke kamar dulu ya" ucap ghuzheng berpamitan pada Nesya dan Mario. "selanjutnya kau tidak perlu repot-repot membawakan ku seperti ini " ucap Nesya tersenyum


"tidak repot kok . apa kau suka ? " tanya Mario .


"nes kamu tidak ikut ke club sekalian ? " ucap Mario


"lengan Nesya sakit . dia biar di rumah saja " ucap ghuzheng yang tiba-tiba datang dari arah belakang Mario .


"lengan mu kenapa nes ? " ucap Mario yang mengerutkan dahinya .


"hanya lecet saja . tidak serius kok" ucap Nesya .


"kapan lagi kamu yang hati-hati ya " ucap Mario


"iya" ucap Nesya dengan tersenyum ramah .


"ya sudah kalau begitu nes. aku dan Mario mau pergi dulu ya . ingat kamu harus istirahat di rumah saja ya " ucap ghuzheng . Nesya hanya tersenyum dan melambaikan tangan nya pada mereka .


jam dinding sudah menunjukan pukul 3 sore dan Nesya pun hendak naik ke kamar nya untuk beristirahat sebentar sebelum bermain basket dengan Sean. sentengah jam Nesya tertidur di ranjang empuknya pintu pun di ketuk oleh seseorang .


tok...tok..tok


"iya sebentar " ucap Nesya terbangun membuka pintu nya dan berdirilah disana Sean yang memakai kaos tanpa lengan .


"jadi main tidak ? " ucap sean


iya jadi . sebentar aku mau ganti dulu " ucap Nesya yang menutup pintu kamar nya lagi meninggal kan Sean di luar seperti anak anjing .


"kau tidak menyuruhku masuk ?" ucap Sean dari luar .


"jangan masuk aku ganti baju" ucap Nesya sedikit berteriak agar di dengar oleh Sean . tak lama kemudian Nesya pun membuka pintu kamar nya lagi .

__ADS_1


"ok sudah " ucap Nesya tersenyum .


"kamu yakin tmau main basket saat lengan mu masih merah begitu?" ucap Sean mencoba meyakinkan Nesya lagi


"yakin kok ayo" ucap Nesya


"luka mu itu kalau berkeringat nanti pasti akan perih" ucap Sean lagi


"tidak masalah " ucap Nesya terus berjalan menuruni tangga


"keras kepala juga bocah itu" ucap Sean dengan sedikit tersenyum .


sesampainya di mobil sean pun menancap gas nya menuju lapangan basket terbuka di dekat kota .


sesampainya di lapangan mereka pun turun dari mobil . disana sangat ramai orang orang yang bermain voli dan ada juga yang bermain sepak bola di lapangan masing-masing .


"ramai juga ya disini" ucap Nesya dengan memandang sekitar.


"ini akhir pekan . jadi memang banyak yang kesini " ucap Sean . dari kejauhan Sean pun di sapa oleh seseorang .


"hei tuan britney" teriak orang yang memanggil Sean . Sean pun menoleh ke arah orang yang memanggil nya ,orang itu adalah salah satu teman seangkatan dengan Sean waktu di bangku kuliah nya


"kau tumben kesini . hei siapa yang kau bawa ini , apa seleraku sekarang yang imut-imut seperti ini" ucap teman sean


"baru bertemu sudah main mengejek ku kau ya" ucap Sean dengan senyum miring di bibirnya . teman sean pun tertawa .


"aku tanya serius , siapa yang kau bawa ini , hai nona siapa namamu?" ucap teman sean itu dengan ramah


"aku Nesya kak " ucap nesya dengan tersenyum


"cantik sekali namamu seperti orang nya" ucap teman sean .


"sudah lah kau jangan menggodanya . sana pergi" ucap sean melepas tangan Nesya dari genggaman teman nya .


"ok ok aku akan pergi . tapi kau berhutang penjelasan dengan ku . oh ya aku ingin memberitahu Minggu depan ada acara reuni angkatan kita . kau harus datang , jangan tidak datang seperti tahun lalu "ucap teman sean . Sean hanya mengangguk saja .


"benar ya kau sudah janji . dan ajak lah wanita imut ini " ucap teman sean


"tanyakan sendiri padanya , dia mau tidak " ucap Sean memandang Nesya


"aku ? tentu aku mau " ucap Nesya sambil tersenyum manis .


"ok kalian sudah setuju ya . ya sudah aku mau pergi dulu babye" ucap teman sean sambil menepuk pundak Sean sekali .


"ayo pemanasan dulu" ucap Sean . Nesya pun patuh dengan perintah Sean . setelah pemanasan selesai Nesya pun memberi tantangan kepada Sean .


"kak aku punya tantangan " ucap Nesya


"tantangan apa ? " ucap Sean sambil mendribble bola basket nya


"kita melakukan shooting di area garis ini (garis three poin) , nanti yang skor nya kecil akan mengabulkan permintaan yang skor nya banyak . bagaimana ? " ucap Nesya


"kau percaya diri sekali sampai berani menantang ku" ucap Sean tertawa mengejek.


"makanya kita buktikan saja . setuju tidak ? " ucap Nesya


"ok" ucap Sean menerima tantangan Nesya .



untuk sekedar membayangkan are three poin itu seperti apa . di bawah ini ya gambarnya

__ADS_1



info penting : author bakal bagi-bagi poin di grup yang author buat setiap habis magrib. jadi silahkan yang ingin masuk grup di persilahkan . dan tidak ketinggalan pada saat tanggal 04 April nanti akan ada pembagian poin besar-besar an di grup. ayo gabung sekarang ya !!! 🤗🤗🤗


__ADS_2