TERPAKSA MENIKAH DENGAN OMNYA SAHABATKU

TERPAKSA MENIKAH DENGAN OMNYA SAHABATKU
BAB 2


__ADS_3

"Andra, Alena..?" Tiba-tiba juga muncul orang tua Vera , mereka pun tak kalah terkejut saat sudah tiba di kamar ini dan melihat aku beserta om ini di kamar ini.


'Arghh..Ini gimana cerita bisa begini, emak tolongin eneng mak..?!' Jeritku dalam hati.


"Ini sebenarnya ada apa sih?" Tanya papanya Vera dengan terheran-heran.


"Ini adik kamu Andra diam-diam mes*m di kamar ini." Adu sang nenek fashionable itu dengan menunjuk-nunjuk om ganteng itu.


Sontak Vera dan kedua orang tuanya pun seakan kembali terkejut dengan apa yang di tuduhkan sang nenek kepada mereka.


"Yang bener mah, dari mana mamah bisa menuduh Andra dan Alena berbuat mes*m di kamar ini?" Papanya Vera seakan tidak yakin dengan tuduhan nenek ini terhadapku dan om ganteng ini.


Ya kan memang tuduhan ni nenek fashionable ni memang nyatanya salah tapi keukeuh we nggak mau kalah, ih dasar nenek kok aku jadi sebel beneran deh sama ne nenek-nenek fashionable ini.


"Ya kamu lihat aja penampilan mereka berdua, udah jelas mereka seperti habis berbuat begituan. Tadi aja pintu kamar ini tertutup rapat, sampai mamah ketuk-ketuk pintu kamar ini nggak ada jawaban apalagi dibukain." Cerocos si nenek fashionable ini bener-bener keukeuh dengan tuduhannya.


"Hingga akhirnya mama coba membuka pintu ini ternyata nggak di kunci, dan yang mama lihat Andra tidak sendiri malah bersama ini perempuan yang bukan mahramnya." Terus aja ne si nenek ah, nenek ini fashionable otaknya kenapa begini seh fikirku.


"Mas percaya kan sama Andra kalau Andra bukan pria brengs*k seperti itu, lagian mana berani juga Andra berbuat mes*m di rumah mas." Tukas si om ganteng ini , kini ia terlihat frustasi yach apalagi aku sampai kelu begini lidahku nggak bisa berucap.


Si nenek fashionable ini masih nggak mau kalah, apa ne nenek dendam membara ya sama anaknya ini.


"Oo, jadi kalau bukan di rumah mas mu ini kamu berani mes*m atau jangan-jangan suka berbuat mes*m diluaran sana Andra." Nada bicara si nenek ini semakin meninggi dan tatapannya juga semakin menajam, itu tepat tertuju kepada si om ganteng ini.


"Aduh mah bukan begitu juga maksud Andra, mamah kok souzon banget seh sama Andra anak kandung mama sendiri." Si om ganteng semakin terlihat frustasi hingga ia mengacak rambutnya sendiri dengan tangan kirinya dan tangan kanannya berkacak pinggang.


Tiba tiba muncul seorang bapak-bapak paruh baya terlihat sedikit lebih tua dari papanya Vera, namun terlihat cukup gagah walau rambutnya sudah banyak memutih.


Sepertinya ini suaminya ne nenek, cocok mereka biar udah tua masih terlihat cantik dan tampan ala nenek kakek.


"Ada apa sih ini ribut-ribut ? Sampai terdengar kebawah padahalkan papa lagi enak santai sambil nonton siaran berita di ruang tv." Ucap sang kakek gagah itu , expresinya begitu kalem nada bicaranya juga santuy.


"Gimana nggak ribut ini anak bungsu mu pah mes*m di dirumah ini dikamar ini." Cerocos terus si nenek fashionable ne dengan dagunya menginsyaratkan kearah si om ganteng ,bener-bener dah.


"Mamah yakin dengan tuduhan mama itu?" Tanya si kakek itu tetap kalem dengan nada bicara yang juga tetep santuy.


Mata si kakek yang masih terlihat gagah itu menilisik kearahku dan om ganteng itu.


"Iya mah mamah jangan asal nuduh gitu." Papa Vera kembali berucap.

__ADS_1


"Pah pokoknya Andra harus segera menikahi perempuan ini, jangan sampai mereka berbuat dosa lagi dan kita sebagai orang tua kena imbasnya kelak." Dih ngotot bener si nenek ini mau nikahkan anak lelakinya yang atu ini sama aku , duh nek nggak usah tunjuk-tunjuk aku segala deh.


Nek, apa nenek ni lupa minun obat ya jadi kumat gil*nya.


Vera nenek kamu kok gini banget sih, ya masa aku harus berakhir jadi tante sahabatku sendiri kan nggak lucu ah.


"Andra apa benar yang mamah kamu ucapkan barusan ?" Si kakek gagah mulai menatap si om ganteng dengan serius, tapi nada bicaranya tetap kalem.


"Mamah salah faham pah, Andra aja nggak kenal sama ini perempuan." Jelasnya si om ganteng.


"Abizar dan Kemala bawa mamah ke kamarnya biar mamah tenang dulu." Titah si kakek gagah itu kepada kedua orang tua Vera.


"Baik Pah." Ucap orang tua Vera serempak , si nenek itupun manut aja dan mereka bertiga keluar dari kamar ini.


Sekarang tinggalah aku, si om ganteng ini dan Vera di kamar ini termasuk si kakek gagah ini juga masih disini.


"Nak kamu ini siapa? Apa kamu pacarnya Andra?"


Degg...


Ya ampyun demi bekininya si Sandy temannya SpongeBob, ini si kakek-kakek gagah juga, apaan seh bisa-bisanya berfikir aku ini pacarnya si om ini.


Aku mengeleng cepat sebagai jawaban, matanya si kakek ini terus menatapku dengan tatapan yang tak bisa ku artikan.


"Eyang ini Alena sahabat Vera, Alena ini sedang menginap disini dan baru datang tadi siangan." Ni lagi si Vera kenapa baru bebernya sekarang bukannya tadi pas masih ada si nenek fashionable itu dimari.


Langsung aja si om ganteng pun buka suara lagi.


"Kamu Ver kenapa nggak dari tadi beritahunya pas eyang putri masih disini, kan jadi nggak serumit ini masalahnya." Si om mengusap wajahnya kasar seakan frustasi yang dia alami belum surut karena kejadian ini.


"Sahabat kamu juga nih dari tadi cuman bisa diam aja saat eyang putri menuduh kami berbuat yang tidak-tidak di kamar ini." Sewotnya si om itu dengan tatapan tajamnya kepadaku.


"Nah Om juga ngapaen masuk kamar ini tanpa permisi dulu." Sewotku tak mau kalah , ntah kenapa sekarnag aku malah bisa bersuara lagi setelah tu nenek fashionable pergi padahal masih ada si kakeh gagah itu di sini.


"Kenapa saya harus permisi dulu kalau ini rumah keluarga saya, dari dulu juga kamar ini adalah kamar saya jika saya sedang di rumah ini." Ketusnya tiada henti , duh aku nggak mau disalahin dong.


Si Vera lagi nih kenapa nggak bilang dari awal ini kamar siapa, kenapa aku di tempatkan di kamar ini kan apes dah diriku sekarang.


"Udah sekarang lebih baik kamu pindah kamar dulu Ndra ke kamar tamu, bawa barang-barang mu." Titah si kakek gagah itu pada si om tersebut.

__ADS_1


"Tapi Pah...__"


Si kakek pun memotong ucapan si om itu ,


"Sudahlah mengalah kepada perempuan Ndra."


Terlihat si om itu menghela nafas dalam lalu ia berlalu hendak keluar kamar ini. Jangan di tanya wajah si om itu jelas terlihat menahan amarah.


Bod* amat dah, aku juga kesel banget kira dia aja gitu.


Si om ganteng itu pun keluar kamar ini dengan menyeret sebuah koper berukuran sedang, ia pun berlalu dan tak terlihat lagi.


"Oke kalau begitu eyang permisi dulu ya, maaf ya nak atas kejadian tadi." Ucap si kakek gagah itu dengan santuy-nya.


Ih beda banget dah sama istri dan anaknya yang atu itu.


"Ahh i..iya eyang." Jawabku sedikit gugup karena jujur aku tak menyangka si kakek ini bakal berkata maaf kepadaku.


"Ver elo gimana sih ini sebenarnya kamar tamu atau kamar si om dingin tadi seh ?." Tanyaku langsung saat si kakek gagah tadi sudah berlalu pergi dari kamar ini.


Pintu pun di tutup rapat oleh si kakek tersebut saat keluar dari kamar ini, yang tak lain adalah eyangnya si Vera sahabatku.


"Maafin gue Len, gue kira om gue nggak ikutan datang kemari sama eyang-eyang gue. Ini sebenarnya emang kamar om gue itu kalai ia kesini." Ucapnya Vera tak enak padaku.


"Ah elo Ver gue jadi malu tau, gue kira itu om salah masuk kamar bahkan salah masuk rumah." Aku ku dengan rasa serba salah.


"Sekarang lebih gawat lagi karena eyang putri lu malah nuduh gue mes*m sama om elu , ampe eyang putri lu menitahkan gue dan om lu itu segera menikah."


"Yang bener aja kan gil* ini namanya, nenek lu itu ngadi-ngadi banget seh." Cerocosku pada sahabatku ini jujur aku jadi agak kesal sama ne sahabatku gegara kejadian tadi.


"Maaf." Lirihnya


"Ya tapi kalau beneran gue di paksa menikah dengan om lu itu gimana, gue belum siap mana gue masih kuliah kan nggak lucu kalau gue tetiba jadi tante elu." Dih jangan sampai deh , walau si om nya ganteng tetep aja aku nggak kenal mana nyebelin lagi tu si om ganteng.


Eh si Vera malah benggong dia aja bingung apalagi aku.


Ya Allah cobaan macam apa ini, lebih buntu rasanya otak ini dari pada saat susah menjawab soal ujian kuliah.


🍬🍬🍬

__ADS_1


**Bersambung...


Salam sehat selalu ya dari riritambun 🥰**


__ADS_2