
"Om pokoknya Alena mau makan malam di luar." Seruku tegas rasanya aku bosan hampir satu harian di hari minggu ini aku berada di kamar.
Ya biar dikata kamarnya bagus dan rapih serta ada LCD TV nya layaknya kamar hotel mewah, tetep aja aku bosan juga. Aku kan lagi liburan ke Surabaya kampungnya si om nyebelin ini ceritanya, ya masa hari minggu gini diam saja di kamar.
"Kamu masih belum sehat betul Alena." Tukas si om nyebelin ini mengingatkan.
"Alena sudah sehat om lagian Alena ini bukan tahanan. Bosen tau om Alena udah hampir satu harian ini di kamar aja." Sungutku.
"Ya tapi kan kamu belum sehat benar Alena, kamu masih butuh rehat dengan baik kali ini." Tukas si om nyebelin ini lagi.
"Om, Alena cuma demam bukan sakit parah dan sekarang demamnya udah reda. Udah deh om nggak usah lebay gitu ayok kita makan di luar nanti malam sambil jalan-jalan." Aku memcoba memelas.
"Nggak bisa Alena kamu tetap harus istirahat dulu jangan kena angin malam dulu. Jadi nanti malam tidak ada kemana-mana, kita makan di rumah saja." Tegasnya dengan dingin.
"Nggak mau, besok-besok om bakal sibuk lagi kerja dan Lena bakal di tinggal lagi di rumah. Ya masa Lena liburan jauh-jauh udah sampai Surabaya lebih banyak mendem di rumah aja sih om." Gerutuku panjang kali lebar , lebar kali panjang.
"Kalau saya bilang nggak ya nggak Alena." Tegasnya seakan mutlak tak bisa di bantah.
Ih nyebelin banget sih ne oom, biar ganteng dan kaya kalau nyebelin kek gini bukan hanya bosen yang ada bisa muak aku.
🍬🍬🍬
Selesai sholat magrib aku bersiap-siap memakai baju pergi dan memoles wajahku dengan sedikit bedak tabur dan lip balm. Pokoknya malam ini aku mau makan di luar sambil jalan-jalan.
Ceklek..
Pintu kamar terbuka jelas aku tau bahwa itu si om nyebelin yang baru saja pulang dari mesjid usai menunaikan ibadah sholat magrib berjama'ah di mesjid kompleks elite ini.
Duh gantengnya memang si om nyebelin ini tapi sayang bener-bener nyebelin. Awas aja aku udah capek-capek bersiap-siap si om nyebelin ini masih nggak mau nuruti kemauanku malam ini, aku akan mogok makan ampe besok.
"Kamu ngapaen pake baju rapih dan dandan kayak gitu Alena?" Aku masih mematut diri di depan cermin besar yang menempel di lemari kamar ini.
"Mau jalan-jalan lah sambil makan di luar malam ini." Ketusku.
Kali ini aku memakai celana jeans berwarna biru dengan hoodie putih yang senada dengan warna sepatu ketsku.
Ku dengar si om nyebelin berdecak seperti menahan kesal, kulirik ia dari pantulan cermin yang ada dihadapanku. Terlihat raut wajahnya yang selalu datar itu, tapi tetap tampan paripurna.
"Kan tadi sore sudah saya katakan kalau nggak ya nggak, kamu baru saja sembuh dari demammu Alena." Ucapnya datar.
__ADS_1
"Kan udah sembuh om jadi ayolah kita keluar malam ini Alena bete om pengen JJM, pliss." Aku menangkupkan kedua telapak tanganku di depannya dengan kedua mataku seakan dibuat bak puppy eyes.
Ntah mengapa kali ini aku lebih berani dari sebelum-sebelumnya. Ku lihat kening si om nyebelin berkerut dan berkata " JJM? Apa itu?" Hahaha dasar orang tua JJM saja dia tak tau.
"Ya ampyun om JJM saja tidak tau?" Akhirnya aku tergelak juga di depannya , sabodo teuing dah kalau aku menertawakannya.
Wajah si om semakin lucu menurutmu karena seperti kebingungan gitu.
"JJM itu jalan-jalan malam loh om panjangannya. Si om ini nggak tau bahasa singkatan zaman now sih." Terangku sambil terkekeh.
"Saya kan memang bukan anak zaman now." Akunya dengan bangga.
"Iya deh yang orang tua." Ejekku dengan kekehan.
"Biarpun tua bigini saya tetap ganteng." Ucapnya membanggakan diri sambil menekankan kata terakhirnya.
"Iya lah om Alena nggak munafik kalau om memang ganteng. Terus sekarang ganti baju om terus kita cuss JJM sambil nanti makan malam diluar." Titahku pada si om nyebelin ini dan semoga ia mau mengabulkannya.
"Kalau saya bilang nggak ya nggak Alena, kamu nggak faham bahasa indonesia ya?" Sungutnya tetap tak mau.
"Om kok gitu sih? Tega sama Lena yang udah siap-siap kek gini. Padahal Lena udah nggak demam lagi, Lena udah sehat tau om." Cerocosku dengan rasa geram ni si om nyebelin bener-bener tiada hari rasanya tanpa bikin aku sebel sama dia.
"Ya tinggal ganti baju aja lagi pake baju rumahan terus turun ke bawah kita makan di ruang makan dengan nikmat, udah beres." Ucapnya enteng tanpa merasa bersalah sedikitpun.
"Yakin kamu Alena akan pergi tanpa izin suami kamu ini?" Astagfirullah tuh kan aku kadang suka lupa kalau sekarang aku sudah memiliki suami.
Ih susah bener sih rasanya kalau sudah menikah apa-apa dan dikit-dikit wajib lapor dan izin terlebih dahulu pada sang suami.
"Ih si om nyebelin banget." Bibirku mengerucut kesal bahkan kesal sekali mau tak mau harus menuruti apa yang di katakan si om nyebelin ini karena ia suamiku.
Dengan kaki yang ku hentak-hentakan aku melangkah menuju lemari dan mengambil pakaian ganti yaitu pakaian rumahan. Langsung aja aku ambil pakaian piayamaku biar langsung bobo aja aku, karena aku akan benar-benar me jalankan aksiku dengan mogok makan.
Setelah ku ambil pakaian piyamaku aku langsung menuju kamar mandi menggantinya disana.
"Udah jangan cemberut kamu itu baru sehatan dari demam semalam Alena, jadi masih harus istirahat di rumah. Ayok kita turun untuk makan malam." Seru si om nyebelin setelah ia melihatku keluar dari kamar mandi dengan piyama bermotif gambar doraemon dan berwarna dasar biru.
"Alena nggak mau makan."
"Udah jangan kayak anak kecil kamu Alena."
__ADS_1
"Pokoknya Alena nggak mau makan, udah sana om kalau mau makan ya makan aja saja sendiri." Ketusku lagi aku benar-benar kesal sekali sama ni oom nyebelin.
"Kamu mau sakit lagi Alena seperti semalan atau lebih parahnya seperti saat di hotel waktu itu."
"Udah terserah aku. Om sana aja nggak usah pedulikan aku." Aku pun naik ke atas ranjang dan merebahkan tubuhku dengan posisi miring dan menutup tubuhnya hingga kepala dengan selimut.
"Jadi kalau kamu sedang benar-benar marah kamu menyebut diri kamu sendiri dengan sebutan 'Aku' toh. Terus sekarang kamu mau mogok makan, kamu bener-bener seperti anak kecil Alena." Aku diam saja malas menjawab.
Kemudian ku dengar suara pintu kamar dibuka dan ditutup kembali. Aku pun langsung menyibak selimut yang menutup tubuh hingga kepalaku. Lalu duduk menyandar di kepala ranjang dan menghembuskan napas dengan gusar.
Memilih memainkan gawaiku mencoba membuka aplikasi berwarna hijau itu. Ternyata ada pesan masuk dari Vera sahabatku.
[ Assalammualaikum. Lena lo apa kabarnya? Gimana liburan plus honeymoonnya sama om gue? Hihi.]
Dasar Vera nggak tau dia kalau omnya ini selalu nyebelin aku tiap hari.
[ Waalaikumsalam. Maaf baru balas gue baru pegang hp lagi. Alhamdulillah gue baik, kalau lo Ver apa kabarnya? Om elo tu selalu nyebelin tau, rasanya nggak bisa itu orang tua nggak nyebelin barang sehari aja.]
Ku kirim balasan pesan wa seperti itu pada Vera sahabatku. Tak lama balasanpun muncul darinya.
[ Alhamdulillah gue juga baik. Emang nyebelin apalagi sih oom gue kali ini? Oya, gimana udah buka segel belum lo sama om gue?]
Yalord..yalord dasar ni anak paen juga dia tanya-tanya soal segel-segelan udah di buka apa belum. Ku ketikan lagi balasan selanjutnya untuk si sahabatku yang kadang arsub ini.
[ Yaelah Ver ngapaen lo pertanyakan itu, alhamdulillah belum karena gue juga belum siap.]
Tak lama masuk kembali notifikasi dari Vera ke aplilasi berwarna hijau itu ke gawaiku tanpa waktu lama.
[ Oh elo dosa tau tahan-tahan hak suami sah sendiri apalagi selama ini lo udah di nafkahi secara materi dengan baik bukan sama om gue yang terganteng itu. Gue bukan sok belain om sendiri, hanya mengingatkan saja sebagai sahabat say.]
Dih sok bijak banget sih si Vera pake balas seperti itu segala ke gue, arg bikin gue jadi merasa bersalah.
[ Udah ah gue mau tidur rasanya ngantuk. Wassalam and byeee...] Itulah balasan terakhir ku pada Vera di aplikasi berwarna hijau tersebut, malas rasanya kali ini banyak berbalas dengan Vera habis dia pun malah bahas yang malas ku bahas.
[ Yakin tidur nggak buka segel dulu sama si om suami, hahaha..] Balasan terakhir Vera pun tak ku balas malas.
Ku letakkan gawaiku di atas nakas sebelah ranjang yang ada di sisi kiriku. Lalu aku mencoba merebahkan tubuh ini untuk tidur saja sambil menahan lapar. Pokoknya aku mogok makan khususnya malam ini.
🍬🍬🍬
__ADS_1
Bersambung...
Salam sehat selalu ya dari riritambun 🥰