
"Sarapan bareng kita juga toh manten baru, kirain Mamah bakalan sarapan di kamar hotel aja berduaan." Celetuk si nenek fashionable dengan senyuman pada kami saat aku dan si om nyebelin ini muncul ke restaurant hotel berbintang 5 ini untuk sarapan.
"Iya bener tuh eyang putri soalnya semalam kan mereka nggak ikut dinner bareng kita, maklum belah duren kali mereka eyang." Dasar Vera eta biwir nggak dikondisikan selalu ceplas ceplos dimana bae
Nggak tau saja mereka kalau semalam aku sudah tak berdaya karena ulu hatiku yang mendadak sakit sekali hingga keringat dingin dan lemes banget di tempat tidur.
Si om nyebelin ini alias suamiku hanya diam tanpa ekspresi sedangkan aku hanya tersenyum kikuk menanggapi celetukan-celetukan mereka. Kami sarapan memakai pelayanan table service dengan sarapan ala english breakfast di hotel berbintang 5 ini.
Beberapa keluarga dari si om nyebelin ini cukup banyak yang semalam menginap di hotel ini bersama kami, ada juga yang sebagian sudah langsung pulang ke Surabaya.
Keluarga yang menginap di hotel ini semua free dan ditanggung oleh si om nyebelin ini.
Banyak juga berarti uang si om nyebelin ini sampai bisa memboking hotel berbintang 5 ini. Selain menyewa gedung di hotel ini untuk acara resepsi pernikahan kami kemarin.
Aku sampai mikir pekerjaannya sebagai advokat itu berapa sih pendapatannya ? Si om nyebelin ini nggak pake duit hasil suapkan ? Terus bisnis dia apaan coba ? CEO juga kah atau apa selain berprofesi sebagai advokat di salah satu kantor firman hukum yang tepatnya di Surabaya ?
Jujur aku masih penasaran dengan isi yang ada di dalam amplop besar berwarna coklat waktu itu.
Kami sarapan dengan hikmat dengan beberapa celotehan dari keluarga yang ada di sini.
"Om Andra ntar mau honeymoon kemana nech ceritanya bareng tante Alena?" Pertanyaan itu lolos meluncur dari bibirnya salah seorang pemuda tampan yang ku perkirakan umurnya sebaya denganku.
Dan kalau tak salah ingat ia adalah salah satu keponakan si om nyebelin ini yang merupakan anak dari adek sepupunya si om nyebelin ini. Duh ne orang paen juga pake nanya begitu sih.
"Ih elo Thur kepo aja kebiasaan deh." Cetus gadis muda dan cantik yang juga bisa ku prediksikan umurnya sebaya dengan ku juga.
"Yei napa elo yang sewot Ras." Sungut pemuda itu tak mau kalah.
"Apa kalian sudah ada rencana mau honeymoon kamana nanti ? Kan pas mumpung Alena lagi libur semesteran." Duh gawat si nenek fashionable malahan ikut bersuara perihal honeymoon.
Aku hanya diam dengan perasaan tak menentu rasanya aku ingin kabur saja dari meja makan yang mewah ini. Aku tak tau harus menjawab apa aku nunggu si om nyebelin ini saja yang bicara.
Namun, sepertinya sebelum si om nyebelin ini berucap si nenek fashionable alias mamah mertuaku malah berucap kembali.
"Mamah sudah menyiapkan dua tiket pesawat business class untuk kalian, ini." Aku langsung menatap ke arah si nenek fashionable itu alias mamah mertuaku setelah aku mendengar kata ' dua tiket pesawat ' bebas meluncur ke indera pendengaranku.
Si om nyebelin ini seketika menghentikan suapannya dan menatap datar ke arah tangan si nenek fashionable yang terlihat menyodorkan dua buah tiket pesawat tersebut dengan nama maskapai penerbangan yang terkenal di indonesia ini.
"Mamah kok nggak bilang-bilang dulu ke Andra atau Alena sebelum mamah belikan tiket pesawat untuk kami honeymoon." Ujar si om nyebelin ini dengan suara baritonnya yang khas itu setelah ia menerima dua tiket pesawat tersebut.
"Yach kalau mamah kasih tau sebelumnya yang ada kamu bakal nolak Ndra , itu tiket kalian ke Bali dan mama juga sudah booking hotel khusus untuk kalian disana. Hotel yang di kelola teman mamah yang juga hotel berbintang 5 yang tepatnya ada di Kuta Bali. Kalian nanti di sana 4 hari 3 malam , kalian terima bersih semua sudah di siapkan. Jadi nanti kalian tinggal menikmati saja honeymoon kalian disana dengan baik. Ini sebagai hadiah pernikahan dari mamah untuk kalian." Wah si nenek fashionable ini sepertinya sudah mempersiapkan hal tersebut dari jauh-jauh hari dengan matang, yang bener aja.
Terus aku harus ottoke atuh ?
Si om nyebelin ini pun membuka tiket tersebut membaca isinya dengan detail. Aku dapat melihatnya karena aku duduk tepat di sebalah kanan si om nyebelin ini.
__ADS_1
"Mah ini tiket keberangkatan besok ya , Andra nggak bisa mah." Eh buset besok rupanya hari keberangkatannya cepat amiir.
Tapi tunggu si om nyebelin ini barusan bilang nggak bisa bagus dong kalau gitu.
"Kamu jangan ngaco deh Ndra nggak bisa gimana ? " Sahut si nenek fashionable alias mamah mertuaku.
"Soalnya lusa Andra harus balik ke Surabaya lagi karena setelah lusa ada persidangan di pengadilan." Si om nyebelin ini menginfokan.
"Jadi honeymoon ke Bali batal dan lusa langsung terbang ke Surabaya kamu Ndra gitu?" Ku lihat si nenek fashionable ini yang malah tak terima atas informasi yang si om nyebelin ini lontarkan tadi.
Wajah nenek fashionable alias mamah mertuaku ini berubah kecewa padahal tadi ia begitu berseri-seri saat mengoda kami dan membahas perihal honeymoon kami.
Ya aku lebih suka nggak jadi aja ke Balinya , jelas aku was-was takut-takut yang tidak di inginkan malah terjadi saat aku dan di om nyebelin ini di Bali nanti.
"Iya Mah." Jawab si om nyebelin ini enteng sambil kembali menyuapkan sarapannya.
"Jadi Alena kamu tinggalin lagi ke Surabaya Ndra? Terus gimana tiket pesawat ke Bali nya berserta hotel dan apa-apa yang sudah mama boking dan persiapkan jauh-jauh hari." Tanyanya si nenek fashionable ini dengan wajah terlihat kesal.
"Ya seperti yang Mama bilang tadi honeymoodnya kami batal." Lagi-lagi si om nyebelin ini menangapinya enteng.
"Urusan kamu kepengadilan itu apa nggak bisa di tunda atau di gantikan gitu ? Kamu ini kerjaan mulu sekali-sekali ya bok fikirin urusan pribadi kamu itu Ndra lagian sekarang kamu bukan pria lajang lagi kamu sekarang sudah beristri." Cerocos si nenek fashionable ini lagi-lagi seperti tak terima dengan yang dikatakan si om nyebelin ini.
"Nggak bisa mah kan Andra sebagai kuasa hukumnya dan sidangnya mana bisa di tunda. Maafin Andra mah lebih baik tiket dan hotelnya mama sama papa saja yang pakai sebagai honeymoon mama dan papa. Kan mamah dan papa juga sudah lama nggak ke Bali, anggap saja honeymood keedua atau ketiga mama dan papa kali." Lagi-lagi si om nyebelin ini bicara entengnya perihal tiket pesawat tersebut.
"Enak aja kamu main suruh-suruh mama dan papa yang gantikan, sudah capek-capek mama menyiapkan ini semua eh kamu suka-sukanya saja. Lagia tega kamu ninggalin Alena istri kamu baru juga selesai resepsi pernikahan dan kalian ini masih pengantin baru loh Ndra, saat ijab kabul juga kamu seminggu kemudian langsung balik lagi ke Surabaya ninggalin Alena. Sekarang kamu mau buat gitu lagi sama Alena ? Ini masih ada kedua mertua kamu Ndra kamu nggak merasa bersalah sama mereka ? Pasti kedua orang tua Alena merasa anak perempuannya nggak dihargai atau nggak di anggap karena kamu sibuk kerja-kerja lagi." Jelas si nenek fashionable itu seakan berapi-api.
"Sudah bu Saputri kami sebagai orang Alena tidak mempermasalahkan itu kok, lagian itu kan sudah pekerjaannya nak Andra. Alena juga pasti sudah memakluminya." Si mamah ikut bersuara.
"Tuh kamu kena bela sama mertua kamu Ndra." Sewot si nenek fashionable ini terhadap anak bungsunya yang telah menjadi suami sah ku.
Si om nyebelin ini menyudahi sarapannya lalu meminum air mineralnya hingga hampir tandas isinya.
"Mama tenang aja Alena akan Andra bawa ikut bersama Andra ke Surabaya lusa nanti." Eh nanaonan ini kok aku dibawa-bawa segala sama si om nyebelin ini ke Surabaya?
🍬🍬🍬
"Semua barang-barang yang akan dibawa besok sudah kamu susun kan Alena ? " Si om nyebelin ini berucap dengan matanya tetap fokus ke layar laptopnya.
"Sudah om." Jawabku singkat sambil melirik sekilas ke arahnya yang berada di bawah ranjang sebelah kananku lalu aku kembali melirik gawaiku.
Si om nyebelin ini hanya manggut-manggut wae.
Ia sedang duduk bersila di karpet berbulu lembut itu dengan laptop di atas pangkuan kakinya yang bersila dan di temani beberapa lembar kertas di sekitaran karpet berbulu lembut milikku yang ada di kamarku yang kini jadi kamarnya juga.
Ntah kertas apa saja yang menemaninya itu ku rasa kertas-kertas atau berkas-berkas tentang kasus-kasus. Yang pasti kalau aku yang melihat dan membacanya saja akan langsung mumet setengah mati, apalagi jika itu kasus tentang pembunuhan atau hal lain yang lebih sadis dari pada pembunuhan.
__ADS_1
Karena otakku akan error jika harus meneliti, memeriksa dan menimbang secara seksama apakah orang yang aku bela tersebut benar atau salah. Jika hanya melihat melalui bukti yang ada atau cerita yang ada saja tanpa tau lebih jelas kejadiannya. Apalagi tidak mengenal orang yang kita tangani kasusnya, hanya kenal saat kita diminta sebagai kuasa hukumnya dengan imbalan bayaran sesuai tarif yang berlaku.
Ya mungkin juga aku nggak ngerti karena aku bukan anak hukum melainkan anak ekonomi tepatnya manajemen. Mungkin jika masalah keuangan atau pembukuan aku ahlinya hehe.
Pagi pun tiba dan tak terasa siangpun datang usai melaksanakan ibadah sholat dzuhur dan juga makan siang bersama si om nyebelin dan kedua orang tuaku. Aku dan si om nyebelin akan bersiap-siap menuju ke bandara Soekarno-Hatta untuk terbang menuju bandara Juanda Surabaya.
Pesawat Garud* yang akan kami tumpangi dengan layanan business class akan terbang pada pukul 17: 00 nanti.
Soal honeymoon ke Bali akhir si nenek fashionable dan si kakek gagahlah yang akhirnya berangkat ke Bali untuk honeymoon kesekian mereka disana.
Tapi aku belum sepenuhnya lega aku masih was-was ntar di Surabaya bakal gimana, walaupun kami nanti tinggal di rumah si om. Ya was-was jika aku di anu-anuin atau minimal di ngrepe-ngrepe aja tetap aja aku nggak mau walau si om nyebelin tersebut suami sahku sekarang. Aku kan nggak cinta sama si om nyebelin itu biar pun si om nyebelin itu ganteng dan baik.
Kami di antar mama dan papa ke bandara setelah tiba di bandara Soekarno-Hatta kami langsung chek in setelah kami menunggu beberapa menit sebelum penerbangan kami akan di mulai.
"Kalian hati-hati di jalan ya nak." Mama memperingati.
"Iya mah." Ucapku dan melayami mama dan papa lalu disusul si om nyebelin ini menyalami dengan takzim.
"Sudah sampai Surabaya kabari kami ya nak." Ujar papa.
"Iya pah." Sahut si om nyebelin.
Kami pun berjalan menuju tempat dimana aku dan si om nyebelin ini akan menaiki pesawat yang ajan kami tumpangi.
Ini adalah perjalanan jauhku yang pertama kali bersama si om nyebelin ini yang telah berstatus suami sah ku dan ini juga adalah pertama kalinya aku ke Surabaya.
Ntah apa yang akan terjadi nanti disana yang pasti mungkin aku akan bosan bercampur was-was. Si om nyebelin kan ke Surabaya lebih kepada untuk urusan kerjaannya, clientnya dan kasus-kasus klientnya.
Udah jelas pasti aku bakal sering di tinggal di kediamannya di Surabaya tepatnya kediaman eyangnya sahabatku yang kini telah resmi menjadi keponakanku, karena aku menikah dengan omnya sahabatku. Tepatnya sih ' TERPAKSA MENIKAH DENGAN OMNYA SAHABATKU ' udah cocok nggak neh jadi judul novel di platform-platform itu ? Hehe.
Tepat pukul 17 : 30 aku dan si om nyebelin tiba di bandara Juanda Surabaya. Kami di jemput oleh sopir keluarga si om nyebelin.
"Den Andra apa kabar?" Sapanya lelaki paruh baya yang mengenakan pakaian safari hitam lengkap yang merupakan sopir keluarga si om nyebelin ini.
"Alhamdulillah sehat pak , pak Jamet sendiri apa kabar?" Sahut di om nyebelin ini.
"Alhamdulillah sehat juga den. Ini toh istrinya den Andra , masya Allah ayu'ne." Seru si pak sopir tersebut.
Duh jangan di bilang gitu atuh pak sopir aku kan jadi malu ntah udah seperti apa wajahku ini yang mendengarnya ?
Si om nyebelin ini seperti biasa kembali ke mode freezer.
Kami pun telah berada di dalam mobil dan akan meluncur menuju kediaman keluarga Abraham.
🍬🍬🍬
__ADS_1
Bersambung..
Salam sehat selalu ya dari riritambun 🥰