TERPAKSA MENIKAH DENGAN OMNYA SAHABATKU

TERPAKSA MENIKAH DENGAN OMNYA SAHABATKU
BAB 4


__ADS_3

"Assalamu’alaikum. Mamah eneng pulang." Huft senengnya jika aku udah sampai dirumah karena kalau sudah sampai rumah waktunya santai , tidak pusing mikirin pelajaran kampus hahaha.


"Wa’alaikumsalam." Balas mamah sambil menyodorkan punggung tangan kanannya untuk kusalami takzim.


"Bikin kue naon mah ayeuna ( sekarang )?" Tanyaku kepo, rupanya mamah sedang bergelut dengan beberapa bahan untuk bikin kue di dapur cantiknya.


Mamahku memang doyan bikin kue gimana aku nggak berasa nikmat dirumah kalau mamah selalu manjain aku dengan kue-kue enak dan cantik buatannya.


Si papa juga doyan banget ampe pengen cepet-cepat pulang kerja haha..


"Ini mamah teh mau bikin kue bika ambon pandan ." Bebernya mamah.


"Wuiihh raos atuh eta mah Mah, Lena jadi teu sabar euy pengen makannya." Kekehku senang bakal goyang lidah lagi nih ceritanya.


"Udah atuh neng bebersih badan dulu gih habis pulang kuliah, udah sholat dzuhur can eneng?" Titah si mamah.


"Belum sholat dzuhur euy eneng." Aku ku dengar cengiran, bukan malas sholat tadi memang pas belum sempat sholat di mushola kampus cus langsung pulang aja siap kuliah hari ne hehe.


"Buruan atuh gih sholat dzuhur dulu keburu habis waktunya neng." Omelnya si mamah.


"Iya atuh mah ni eneng mau ke kamar dulu trus segera sholat dzuhurnya." Aku pun langsung meleset ke lantai atas dengan menaiki satu persatu anak tangga yekan , ya masa terbang pan aku bukan burung terbang hehe..


🍬🍬🍬


Malam pun tiba setelah sholat magrib aku pun beranjak ke bawah untuk makan malam bersama.


Di rumah kami sering sarapan dan makan malam bersama, kalau makan siang memang jarang sekali kalau hari-hari kerja.


Karena papa kan kerjanya seringan pergi pagi dan pulang sore, papa adalah seorang manager di salah satu perusahaan jasa walaupun bukan perusahaan sendiri.


Aku menuruni anak tangga segera menuju ruang makan yang juga terletak tak jauh dari dapur.


Ternyata mama dan papa sudah ada disana, mama sedang menyiapkan piring dan gelas untuk kami makan setelah terlihat kalau hidangan sudah tersaji di atas meja makan.


Aku pun menarik salah satu kursi dari meja makan itu dan menjatuhkan bokongku di kursi tersebut, setelah aku tiba di meja makan.


"Makan-makan." Seruku ketika melihat hidangan yang ada di atas meja makan kami.


Aku pun segera menyendokan nasi ke piringku, kami hanya bertiga aku, papa dan mama.


Jangan tanya apakah aku memiliki saudara kandung, jawabnya adalah tidak.


Aku adalah anak tunggal nama lengkapku Salena Paramita, panggilan kesayangan orang tua ku kepadaku biasanya eneng tapi kadang juga Alena atau lena sih.


Aku berkuliah sudah semester 4 dengan jurusan Ekonomi Management di salah satu universitas swasta di kota ini.


Di tengah-tengah makan malam kami, aku mencoba mengutarakan izin menginap di rumah sahabatku. Sambil mengerjakan tugas kampus yaitu makalah bersama sahabatku itu yang bernama Vera.


"Mah , pah eneng boleh ya menginap di rumah Vera besok sekalian mau kerjain tugas kuliah." Izinku pada kedua orang tua ku.


Aku masih memakan makananku hingga beberapa menit masih belum ada jawaban dari mereka.


Duh pasti nggak kasih lagi deh kayaknya ?


"Ya udah boleh." Tetiba suara si mama mengizinkan.


"What!" Pekikku keras.


"Kamu teh kunaon sih Neng? Malahan teriak begitu." Omel si mamah.


( Kamu nih kenapa sih Neng? )


"Ma kenapa dikasih si eneng, nanti sekali dikasih izin tidur rumah orang lain malah jadi kebiasaan si eneng." Cerca si papa yang sudah menyelesaikan makan malamnya dan meminum air mineralnya hingga tersisa sedikit dalam gelas beningnya yang berukuran panjang.


"Udah atuh pa si eneng juga nggak pernah pan nginep-nginep rumah orang lain, ya sekali-kali pan nggak apa-apa sih." Bujuk mama kepada papa setelah menyelesaikan makanannya dan beranjak untuk membawa piring kotornya dan juga piring kotor papa.


Aku masih memperhatikan sambil masih melahap makan malamku.


Dari dulu papa memang sangat melarang keras aku menginap-nginap di rumah orang lain biar itu rumah sahabatku, yang mereka sudah juga sudah kenal dan cukup sering main dan menginap di rumahku ya tepatnya ini masih rumah orang tua ku.


Si mamah juga jadi ikutan selama ini seperti si papa, tapi ntah begaimana kok malam ini mamah malah memihak padaku.

__ADS_1


Kerasukan jin apa sech si mamah kali ini hingga mengizinkanku menginap di rumah orang lain, walaupun ya maksudnya mau menginap di rumah sahabatku si Vera Azada.


" Tapi jangan lama-lama kamu ya neng menginap di rumah Veranya, emang kapan mulai ke rumah Veranya?" Tetiba mamah seakan antusias aku akan menginap di rumah sahabatku itu.


Aku tak langsung menjawab jujur aku masih nerasa takut jika papa marah karena papa belum berkata iya atas keinginanku untuk menginap di rumah Vera.


"Mamah ni serius akan mengizinkan Alena menginap di rumah orang lain." Cerca papa lagi aku melihat wajah papa tak suka hingga akhirnya papa bangkit dari kursinya dan malah berlalu pergi dari ruangan ini.


Duh deg deg juga dah kalau papa malah jadi benaran marah.


Aku pun bangkit setelah menghabiskan makanku, membawa piring dan gelas bekas makanku ke westafel dapur dan mencucinya sekalian bekas makan mama dan papa tadi.


"Udah papa kamu itu mah bukan marah hanya khawatir, nanti ku mamah di kasih pengertian lagi. Eneng mamah izinin kok , besok biar ku mamah di anternya." Ujar mama menyakinkan ku.


"Rencana kalau di kasih izin Lena bakal di jemput sama Vera besok siang ntar langsung ke rumah Veranya barengan gitu sih mah." Terangku setelah aku meyelesaikan nyupirku alias nyuci piringku tadi.


"Ya udah kalau gitu , mamah ke ruang tv dulu ya si papa palingan disana lagi nonton tv." Ujar mama dengan senyumnya dan berlalu meninggalkan ruangan makan yang berdekatkan tak jauh dengan dapur.


🍬🍬🍬


Weekend pun tiba dan hari ini hari sabtu , biasanya seh kuliah juga di hari sabtu namun hari sabtu kali ini adalah tanggal merah jadi libur nasional.


Waktu pun berlalu dari pagi sekarang sudah masuk waktu siang dan siang ini semakin cerah dan panas cuacanya.


Ting Tong....


Bunyi bel rumahku pun terdengar hingga ke kamar atas walau tidak terlalu nyaring.


"Itu pasti Vera." Ujarku sendiri.


Aku masih di depan cermin meja riasku yang ada di kamarku, ada Mama kok di bawah pasti mama yang bukain pintunya.


Ceklek....


"Assalamu’alaikum tante. Alenanya ada tan?" Ucap Vera ketika mama sudah membuka pintu.


"Wa’alaikumsalam. Ada ayok masuk atuh nak Vera." Mama pun mempersilahkannya masuk.


Aku memang tidak membawa pakaian banyak hanya membawa pakaian untuk kuliah hari senin nanti satu stel saja, pakaian dalam, gawaiku dan tak lupa skincareku serta beberapa perlengkapan yang diperlukan saja dan itu tidak banyak.


Kata Vera juga baju harian dan perlengkapan sholat bisa pakai miliknya saja, lagian aku hanya akan menginap malam dan besok saja.


Lusa sudah akan hari senin dan aku akan berangkat kuliah dari rumah Vera sekalian bareng Vera ke kampusnya, dan pulang kuliahnya langsung pulang kembali ke rumahku.


"Itu Alena sudah muncul tan." Ujar Vera saat sudah melihatku.


"Gerak sekarang aja yuk." Ajakku langsung pada Vera.


"Loh cepet amat atuh neng temennya aja baru sampai belum juga minum baru duduk, ini mama baru mau buatkan minumnya Vera." Ucap mama yang hendak menuju dapur.


"Udah mah nggak usah, udah siang neh biar cepat tiba rumah Vera terus langsung kerjain tugas kuliah kami." Tukasku pada mama.


"Nggak apa kan Ver kita langsung gerak aja ? " Tanyaku pada Vera memastikan.


Vera pun hanya menjawab dengan anggukan.


"Oya Papa mana mah?" Tanyaku pada Mamah sekalian mau pamit berangkat menuju ke rumah Vera.


"Ntar Mama panggilkan dulu Papa." Mama pun pergi untuk memanggil papa.


🍬🍬🍬


"Tante , om kami berangkat ya." Pamit Vera kepada orang tua ku dengan menyalami mereka, setelah tadi aku sudah menyalami mama dan papa.


"Hati-hati di jalan ya nyetirnya juga jangan kebut-kebutan anak gadis." Mama menasehati kami .


"Kamu Alena jangan macem-macem ya jangan keluyuran nggak jelas kalian berdua." Peringatan si Papa sungguh deh bikin aku gimana gitu.


"Iya Pa, lagian Alena mau macem-macem apa. Ada aja si Papa." Ucapku malas dengan memutar kedua bola mataku , kan emang benar ada aja Papaku ini.


Kayaknya papa nggak ikhlas nih ngizinin aku menginap, kalau bukan di tempat saudara walau ya ini kan menginapnya di rumah sahabat aku.

__ADS_1


Lagian Vera ini pernah beberapa kali menginap di rumahku.


Aku malah baru ini akan menginap di rumahnya selama kami kenal dan bersahabat sejak SMA.


🍬🍬🍬


Mobil Vera telah menepi di perkarangan tempat parkiran kediamannya.


Rumah Vera benar-benar besar dan bagus serta elite dan memang berada di kompleks elite di kota ini.


Aku dan Vera pun masuk kedalam rumahnya. Vera pun segera membawaku ke kamar yang akan aku huni sebagai tempat tidurku di rumah ini untuk malam ini dan besok.


Celekk...


Pintu dibuka oleh Vera perlahan, kami masih di depan pintu kamar ini.


"Len ini kamar lo oke, nggak apa kan lo tidur sendiri." Paparnya dan kami pun masuk kamar ini ,Vera pun meletakkan tas laptopku pelan di atas ranjang.


Tadi sesampainya kami di dalam rumah, Vera membantuku membawakan tas laptopku yang sudah berisi laptopku.


"Ya nggak apa kok gue tidur sendiri kan biasanya juga begitu." Ujarku sambil menaruh tasku yang satunya lagi.


"Oya tunggu gue ambil dulu ya beberapa pakaian santai sama handuk kesini gue lupa hehe." Vera pun berlalu dari kamar ini tanpa menunggu jawabanku.


Aku menlisik setiap sisi kamar ini, kamar ini cukup luas dan rapih ranjangnya juga cukup besar dan empuk tak jauh beda dengan kamar pribadiku sendiri.


"Ini ya Len gue letak di dalam lemari ini beberapa pakaian dan perlengkapan sholat serta beberapa handuk ok." Bebernya ternyata Vera sudah datang lagi tanpa waktu lama, dan langsung memasukan apa yang ia bawa kedalam lemari empat pintu.


Aku tak menyadari Vera datang kalau ia tak berucap, karena sedang memerhatikan kamar ini.


Dalam hatiku yang hebat bener kamar tamu lemarinya empat pintu dan berukuran cukup besar dengan ranjang yang juga besar.


Setelah aku menganti pakaianku dengan yang lebih santai lagi aku dan Vera pun bergegas menuju lantai bawah dengan membawa perkakas belajar kami, tepatnya kami akan ke ruang perpustakaan.


Kami akan mengerjakan tugas kuliah kami dengan cemilan yang telah disediakan oleh ART yang ada di rumah Vera.


Kami mengerjakan tugas kami di ruang perpustakaan yang lumayan luas ini yang ada di rumah Vera dengan adanya karpet berbulu tipis berwarna putih pudar yang terbentang luas dengan meja oshin petak berukuran cukup lebar, berwarna coklat muda di dalam ruang perpustakaan ini.


Enak juga ya jika di rumah ada ruang perpustakaan seperti ini dengan dekor yang rapih dan indah beserta nyala ac bikin belajar jadi adem.


"Udah sore stop dulu yuk, ntar malam habis makan malam dan sholat isya kita kerjain lagi. Gimana ? " Ujar Vera sambil membereskan perkakas belajarnya.


"Sipp." Seruku dan aku pun mematikan laptopku serta membereskan juga perkakas belajarku.


Aku berjalan naik lagi ke lantai dua malalui setiap anak tangga, soalnya ruang pespustakaannya di lantai dasar hehe..


Tiba di kamar ini lagi aku pun bergegas sholat ashar dulu mumpung masih ada waktunya.


Setelahnya aku merebahkan diri sejenak di atas ranjang.


"Udah mau maghrib aja mandi ah berendam bathtub sejenak pasti enak." Ujarku sendiri .


Ya berendam di bathtub adalah salah satu merilekskan diri menurutku.


Aku bangkit dari rebahanku di atas ranjang dan menuju lemari mengambil handuk biasa dan handuk kimono dengan warna yang sama.


Memang Vera the best dah jadi sahabat selalu pengertian, dan aku pun juga selalu berusaha sama untuk Vera.


Usai sudah aku berendam dan membersihkan badan ini, segar dan rileks.


Ku raih hendle pintu kamar mandi ini dan memutarnya ke bawah agar pintu terbuka, aku pun keluar dari kamar mandi.


Saat aku telah keluar kamar mandi betapa terkejutnya aku


melihat sosok pria yang asik memainkan gawainya dan duduk di atas ranjang serta bersandar di kepala ranjang.


Siapa pria ini kok bisa ada di kamar ini ? bathinku bertanya-tanya.


🍬🍬🍬


Bersambung ....

__ADS_1


Salam sehat selalu ya dari riritambun 🥰


__ADS_2