
Happy reading.
* * * * * * * * *
Lagi-lagi Kelvin bisa membuatku tertawa meskipun aku tahu dirinya sedang mengalami masa-masa yang sulit. Ada sedikit kekecewaan terlihat dari balik tawa palsu yang ia tunjukkan di depanku. Aku tahu hatinya sudah sangat hancur dan pikirannya tidak menentu memilih kebenaran lalu mengalami penyesalan.
“Vin ... sudah jangan buat aku tidak ingin berhenti tertawa di sini, katakan apa saja yang ingin kau katakan denganku, maaf aku terlambat untuk datang menolongmu,” ucapku berusaha membuat Kelvin agar mau curhat tanpa aku bertanya terlebih dahulu seraya mengusapkan pundaknya.
“Tapi Zoe, a–aku sudahlah semuanya salahku.” Seakan Kelvin ingin bungkam soal dirinya meskipun aku tahu ia sendiri sudah begitu sakit.
Masih tak ada curhatan yang keluar dari mulutnya tiba-tiba suara tangisan perlahan terdengar olehku, Kelvin menunduk tanpa berani melihat kearahku. Aku mencoba mendekatinya.
“Menangislah, aku tahu ... kamu perlu kepedulian, perhatian jadi menangislah, pria juga berhak untuk menangis, maafkan aku Kelvin, maaf aku sudah terlambat,” ucapku yang sedang mencoba menenangkan dirinya seraya memberikan pelukan kecil untuknya tapi justru melihat ia sengsara seperti ini aku ikut terbawa sedih lalu juga menangis.
Kami hanyut dalam tangisan begitupun Kelvin ia terus menangis meskipun tidak seperti diriku yang semakin lama semakin tersedu-sedu. Lalu tiba-tiba ia melepaskan pelukan dariku dan menghapus air mataku dengan tangannya.
“Zoe ... maaf aku kelepasan, sudah berhentilah menangis aku jadi merasa bersalah jika melihatmu menangis tiba-tiba seperti ini. Lihat aku sudah baikan jadi tersenyumlah,” ungkap Kelvin mencoba untuk terlihat bahagia di depanku seraya menarik pipiku agar terlihat tersenyum.
“Ah ya Zoe ... Bagaimana tentang hubunganmu dengan Reiner, apa kalian masih sering bertengkar? Aku sekarang jadi tidak update untuk kalian.” Kelvin terus-menerus mencoba agar dirinya kuat di depanku dan menanyakan hal-hal yang tidak berguna saat ini.
__ADS_1
“Kelvin ... apa saat ini itu terpenting? Katakan aku siap mendengarnya.”
Hembusan nafas berat terdengar olehku.
“Baiklah Zoe, maaf sudah merepotkan mu untuk datang kesini dalam keadaan hamil besar seperti ini,” ucap kelvin.
Aku hanya mengangguk mengiyakan tanpa banyak berkomentar, hanya mendengarkan apa yang ia ingin katakan saja.
“Zoe ... aku sangat bodoh, aku juga salah sama Viora dan juga denganmu, aku selalu mencoba menutupi sebisa mungkin agar kamu tidak tahu apa yang sedang kulakukan tapi aku salah justru itu semakin memperkeruh suasana, biasanya aku selalu absen terlebih dahulu apa yang ingin kulakukan dan maafkan aku tanpa meminta persetujuan mu dulu aku membawa Elie untuk tinggal bersama hingga semuanya hancur lalu suatu hari Viora terus mencari tahu apa yang tidak seharusnya ia ketahui, kau tahu Zoe? Viora sampai menyelidiki tentang apa yang sudah ku perbuat dengan Elie, lalu aku marah aku tidak suka jika dia begitu lancang tapi aku menyadari sesuatu saat kepergian dirinya terlebih sebuah syarat yang ia tinggalkan, aku begitu bodoh ... entah kenapa sekarang rasanya aku semakin tidak berguna untukmu juga untuk Viora,” curhat Kelvin seraya memperlihatkan surat yang Viora tinggalkan.
“Zoe ... saat ini aku sangat bingung apa yang harus kulakukan, dan kau tahu aku sampai tidak pulang kerumah hanya menetap di sini, katakan Zoe apa yang harus kulakukan saat ini, a–aku menyesal, aku juga ingin gadis kecil kembali lalu memperbaiki semuanya,” ucap Kelvin yang masih berlanjut curhatan darinya.
“Benarkah Viora di sana? Syukurlah aku sedikit lega, aku berpikir kalau Viora saat ini sudah kembali ke negaranya,” sahutku seraya tersenyum.
“Yah begitulah Viora baik-baik saja tapi mengenai Elie aku memang tidak bisa memaksamu agar mau memilih apa yang aku inginkan cuma aku mau agar kamu ikuti kata hatimu jika memang dia perempuan yang cocok untukmu, aku juga siap menerimanya tapi aku tidak ingin kamu membohongi dirimu sendiri jujurlah kamu sudah memiliki perasaan 'kan dengan Viora?”
“Entahlah Zoe, aku sendiri masih belum paham dengan perasaanku saat ini tapi aku bisa jaminkan kalau aku memang mencintaimu dan tidak akan berpaling darimu, kau tahukan?” Kelvin seakan tidak bisa melihat cintanya untuk siapa.
“Vin ... aku tahu kamu mencintaiku tapi itu cinta berbeda, kamu sudah mencintaiku sebagai keluargamu bukan sebagai cinta terhadap wanita, karena apa hatimu sudah ada cinta yang lain, perasaanmu sudah berpindah untuk orang lain, jujurlah jangan berbohong denganku, kamu tahu Kelvin? Kenapa saat ini kami merasakan sakit? Kamu menangis tiba-tiba tanpa tahu alasan yang jelas, sejujurnya kamu sudah mencintai gadis kecil, tapi kamu mencoba berpikir bahwa itu bukan cinta,” ucapku terus membuka penglihatannya tentang cinta.
__ADS_1
“Yah aku mengakuinya Zoe, akhir-akhir ini aku sangat aneh, menangis tiba-tiba, melamun entahlah sampai aku tidak bisa berfokus pada pekerjaan, lalu aku juga bahkan memarahi Elie padahal dia tidak berbuat salah, kau benar Zoe, aku memang sudah mencintainya, meskipun aku coba untuk menjauhi perasaan ini tapi entahlah,” sahut Kelvin yang memulai sedikit paham dengan apa yang ia rasakan.
“Aku percaya denganmu, kau bisa melakukan yang terbaik jika memang kamu mencintainya kejarlah sebelum ia dikejar oleh orang lain, kau tahukan jika Viora gadis yang polos? Dia sangat mudah tergoda dengan orang lain yang akan memberikan perhatian lebih untuknya apalagi jika sekarang Viora tahu kamu sudah bersama wanita lain.” Sedikit demi sedikit aku mencoba menyakinkan Kelvin.
“Vin ... kamu harus ingat aku akan tetap berpihak denganmu dan menerima keputusan hatimu tapi tentu saja aku ingin kamu mendapatkan yang terbaik, kamu sudah gagal mendapatkan aku jadi jangan lagi gagal mendapatkan cintamu yang baru," ucapku sambil menahan tawa.
“Hey tertawalah aku tahu kamu sedang menahan tawa bukan? Ayo kita tertawa bersama-sama, jika nanti Reiner meninggalkanmu akan ku rebut cintaku yang pernah tertunda,” sambung Kelvin seraya terdengar gelak tawa darinya.
“Hey itu sama saja kau mendoakan aku agar cepat-cepat bercerai ...! Ah kau ini, ” sahutku pura-pura kesal.
* * * *
Jika sahabat mencintaimu dengan tulus, pertahankan. Sejujurnya cinta dari sahabatmu 'lah yang bisa kau terima ketimbang cinta palsu dari orang lain yang hanya ingin bersamamu saat sedang bahagia.
(Zoya–Kelvin)
* * * *
Bagaimana kesan kalian untuk ini? Katakan dibawah aku ingin tahu.
__ADS_1