
SELAMAT DATANG DENGAN KISAH BARU DI PERANKAN OLEH KELVIN DAN VIORA.
----------------------------------------
H A P P Y R E A D I N G
“I S T R I K U, G A D I S K E C I L K U”
Viora Lausy
Kelvin Marble
Betapa bahagianya diriku bisa bersanding di atas pelaminan bersamamu. Walaupun aku tahu dirimu masih sangat kecewa denganku, tapi aku akan berusaha untuk selalu membuatmu jatuh cinta walaupun penghinaan yang terus ku terima. (Kelvin – Viora)
Jauh dari lubuk hatiku. Kamu masih tetap ada di sini selalu bersarang dalam hatiku. Setiap kali aku mencoba pergi dari cintamu, tapi setiap kali kamu terus membuatku kecewa dengan tingkah konyol yang aku sendiri tidak pernah terduga. Namun, meskipun seribu kali kamu terus mencoba membuatku jatuh cinta. Seribu kali pula aku akan tetap menolaknya. (Viora – Kelvin)
***------------------------------------***
Pernikahan mereka telah berjalan kurang lebih sekitar lima tahun. Namun, bukan pernikahan harmonis yang mereka dapatkan melainkan sebuah bencana besar. Viora lebih memilih melanjutkan pendidikan yang sempat tertunda, sedangkan Kelvin sibuk merintis usahanya untuk menjadikan kedua Perusahaan semakin berkembang pesat.
Menjadi pasangan suami dan istri tapi, mereka seakan tidak saling mengenal bahkan honeymoon belum pernah mereka lakukan. Sudah bertahun-tahun Viora memilih meninggalkan Kelvin walaupun Pria itu menahan kepergian istrinya tapi tetap saja gadis kecil begitu keras kepala hingga tidak peduli dengan dirinya.
Kisah kelam antara mereka sampai membekas dalam ingatan Viora. Gadis kecil milik Kelvin itu telah berubah menjadi wanita yang tidak memiliki hati. Beberapa kali ia menyakiti Kelvin dengan alasan dirinya belum bisa memaafkan semua kesalahan yang pernah ia lakukan apalagi jika mengingat Kelvin pernah bermain ranjang bersama dengan Elie.
(Bandara)
Kelvin sedang menunggu gadis kecil yang baru saja kembali setelah begitu lamanya ia tidak lagi melihat istrinya tersebut. Seikat bunga dan sebuah kotak kecil berada dalam genggamannya. Ia sangat ingin meminta maaf meskipun sudah berpuluh kali sekaligus menyambut kedatangan gadis kecilnya. Merasakan gugup seperti pertama kali jatuh cinta serta dengan hati yang berdebar-debar saat ia menunggu sang istri. Namun, sayangnya Viora tidak kunjung terlihat padahal ia sudah memberitahukan kalau ia akan menjemputnya.
Jauh dari tempat Kelvin berdiri, Viora telah begitu lama menatap kearah Kelvin. Ia tahu jika dirinya telah bersalah atas perbuatannya yang sengaja membuat Kelvin menunggu seorang diri.
Saat ia sedang sibuk-sibuknya memandang kearah Kelvin. Tiba-tiba seorang Pria tampan datang lalu menyapanya. Hal yang sama seperti Kelvin lakukan Pria itu ialah Alvero yang sedang menyambut sang kekasih kembali.
“Ayo gadis manja, kita habiskan waktu bersama. Aku sudah sangat merindukanmu, sayang,” ucap Alvero dengan panggilan khas darinya.
“Baik, sayang.” Tanpa merasa ragu Viora langsung mengiyakan.
Alvero sampai saat ini belum mengetahui tentang pernikahan antara Kelvin bersama dengan Viora. Gadis itu berusaha menyembunyikan semuanya sebab tidak ingin membuat Alvero kecewa. Apalagi selama kepergian Viora, mereka hanya bisa berhubungan jarak jauh.
Meskipun sudah menjalin hubungan sekitar lima tahun bersama dengan Alvero. Namun, cinta untuk Pria itu belum bisa Viora berikan. Padahal ia selalu berusaha untuk menyakinkan dirinya bisa mencintai Alvero, tapi tetap saja dirinya tidak ada perasaan apapun kecuali rasa berpura-pura mencintai dengan alasan balas budi.
Hati Viora tetap menjadi untuk Kelvin walaupun ia terus mencoba menyakinkan dirinya sendiri bahwa Kelvin, tidak bisa mendapatkan cinta melainkan kebencian.
Kelvin terus menunggu tanpa tahu kalau Viora sudah lama pergi dari bandara. Ia lalu mencoba menghubungi Viora. Namun, ponsel istrinya justru tidak aktif hingga membuatnya cemas.
“Aduh ... Di mana kamu, gadis kecil? Sudah satu jam aku menunggumu di sini tapi tetap dirimu tidak datang bahkan bayanganmu tidak terlihat. Bahkan semua orang di sini sudah bertemu dengan seseorang yang mereka rindukan.” Kelvin begitu khawatir sembari celingak-celinguk melihat kearah berbagai arah.
Kelvin tidak putus asa sekalipun tidak ada lagi orang lain di tempat tersebut, ia masih terus menunggu keajaiban akan datang. Berbeda dengan Viora, dirinya telah berada di sebuah restoran.
(Di Restoran)
Alvero begitu bahagia memandang kekasihnya. Ia sudah sangat lama menantikan moment-moment seperti ini, bisa berduaan tanpa harus takut berpisah karena tidak akan ada lagi hubungan jarak jauh.
__ADS_1
“Sayang, kamu kok diam aja sih? Cerita dong sama aku. Biasanya pacarku ini super cerewet tapi, sekarang kok malah diam,” ungkap Alvero saat menyadari bahwa Viora tidak ada semangat semangatnya.
“Eh iya, aku bingung bilangin apa soalnya di sana ngga ada yang seru, Al.”
‘Maafkan aku, Al. Saat sedang bersamamu, aku justru memikirkan Pria lain. Apa Kelvin sudah pulang ya?’ batin Viora gelisah.
“Sayang! Apa kamu melupakan aku? Kenapa sekarang kamu malah memanggilku dengan sebutan namaku?” tanya Alvero kebingungan.
“A-aku tidak bermaksud seperti itu. Maafkan aku, sayang. Janji kalau sebutan itu tidak akan lagi kamu dengar,” ungkap Viora terpaksa.
Alvero menyadari jika kekasihnya bersikap aneh saat hari pertama mereka bertemu. ‘Kenapa Viora begitu mencurigakan sampai dia melupakan kalau aku tidak suka dengan panggilan nama. Mungkinkah saat di sana dia sudah menemukan Pria lain?’ batin.
“Apa kamu di sana sudah memiliki kekasih lain selain aku, sayang?” tanya Alvero curiga.
“Hey! Ucapan macam apa itu, sayang? Aku tidak memiliki Pria lain selain dirimu. Ku mohon percayalah.” Viora berusaha menyakinkan Alvero.
“Baguslah jika kebenarannya seperti itu, sayang. Ya sudah ayo makan semua makanan yang ada di sini pasti kamu sangat kelelahan karena sudah melakukan perjalanan jauh, dan setelah itu kita akan langsung kembali ke kediamanku karena aku begitu merindukan dirimu,” ungkap Alvero begitu perhatian.
‘Ya ampun! Kembali ke kediamannya? Itu artinya aku harus menginap di sana. Ini tidak boleh terjadi. Seperti yang pernah aku baca di sebuah website. Kalau pasangan kekasih yang sudah lama tidak bertemu pasti sewaktu bertemu akan liar bahkan mengajak bermalam karena rasa kerinduan antara mereka. Oh tidak! Aku harus menolaknya dengan halus lagipula aku tidak memiliki perasaan apapun jadi untuk apa aku membiarkan mahkota suciku di miliki oleh orang yang tidak ku cintai,’ batin Viora.
“Terimakasih, sayang. Oh ya, mengenai untuk berkunjung ke tempatmu sepertinya lain kali saja. Aku merindukan Mama dan Papa, mereka pasti nanti malam akan menungguku pulang,” ucap Viora berusaha ngeles.
‘Untung saja kepintaran ku masih ada. Padahal Mama dan Papa tidak ada di sini,’ batin Viora.
Alvero mengerutkan keningnya, ia seperti sedang berpikir sesuatu. “Oh tidak apa-apa, yang paling utama untuk kita adalah keluarga. Sayang, bagaimana jika malam ini aku menemui orangtuamu? Lagipula kita sudah lama saling mengenal dan juga kamu sudah dewasa. Itu artinya kita harus melanjutkan hubungan ini ke jenjang yang lebih serius.”
Lagi-lagi Alvero berusaha mencari kesempatan untuk bisa terus bersama dengan Viora. Ia memang sudah sangat menginginkan hubungan mereka berlanjut ke pernikahan sebab teman-temannya yang lain semuanya sudah menikah bahkan ada yang sudah memiliki anak. Sebab itulah ia sangat ingin segera menikahi kekasih tercintanya itu.
Berbeda dengan Viora. Ia menelan ludah saat mendengar jika Alvero menginginkan hubungan yang lebih jauh dengannya. Bagaimana mungkin sebab dia sekarang sudah berstatus sebagai istri orang lain. Walaupun ia tahu situasi ini tidak benar tapi, itulah satu-satunya cara membalaskan dendamnya terhadap Kelvin.
“Em sayang, sebaiknya kita tidak perlu terburu-buru untuk menemui keluarga kita sebab aku juga baru lulus pendidikan belum lagi aku baru kembali jadi sebaiknya kita tunda dulu. Apa kamu tidak marah?” ungkap Viora seraya bertanya.
“Baiklah sayang, jika begitu maka aku akan menunggu saat kamu sudah siap nanti,” ungkap Alvero berusaha mengerti.
Ada rasa syukur di hati Viora, saat semua rencananya berjalan dengan mulus. Ia langsung menyantap setiap makanan yang berada di depannya begitupun dengan Alvero. Mereka berdua sesekali tersenyum saat sedang menikmati makanan masing-masing.
Sikap Alvero begitu perhatian, romantis bahkan ia selalu bisa mencoba mengerti bagaimana Viora. Itulah yang membuat gadis kecil itu merasa betah meskipun ia tahu hubungan antara mereka tidak seharusnya terjadi. Begitu senangnya Viora menikmati momen seperti ini. Tidak ada beban hanya ada kesenangan yang ia dapatkan. Tanpa ia sadari hari sudah berganti malam.
Terlintas di benaknya bayangan Kelvin. Saat itu ia menyadari jika ia telah melupakan seseorang, siapa lagi jika bukan suaminya sendiri. Viora lalu melirik jam di tangannya, ia sampai membelalakkan matanya.
‘Ya ampun, aku sudah melupakan Pangeran. Apa dia masih menungguku di bandara? Tapi mustahil, mana mungkin dia mau menungguku pasti dia sudah lama pulang.Tapi, bagaimana jika Pangeran benar-benar tidak pulang?' batin Viora merasa cemas.
Meskipun di mulut Viora, ia selalu memanggil Kelvin dengan sebutan namanya tapi, hatinya masih tetap memanggil Kelvin dengan sebutan Pangeran baginya.
Merasa sedikit rasa bersalah atas Kelvin. Viora akhirnya mencari alasan agar ia bisa pulang lebih cepat.
“Umm sayang, bisa nggak kalau aku pulang lebih awal? Soalnya tadi aku inget kalau Mama dan Papa menungguku untuk makan malam, bodohnya aku sampai melupakan semua itu,” ungkap Viora mencari jalan keluar.
“Oh begitu ya sudah kalau begitu biar aku antar aja sekalian aku minta maaf sama mereka sudah bawa pulang kamu kemalaman, sayang,” ungkap Alvero mencoba memahami.
“Eh! Nggak usah sayang, ngga apa-apa kok. Lagian aku udah pesan gojek," tolak Viora secara halus.
‘Aneh, kok Viora malah pesan gojek sih? Aku ada di sini. Jadi buat apa juga aku ada di sini?’ batin Alvero curiga.
“Ya udah sayang, kalau itu maunya kamu tapi, kamu harus hati-hati yah. Sampai di rumah jangan lupa kabari aku.” Alvero berusaha terlihat tidak penasaran dengan Viora.
__ADS_1
“Makasih yah, sayang. Kalau gitu aku pamit pulang dulu yah, kamu juga harus hati-hati,” ungkap Viora seraya melambaikan tangannya.
Alvero mengikhlaskan kepergian Viora meskipun ia merasa curiga dengan kekasihnya itu. Walaupun demikian ia tidak berniat untuk mencaritahu sebab kepercayaan lebih penting dalam sebuah hubungan. Itulah yang ada di dalam pikiran Alvero.
Namun, berbeda dengan Viora. Ia langsung bergegas untuk pulang ke rumah mereka. Setibanya di sana kediamannya begitu sepi dan tidak ada mobil milik Kelvin di sana. Hanya ada pelayan-pelayan yang menghuni kediaman mereka.
‘Kok kosong? Apa Pangeran belum pulang yah?’ batin Viora.
Ia lalu menghampiri salah satu pelayan. “Bi, apa Tuan Kelvin sudah pulang?”
“Belum Nyonya, sejak tadi sore Tuan belum kembali tapi, setahu saya, Tuan pergi untuk menjemput Nyonya di bandara,” jawab pelayan tersebut.
“Oh begitu, ya sudah kamu boleh pergi.”
‘Apa mungkin Evin tetap menungguku di sana sampai tengah malam seperti ini?’ batin Viora.
Viora langsung bergegas pergi meninggalkan kediamannya. Ia masih tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Suaminya masih menunggu dirinya padahal jelas-jelas sekarang bukan lagi waktunya jadwal kedatangan pesawat ku.
Dengan mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi hingga tidak memerlukan waktu yang lama untuk bisa sampai di sana. Viora menarik nafasnya saat keluar dari dalam mobil. Ia harus bisa memastikan jika memang Kelvin masih berada di sana, ia harus yakin bahwa pertemuan pertama dengan Kelvin tidak membuatnya kembali terpesona dengan wajah tampang yang Kelvin miliki meskipun hatinya memang tetap mencintai Pria itu.
Melihat ke segala sisi hingga ia menemukan sosok Pria yang tidak lagi asing baginya, dan benar seorang Pria yang sedang memegang banner dengan bertuliskan namanya serta lambang love. Evin sendirian dan terlihat kelelahan, sepertinya ia begitu lama berdiri hingga membuat wajahnya pucat.
‘Kenapa Evin begitu peduli denganku? Seharusnya ia tidak perlu melakukan semua itu. Meskipun aku memang mengabarinya untuk menjemput ku tapi, menurutku ia tidak perlu melakukan semua itu,’ batin Viora merasa kasian.
Perlahan-lahan Viora mulai mendekati Kelvin dari arah samping. Kelvin sampai tidak menyadari kedatangan istrinya, ia hanya fokus dengan melihat setiap orang yang berjalan lalu-lalang didepannya.
“Evin!” panggil Viora yang mencoba memberanikan dirinya.
Kelvin tersentak saat melihat gadis yang selama ini ia tunggu telah kembali bersamanya. Dengan sepenuh tenaga Kelvin berlarian menyambut Viora datang. Ia memeluk istrinya dengan begitu lama tapi, sayangnya Viora tidak lagi menjadi seperti dulu bahkan pelukan Evin tidak ia balas.
Air mata Kelvin mengalir dalam diam saat memeluk istrinya begitu erat. ‘Gadis kecil, akhirnya setelah sekian lamanya kamu kembali pulang. Aku tahu kamu masih marah denganku tapi, aku berjanji pada diriku sendiri akan membawa cinta kedalam rumah tangga kita,’ batin.
Viora membiarkan pelukan berada di tubuhnya, ia tidak ingin mengganggu meskipun dirinya juga merindukan Kelvin. Namun, sayang dirinya lebih mementingkan egonya.
Lalu dengan perlahan Kelvin mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya, ia berniat ingin mencium Viora. Tapi, dengan cepat Viora menghindar dan berusaha lepas dari rangkulan Kelvin.
“Apa yang ingin kamu lakukan, Evin?!” tanya Viora geram.
“Aku hanya ingin mencium mu. Memangnya salah toh kita juga sudah menikah, lagipula aku merindukanmu, gadis kecil. Bertahun-tahun setelah kita menikah kamu memilih untuk meninggalkan aku dan sekarang kamu telah kembali tentu saja aku tidak akan melewatkan kesempatan untuk menjadi yang terbaik untukmu,” ungkap Kelvin dengan begitu tulus.
Viora justru melipatkan tangan di dadanya seakan ingin memulai perdebatan. “Tapi aku tidak merindukanmu, Evin. Jangan terlalu baik bukankah kamu selalu menyakiti perasaanku dulu bahkan tubuhmu berkali-kali sudah berada dalam pelukan wanita lain! Oh ya aku melupakan sesuatu, besok pagi tepat jam sembilan tunggu aku di ruangan kerja, ada sesuatu yang ingin ku berikan.”
‘Apa mungkin Viora akan memberikan aku hadiah? Tapi, mana mungkin. Ah sudahlah apapun itu aku harus datang tepat waktu meskipun pekerjaan harus ku tinggalkan demi dia,’ batin Kelvin.
“Baiklah gadis kecil aku akan datang tepat waktu. Oh ya sebaiknya kita tidak perlu lagi mengingat masa lalu lebih baik kita fokus saja pada kehidupan kita yang baru, dan satu lagi permintaanku bolehkah jika malam ini kita tidur seranjang?” ungkap Kelvin seraya bertanya baik-baik.
“Aku tidak ingin tidur dengan Pria yang sudah pernah bermain ranjang dengan wanita lain! Kamu harus ingat itu, Evin! Mungkin semua itu kamu sudah mengerti, lalu aku penasaran kenapa kamu tidak pulang dari sini? Ada perempuan lain yang kamu tunggu ya?” Viora dengan mudahnya menuduh Kelvin.
“Eh tidak, tidak! Aku tidak menunggu wanita lain, aku hanya menunggumu gadis kecil. Lagipula kamu mengabari ku kalau hari ini kamu kembali jadi aku melakukan seperti yang kamu inginkan. Oh ya ini ada sedikit hadiah untukmu, terimalah,” ungkap Kelvin dengan jelas seraya memberikan bunga dan sebuah kotak kecil untuk istrinya.
Viora menerima apa yang di berikan oleh suaminya, ia menerimanya karena tidak tega jika harus membuang semua itu di hari perdana pertemuan mereka. Meskipun ia tidak langsung membuka kotak tersebut di sana, dan tanpa mengucapkan terimakasih atau apapun mengenai pemberian Kelvin.
“Ya memang benar, tapi tidak perlu menungguku selama ini. Bagaimana kalau aku tidak datang? Apa kamu juga akan terus menungguku sampai besok pagi? Kamu tahu di tempat seperti ini pasti terlalu banyak begal, jadi lain kali kalau aku tidak datang jangan lagi tunggu aku.” Dengan tidak sengaja Viora perhatian dengan suaminya.
“Apa aku tidak salah dengar, gadis kecil? Kamu khawatir denganku, kamu mencemaskan aku. Ayolah sayang, aku tidak ingin menghabiskan waktu di sini untuk berdebat denganmu. Kemari, ’lah peluk aku,” pinta Kelvin seraya melebarkan tangannya.
__ADS_1