
Happy reading.
≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈
Di balik kamar milik Kelvin.
Beberapa pelayan ada yang sedang bersih-bersih dan ada yang sedang lewat, mereka tidak sengaja mendengar suara familiar seperti dalam sebuah sinetron khusus dewasa tapi suara itu jelas bukan dari televisi. Hingga mereka membentuk sebuah tumpukan untuk gibah.
“Sini dulu semuanya,” satu orang pelayan memanggil untuk berkumpul dia yang memiliki jabatan lebih tinggi sebagai ketua pelayan di kediaman Kelvin.
“Apa sih Teh? Aku lagi nyapu terus ngepel ini,” sahut pelayan yang lain. Mereka berjumlah lima orang dan telah berkumpul tepat di pintu kamar milik tuannya sendiri.
“Denger suara itu ngga? Duh Tuan lagi ngapain ya sama wanita itu pakek ah ah segala?” sangking keponya mereka hingga menempelkan telinga langsung didepan pintu.
Suara dari balik kamar itu semakin menjadi-jadi, hingga membuat para pelayan rumah Kelvin tersenyum geli mendengarnya. Sampai Bapak seorang petugas keamanan menghampiri mereka.
“Bukannya pada kerja malah nguping, awas ya aku aduin sama Tuan,” ancam petugas keamanan tersebut.
“Eh mati kita, eh jangan deh udah aja yuk kabur aja tapi nih ya Mang, itu Tuan kita sama wanita rubah itu lagi enakan, duh aku jadi kepanasan sendiri ini,” ucap pelayan yang lain.
“Udah-udah pergi ngga? Besok aku aduin ya kalian.”
Alhasil para pelayan berjumlah lima orang itupun pergi dari depan kamar tuannya. Hanya tinggal Bapak petugas keamanan seorang diri. “Aduh si Tuan Kelvin, jadi iri mana kuat banget sampek segitunya itu cewek, kasian entong aku udah lama layu.” Setelah mengucapkan itu dia pun pergi.
“Makanya di kasih obat biar nggak layu!” teriakan dari jauh oleh pelayan.
---------------------------------------
Kembali ke Kamar.
__ADS_1
(Eliezer)
Kuatnya Kelvin ditambah dengan sedikit obat dariku mampu membuat dia hingga kendali sampai-sampai aku kecapean menghadapinya meskipun aku juga menyukai hal tersebut, sedikit info sebelum itu aku selalu meminum anti hamil untuk diriku.
Aku bangun dan bergegas mandi di kamar tersebut. Kelvin sudah tertidur mungkin tidak akan lama lagi dia juga akan bangun, sebaiknya aku cepat-cepat.
Sekitar lima belas menit kemudian aku sudah selesai lengkap dengan memakai kembali pakaianku, Kelvin masih tertidur pulas. Aku pun mengambil hasil rekaman yang sudah aku sediakan kamera sejak tadi.
Sebelum aku meninggalkan tempat ini, aku mencoba mendekatinya, mengusap wajahnya. “Terimakasih sayang untuk waktunya tapi aku harus pergi sebelum kesadaran mu kembali tentu saja kau akan mencelakai ku.”
‘Sebaiknya aku harus pergi,’ batin Elie.
Saat aku sedang keluar dari kamar Kelvin, seorang pelayan melihatku dengan mata melotot kearahku seperti dia memiliki dendam denganku. Tentunya tidak ku hiraukan. Lalu aku bergegas turun dari lantai atas dan pergi meninggalkan kediamannya, sampai memasuki mobil dan menjalankannya.
Sekitar satu meter jauhnya dari kediaman Kelvin, aku menepikan mobil lalu menyetel ulang video yang sudah selesai aku rekam, sungguh Tuhan dengan Author sedang berpihak denganku. Kesempatan untuk rencana ku berjalan mulus.
Lalu aku mengambil ponsel berniat menghubungi Kelvin dan membuatnya terbangun. Berkali-kali aku mencoba menghubunginya hingga panggilan terakhir ku di jawab olehnya.
“Hallo sayang, kau sudah bangun?”
“Sialan, apa yang kau lakukan dengan tubuhku Elie?!” Kelvin mengamuk dari balik ponselku.
“Apa kau tidak salah bicara sayang? Justru dirimu yang sudah melakukan sesuatu dengan tubuhku, ah ya aku mempunyai kejutan untukmu nanti akan aku kirim, sudahlah dulu ya Kelvin, bye-bye sayang aku tutup teleponnya ya.” Ada terdengar teriakan dari Kelvin, tapi aku langsung mematikan sambungan sepihak.
“Rasakan kamu Kelvin, ah aku penasaran bagaimana ya rasanya jika sampai Zoya melihat rekaman ini, apa dia akan membenci Kelvin? Aku jadi tidak sabar,” gumam ku.
Seperti ucapanku, aku lalu memasuki rekaman kedalam ponsel milikku setelah itu mencoba mengirimkannya ke nomor WhatsApp milik Kelvin.
To Kelvin.
__ADS_1
{Video} »Ayo buka Kelvin tapi jangan terkejut ya sesuatu yang menjadi kenangan untuk kita berdua, aku punya tawaran untukmu jika tidak reputasi mu sebagai CEO akan terancam, bagaimana jika kita berdamai dan kamu mengikuti kemauan ku jika tidak aku tidak akan segan-segan menyebar video ini, duh aku sangat ingin melihat reaksi Zoya saat melihat ini, tentu saja dia pasti menyuruh kita untuk langsung menikah, bukankah begitu?« (Isi pesan untuk Kelvin)
Kring ... Kringg .... Kringg. Panggilan masuk dan tertera nama Kelvin.
“Hallo sayang rindu ya baru bentar untuk telepon lagi, gimana rekamannya keren kan?
“Sialan kamu Elie! Aku tidak akan mengampuni mu jika sampai rekaman itu bocor, kau akan tau akibatnya,” sahut Kelvin dengan amarah dari balik ponselku.
“Aku tidak akan tahu meskipun jika Brian akan melihat rekaman itu, jelas-jelas aku ingin pisah darinya tapi aku tidak akan yakin jika Zoya melihatnya ternyata sahabat miliknya diam-diam bermain api denganku, sudah ya aku pulang dulu nanti saja kita akan bertemu dan membicarakan tawaran menarik dariku.”
Aku tersenyum bahagia akhirnya penantian ku untuk menjadi miliknya tidak akan lama lagi, setelah itu aku bergegas mencari penginapan terdekat sebab tidak mungkin jika aku pulang saat ini ke rumah bisa-bisa Brian malah membunuhku jika melihat bekas gigitan dari Kelvin.
--------------------------------------
(Kelvin Marble)
“Argggghhh dasar wanita iblis, obsesinya untuk menjadi milikku sangat tinggi hingga membuat hal bodoh, bagaimana jika dia benar-benar akan menyebarkan rekaman itu belum lagi wajahku sangat terlihat dan seluruh tubuhku, aku harus bisa mengambilnya rekaman itu dan menghapusnya meskipun aku harus pura-pura baik dengannya terlebih dahulu.”
Kepalaku di penuhi dengan gambaran isi dari rekaman tersebut, memang saat itu aku sungguh gagah perkasa tapi justru itu akan membuat perusahaanku terancam dan para klien-klien akan memutuskan kerjasama denganku, belum lagi Zoya, oh tidak apa yang harus kukatakan dengannya? Semuanya sudah terjadi.
Tiba-tiba suatu hal teringat di pikiranku. ‘Bukannya Elie sedang hamil? Lalu bagaimana bisa dia menerima semua kejadian itu? Kehamilannya juga baru kecil, sial apa mungkin dia juga menipuku lagi?’
Aku mengusap wajahku dengan kasar, tidak salah lagi memang Elie tidak hamil kalau tidak mana mungkin dia bisa dengan santainya menerima perlakuan dariku yang cukup liar. Tidak henti-hentinya aku memikirkan wanita itu.
“Dia memang cantik tapi kelakuannya yang membuatku muak, jika saja dia seperti Zoya lemah lembut dan tidak licik tentu aku akan mencoba mencintainya,” gumam ku.
≈≈≈≈≈≈≈
Apa mungkin Kelvin akan jatuh cinta dengan Elie atau akan sebaiknya? Lalu bagaimana dengan Steven yang diam-diam sudah tersentuh hatinya oleh Zoya saat pertemuan Steven mencoba menolongnya? Terus setia guys untuk setiap kelanjutan.
__ADS_1