Terpaksa Menikahi Atasanku

Terpaksa Menikahi Atasanku
Eps 45. Deg! Kelvin


__ADS_3

Happy reading.


≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈


Jika kamu sudah berusaha jujur, maka biarkanlah apapun yang terjadi mengalir seperti air. Berdoalah agar kehidupanmu berjalan dengan bahagia meskipun terlebih dahulu kau harus sakit mendengar kejujuran darinya.


**********


Aku sedang menuju ketempat Brian, tujuanku satu ingin mencari informasi, kecepatan stabil kulalui agar aku bisa bertemu dengannya tapi saat dalam perjalanan tiba-tiba handphoneku berdering, terpaksa membuatku harus menepikan mobil, handphoneku terus berdering membuat kepalaku sakit mendengarnya.


‘Siapa lagi panggilan ngga kelar berisik banget! Ngga tahu apa gue lagi fokus,’ batin.


Saat hendak kulihat ternyata Zoya menghubungiku. Aku tersenyum, ternyata bidadari yang telpon. Aku bergegas mengangkat panggilannya.


“Hallo Vin! Lagi dimana?” ucapnya ngegas dari balik ponselku.


“Kenapa Zoe kangen ya?" Aku menahan senyum.


“Iya aku kangen! Kelvin aku nggak lagi bercanda ... Kamu ngga ke Kantor ini ada klien tungguin kamu? Lupa kalau hari ini ada jadwal,” ucapnya mengingatkanku.


Aku menepuk jidat mendengar ucapannya, bisa-bisanya aku lupa dan meninggalkan pekerjaan yang lebih penting daripada harus mengurus Elie siluman itu. “Astaga Zoe! Aku beneran lupa maaf ya duhh ... Udah ngerepotin kamu, padahal kamu lagi mengandung.“


“Iya Vin cepetan kesini ...,” ucapnya memaksa.


“Okay Zoe.”


Aku menarik nafas dalam-dalam dan hembuskan. Aku harus meminta maaf kepadanya apalagi jika sampai Reiner tahu sudah membuat istrinya harus mengandalkan Perusahaan terlebih dahulu bisa mati aku. Tidak menunggu waktu lama aku langsung memutarkan arah jalanku menuju Perusahaan.


Mengendarai dengan kecepatan tinggi dan akhirnya aku sampai. Aku langsung buru-buru untuk bertemu dengan Zoya, ku pastikan dia akan ngomel kepadaku. Setelah mengetuk pintu dan akhirnya aku bertemu dengannya.


Zoya langsung mengeluarkan beberapa berkas hasil laporan dan juga kami langsung bergegas untuk menghadiri klien. Kami berjalan beriringan, dia terlihat sangat serius. Aku melirik kearahnya. "Zoe!"

__ADS_1


"Hmmm kenapa Vin?" ungkap Zoya melirikku.


"Ah tidak apa-apa, kau terlihat sangat serius dan lagi maaf sudah merepotkanmu yang seharusnya menjadi tugasku, aku tadi kesiangan bangun jadi maafkan aku sekali lagi."


"Tidak masalah Vin itu memang sudah tugasku bukan? Apalagi aku sudah sering tidak hadir jadi jangan menyalahkan dirimu sendiri," ucap Zoya.


"Kau sungguh pengertian Zoe, aku sangat senang, ah bagaimana kandungan mu? Aku jadi tidak sabar melihat si kembar," ucapku kagum.


"Cukup baik Vin meskipun aku tidak terlalu sering untuk periksa, ya setidaknya mereka tidak terlalu seperti dulu menendang perutku," ucap Zoya seraya memegang perutnya.


Aku tersenyum mendengar ucapannya. "Aku senang mendengarnya Zoe syukurlah si kembar baik-baik saja."


Terjadi percakapan singkat antara kami saat sedang menuju ketempat klien tapi sesuatu menghalangi langkah kami, aku terkejut dan berdiri mematung melihat dari jauh Elie sedang berbicara dengan resepsionis didepan. Zoya pun ikut-ikutan berdiri karena melihatku.


"Ada apa Vin?" ucap Zoya kebingungan.


"Ah tidak, aku hanya sedang melihat siluman didepan."


Aku menggenggam tangannya dan mengarahkan tangannya tepat kearah Elie berdiri di sana. Zoya pun melirik kearahku. "Elie! Untuk apa dia kesini?" ucap Zoya geram.


"Entahlah Zoe aku juga tidak tahu," ucapku berbohong.


‘Dasar wanita itu berani juga dia kesini menemuiku,’ batin.


"Aku harus menemuinya Vin!" ucap Zoya geram. Alisnya hampir menyatu dia terlihat marah. Aku berusaha menghentikan langkahnya dengan memegang tangannya.


"Zoe jangan dekati dia, kau lihat keadaanmu sekarang tidak mungkin bukan kau kesana dan melabraknya," ucapku membujuknya seraya menahan tawaku melihatnya yang ingin menghampiri Elie.


Zoya menarik nafasnya memburu, aku tahu jika dia sedang kesal entah apa yang membuatnya bisa marah begitu padahal hanya melihat Elie dari jarak jauh. Kami sama-sama mematung menatap kedepan, lalu Elie melihat kami dan berjalan lebih mendekat kearah kami.


Aku berusaha berdiri didepan dan sedikit membelakangi Zoya, aku takut jika Elie bertindak diluar dugaan ku untuk membahayakan sahabat yang kucintai.

__ADS_1


Elie semakin mendekat dan sekarang dia sudah berada didepan kami dengan menyilang tangannya di dadanya. "Wahh ... Kita ketemu lagi Zoya, dan Hay Kelvin ....," ucap Elie seraya berusaha mengusap wajahku.


Dengan cepat aku menipiskan tangannya yang ingin menyentuhku. "Untuk apa kau kesini? Perusahaanku tidak mengundangmu jadi minggir kami sedang sibuk tidak sempat melayani tamu yang datang seperti jalangkung ini."


"Aww Kelvin ... Aku kesini itu tentunya untuk menemui mu, kau tahu bukan jika aku sangat merindukan belaian mu lagi sayang," ucap Elie berusaha menggoda seraya mengedipkan matanya.


"Apa maksudmu wanita jahat?!" Ucap Zoya geram. Sangat terlihat jika Zoya menyimpan amarah yang sangat besar.


"Zoya! Aku tidak sedang berbicara denganmu jadi diamkan mulutmu itu, kehadiranmu di sini justru sudah mengganggu mataku apalagi ditambah dengan mulutmu," sahut Elie angkuh.


"Pergilah dari sini Elie! Apa perlu petugas keamanan di sini yang harus mengusir mu?" ucapku kesal.


"Sayang jangan marah seperti itu, aku tidak akan lama kok di sini jadi tidak perlu repot-repot aku sungguh berterimakasih tapi aku kesini hanya ingin memberitahumu sesuatu, apa boleh aku katakan di sini atau cukup kita berdua saja?" tanya Elie.


"Basa-basi sungguh manis Elie, katakan di sini aku tidak ingin berlama-lama melihatmu," ungkapku.


Elie lebih mendekat kearah kami, aku justru harus terus waspada jangan sampai aku lengah dan membuat Zoya celaka. Aku sungguh binggung dengannya entah apa yang ingin dikatakan.


Elie tersenyum licik. "Jangan terlalu tegang begitu Kelvin ayolah aku hanya ingin bicara santai bukan ingin mengajakmu berperang sayang."


"Sudahlah pergi kau dari sini Elie!" ucapku geram. Sungguh basa-basi darinya membuatku muak, Zoya memengang tanganku berusaha menahan emosiku.


"Baik-baik aku akan katakan, sudahlah sayang jangan sampai marah begitu, dengerin baik-baik dan juga kamu Zoya! A ... Aku hamil Vin, dan kau adalah Daddy dari janinku," ucap Elie bergetar.


‘Deg! Apa-apaan ini, dia hamil? Oh tidak, apa mungkin baru sekali melakukannya langsung berbuah, tidak-tidak dia sedang membodohiku,’ batin.


Zoya melirik kearahku. "Vin! Apa maksudnya ini? Jangan bilang kau dengan dia sudah saling menetap," ucap Zoya kebingungan.


≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈


Hallo guys jangan lupa terus dukung karya Author, mudah kok, dengan like, komen dan berikan vote. Sebab itu akan membuatku untuk lebih semangat dan menghadirkan yang lebih keren. Nah jika kalian penasaran langsung saja seperti yang udah Meldy bilang untuk dukung juga sertakan vote kalian agar Meldy memberikan kejutan-kejutan di setiap episodenya okay.

__ADS_1


Juga Author ingin menyampaikan selamat hari raya Idhul Adha untuk kalian yang menjalankannya, maafkan Author jika di sini mempunyai salah kata, Author juga seorang manusia biasa. 😀


__ADS_2