Terpaksa Menikahi Atasanku

Terpaksa Menikahi Atasanku
Eps 43. Elie dan Kelvin part2


__ADS_3

Happy reading.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Meskipun kata cinta darimu sulit kudapatkan tapi yang harus kamu tahu? Aku akan tetap mencintaimu sampai kamu menyadari kalau hanya aku yang dapat memberi cinta yang kamu butuhkan dalam hidup.


**********


Aku tidak ingin terlalu larut dalam perbincangan konyol ku dengannya, dan aku pun memutuskan untuk pergi melangkah jauh darinya.


"Kelvin kau mau kemana?!" tanya Elie


Jalanku terhenti saat mendengar ucapannya. "Aku hanya ingin ke kamar, kenapa kau mau ikut?"


"Tentu saja aku mau jika kau memberi izin," ucap Elie terlalu berharap.


"Tidak! Itu konyol, ah sudahlah."


Aku berjalan menuju kamar dan meninggalkan Elie sendirian di ruang tengah. Saat aku membuka pintu kamarku seketika Elie berdiri dan mulai berjalan menghampiriku, dengan bergegas aku segera membuka dan masuk ke kamar. Aku mencoba melihatnya melalu lubang kunci yang ada di pintu, aku melihat Elie yang tengah berdiri dan tangannya berada di depan.


Kemudian aku membuka pintu kamarku. Elie berdiri tepat di depanku. "Kamu mau apa ngikutin kesini?" ucapku kesal


Elie tersenyum lebar. "Aku ... Enggak mau apa-apa dari kamu, aku cuma mau nemenin kamu."


"Ah sudahlah baiklah," ucapku pasrah dan membiarkan dia untuk masuk.

__ADS_1


Elie mengikuti ku dari belakang, lalu ia duduk ditepi ranjang. Aku menatapnya tajam, tapi sebaliknya dia menatapku seperti menginginkan sesuatu, karena rasa penasaranku yang tinggi kucoba dekati dia dan duduk disampingnya. "Kenapa terus melihatku, aku tampan ya dan kau mulai terpesona denganku bukan?"


Elie seperti menahan senyumnya, hembusan nafasnya terdengar olehku, aku tahu jika dia sedang berpikir sesuatu. Lalu dia semakin mendekatkan dirinya lebih dekat denganku. "Memang dan sekarang aku semakin menginginkan mu," ucap Elie dengan percaya diri.


"Tidak salah aku menamakan mu wanita licik Elie, justru kau tidak sedikitpun memiliki rasa malu," ucapku sedikit kesal.


Elie menarik nafasnya memburu. "Aku tahu Kelvin, aku memang wanita yang tidak bisa kau sukai tapi entah mengapa hatiku berkata menyuruhku untuk pindah dan melihat orang lain untuk masuk, dan itu kamu."


‘Memang wanita ini sangat berani dan terlihat dia tidak sedang membuat lelucon, matanya menandakan sedang serius, aku harus mengambil kesempatan, kau sudah salah masuk Elie, seharusnya kau tidak di sini dan apa tadi menyukaiku? Itu lebih mempermudah aku membalas kesakitan gadis ku. Sebab tidak ada wanita yang kucintai selain Zoya satu-satunya meskipun dia sudah berumah tangga,’ batin.


Elie melambaikan tangannya didepan wajahku. "Hei kenapa kau melamun Vin, sedang banyak pikiran ya?"


"Ah tidak Elie, boleh aku tahu lagi tadi kau bilang apa?" ucap Kelvin pura-pura tidak mendengar.


"Yah Vin, padahal aku sudah capek-capek mengatur diri untuk berani mengatakannya tapi kamu malah tidak tahu, ah baiklah aku ... Aku mencintaimu," ucap Elie dengan percaya diri, meskipun wajahnya terlihat sedikit memerah mungkin menahan malu.


Aku memperlihatkan wajahku sedikit terkejut, aku menyadari apa yang sudah di ucapkannya, inilah saatnya mulai dari sini aku harus membuatnya menyesali telah salah mengatakan cinta.


Perlahan aku mendekatinya, mengusap rambutnya dengan pelan. "Jadi kau mencintaiku Elie benarkah?"


Tiba-tiba dia menarik tubuhku hingga menempel dengannya, sontak aku terkejut, lalu tidak ada aba-aba dia mencium bibirku dengan lembut dan juga mengigit bibirku cukup lama. Mataku melotot melihatnya menikmati permainannya sendiri cukup lincah dan gesit menurutku ia sudah sangat terlatih.


Aku seorang pria normal tentunya meskipun aku tidak menyukainya tapi aku tidak bisa berbohong dengan diriku sendiri jika aku menikmati permainan bibir darinya. Jiwa buaya ku keluar, meskipun dia seperti iblis tapi aku tidak bisa berbohong dia cantik walaupun aku tahu kecantikan Zoya lebih sempurna darinya setidaknya Elie masih mampu membuatku tertarik. Lamunanku untuknya, entahlah aku tidak mengerti jiwaku ingin lebih meskipun aku membencinya.


Elie terdiam menatapku, ia sudah selesai memberikan kecupan manis untukku, aku tau dia menginginkan lebih, mulai dari gaya yang ditunjukkan olehnya membuatku paham dia menginginkan lebih. Tidak ada basa basi setelah itu dan aku berniat untuk pergi tapi genggaman tangannya malah menghentikan langkahku.

__ADS_1


"Vin, jangan pergi, temani aku di sini," ucap Elie sambil menggenggam tanganku.


Aku berusaha melepaskan genggaman tangannya tapi dia terus berusaha untuk memperkuat membuatku pasrah pada wanita licik ini. "Hey kau mau apa lagi Elie?"


"Tidak ada, aku hanya ingin kau menemaniku dan membuatku bahagia," ucap Elie bangga dan tersenyum lebar.


"Apa kau yakin jika aku menemanimu di sini tidak apa-apa dan lagi bagaimana dengan Brian?" ucapku lirih sambil tersenyum.


Elie menganggukkan kepalanya dan tersenyum. "Aku tidak bisa janji Vin tapi jika kau ingin lebih tentu akan aku berikan dan tolong jangan mengatakan nama itu, aku tidak ingin mendengar nama itu lagi, aku sudab tidak suka dengannya dan mungkin aku akan meminta cerai dari Brian."


"Benarkah? Wah Brian sangat tidak beruntung menyia-nyiakan wanita menarik seperti mu, bolehkah aku jujur Elie?" ucapku penuh dengan kepalsuan.


"Tentu saja Vin!" ucap Elie penuh semangat.


Aku duduk disampingnya dan memegang tangannya. "Aku tahu Elie sikapmu seperti ini karena kau sudah terluka dan aku bisa melihatnya, jujur aku memang tidak menyukai dirimu yang kejam tapi jika melihatmu seperti ini aku sangat tertarik, kau menarik dan Brian bodoh telah membuatmu terluka."


Dia sudah termakan oleh cintaku. ‘Elie aku harus mengelabuhi mu, jatuh cinta lah padaku dan kau akan tahu sakit melebihi sakit disakiti oleh Brian.’


Elie tidak menjawab ucapanku dia hanya tersenyum kearahku, sepertinya dia memang sudah buta dengan cinta hingga tidak menyadari mana musuhnya dan temannya. Setelahnya tidak ada percakapan antara kami, hanya saling memandang satu sama lain. Aku semakin tertarik untuk menggodanya.


Elie mendekatkan dirinya, menarik ku dan jatuh ke pelukannya hingga hari itu hal yang tidak kubayangkan terjadi, aku dengannya saling memadu kasih, dan dirinya sungguh sangat lincah berbeda denganku tidak pernah terlalu sering hanya beberapa kali di sebuah Club langganan tapi justru aku tidak ingin memperlihatkan kekakuan ku padanya, aku harus lebih lincah darinya.


Genggaman tangannya dan suara panggilan mesra dan desahan darinya sungguh indah, jujur aku tidak menyukai wanita licik ini tapi entah mengapa melihatnya seperti itu malah membuatku semakin panas dan semakin cepat dan sedikit kasar, menurut yang aku lihat dia tipe menyukai permainan liar.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Hallo guys jangan lupa terus dukung karya Meldy mudah kok, dengan like, komen dan berikan vote. Sebab itu akan membuatku untuk lebih semangat dan menghadirkan yang lebih keren. Oh ya Mel mau bilang untuk beberapa episode Mel akan bahas untuk Elie dan kelvin tapi Juga tentunya Mel bahas Zoya dan Reiner. Nah jika kalian penasaran langsung saja seperti yang udah Meldy bilang untuk dukung juga sertakan vote kalian agar Meldy memberikan kejutan-kejutan di setiap episodenya okay.


__ADS_2