Terpaksa Menikahi Atasanku

Terpaksa Menikahi Atasanku
Eps 42. Elie dan Kelvin.


__ADS_3

Elie menahan kesakitan, entah kemana tujuannya kini yang jelas ia harus terus berusaha untuk mengendarai mobilnya. ‘Bedebah kau Brian! Aku tidak akan tinggal diam, ku pastikan kau juga akan merasakan sakit seperti aku saat ini,’ batin. Elie tidak terima diperlakukan seperti itu.


Perjalanan jauh sudah di tempuh, dia kebingungan harus pergi kemana secara dia tidak mempunyai teman dekat yang bisa ia percayai. “Andai Reiner masih bersamaku, aku bisa mengeluh saat ini kepadanya, dasar wanita sialan, dia sudah merebut Reiner dariku. Kenapa semua orang membuat hidupku menderita! Aku ingin kalian semua merasakan sakit, menderita dan mati mengenaskan.”


Brak! Plak! Elie mengamuk, memukul segala hal yang ada didepannya. Ia teringat satu hal, tempat yang bisa ia datangi. ‘Meskipun belum pasti dia akan menerima kedatanganku setidaknya aku harus mencoba dari pada aku terus merasakan kesakitan, buatlah wajahmu agar terlihat payah, kau pasti bisa Elie.’


Hatinya terus bicara, ia teringat kepada seseorang yang mungkin bisa untuk memberikan tempat sementara untuk ditempati meskipun ia harus merengek dan merayu terlebih dahulu.


Perjalanan yang ia lakukan hampir sampai hanya tinggal beberapa menit lagi. Dan akhirnya sampai. Tanpa menunggu waktu lama dia berjalan keluar dan mengetuk pintu pemilik rumah tersebut.


Tok tok tok.


Lama ia menunggu diluar akhirnya pintu pun terbuka. Dan pemilik rumah itu adalah Kelvin. Elie langsung menangis saat melihat pria tampan didepannya yang sudah berdiri tegak untuk menyambut kedatangannya, dan tanpa aba-aba wanita itu langsung memeluk Kelvin.


Elie berusaha agar terlihat payah, ia berusaha untuk dikasihani. Kelvin yang sejak tadi hanya mematung tanpa membalas pelukan dari wanita itu. Merasa tidak ingin menjadi bahan tontonan nantinya ia akhirnya membawa masuk tamu kedalam rumahnya.


Kelvin melihat Elie dari atas sampai bawah berhubung wanita itu memakai baju tanpa lengan dan celana jeans sepaha. ‘Kenapa tubuhnya dipenuhi luka-luka dan tunggu itu seperti tulisan nama Brian.’


"Vin! Kenapa kau melamun?" ucap Elie.


"Ah tidak, aku hanya sedikit kebingungan melihatmu, datang-datang menangis dan tubuhmu memiliki bekas luka yang cukup serius," sahut Kelvin.


Elie melangkah mendekat. Kelvin mengkerut kan keningnya, ia heran apa yang ingin dilakukan lagi wanita didepannya itu. Perlahan Elie membuka bajunya sampai hanya tertinggal dalaman.


"Kau lihat, terlalu banyak luka ditubuh ku, dan ini masih sangat perih mungkin akibat aku memakai baju," ucap Elie sambil memperlihatkan kepada Kelvin.


Kelvin mengusap wajahnya dengan cepat, antara bingung dan juga kasihan, lalu ia berniat untuk membawa Elie untuk masuk ke Kamar sebab tidak enak dilihat oleh beberapa pelayan rumahnya, bisa-bisa mereka mengira yang tidak-tidak. "Baiklah, tidak perlu lagi memakai baju, ikut aku."

__ADS_1


Elie hanya mengangguk mengiyakan, ia tidak banyak ingin membantah dan mengikuti Kelvin berjalan dibelakang. Sampailah mereka di kamar. Kelvin lalu mengambil peralatan obat-obatan. Lalu dia mendekati Elie. "Kau obati sendiri apa aku?"


Mendengar ucapan Kelvin begitu, Elie tersenyum. "Kamu saja Vin, lagian jika aku juga tidak terlihat semuanya."


"Ah baiklah, terlebih dahulu maaf aku harus mengobatinya," ungkap Kelvin, dan ia duduk tepat di depan Elie.


Elie yang tahu akan diobati oleh pria yang baru-baru ini mengambil hatinya, ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan kali ini. Ia membuka dalaman yang tersisa dibagian dadanya hingga terlihatlah jelas kedua gundukan daging mulus, besar dan menarik. Memang luka itu sangat dalam sampai menyentuh dibagian dada indahnya. Membuat Kelvin menelan ludahnya.


‘Tuhan kuatkan aku dari cobaan yang sangat besar ini, aku hanya ingin menolongnya, tolong jangan naik Jon,’ batin Kelvin.


"Vin, kenapa melamun?" ungkap Elie, ia menyadari jika pria itu sedang menahan sesuatu.


”Ah tidak, berbaringlah aku ingin mengobati mu dan lukamu sangat dalam,” ucap Kelvin. Elie menurut, dan berbaring.


Kelvin mengambil alkohol serta perban dan juga beberapa bahan obat lainnya. Perlahan ia mengusapkannya pada bagian dada yang terluka, Elie mengerti apa yang harus dilakukan. Ia memang terasa kesakitan tapi dia berniat untuk membuat desahan berlebihan. "Aahh ... Vin pelan-pelan."


Lalu Kelvin turun untuk mengobati tempat yang lain, sampai akhirnya ia selesai dan Elie memakai kembali semua penutup tubuhnya. "Tidurlah kau butuh istirahat."


"Baik Vin, aku juga lelah dan terimakasih banyak, kau sungguh pria baik, aku tahu kau sedang menahan diri untuk tidak menyentuhku dan aku salut denganmu meskipun berada langsung di dekatmu," ucap Elie kagum.


"Ah ya tidak masalah tidurlah," ucap Kelvin lalu menyelimuti Elie.


---------------------------------------------


Hari sudah gelap, entah mengapa aku tidak bisa menghilangkan bayangan Elie, bayangan saat aku mengobatinya dan tubuhnya. "Aakhh ... Kenapa aku jadi seperti ini bisa-bisanya pikiranku membayangkan wanita siluman itu, sadar Kelvin kau hanya kasihan dengannya."


Pikiranku terus saja dihiasi oleh wanita itu, jika aku tahu aku tidak ingin menerimanya untuk menginap, entah apa yang sudah terjadi dengannya. Hingga membuatnya bisa terluka parah seperti itu. Aku sedang duduk ditemani dengan secangkir kopi di tanganku. Tiba-tiba Elie datang dan ikut bergabung denganku.

__ADS_1


"Hay Vin," Sapa Elie.


Aku tersenyum dan mengangguk mendengar sapaannya. "Kau sudah baikan?"


"Ah ya sudah sedikit lega, meskipun masih terasa agak nyeri," sahut Elie.


"Baguslah, lalu kenapa kau bisa seperti itu? Maaf jika aku bertanya."


Elie menarik nafas dalam-dalam dan hembuskan. "Aku bertengkar dengan Brian dan dia menyakitiku seperti ini."


Aku menoleh kearahnya dan menatapnya dengan heran. "Kau bertengkar? Dan bisa seperti ini, aku sangat tidak menyangka."


"Begitulah Vin, aku tidak tahu kenapa sifat Brian sangat berubah-ubah, terkadang dia sungguh manis dan baik terhadapku lalu tiba-tiba dia bisa menjadi menyeramkan. Aku sampai bingung harus menanggapinya seperti apa hanya karena kesalahan sepele dia bisa-bisa bersikap kasar dan menakutkan," ucap Elie panjang lebar.


"Hahahaha aku sudah bilang denganmu bukan? Jika dia memang sedikit berbeda tapi tidak masalah itu justru bagus kalian cocok sama-sama menyeramkan dan licik tentunya, bukankah begitu Elie?" ucap Kelvin.


Elie menarik nafas kasar. "Aku tidak akan jahat Vin jika bukan orang lain yang memulainya!" Elie geram.


Aku mendekatkan wajahku ke wajahnya, sangat dekat. "Kau tahu Elie, kau sangat cantik bahkan aku jujur tergoda dengan tubuhmu tapi sayang sikapmu tidak sama dengan kecantikan dirimu, dan itu membuatku kecewa."


"Apa kau menyukaiku Kelvin? Katakan!" ucap Elie sangat penasaran.


"Sudahlah lupakan."


Aku tidak ingin terlalu larut dalam perbincangan konyol ku dengannya, dan aku pun memutuskan untuk pergi melangkah jauh darinya.


*********

__ADS_1


Seharusnya, jangan pernah buat aku mencintaimu hingga pada akhirnya kau membuatku kecewa dengan sikapmu.


__ADS_2