Terpaksa Menikahi Atasanku

Terpaksa Menikahi Atasanku
Eps 125 Love U


__ADS_3

Happy Reading


“Viora, ada apa? Bukannya kamu ingin istirahat?” tanyanya sambil membawaku duduk.


“Awalanya ia tapi aku berubah pikiran, aku ingin jalan-jalan! Bosen banget seharian ini rasanya di hotel terus,” ungkapku dengan raut wajah yang cemberut.


“Baiklah gadis manja, ayo,” ucap Alvero seraya menggandeng tanganku


“Tunggu Al, tadi kamu memanggilku apa gadis manja?”


“Ya Viora, karena memang kamu itu manja apalagi kamu suka sekali merengek-rengek rasanya aku sangat suka jika memberikan nama panggilan unik untukmu, dan aku juga menyukainya. Apa kamu tidak suka Viora?”


“Eh tidak! Kamu berhak memanggilku seperti keinginanmu, Al. Ya sudah ayo kita langsung pergi.”


‘Asal kamu tahu Al, aku mengingat seseorang yang juga pernah memberikan nama panggilan untukku meskipun berbeda tapi aku menyukai jika ada orang lain yang seperti itu,’ batinku seraya membalas genggaman tangannya lalu pergi keluar.


Kelvin sering sekali memanggilku dengan sebutan gadis kecil dan sekarang Alvero yang memanggilku gadis manja. Kenapa rasanya aku tidak bahagia? Seharusnya aku harus bahagia sebab ada orang lain yang juga memanggilku serupa.


Apa mungkin karena orang ini bukan Kelvin? Sampai kapan hatiku bisa sepenuhnya lekas dari jeratan cinta Pangeran. Meski aku selalu dibodohi oleh cinta buta itu namun aku sama sekali tidak berdaya. Seharusnya aku bahagia ada orang lain yang akan memperlakukanku dengan baik namun aku bingung harus membalas perlakuan itu seperti apa.


Alvero yang sudah sangat baik denganku. Apa mungkin dia mencintaiku? Atau hanya baik karena aku salah satu model untuknya. Sampai detik ini aku belum pernah mendengar langsung kalau Alvero mencintaiku. Yah mungkin saja dia tidak mencintaiku. Tidak boleh terlalu berharap aku sendiri belum benar-benar bisa melupakan Kelvin.


Alvero sedang menyetir mobil sedangkan aku sibuk memainkan gadget meski tidak ada percakapan di antara kami berdua tapi aku bisa lebih leluasa berpikir dengan perasaanku. Pernah suatu hari Alvero bela-belain merawat saat aku sedang kesakitan, sampai ia berjaga semalaman, menungguku selesai pemotretan sampai ia ketiduran, menyiapkan makanan saat aku males memasak. Semua itu ia lakukan saat dirinya menginap di apartemenku dulu. Aku selalu berpikir kalau perbuatannya itu karena aku adalah partner kerjanya. Hanya sebatas itu.


Aku melirik kearah Alvero, ia sangat fokus menyetir hingga tidak berbicara sepatah katapun denganku.


“Kenapa diam-diam kamu mencuri kesempatan untuk melirikku gadis manja?” lirih Alvero saat ia menyadari aku sedang melihatnya.

__ADS_1


“Eh! Ngga, siapa yang lihat siapa! A–aku cuma lihat kesamping sana soalnya masih bingung kemana kamu akan membawaku,” jawabku berusaha ngeles.


“Oh beneran? Tapi kok jawabnya gugup gitu, ayo ngaku suka ya lihat aku diam-diam?” tanya Alvero berusaha menggodaku.


‘Astaga, kok aku malah gugup sih, ah masa iya tadi aku jawabnya gugup? Duh malu banget ketahuan 'kan lagi lihatin dia, abisnya sih diem banget itu anak,’ batinku lalu dengan cepat melihat kearah lagi tanpa menjawab ucapannya.


Alvero kembali fokus dengan jalan didepan, yah aku tahu dia memang orang yang super serius dibeberapa hal. Hari semakin sore perjalanan kami masih berlanjut, entah kemana dia ingin membawaku. Sekitar lima menit perjalanan ia membelokkan mobilnya kesebuah danau buatan yang memperlihatkan deretan gedung-gedung tinggi, aku penasaran apa tujuannya membawaku kesini.


“Al, kita kesini ngapain? Bukannya kita mau jalan-jalan? Kupikir kamu akan membawaku ke Mall atau ke taman bermain,” tanyaku kebingungan.


“Hanya duduk sambil melihat suasana keindahan malam di sini, ayo turun,” ajak Alvero lalu turun dari dalam mobilnya.


Aku hanya menuruti perintahnya, lalu ia menggandeng tanganku dan membawa ke meja makan yang bisa ditebak sudah ia persiapkan. Jika orang lain melihat mungkin mereka mengira kami sedang berpacaran. Seperti layaknya sepasang kekasih saling menggandeng tangan lalu mencari udara seperti orang kencan.


Hari semakin gelap. Saat dimana Matahari kembali ke peristirahatannya setelah seharian berjuang memberi sinar kehidupan untuk Bumi. Semburat jingga langit dan pemandangan terbenamnya Matahari selalu bisa menghipnotis setiap insan yang telah lelah melewati harinya.


“Viora,” panggil Alvero.


“Ya Al, ada apa?”


“Lihatlah kesamping mu.”


Aku kebingungan dia menyuruhku melihat kesamping, kearah gedung-gedung tinggi itu. Apa indahnya melihat kesana tapi seketika cahaya begitu banyak sampai menyinari seisi tempat ini. Lalu sebuah gedung memperlihatkan cahaya yang lebih banyak daripada gedung yang lain, dan seketika cahaya berbentuk lingkaran love menghiasi gedung tersebut. Aku sangat kagum tapi aku juga kebingungan ada apa ini?



Alvero lalu menarik kursinya untuk lebih mendekat kearahku. Apa yang terjadi, apa mungkin dia akan menyatakan cintanya untukku?

__ADS_1


‘Mimpi apa aku semalam sampai seorang Pria bisa seromantis ini! Padahal dia terlihat serius dan tidak banyak menggodaku,’ batinku saat sesar bahwa sebentar lagi pasti akan ada sesuatu yang terjadi.


“Alvero, apa sebenernya in–”


Ucapanku terhenti oleh jarinya yang tiba-tiba mendarat dibibir ku. Tentu saja aku kaget dan melihat wajahnya yang lebih dekat denganku.


“Gadis manja, a–aku sebenarnya sudah lama menunggu waktu seperti ini tapi aku tahu mungkin itu terlalu cepat bagimu apalagi aku menyadari kalau aku tidak akan bisa menggantikan sosok Pria itu di hatimu. Viora bolehkah kalau aku mengatakan sesuatu padamu?” ungkap Alvero meminta izin.


‘Oh yah Dewa, kenapa Alvero bisa tahu kalau aku memikirkan Pria lain, apa mungkin dia mengenal Kelvin? Aku tidak menyangka kalau dia akan menyatakan cintanya padaku, bolehkah kalau aku gembira bahwa ada juga Pria yang seromantis seperti ini? Eh tidak-tidak jangan lakukan hal bodoh diwaktu yang tidak tepat, kamu harus ingat bahwa sekarang kamu bukan lagi gadis kecil yang bodoh,’ batinku.


“Viora, kenapa melamun?” tanya Alvero membuat lamunanku buyar.


“Eh, nggak! Tadi mau bilang apa?” Entah pernyataan bodoh apalagi yang kukatakan kali ini.


“Baiklah gadis manja,” ucap Alvero seraya menggenggam tanganku. Lalu Alvero menarik nafas panjang, yang membuatku bingung.


“Bukankah kita hanya sebatas senja dan daratan? Saling melihat tapi tidak saling terikat, saling menatap namun tidak saling menetap. Namun aku ingin kita seperti skincare mu yang tidak pernah lupa kamu pakai dan selalu setia menemanimu agar wajahmu ceria untuk dipandang. Gadis manja maukah kamu menjadi kekasihku dan menjadi pelengkap hidupku?”


“Aku–”


* * *


Apakah ini takdir yang harus ku terima atau ku tolak?


Ada Pria yang mencintaiku, tapi aku harus berbuat apa? (Viora – Alvero)


Diterima ngga yah sama Viora? Duh Author jadi kepengen juga ada yang nyatakan cinta ckckck.

__ADS_1


__ADS_2