
Orang yang kuat adalah orang yang mampu diam saat mengucurkan air mata, lalu mengambil pedang kemudian berjuang lagi.
*******
Reiner melihat apa yang ingin dilakukan wanita iblis itu di depannya, dia selalu mencoba membuka pergelangan tangannya tapi tidak bisa ikatan yang sangat kuat justru membuat tangannya terluka.
-----------------------------------------------
Wanita itu mendekat kearahku tanpa selembar benangpun. " Apa yang ingin kau lakukan wanita iblis ...?" Reiner kesal. Ia perlahan membuka penutup atas ku. "Hanya ingin bermain sayang tenanglah," ucap Elie dan terus melakukan tujuannya.
Aku berusaha menghindar tapi tidak bisa dia mengambil gunting dan terbuka. "Arrghhh ... Kau, kau ingin bermain? Tapi aku tidak akan bermain denganmu dan jangan harap kau bisa puas!" Reiner geram.
"Ayolah sayang lihat sini dong satu, dua ... Cekidot! Apa ini bagus sayang? Tapi menurutku tidak, kita akan mencoba lagi," ucap Elie sambil menunjukkan hasil photo padaku dan ia ingin mencobanya lagi.
Beberapa kali pun Elie mengambil gambar yang diambilnya, ia membuat berbagai macam gaya dengan sendirinya sampai ia benar-benar senang, perlahan ia menjauh dariku dan kembali memakai pakaiannya. "Sayang sepertinya cukup aku juga sangat lelah hari ini dan kau lihat gambar kita bagus tidak?" ucap Elie sambil memperlihatkan padaku.
"Mau kau apakan gambar itu Elie jangan membuat hal bodoh!" Aku tidak yakin jika dia akan mendengarkan ucapanku. Dia justru terkekeh mendengarnya. "Sayang ini bukan hal bodoh justru ini yang sangat menarik, kau tahu jika nanti istrimu melihat ini aku sangat senang Reiner melihat kalian menderita!" ucap Elie murka.
__ADS_1
Aku tidak habis pikir dengan wanita satu ini dia sangat jahat dan licik. "Elie ku mohon jangan perlihatkan gambar itu kepada istriku, kau boleh menyakitiku tapi dengan dia atau kau ingin meminta sesuatu katakan" aku mencoba membuatnya agar mau bernegosiasi. Dia justru menatapku heran. "Apa keuntungan yang akan ku dapatkan dengan mendengarkan mu?" ucap Elie.
Aku tidak tahu apa yang sebenarnya dia mau. " Kau inginkan apa? Tapi tolong jangan sampai istriku melihatnya," ucapku mencoba memastikan. Bukannya dia menjawab malah menertawai ku. "Hahaha Reiner, Reiner tidak semudah itu sayang, kau ingin mengelabuhi ku ya? Kasihan sekali aku tidak mudah tergoda kecuali dengan dirimu dan uang!" ungkap Elie.
Wanita ini lebih licik dari yang kubayangkan, salahkah aku dulu sudah berhubungan dengannya dan sekarang aku harus berhadapan dengan iblis berwujud kan manusia. Bagaimana dengan istriku dia sekarang pasti sangat merindukanku. 'Maafkan aku sayang ku pastikan nanti aku akan memberikan wanita ini pelajaran jika dia menyakitimu bersabarlah aku akan mencoba untuk keluar dari sini.'
Aku tersentak ketika Elie memanggilku. "Reiner! Kenapa malah melamun sayang sedang memikirkan keinginanku ya? Santai saja aku tidak meminta hal yang aneh selain dirimu dan juga uangmu jika kau memang ingin gambar itu tidak jatuh ke tangan istrimu, tapi jika kau tidak mau juga tidak masalah dan ku pastikan istrimu menangis darah melihatnya."
"Kau ...! Tidak akan kubiarkan Elie jika kehancuran hadir dalam keluargaku." Jika saja tangan dan kakiku tidak terikat sungguh rasanya aku ingin membunuhnya saat ini. "Tidak perlu menatapku sedemikian melotot sayang matamu bisa keluar nanti ketampanan mu membuatku tidak bisa melihatnya," ucapnya.
Elie mendekatiku perlahan mengusap pipiku, ia mencoba menggodanya, ia semakin mendekat dan memberikan kecupan untukku. Aku berusaha sebisanya menolak dan memalingkan wajahku bergantian tapi pergerakannya terus berusaha untuk semakin menciumiku.
Apa maksudnya dia ingin diriku sedangkan dia tidak melihat dirinya seperti apa lancang sekali dia. "Jangan menghayal terlalu tinggi Elie nanti bisa jatuh dengan hayalan mu sendiri."
"Justru itu aku sekarang sudah jatuh kehilanganmu dan aku mencoba membuat kalian merasakan jatuh sepertiku dan ini kau lihat nomor ponsel ini bukankah ini nomor istrimu sayang? Kau bisa menebaknya apa yang ingin kulakukan jadi jangan mencoba bermain denganku," ucap Elie sambil menunjukkan ponselnya.
Deg! Bagaimana ini jika memang sampai Elie mengirimkannya untuk istriku, sungguh aku tidak ingin istriku dan juga kandungannya bahaya. Saat ini aku sungguh bingung dengan diriku sendiri, ikatan yang sangat kuat juga tidak bisa ku lepaskan.
__ADS_1
Elie sedang pergi keluar entahlah aku tidak tahu dia kemana, aku terus mencoba berusaha agar ikatan ini bisa lepas. Aku merasakan pergelangan tanganku perih dan sepertinya sudah mengeluarkan darah. Sampai aku mencoba terus dan akhirnya perlahan terbuka, rasa sakit tanganku justru tidak sebanding jika nantinya istriku melihat gambar itu.
Tanganku sudah bisa ku lepaskan tapi Elie malah kembali menemuiku dan terpaksa aku menyembunyikan tanganku. "Sayang kenapa melihatku sangat lama kau merindukan yang tadi ya?"
"Jangan terlalu banyak bermimpi Elie!" ucapku geram.
Elie justru memengang wajahku dengan kasar. "Kau seharusnya bersikap baik denganku Reiner sementara dirimu sekarang tidak bisa melawanku jangan sampai membuatku marah!" ucap Elie geram. Aku justru terkekeh mendengar ucapannya saat ini. "Lakukanlah aku tidak takut ancaman mu."
Dia bangun berdiri sedikit menjauh dan berbalik arah dariku, perlahan aku mencoba menggerakkan tangan berniat untuk melepaskan ikatan kakiku dan akhirnya lepas. Aku mencoba mengambil paksa ponselnya tapi justru dia teriak memanggil anggotanya. Aku berusaha melawan mereka semua terdiri tiga orang tidak terlalu buatku yang lebih memiliki badan tegap dan kekar.
Aku mencoba melumpuhkan mereka tapi Elie datang mengambil kayu besar dan memukul tanganku dengan sangat keras. "Arrghhh!" aku teriak dan seketika ponsel tersebut jatuh dan Elie mengambilnya kembali. Aku melihat dua orang dari anggota bayaran itu ingin bangun kembali menghampiriku, karena tanganku yang sudah sakit tidak kuat melawan mereka lagi, tanpa kupikir panjang aku berlari keluar dari tempat ini.
Saat hendak diluar aku melihat tiga mobil terparkir sejajar termasuk punyaku. Untung saja mobil serta kunci mobilku terparkir diluar, aku memasukinya dan mengendarai mobil pergi dari rumah tua itu. Mengemudikan dengan sedikit perlahan sambil melihat daerah mana yang harus kutempuh.
"Sial ponsel itu justru tidak bisa kudapatkan bagaimana nantinya jika Elie justru melakukan niatnya, semoga istriku bisa mengerti tapi tetap saja pasti akan sangat menyakiti hatinya," Reiner mengamuk dengan sendirinya.
-------------------------------------------------
__ADS_1
Perjalanan yang Reiner tempuh saat memakan waktu, dia sangat ingin cepat-cepat pulang dan bertemu dengan istrinya. Hari sudah semakin gelap ia semakin gelisah dengan istrinya apalagi mengingat ancaman Elie. Tanpa terasa perlahan air mata jatuh, ini yang kedua kalinya ia menangis untuk istrinya. Pria pantang menangis, kecuali ketika segala sesuatu sudah diupayakan untuk orang yang dicintainya.