Terpaksa Menikahi Atasanku

Terpaksa Menikahi Atasanku
Eps 61. Ungkapan


__ADS_3

Happy reading.


≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈


Jam menunjukkan pukul 22:30, dikediaman Reiner.


Mereka baru selesai menikmati makan malam, lalu Reiner membantu istrinya yang sedang membereskan sisa piring-piring yang mereka gunakan.


Setelah semuanya selesai, mereka beranjak menuju ke balkon kamar, sebab tidak baik kalau habis makan terus langsung istirahat. Saat sedang menuju kesana, pikiran Zoya dipenuhi dengan kepanikan yang akan terjadi apalagi ia mengakui semuanya.


Saat semilir angin semilir menerpa tubuh kami, halus membawa kesejukan. Dalam alunan keheningan Reiner merangkul istrinya, terlihat berjuta bintang berkedip menawan. Bertemankan angin yang bersepoy kencang. Kami duduk di balkon kamar seraya melihat keindahan malam, bintang kecil bertaburan di langit, bagaikan cahaya lampu menerangi jagat raya.


Suara jangrik saling bersautan satu sama lain


bagaikan nyanyian merdu. Indah dan sungguh mempesona. Menyejukkan hati saat pandangan mata kami beradu pandang. Reiner terus melihat wajah cantik istrinya, ia seakan dibuat mabuk oleh wanita tersayangnya itu.


Lalu Reiner teringat sesuatu yang seharusnya ia dapatkan jawaban dari istrinya.


‘Ah, bisa-bisanya aku lupa, terus Zoya ngga bilang apa-apa lagi cuma diem, aku tahu nih pasti dia sengaja, karena aku nggak nanya terus dia diem keenakan,’ batin Reiner.


”Sayang..." Panggil Reiner.


Zoya pun melirik. "Kenapa mas?"


"Kamu sengaja ya sayang pura-pura nggak ingat janji kita, aku nggak mau tahu pokoknya sekarang kamu cerita," paksa Reiner.


"Baiklah, aku akan cerita, ngga ada apa-apa sih mas, cuma aku mau bilang kalau tadi itu aku abis pulang dari rumah sakit," ucap Zoya.


‘Semoga kamu percaya mas, aku belum siap untuk beritahu kejujuran dengan Elie, untuk sekarang,’ batin Zoya.


"Rumah sakit? Kok kamu ngga kabarin aku sih yang?" kata Reiner.

__ADS_1


"Aku mau kabari mas, tapi aku lupa abisnya kamu juga lagi marah kan sama aku, jadi gimana mau aku kabarin kamu aja susah buat di ajak ngobrol," sahut Zoya.


"Setidaknya juga harus kabari aku yang, walaupun aku lagi kesal itu juga sudah kewajiban ku untuk mengurus mu, terus yang, gimana kata dokter?" tanya Reiner.


"Syukur calon si kembar kita ngga apa-apa, cuma aku sakit nyeri perut doang kata dokter itu karena efek hamil si kembar sama aku banyak pikiran," ungkap Zoya.


"Syukurlah sayang," sahut Reiner.


Zoya pun tersenyum kearah suaminya begitupun dengan Reiner membalas senyuman manis tersebut.


‘Ada yang aneh dengannya,’ batin Reiner.


"Sayang, kamu ngga lagi tutupin sesuatu kan? Kok aku ngerasa kamu lagi bohong ya," ucap Reiner.


Zoya pun menunduk, ia menyadari kalau dirinya tidak pantas seperti itu dengan suaminya. "Maaf mas."


Reiner mengusap wajahnya dengan kasar, ia sungguh tidak suka keadaan seperti ini. "Ayolah yang, jangan terus seperti ini, apa yang kau takutkan sehingga kau tidak ingin jujur denganku tapi kenapa kau lebih terbuka dengan Kelvin? Apa dia yang kau cintai!?"


"Lalu kenapa kau seperti ini denganku! Apa kau pura-pura mencintaiku," Reiner kesal, ia tidak kuat lagi menahan.


"Mas, kumohon beri aku waktu sampai aku bisa ceritakan semuanya," pinta Zoya.


"Waktu, sampai kapan Zoe!? Aku kecewa denganmu, kau lebih mau terbuka dengan Kelvin daripada aku," Reiner berpura-pura merajuk.


"Kumohon jangan seperti ini, kita baru saja baikan mas, baiklah akan aku ceritakan semuanya tapi tunggu dulu sebentar mas," ucap Zoya lalu beranjak pergi dari balkon kamarnya tersebut.


"Sayang, mau kemana?" tanya Reiner.


"Sebentar mas!" teriak Zoya.


Zoya pergi meninggalkan Reiner sendirian ditempat itu, ia ingin mengambil ponselnya dan ingin menceritakan semuanya, lama ia mencari ponselnya itu, saat sedang diperlukan tiba-tiba menghilang.

__ADS_1


Reiner menunggu sembari menikmati keindahan malam, ia mengambil ponselnya, dan mengotak-atik layar sentuh tersebut. ‘Lama sekali sih yang, aku tambah penasaran jika seperti ini,’ batin.


Sekitar sepuluh menit kemudian, Zoya pun kembali ketempat suaminya berada, ia pun duduk tepat dipangkuan Reiner, sebab sejak dari tadi memang ia duduk di situ.


"Lama banget si yang, kamu cari apa emang?" Reiner penasaran.


"Sesuatu mas, makanya diem dulu," Sahut Zoya.


"Ia nih aku diem cepat kasih tau," Reiner pun menuruti.


"Mas, aku beneran bingung dan malu untuk memulainya," ucap Zoya seraya menunduk.


"Jangan buat aku penasaran sayang, kamu ngga usah malu, kita sudah sah jadi suami dan istri, sini aku liat tempat bayi kalau gitu," Reiner iseng.


Zoya memicingkan matanya, melihat kearah suaminya dengan kesal. "Itu emang kemauan mu, dasar mesum."


"Mesum juga kan kamu suka yang, apalagi ganteng ku mengalahkan aktor tampan Korea Selatan, aduh kok jadi gini sih yang becanda mulu, ayo dong ceritain ... aku udah nyimak nih," sahut Reiner.


Zoya pun menganggukkan kepalanya, mungkin memang saatnya ia harus terbuka, apalagi janji sudah di ucapkan, tidak bisa terus-menerus menghindar, takutnya semakin lama ia sendiri yang akan kecewa.


Zoya menarik nafas dalam-dalam dan hembuskan. Pertama ia memperlihatkan sebuah ponsel miliknya.


Reiner pun kebingungan. "Ini ponselmu yang, terus kenapa dengan ponsel? Ayolah sayang jangan bermain-main terus ... aku makin penasaran nih."


"Kamu ingat mas, hari itu aku tiba-tiba murung padahal kita habis belanja kan, nah mulai dari itu sesuatu yang tidak ingin aku liat pun akhirnya harus terpaksa kulihat. Aku sangat malu mengakuinya kalau aku cemburu dengan masalalu mu, Elie mengirimkan gambar dan itu berkali-kali," ungkap Zoya sambil menunduk, ia memang malu mengakuinya.


"Apa maksudnya yang? Gambar seperti apa yang kau dapat? Ayolah sayang, aku penasaran sekali," ucap Reiner tidak sabar.


"Gambar itu sangat tidak ingin aku liat, dan seharusnya memang tidak mungkin untukku liat, aku bahkan merasa diriku amat menyedihkan saat melihat photo yang jelas-jelas itu kalian habis melakukan penyatuan, dan itu membuatku ingin membunuh Elie saat itu mas, dia mengirimkan photo tanpa busana dan berada dalam pelukanmu, aku tahu mas, kalau dia itu adalah masalalu mu, aku bisa memakluminya tapi tidak dengan aku harus melihat kalian begitu jelas dan itu membuatku sakit, setiap istri akan merasa tersakiti jika melihat suaminya sedang dalam pelukan orang lain meskipun itu hanya sebuah gambar dan juga masalalu, maafkan aku mas, seharusnya aku tidak cemburu berlebihan dengannya," cerita Zoya panjang lebar seraya memperlihatkan photo tersebut.


≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈

__ADS_1


Hallo guys jangan lupa terus dukung karya Author, mudah kok, dengan LIKE, KOMEN dan berikan VOTE. Kalian harus memberikan VOTE. Sebab itu akan membuatku untuk lebih semangat dan menghadirkan yang lebih keren. Nah jika kalian penasaran langsung saja seperti yang udah Meldy bilang untuk dukung juga sertakan vote kalian agar Meldy memberikan kejutan-kejutan di setiap episodenya okay.


__ADS_2