
Happy reading.
≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈
Hadiah tak selalu di bungkus dengan indah. Kadang Tuhan membungkusnya dengan masalah dan penantian, meski begitu, di dalam hadiah itu tetaplah berkah.
*******
(Kediaman Notern)
Hal yang dinantikan oleh keluarga besar Notern, akhirnya hanya tinggal beberapa menit lagi. Pemilik Perusahaan pertama yang paling di Filipina ini mengadakan syukuran untuk cucu mereka, anak dari Zoya dan Reiner tapi bisa dibilang bukan syukuran melainkan pesta sebab akan adanya pesta dansa dan lain-lain.
Beberapa keluarga telah sampai terlebih dahulu ditempat di dalam gedung acara tapi tidak dengan Zoya dan Reiner, mereka berdua sedang bersiap-siap untuk berangkat. Lamborghini Aventador sudah terparkir didepan halaman keluarga Notern dan hanya tinggal berangkat.
Reiner memakai jas hitam dipadukan dengan dasi indah yang sama-sama baru dibeli, sedangkan Zoya memakai gaun warna merah tanpa lengan, kedua pasangan ini sudah sangat sempurna.
Zoya berjalan didepan suaminya sembari memutarkan badannya berniat memperlihatkan didepan suaminya. “Mas, liat bagus nggak?”
Reiner menatap istrinya tanpa sedikitpun ingin berpaling, tiba-tiba dengan tergesa-gesa ia berjalan mendekat kearah Zoya lalu cups! Ia menciumi bibir ranum istrinya dengan rakus. Terus menciuminya, tangannya langsung berjalan kedua bola indah yang sudah siap untuk di remas.
Ia membuka resleting gaun Zoya, lalu ia menghisap dua buah bola indah tersebut, desahan dari Zoya membuat Reiner tidak tahan. Dan tanpa henti ia terus menjalankan aksinya.
“Sayang, kita pergi nanti saja ya, nanggung ni yang,” pinta Reiner.
“Aduh mas, kita mau cepat-cepat ini kita udah di tunggu ah udah nanti lagi yuk cepetan,” sahut Zoya.
“Sayang, tapi aku nggak tahan lihat kamu cantik banget apalagi pakai baju ginian bisa-bisa kalau ada laki-laki hidung belang pasti juga ngga tahan, ganti dulu baru aku nggak lanjutin terus kita langsung pergi,” ucap Reiner memaksa.
“Ngga mau, tetep nggak mau mas, titik ngga pake koma,” Zoya tidak terima.
__ADS_1
“Yaudah sayang, aku lanjutin lagi aja nanggung banget malah,” sahut Reiner.
Reiner jika sudah berkata tentu tidak bisa ditolak, sikap Bos yang dimiliki olehnya membuatnya tidak ingin dibantah. Melihat bantahan dari istrinya, ia langsung tidak terima dan langsung menjalankan aksinya seperti biasa, desahan demi desahan keluar dari mulut manis Zoya.
Hingga akhirnya penyatuan mereka kembali tercipta, meskipun Zoya pasrah tapi ia juga menikmati setiap sentuhan dari Reiner. Nyaman dan nikmat tentunya. Selang beberapa menit mereka telah sudahi aktivitas wajib suami istri tersebut.
Lalu mereka kembali bergegas untuk bersiap-siap sebab acara tidak akan lama lagi akan segera dimulai. Mereka langsung bergegas ketempat acara.
Para tamu undangan telah sampai, begitupun dengan Zoya dan Reiner. Mereka memasuki aula gedung putih dan langsung disambut oleh para setiap hadirin serta memberikan hormat kepada kepada sang CEO juga istrinya tersebut.
Begitupun dengan keluarga More alias keluarga dari Zoya, juga semuanya telah hadir dalam acara tersebut, juga Kelvin serta direksi-direksi atas yang telah diutus oleh keluarga Notern.
Setelah semuanya hadir dan semua orang telah duduk di kursi putih yang indah, langsung saja MC memandu acara tersebut.
“Selamat datang semuanya, para tamu undangan yang telah bersedia untuk hadir ditempat acara penyambutan calon bayi pertama dalam keluarga Notern serta calon penguasa selanjutnya yang akan memimpin Perusahaan Notern seterusnya, berikan tepuk tangan meriah terlebih dahulu,” sambutan dari MC.
“Terimakasih semua, untuk itu saya sebagai MC mengucapkan selamat berpesta dan sebelum kita masuk ke acara pertama, terlebih dahulu kita sambut Reiner Joe Notern, selaku CEO dan juga pewaris tahta dari keluarga Notern, juga istri beliau Zoya Khalisa More, dulunya adalah sekretaris dari Tuan Reiner dan sekarang adalah Nyonya besar dari keluarga Notern, Nyonya muda kita sekarang sedang hamil si kembar calon pewaris untuk kita, berikan tepuk tangan meriah dan saya akhiri seterusnya akan dipandu acara oleh keluarga Notern, silahkan Tuan," sambutan untuk kedua pasangan tersebut.
Lalu Reiner menggandeng tangan Zoya, mereka pun berjalan keatas panggung untuk memberikan sambutan.
“Selamat malam, terimakasih sudah hadir ditempat kediaman Notern dan juga istri saya disamping ini sudah memasuki kehamilan yang ke delapan bulan, sekian dari saya, selamat berpesta semuanya,” sambutan dari Reiner.
Lalu mereka kembali ketempat semula. Alunan musik mengiringi acara mereka. Zoya, Reiner dan Kelvin sedang duduk dalam satu meja.
“Sayang, nanti kau harus berdansa denganku, jangan seperti laki-laki satu itu tidak ada pasangan, dia hanya bisa melihat kita berdansa mesra,” sindir Reiner. Ia berbicara kepada Zoya tapi maksud tujuan pembicaraan untuk Kelvin.
“Heeh Reiner, elu sindir gue kan? Sengaja ngga bawa pasangan biar bisa pinjam istri lu, ya kan Zoe?” ucap Kelvin bercanda.
“Sudah-sudah kalian ini,” Zoya kesal.
__ADS_1
“Enak banget pinjam istri gue,” sahut Reiner.
Acara terus berlangsung, percakapan konyol mereka pun berakhir. Reiner beranjak dari tempat duduknya sedangkan Zoya tinggal bersama Kelvin sementara.
Reiner bangun pergi keluar gedung, celingak-celinguk melihat Steven, tapi tidak ada wujud temannya itu yang datang, padahal acara hanya tinggal berdansa.
“Itu anak nipu gue kayaknya, bilang dateng tapi nggak dateng-dateng, awas aja lu gue telepon,” omel Reiner.
Ia pun mengambil ponselnya, lalu menekan nomor ponsel nama Steven. Suara getaran terus-menerus tapi sambungan panggilan tidak juga terjawab. Reiner kesal setengah mati dengan teman lamanya itu. Ia terus menunggu, juga berharap kedatangan Steven dan Claudia.
Lalu Reiner menghubungi kembali Steven Samapi berkali-kali tapi tetap tidak ada sahutan panggilan balik dari temannya itu.
“Sialan Steven, dia menipuku bilang datang, awas aja elu, gue bakalan dateng langsung ke apartemen elu nanti,” amuk Reiner.
Lalu tiba-tiba Zoya berjalan kearah suaminya, melihat suaminya yang tidak karuan sendirian. “Kenapa mas? Aku lihat sepertinya kamu sedang menunggu seseorang,”
“Ya sayang, aku sedang menunggu teman lamaku datang, dia bilang dia datang tapi sampai sekarang tidak keliatan,” sahut Reiner.
“Kita tunggu saja mas, ayo kedalam tidak nyaman jika pemandu acara berada diluar seperti ini,” ajak Zoya.
Reiner pun menurut, lalu mereka masuk kembali kedalam aula gedung. Setibanya mereka semua org yang mempunyai pasangan sedang berdansa, tidak ingin ketinggalan Reiner pun mengajak istrinya berdansa bersama.
Kelvin hanya mematung melihat lihainya kedua pasangan itu berdansa, Reiner yang menyadari jika mereka sedang dilihat, ia pun sengaja melirik kearah Kelvin seraya mencium manis istrinya.
Zoya yang menyadari jika suaminya sedang memanasi Kelvin, ia hanya tertawa melihat tingkah dua pria yang sangat berarti untuknya itu.
≈≈≈≈≈≈≈≈≈
Jangan lupa terus dukung aku guys, dukungan kalian sangat berharga untukku. Karena kalian yang terbaik tentu aku akan menghadirkan yang terbaik.
__ADS_1