Terpaksa Menikahi Atasanku

Terpaksa Menikahi Atasanku
Eps 126 Cinta bisa melakukan segalanya


__ADS_3

Happy Reading


“Baiklah gadis manja,” ucap Alvero seraya menggenggam tanganku. Lalu Alvero menarik nafas panjang, yang membuatku bingung.


“Bukankah kita hanya sebatas senja dan daratan? Saling melihat tapi tidak saling terikat, saling menatap namun tidak saling menetap. Namun aku ingin kita seperti skincare mu yang tidak pernah lupa kamu pakai dan selalu setia menemanimu agar wajahmu ceria untuk dipandang. Gadis manja maukah kamu menjadi kekasihku dan menjadi pelengkap hidupku?”


‘Dia sungguh menyatakan cintanya padaku, rasanya aku ingin menangis sebab seumur hidupku belum ada yang langsung memintaku menjadi miliknya,’ batinku terkagum-kagum.


“A–aku! Tolong beri aku waktu untuk menjawab semuanya. Al, apa kamu mau?”


“Baiklah gadis manja, tentu saja kamu perlu waktu untuk menjawabnya. Tidak apa-apa aku bisa mengerti,” jawab Alvero mudah paham.


“Terimakasih Al.”


“Ya sudah ayo kita makan mumpung masih anget! Terus nanti kita langsung ke pesta,” ucap Alvero seraya menyerahkan sajian sedap di depanku.


‘Maafkan aku jika membuatmu kecewa karena jujur hatiku belum bisa terbuka untukmu, tapi Al, aku pasti akan mencoba agar aku bisa mencintaimu,’ batinku.


Aku tahu kalau ini menyakiti hati seseorang tapi mau bagaimana lagi ini aku sungguh belum bisa mencintai Alvero meskipun ia selalu baik terhadapku dan selalu ada untukku namun sama sekali aku tidak punya perasaan terhadapnya selain sebagai teman dan juga Bos.


Meski sulit untuk membuka hatiku tapi aku akan selalu melihat semua pengorbanan dan kasih sayang yang telah kamu berikan karena tidak mungkin aku membodohi dirimu dengan cinta yang palsu.


------------------------------------------


(Alvero Li Xizing)


Semua keberanian ku kerahkan demi cinta yang sudah lama ku nantikan. Saat pertama mendengar Viora ingin jalan-jalan keluar aku langsung mengutus orang untuk membuat semua rencana agar aku bisa menyatakan cinta padanya. Namun aku sedikit kecewa saat jawaban tidak memiliki kepastian.


Aku tahu kalau orang yang aku cintai belum bisa mencintaiku namun apa boleh buat meski cintaku bertepuk sebelah tangan aku akan tetap mengejar hatimu sampai nanti aku bisa memilikimu seutuhnya. Kelvin menjadi orang yang paling beruntung mendapatkan cinta dari orang yang sangat kucintai, tapi dia begitu bodoh sampai menyia-nyiakan Viora seperti saat ini.


Aku mengenal Kelvin. Dalam dunia bisnis dia adalah musuh gelap ku, selalu saja aku bertikai dengannya meskipun memang wewenang kekuasaannya lebih tinggi dariku namun itu bukan satu hal penghalang, jika dia selalu menjadi musuh dalam dunia kerjaku maka sekarang dia juga menjadi musuh dalam cintaku. Sedikitpun aku tidak akan membiarkannya merebut apa yang menjadi milikku.




Cintaku seluas hamparan padang pasir.


Rasa sayangku itu sebanyak butiran pasir.

__ADS_1


Tulus dari hati yang terdalam.


Ku persembahkan itu hanya untukmu.


Tak sadarkah dirimu.


Aku mencintaimu lebih dari apa yang kau tahu.


Aku yang telah menjadikanmu bagian terpenting dalam hidupku.


Dan aku yang mencintai dengan sepenuh hati.


Ada aku yang mengharapkanya.


Ingin menggenggam hatinya dengan mesra.


Dengan segenap rasa yang ku punya.


Andai kau tahu.


Aku mengejarmu dengan langkah yang tertatih.


Terus mencintai walau hati terasa letih.


Tapi kau lebih memilih cinta yang jelas-jelas


sudah menyakitimu.


Tak bisakah kau mengenalinya?


Bukan dia melainkan aku.


Hatiku yang terbang dengan separuh sayapnya.


Atau 'kan tetap kau biarkan hatiku sakit dalam cinta


yang bertepuk sebelah tangan.


-Meldy Ta (Alvero – Viora)

__ADS_1


------------------------------------------------


(Zoya Khalisa More)


Aku dan Reiner sedang bersiap-siap untuk menghadiri pesta ulangtahun Kelvin, yah meskipun pesta itu campur tangan suamiku. Saat ini aku masih merias diriku didepan cermin sedangkan suamiku dia sedang mandi. Meskipun ia meminta untuk mandi bersama namun aku tidak mau karena takut bukan mandi saja yang terjadi tapi penyatuan yang membuat kami bisa-bisa jadi terlambat.


Saat sedang memakai blush-on tiba-tiba Reiner keluar dari kamar mandi tanpa sehelai benangpun membuatku membelalakkan mata melihat dirinya berjalan polos seperti bayi tapi bedanya adik kecilnya sangat menantang begitu besar dan keras.


Bukannya mengambil handuk melainkan lalu-lalang di depanku membuatku ingin tertawa tapi juga malu didepannya.


“Bee! Kamu sengaja yah?!” tanyaku ngegas karena melihat tingkah konyol yang ia buat.


“Sengaja apa sayang?! Handukku mana? Perasaan di sini. Ah ya sini dulu deh keringkan badanku dulu,” sahut Reiner tanpa merasa berdosa sedikitpun.


“Ihhh kamu kebiasaan! Lagian kamu yang tarok handuk di sini terus kamu nggak tahu. Ya udah balik badan biar aku keringkan,” omel ku seraya mengambil handuk.


‘Untung suami tampan terus idaman, kalau ngga entahlah mati aku ngeliat tingkahnya,’ batinku.


“Ngga mau sayang, maunya dari depan kamu. Cepat aku dingin ... Nanti aku peluk kamu nih!” sahut Reiner begitu bawel dan tidak sabaran.


“Kamu itu yah lain kali kalau mau mandi ambil handuk dulu atau ngga suruh aku. Ini main nyosor aja. Sengaja pastinya 'kan? Kamu goda aku terus kita bakalan telat datang ke pestanya,” ucapku yang masih terus-menerus mengomelinya seraya mengeringkan tubuh dan rambutnya.


“Aku ngga sengaja sayang! Isss kamu galak banget deh akhir-akhir ini. Padahal datang bulan ngga tapi kok bisa galak gitu sih yang?” sahut Reiner yang tidak ingin mengalah.


“Aku galak biarin! Supaya kamu itu ngga bandel Bee, udah nih pakai terus celana baru aku pakaikan baju kamu nanti,” perintahku seraya menyudahi mengeringkan rambutnya.


Ingin aku beranjak kembali ke meja rias tapi langkahku terhenti saat tanganku ditahan olehnya membuatku tidak bisa bergerak lalu Reiner membawa tubuhku untuk duduk kembali disampingnya.


“Bee! Apalagi?! Nanti aku nggak kelar dandannya, ah kamu udah cepet pakai terus baju sama celana jangan ngga ada pakaian gini. Jangan buat aku tergoda, aku ngga mau nanti dandanan ku jadi rusak,” omel ku tidak terima dengan tingkah konyolnya.


Bukannya menurut justru ia mengambil pakaiannya lalu menyerahkannya padaku. “Sayang, pakaikan bajuku, biar kita cepat siapnya,” ucap Reiner seraya berdiri di depanku dengan tangan terbuka lebar seperti bocah yang meminta manja pada ibunya.


“Bee, isss kesel sama kamu untung cinta!”


* * *


Cinta yang kupunya bertepuk sebelah tangan


Cinta yang kupunya hanya perasaan yang kurasa sendiri. Dia mencintai orang lain, teramat mencintai. Dan tidak akan pernah bisa membalas cintaku

__ADS_1


(Alvero Li Xizing – Viora Lausy)


Si Alvero gara-gara cinta jadi puitis lalu bermain 'kan syair untuk cintanya yang tidak ada kepastian. Bedanya Reiner dengan kelakuan bocah mesum yang sengaja menggoda Zoya. Duh Author jadi cinta sama Reiner ckckck. Bagaimana dengan kalian? Sertakan kesan dan dukungannya guys.


__ADS_2