Terpaksa Menikahi Atasanku

Terpaksa Menikahi Atasanku
64~ S3 duka dan bertemu si kembar


__ADS_3

H A P P Y R E A D I N G


Alice pun tahu harus melakukan apa. Kemudian ia membawa Alvero kedalam pelukannya sambil mengusap rambut pria itu dengan penuh kelembutan hingga Alvero membalas pelukan dengan erat lalu menangis di bahunya Alice.


“Tenanglah ada aku di sini bersamamu,” ucap Alice dalam pelukannya.


“Alice, berjanjilah satu hal bahwa kau akan ikut denganku untuk membawa Claudia kembali,” ungkap Alvero dengan begitu serius.


“Aku tidak bisa melakukannya, maafkan aku,” lirih Alice dengan pelan.


Alvero yang mendengarnya justru kesal, ia mengeraskan rahangnya lalu memberikan tatapan tajam kearah Alice. “Memangnya kenapa? Dia adalah adikku dan itu artinya dia juga adikmu jika kita menikah nantinya. Ayolah kau harus ikut denganku. Atau aku tahu kamu punya dendam dengannya karena kamu pernah berhubungan dengan Steven. Apa mungkin sekarang kamu sudah menyukai pria itu? Jawab?!”


“Tidak! Bukan karena itu tapi, karena adikmu sendiri yang tidak menyukaiku bahkan ia ingin kita berpisah jadi untuk apa aku membantumu membawa kesini,” sahut Alice sembari membuang muka.


“Arrghh! Jika dipikir-pikir ini memang sulit. Satu sisi kamu dengan Claudia yang tidak berbaikan lalu aku dengan Steven. Jika pun aku membawa Claudia kembali pasti dia tidak akan mau apalagi setelah aku menentang hubungannya. Lalu caranya aku harus bagaimana?” tanya Alvero dengan begitu bodoh.


Saat mereka sedang berbincang-bincang tiba-tiba seorang pelayan datang dengan rasa panik. “Maaf, Tuan, Nyonya. Nyonya besar sekarang sedang pingsan setelah beliau meminum sesuatu. Bahkan mulutnya berbusa, Tuan!”


Alvero dan Alice saling melotot saat mendengar ucapan tiba-tiba oleh pelayan. Mereka pun langsung bergegas pergi menuju ke kamar mamanya. Namun, saat tiba di sana mamanya sudah dalam kerumunan semua pelayan hingga akhirnya ia datang, seorang pelayan langsung mengatakan sesuatu.


“Maaf, Tuan. Saya harus mengatakan ini bahwa Ibu Anda telah tiada tapi, beliau meninggal sebuah pesan yang sempat kami lihat,” ucap seorang pelayan laki-laki sembari menundukkan kepalanya.

__ADS_1


Alvero langsung mendekati ibunya sambil menangis bahkan ia tidak sempat menerima surat tersebut hingga Alice yang mengambilnya. Duka pun kembali datang di hari yang sama, di hari di mana papanya pergi lalu sekarang ibunya pun ikut. Acara pemakaman pun kembali di adakan. Alvero begitu terpukul ia bahkan terduduk lemas tanpa ikut membawa ibunya ke pemakaman. Detik itu pula Alvero berjalan ke dapur ingin mengambil sesuatu namun Alice pun tahu hingga ia bergegas menyusul.


Sebuah pisau dalam genggaman Alvero yang tinggal siap untuk di tusukan ke tubuhnya namun, dengan cepat Alice menahan tangan Alvero dengan kuat hingga pisau itu terjatuh ke lantai dan Alvero terduduk lemas dalam tangisan.


“Jangan lakukan hal bodoh, Alvero! Aku mencintaimu. Jadi kumohon jangan apalagi anak di dalam kandunganku ini membutuhkanmu,” ucap Alice sembari memegang wajahnya.


“Lalu apa artinya lagi, Alice. Semuanya telah pergi. Papa, mama, Claudia. Mereka meninggalkanku lalu untuk apa lagi aku ada,” sahut Alvero sembari menyembunyikan tangisannya bahkan menoleh kearah lain.


Alice pun paham, ia memberi pelukan dari belakang. “Ada aku di sini, dan selamanya aku akan bersama denganmu. Jika orang lain pergi meninggalkanmu maka aku di sini yang akan menemanimu. Alvero, satu-satunya jalan hanya berbaikan bukan kematian. Jika kamu memaksa mati saat belum waktunya. Maka nanti roh mu akan terus merasa sakit bahkan merasa bersalah. Jadi kita akan memulainya dengan lembaran yang baru apalagi aku membawa surat dari ibumu mari dengarkan biar aku bacakan.”


Alvero menganggukkan kepalanya. Alice langsung membuka selembar surat tersebut, lalu membawanya langsung.


Alvero, anak gantengnya Mama. Setelah kamu membaca ini mungkin Mama sudah tidak bisa lagi di sisimu. Mama minta maaf jika selalu mengomel, menghebohkan suasana bahkan Mama yang sengaja membuat adikmu pergi. Setelah papa pergi dan kamu bersumpah untuk membawa adikmu kembali kesini rasanya sungguh hati Mama tidak bisa terima sebab dia dari rahim maduku itulah sebabnya Mama begitu sakit hati jadi aku mengambil kesimpulan untuk lebih baik pergi daripada menanggungnya sendirian apalagi jika nantinya kamu juga akan meninggalkanku. Nak, jangan putus asa, dan hiduplah bersama Alice. Sekarang Mama tenang sudah ada orang yang menemani kamu bahkan Alice sudah mengandung. Untukmu, Alice. Jangan pernah kecewa anak saya sekalipun dia memang menyebalkan. Mungkin cuma ini yang bisa Mama ucapakan jika kalian ingin membawa Claudia kembali bawalah, nak. hiduplah bersama. Mama sayang kalian berdua. Surat dari Mama.


“Menangislah, Alvero. Aku tidak bisa berbuat banyak hal tapi, jika sudah seperti ini situasinya maka aku akan mau mengikuti mu untuk membawa Claudia kembali. Aku janji," ucap Alice. Mereka berdua pun larut dalam kesedihan.


...----------------...


Di sisi lain, Kelvin, Viora dan sepasang pasangan kekasih sedang melakukan perjalanan ke tempatnya Zoya. Mereka berdua langsung kesana meskipun barang mereka semua di antar oleh supir pribadi pulang kerumah Ibunda. Tanpa memberitahukan sebelumnya mereka tiba di sana. Pelayan pun berlari untuk memanggil majikannya dengan rasa senang saat melihat Kelvin datang.


Zoya dan Reiner pun keluar lalu langsung memberikan pelukan kepada Kelvin juga yang lainnya meskipun saat tiba di bagian Claudia, Zoya sedikit heran hingga akhirnya ia juga memberikan pelukan kepada wanita itu.

__ADS_1


“Loh, kok enggak ada yang mau kabarin kami kalau mau datang? Jadinya bisa di jemput,” ucap Zoya sembari tersenyum.


“Maafkan, kami Zoe. Eh enggak di kasih duduk nih? Kebiasaan deh Zoe, langsung nanya duduk dulu kek,” omel Kelvin yang langsung duduk tanpa di suruh hingga membuat Viora menjewer telinganya.


Mereka semua pun duduk tapi, tidak dengan Claudia. Ia justru bersujud didepan Zoya tapi, dengan cepat Zoya mengangkat kembali bahunya.


“Tidak perlu seperti itu, Claudia. Peluklah aku jangan bersujud di kakiku,” ucap Zoya sembari memberikan pelukan.


“Terima kasih, Zoya. Memang benar bahwa kamu wanita baik dan juga pemaaf,” sahut Claudia dengan senyuman.


Saat itu juga tiba-tiba si kembar keluar dari kamarnya lalu mereka langsung berlari kearah semua orang. Lalu Kayrren dan Kaylee memberikan salam kepada semuanya dengan memberikan pelukan.


“Hay jagoan. Bagaimana kabarmu?” sapa Kelvin yang langsung menarik tubuh Kayrren ke pangkuannya.


“Aku baik-baik saja, Uncle. Bahkan aku mendapatkan juara pertama debat di kelasku. Tapi, bedanya Kaylee justru ia mendapatkan juara kedua melukis. Bukankah aku lebih hebat, Uncle?" ucap Kayrren berbangga diri.


“Hey! Aku lebih pintar daripada dirimu, kakak jelek!" ledek Kaylee yang sudah bisa berbicara lancar.


“Ya ampun ... kalian berdua itu sama-sama hebatnya di bidang masing-masing,” sahut Uncle Kelvin yang sembari mencolek dagunya Kaylee dengan manja.


__ADS_1


Yuk guys udah update loh


__ADS_2