Terpaksa Menikahi Atasanku

Terpaksa Menikahi Atasanku
Eps 132 Mati demi cinta


__ADS_3

Happy Reading


Tanpa Viora ketahui Kelvin mendengar semua yang gadis pujaannya katakan, ia berada di balik pintu toilet sembari melakukan hal yang sama, menangis.


Kelvin ikut-ikutan menangis saat ia mendengar semua ucapan Viora. Hatinya sakit bagaikan teriris pisau yang tajam. Ia pun sudah mengerti kenapa gadis kecilnya begitu membencinya sekarang.


“Maafkan aku Viora, setelah semua kesalahanku mungkin kamu tidak bisa memaafkan aku, tapi meski begitu aku sangat mencintaimu dan aku menyadari bahwa memang sudah seharusnya kamu bertingkah seperti ini. Aku memang pantas untuk dijauhi sekali lagi maafkan aku,” ucap Kelvin pelan-pelan dalam tangisannya. Lalu ia pun pergi menjauh dari tempat itu.


* * *


Hati mana yang tidak sakit melihat Pria yang kita cintai jatuh kedalam pelukan orang lain, apalagi sampai mengetahui mereka telah saling menyatu dalam desahan nikmat. Itu sungguh menyakitkan dan tidak dapat di obati dengan mudah. Begitulah yang saat ini yang sedang Viora rasakan.


Dirinya bukan lagi gadis kecil yang dulu yang tidak pernah tahu apa itu bercinta, namun dia sekarang sudah mengetahui banyak hal dari sosok Pria yang selama ini menjadi pujaan hatinya sudah sangat melukai perasaannya.


Menangis dan terus menangis itulah yang Viora lakukan yang masih berada dalam toilet, tapi tiba-tiba ponselnya berbunyi hingga membuat dirinya tersentak. Ketika melihat nama panggilan tertera nama Alvero.


‘Alvero? Duh! Dia pasti cemas sebaiknya aku langsung keluar dari sini,’ batin Viora merasa bersalah, lalu mengangkat panggilan masuk.


“Hallo,” sapa Viora dibalik ponselnya.


“Hey gadis manja, kamu lagi di mana? Aku lihat Kelvin tadi keluar dari arah belakang terus kamu di mana? Bukannya tadi kamu lagi sama dia. Jawab jangan buat aku khawatir, Viora,” tanya Alvero dengan kekhwatiran berlebih.


“Iya Al, aku tadi sama dia. Baiklah sekarang aku kesana, tapi aku mau kita langsung pergi dari pesta. Ku mohon,” sahur Viora dengan suara serak.


“Hey apa kamu menangis? Sepertinya sudah terjadi sesuatu. Aku akan menemui Kelvin dan menghajarnya tunggu saja.” Alvero yang tidak kendali ia pun marah lalu mematikan ponsel sebelah pihak.


“Alvero tunggu! Jangan lakukan hal bodoh!” teriak Viora namun percuma sambungan telepon mereka pun sudah terputus.


Dengan rasa takut dan cemas akan terjadi sesuatu Viora akhirnya menghapus air mata tanpa peduli dengan make-upnya yang sedikit menghilang. Lalu ia keluar dari tempat itu dengan berlari sekuat mungkin.

__ADS_1


***


Alvero yang sudah tidak bisa terkontrol emosinya. Ia tergesa-gesa mencari Kelvin lalu tanpa aba-aba ia menghantam satu pukulan yang sangat kuat mendarat di wajah Kelvin. Para wanita yang ada di pesta itu teriak begitupun mereka panik dengan apa yang sedang terjadi.


Kelvin yang juga sedang kesal karena suatu hal, dirinya tidak terima dipermalukan di acara pestanya sendiri. Ia membalas pukulan dengan lebih sadis dan kuat hingga berkali-kali membuat Alvero terpental jauh hingga kesusahan mengatur nafasnya.


Keduanya terengah-engah dalam kesakitan memar-memar di wajah mereka, tapi Alvero tidak ingin mengalah ia bangun meski dirinya yang sangat parah.


“Lo mau bunuh gua silahkan! Tapi ingat Viora ngga bakalan maafin Lo lagi, dan juga Lo harus tahu ini balasan buat Lo karena sudah membuat Viora menangis!” teriak Alvero saat dirinya mencoba bangun dalam kesakitan.


Alvero mencoba mengambil botol minuman yang ada didekatnya meskipun dengan kesusahan ia berusaha sekuat tenaga agar bisa ia raih, namun belum sampai mengambil botol tersebut Kelvin sudah duluan melakukan hal yang sama sebab dia tahu ancaman untuknya lebih besar.


PRANG!


Tanpa rasa takut dan cemas Kelvin lalu memukul kepala Alvero dengan botol minuman hingga akhirnya membuat Alvero tidak tersadar dan mengeluarkan banyak darah dari kepalanya.


Emosi membuat semuanya hancur begitulah yang Kelvin rasakan, namun ia akhirnya menyesal telah melakukan semua itu. Pasti setelah itu Viora tidak akan pernah lagi memaafkan dirinya, itulah yang ia pikirkan. Lalu Kelvin menangis sembari melihat Alvero yang sudah terbaring tidak berdaya dan terus mengeluarkan banyak darah.


“ALVERO!” teriak Viora sembari berlari.


Viora melihat Pria yang sudah menjadi temannya selama ini sedang terbaring tidak berdaya lalu ia bergegas memeluk Alvero tanpa memperdulikan bajunya kotor karena darah.


“Al, bangun! Jangan tinggalin aku! Bukannya kamu janji bakalan tunggu jawaban aku. Pliss bangun ... aku bakalan jawab cinta kamu secepat mungkin, ku mohon bangun!” Viora menangis sejadi mungkin dan ia meratapi seseorang yang sudah ada untuknya akhir-akhir ini.


Seisi pesta berubah menjadi hancur. Suara tangisan dari tamu yang lain yang tidak tega melihat Viora menangis meratapi kejadian itu lalu pihak keamanan pesta pun datang setelah semuanya telah terjadi. Mereka langsung membopong tubuh korban yang sudah tergeletak tidak berdaya.


Viora yang sedari tadi menyimpan kemarahan, ia akhirnya berdiri lalu berjalan kearah Kelvin.


PLAK! tamparan mendarat dengan keras di pipi Kelvin yang sudah merasakan kesakitan terlebih dahulu.

__ADS_1


“Aku muak sama kamu! Kupikir setelah semua yang terjadi tadi kamu bisa mengerti dengan perasaanku tapi apa Kelvin?! Kamu justru membuat orang lain yang tidak bersalah terluka. Kenapa bukan aku yang kamu bunuh?! Ingat baik-baik mulai hari ini jangan lagi nampakin wajahmu di depanku karena aku tidak ingin melihat seorang pembunuh busuk sepertimu dan tidak ada cinta untukmu karena kamu seorang pembunuh!” bentakan Viora dalam tangisnya lalu ia berlari meninggalkan Kelvin yang masih berdiri mematung.


Kelvin pun pergi meninggalkan pesta yang sudah hancur oleh ulahnya sendiri. Melihat itu semua Ibunda Kelvin ingin menyusul kepergiannya, tapi langkahnya terhenti oleh dua pasangan suami dan istri.


“Tante, biarkan Kelvin menyendiri terlebih dahulu karena itu yang terbaik untuknya,” ucap Reiner mencoba menahan.


”Baiklah nak, jujur Tante sendiri masih belum mengerti dengan semua yang sedang terjadi antara mereka, kepala Tante pusing melihat ini,” ungkap Ibunda Kelvin sembari menangis.


“Tenanglah Tan, jangan terlalu banyak berpikir itu tidak baik untuk kesehatanmu nanti. Kita cukup berdoa saja semuanya akan baik-baik,” ucap Zoya mencoba menenangkan sembari merangkul mencoba Ibunda Kelvin.


“Terimakasih nak, kalian sudah membuat Tante tenang. Tante mohon nanti bujuk Kelvin karena aku tidak ingin anak itu melakukan hal bodoh yang lain,” pinta Ibunda.


“Baik, Tante.”


* * * *


Jika demi cintamu, aku harus mati terlebih dahulu. Maka aku akan memilih mati untuk membuktikan cintaku. (Alvero – Viora)


Aduh kasihan sama Alvero. Dia meninggal atau hidup yah guys?


a. mati


b. pura-pura mati


c. mati suri


d. koma


e. ngga tahu urusan Author ckckck.

__ADS_1


__ADS_2