
Happy Reading
Rasa kantuk juga membuat diriku ingin tenggelam dalam alam mimpi bersama Viora. ‘Kayaknya emang harus tidur nih, tapi tidur di mana? Di sini cuma punya satu ranjang. Ya udahlah jangan banyak kali mikir mending tidur di samping Viora, lagian nanti kami juga akan menikah,’ batinku.
Tanpa berpikir banyak hal karena aku sudah sangat mengantuk apalagi kelelahan karena sudah berjalan sepanjang malam. Aku memutuskan untuk tidur di samping gadis kecilku sembari memeluk erat tubuhnya.
‘Ingin rasanya aku bisa memelukmu bebas tanpa rasa takut. Mungkin saat tertidur pulas adalah waktu yang tepat untukku berada di sampingmu,’ batin Kelvin sembari gadis kecilnya.
* * *
Malam gelap penuh kalut. Kini telah hilang berganti pagi, di sambut sang mentari. Hati terasa damai. Sang Surya tenggelam dalam lautan berganti dengan pancaran sinar mentari. Kelvin yang masih terlelap di balik selimut sembari memeluk erat gadis kecilnya.
Viora meringkuk erat, ia memeluk Kelvin bagaikan guling miliknya. Mata yang masih terpejam dan kesadaran belum semuanya terkumpul.
‘Aneh kok guling 'nya lebih besar ya,' batin Viora saat memeluk tubuh Kelvin.
Viora mulai membuka matanya perlahan sembari mulai menyadari lengan besar berada di atas perutnya. Ia membelalakkan matanya saat melihat lengan besar itu milik Kelvin.
‘Aduh kok bisa aku sampai tidur satu ranjang sih? Eh bentar bajuku kok lain? Perasaan semalem bukan pakai ini deh. Apa jangan-jangan ...,” batin Viora curiga seraya membuka selimut yang menutupi tubuhnya bersama Kelvin.
Tubuh Viora yang terus bergerak membuat Kelvin bangun dari tidurnya. Gadis itu tidak tahu bahwa ia sedang memandangi orang yang sedang berpura-pura tertidur.
‘Evin, coba aja kalau seandainya dulu kamu terima semua cinta aku pasti saat ini kita tidak harus saling bermusuhan. Namun, meskipun begitu aku juga masih mencintaimu walaupun aku ingin kamu menerima kesakitan yang pernah aku alami,’ batin Viora
__ADS_1
“Kenapa lihat aku lama gitu? Makin cinta ya,” ledek Kelvin hingga membuat Viora terkejut.
“Se-se-jak kapan kamu sadar?” tanya Viora dengan terbata-bata.
“Udah lama! Sejak kamu terus mencoba mencuri pandang kearahku. Udah deh gadis kecil, kalau emang kangen ya tinggal bilang aja jangan malu-malu sok gengsi gitu. Lagian nih yah kita juga udah tahukan saling cinta satu sama lain.” Dengan pedenya Kelvin berbicara seperti itu.
“Iihh siapa juga yang kangen? Udah deh mending aku bangun terus pergi dari sini daripada harus terus dengerin omongan yang nggak berguna dari kamu. Oh satu lagi bajuku mana? Enak banget yah main ganti baju orang, pasti kamu yang ganti? Dasar! Kamu pikir aku ini Elie, main buka baju orang sembarangan!” Viora geram melihat Kelvin yang terlalu semena-mena dengan dirinya.
“Pergi aja jalan kaki sana! Lagian mobil di luar juga punyaku, kalau bajumu ambil aja di kamar mandi.” Dengan gampangnya Kelvin berbicara seenak jidat.
“Kok cuma punya kamu? Mobilku kemana?!” teriak Viora begitu nyaring hingga membuat Kelvin menutup telinganya.
“Pagi-pagi itu siapin teh atau apa sarapan buat calon suami, bukannya malah teriak. Terus mobilmu itu semalam udah di bawa pulang sama Mama kamu, jadi yah ya udah bukan salahku.” Kelvin juga kesal meskipun ia selalu menahan tawa saat melihat Viora geram dengan dirinya.
“Heh kalau mau di anterin itu ya nurut jangan paksa orang. Kalau nggak udah sana pulang aja sendiri, jalan kaki kek, naik taxi atau gojek. Ribet banget!” Kelvin bukannya membuat Viora senang justru semakin membuat gadis kecilnya marah.
“Dasar nggak punya hati! Okay fine aku bakalan pulang sendirian. Awas kalau kita beneran nikah ngga ada yang bisa ganggu kemanapun aku pergi dan privasi hidupku!” Setelah mengatakan itu Viora pun menggantikan bajunya hingga ia keluar dari apartemen tersebut.
‘Jadi Viora semuanya anggap serius padahal aku cuma bercanda buat kerjain dia. Beda banget sama kamu yang dulu, tapi aku nggak bakalan nyerah buat dapetin kamu lagi gadis kecilku,’ batin Kelvin saat melihat Viora benar-benar pergi.
Kelvin bangun dari tempat tidurnya. Ia ingin sekali mengantarkan Viora pulang dan mengucapkan selamat pagi serta perpisahan sayang. Namun, itu hanyalah angan-angan untuk dirinya sebab bukan lagi berbicara soal cinta melainkan mereka berdua sudah seperti musuh bebuyutan yang sangat sulit untuk di satukan.
* * *
__ADS_1
Sudah berselang seminggu setelah kejadian pertemuan mereka hingga tidur satu ranjang. Meskipun pernah tidur seranjang, tapi bukan adengan yang keluar melainkan perang permusuhan yang terjadi.
Selama satu Minggu sebelumnya Alvero sudah pulih dan sudah melakukan aktivitas seperti biasa. Begitupun dengan hubungan mereka yang masih berjalan baik-baik saja. Meskipun tidak ada cinta yang Viora berikan untuk pacarnya, tapi ia selalu membuat seakan dirinya sangat mencintai Alvero walaupun dengan terpaksa.
* * *
(Acara pernikahan di gelar)
Kelvin sendiri sangat menantikan akan pernikahan tersebut. Namun, berbeda dengan Viora ia merasa khawatir jika sampai perjodohannya di ketahui oleh Alvero, sebab pacarnya itu belum tahu apapun mengenai pernikahan.
Hari yang indah menjadi kenangan yang sangat berharga dan juga sangat di tunggu-tunggu oleh kedua pihak keluarga. Pernikahan yang sebentar lagi akan segera di gelar. Namun, tamu yang hadir hanyalah tamu-tamu pilihan dan tidak di perboleh sebarkan berita pernikahan mereka bahkan di gelar di negara yang berbeda. Sebab kedua pihak keluarga tahu jika orang lain masih mempunyai dendam serta tidak terima dengan pernikahan ini.
Zoya dengan Reiner bahkan tidak ikut hadir dalam acara pesta tersebut sebab Zoya yang sudah masa-masa akan melahirkan tidak diberikan izin untuk terbang jauh keluar negeri. Hanya pihak keluarga mereka yang menggantikan sang anak yang tidak bisa hadir.
Pernikahan tetap megah di hadiri oleh petinggi dari kedua belah pihak Perusahaan Kelvin dan Viora. Bisa di bilang tertutup dari publik hanya khusus untuk orang-orang yang bisa dipercayai.
Dari atas tangga para tamu undangan tercengang melihat betapa cantiknya mempelai wanita yang akan menjadi Ratu sehari bagi mereka. Begitupun Kelvin yang sedari tadi juga sudah menunggu di atas altar. Papa bersama Viora sedang berjalan di atas karpet merah menuju ke atas altar untuk di sambut oleh mempelai Pria.
* * *
Hello guys, sebentar lagi bakalan ending guys S1 dan akan di lanjutkan di season 3 (S3) khusus untuk kisah Kelvin bersama dengan Viora di tambah dengan anak-anaknya Zoya yang akan ikut meramaikan.
Salam sayang ~ Meldy Ta
__ADS_1