Terpaksa Menikahi Atasanku

Terpaksa Menikahi Atasanku
3 ~ S2 Kaylee Reinzo & Kayrren Reinzo


__ADS_3

Happy Reading


“Suami saya akan tetap di sini Dok! Uh ... uuh. Dia akan menunggu saya di sini sebab di luar ada wanita busuk. Aaargh sakit .... tunggu apalagi.” Zoya benar-benar tidak lagi terkendali.


“Se-sebaiknya saya di sini saja. Ayo Dok di aww ... Di lanjut saja.” Ucapanku terputus oleh perbuatan istriku yang berfokus menarik rambutku ketimbang tanganku.


“Baik Tuan. Ibu, bisa langsung fokus terhadap apa yang katakan. Tarik nafas Bu ... Hembuskan!” ungkap Dokter yang memberikan aba-aba.


“Aarhh Bee ....” Zoya berteriak memanggil namaku.


“Ayo Bu, dorong lagi teriak Bu ....” Dokter terus memberikan pengarahan seraya suster yang lain memegang perut istriku.


“Aaaah sakit ... Bee! Aku akan membunuhmu! Ji- ah-jika aku hamil lagi ....” Zoya terus melakukan apa yang Dokter katakan seraya ia terus menarik rambutku.


‘Ya ampun ... Sampai kapan bayiku akan lahir? Jika terus seperti ini rambut Korea ku akan hilang,' batinku.


“Bee ... aku akan membunuhmu!” Lagi-lagi Zoya terus berteriak dengan ancaman mengerikan untukku.


“Lagi Bu, lakukan lagi ayo dorong yang kuat ...,” perintah Dokter.


Huwaa ... Huwaaa .... Huwaaaa. Suara tangisan bayi pertama sudah lahir membuatku melupakan rasa sakit di rambutku.


“Ayo Bu, dorong lagi yang kuat satu bayi lagi sudah terlihat jelas. Ayo Bu ....” Dengan penuh perhatian Dokter terus menuntun istriku.


“Aaa sakit ... Aku akan membunuhmu,” teriak Zoya yang semakin melemah hingga ia kehilangan kesadarannya.


“Syukurlah bayi yang kedua lahirnya perempuan Tuan, apa Anda ingin langsung menggendongnya?” tanya Dokter tersebut.


“Tidak usah Dok, saya akan melihatnya nanti.”


“Baiklah kalau begitu kami akan memandikan bayinya dulu,” ungkap Dokter lalu memberikan pada suster dan beranjak pergi dari sana.


Suster yang lain langsung memeriksa tubuh istriku. Untung saja Zoya hanya pingsan karena kelelahan. Mereka langsung memberikan pertolongan melalui inpus untuk tubuhnya.

__ADS_1


‘Terimakasih sayang, pengorbanan mu begitu besar untukku sampai aku tidak akan pernah bisa melupakan apa yang sudah kulihat hari ini. Meskipun tiap teriakan mu selalu rambutku yang menjadi sasarannya, tapi sakit di kepalaku tidak sebanding dengan sakit saat kamu melahirkan. Demi buah hati kita kamu rela membelah diri agar mereka selamat. Aku berjanji jika kita tidak akan lagi memiliki anak karena melihatmu kesakitan seperti ini sungguh membuatku kecewa. Cepatlah sadar sayang. I love you so much,’ batinku.


Mengusap lembut kepalanya serta menunggu dirinya sadar. Betapa sakitnya ia menanggung semua beban ini dan aku hanya menikmati hasil awal darinya hingga membuat ia mengandung sembilan bulan lamanya. Pesanku untuk para lelaki di luar lihatlah istrimu saat dia melahirkan karena di sana semua bukti cinta ia berikan.


Aku melihat suster sedang membereskan semua barang-barang yang di pakai selama persalinan. Aku lalu berniat bertanya satu hal.


“Sus, bayi kembar saya di mana di rawat?” tanyaku penasaran.


“Oh di sebelah sana Tuan, mari saya antar,” sahut Suster tersebut seraya beranjak pergi.


Aku mengikuti Suster tersebut berjalan. Sudah terlihat dari jauh kedua bayi sedang tertidur pulas. Betapa bahagianya aku melihat mereka.


“Sayang, Daddy di sini sedang melihat kalian. Semoga Mommy cepat sadar supaya kita bisa berkumpul,” ucapku di balik kaca pembatas antara aku dengan bayiku.


Selepasnya aku kembali menemui istriku seraya menunggunya sadar. Cinta dan sayang akan selalu aku berikan untuk Zoya dan juga anak-anakku.


Rasa lelah hingga membuatku hampir ketiduran. Namun, aku di kejutkan dengan kedatangan Steven, Brian, dan Vanny. Mereka ikut menjenguk Zoya yang masih tidak sadarkan diri.


“Hay semua ... mmm maaf gua lupa temuin kalian di luar padahal kalian lagi nunggu di sana.”


“Dan juga Rei, selamat yah sekarang kamu udah jadi Daddy. Aku turut bahagia atas apa yang kamu dapatkan. Sungguh kedatanganku kesini hanya ingin berbaikan meskipun aku tahu dosaku mungkin sangat sulit untuk Zoya maafkan,” sambung Vanny.


Aku pun menganggukkan kepalaku. “Tidak ada perbuatan yang lebih buruk jika tidak saling memaafkan. Aku menerima maaf mu, tapi bagaimana kalian bisa saling mengenal?”


“Terimakasih banyak Rei. Gua sama Vanny sudah berjalan sekitar tiga bulan, sejak Vanny menolongku saat aku ingin mengakhiri hidupku, dan sejak saat itu aku berpikir kalau perbuatan ku salah. Lalu karena itu pula kami dekat hingga akhirnya saling berbagi suka dan duka satu sama lain,” curhat Brian yang mengungkapkan fakta menarik.


“Begitulah Rei, sejak Zoya memusuhiku. Sejak hari itu aku sempat ingin membalasnya, tapi aku merasa terpukul saat sahabatku tidak ada di sampingku hingga semua curhatan tidak dapat ku curahkan. Itulah sebabnya aku menyadari bahwa aku sudah salah menusuk dari belakang sahabatku sendiri,” lanjut Vanny yang sudah berdosa atas perlakuannya.


“Wah ... keren banget kisah percintaan kalian berdua, aku jadi iri. Kalian sama-sama saling pendosa dan kalian di pertemukan untuk saling bahagia. Memang rencana Tuhan tidak ada yang tahu. Andai aku bisa cepat-cepat mendapat jodoh,’ timpal Steven merasa kagum dan patah hati karena jomblo.


“Tenang brother, semuanya butuh waktu dan pasti cepat atau lambat Lo bakalan dapet jodoh,” sahur Brian seraya di ikuti senyuman oleh kami semua.


“Hiks gua begitu terharu dengerin Lo ngomong gitu, Brian. Aduh gua keluar dulu deh nggak tahan sesak di dada meratapi diriku seorang jones di sini,” sahur Steven dengan kekonyolannya.

__ADS_1


“Dasar gila itu anak,” umpat Brian hingga menggelengkan kepalanya.


Perbincangan singkat terjadi hingga akhirnya tangan istriku bergerak dan mulai membuka matanya. Betapa bahagianya aku melihat istriku.


“Sayang,” sapaku seraya mencium keningnya.


Zoya mulai meraba perutnya yang sudah datar. ”Bee, di mana bayi kita? Aku ingin melihatnya dan sekaligus kita akan langsung memberikan mereka nama.”


“Tenang sayang, bayi kita sudah aman. Mereka lahir dengan selamat, terimakasih sayang. Aku sangat mencintaimu,” ungkapku dengan penuh cinta.


“Aku juga, Bee. Tapi, kenapa wanita busuk itu ada di sini? Cepat usir dia, aku tidak ingin melihat orang yang menusukku dari belakang ada di depan mataku!” Teriak Zoya tanpa memperdulikan orang yang ia katakan sakit hati.


Aku pun memberikan tanda kepada Brian untuk cepat membawa Vanny keluar sampai Zoya tahu kebenarannya. Lalu aku langsung meminta suster untuk membawa bayi-bayi ku pada kami.


Zoya langsung menggendongnya dan memberikan asi untuk pertama kalinya. “Bee, lihat bayi perempuan kita sangat mirip denganmu.”


“Benar sayang, dan jagoan kita justru mirip denganmu. Ini suatu keberkahan untuk kita. Baiklah sayang ayo berikan nama untuknya.”


“Baiklah tapi sepertinya kita harus memiliki nama gabungan karena aku menyukai itu, Bee.”


“Yah aku setuju dengan idemu, sayang. Tapi nama gabungan kita apa?” tanyaku penasaran.


“Ya ampun benar juga. Baiklah aku akan pikirkan sekarang, nama gabungan kita Reinzo, bagaimana?”


“Aku setuju sayang, ya sudah sesuai dengan kemiripan Debay. Perempuan akan ku namai olehku dan laki-laki akan kamu namai sayang.”


Zoya pun mengangguk-angguk kepalanya dengan ide yang aku berikan. Ia sejenak berpikir lalu setelah itu aku tersenyum manis kearahku.


“Aku sudah tahu namanya. Dia akan kuberi nama Kayrren Reinzo, yang artinya pemberi pengasih dan penyayang, itu artinya dia akan selalu menjadi kakak yang menyayangi adiknya,” ungkap Zoya begitu mantap.


“Nama yang indah sayang, baiklah aku akan memberikan nama Kaylee Reinzo, yang artinya dia selalu dipenuhi dengan kemurnian dan kesucian,” sahutku jelas seraya mencium Kaylee.


* * *

__ADS_1


Hallo guys sertakan kesan dan dukungannya, salam sayang untuk kalian. Jika berkenan bisa hadir di kedua karya baruku juga.


__ADS_2