Terpaksa Menikahi Atasanku

Terpaksa Menikahi Atasanku
Eps 6. Semangat


__ADS_3

Entah aku berada dimana tapi tempat ini begitu asing denganku sampai seorang pria mendekatiku. "Hai siapa namamu?" ucap Pria itu memakai baju berwarna merah. "Aku Zoya khalisa More," ucapku padanya.


"Nama yang indah, aku akan memanggilmu khalisa bagaimana?" ucap Pria itu. "Lalu siapa namamu?" ucapku.


"Namaku Reiner Joe Notern, kamu bisa memanggilnya Joe dan sedang apa kamu disini khalisa?" tanya Joe. "Aku juga tidak tahu," ucapku.


Aku memasuki lembah sungai, sungguh indah menurutku. "Khalisa! Jangan mendekati sungai itu tempat itu sangat bahaya," ucap Joe berteriak.


Hampir saja aku menginjakkan kaki disana. "Sungai itu indah, tapi tidak bisa kau masuki dengan mudah," ucap Joe. Seketika aku berpikir. "Tapi Joe aku ingin memasukinya aku ingin mencobanya, bagaimana kalau kita sama-sama kesana," ucapku.


"Tidak Khalisa jangan!" Tanpa aku perdulikan ucapan Joe aku memasuki lembah sungai tersebut dan akhirnya berubah menjadi api. "Tidak!" ucapku berteriak.


--------------------------------------------


Dimana aku ini, lembah sungai, dan siapa Joe syukurlah aku hanya mimpi, sungguh mimpi yang aneh, kenapa dia sangat mirip dengan suamiku, tapi dia baik tidak seperti suamiku, dan apa ini kenapa tiba-tiba Reiner tertidur menggenggam tanganku, apa tadi saat aku bermimpi jadi kenyataan tapi bagaimana bisa kami saling menggenggam tangan, benarkah aku sudah bangun, kadang masih ngehalu lagi ucapku masih dalam keadaan belum sepenuhnya sadar.


"Hei sudah bangun ya?" ucap Reiner.


Aku tidak menjawabnya ku perhatikan wajahnya apa benar aku masih ngehalu, aku mencubit pipiku dan ternyata sakit, tingkahku membuat Reiner tertawa. "Sebentar ya aku panggil Dokter dulu," ucap suamiku.


Menurutku ada yang aneh darinya, kenapa dia tiba-tiba baik, dan lagi tadi dia panggil apa aku, apa harus aku sakit dulu baru dia bisa baik. Dokter datang dan memeriksaku. "Bagaimana dok?" tanya suamiku pada Dokter.


"Istri Anda sudah sembuh, tapi masih harus banyak istirahat, dan jangan bekerja terlalu lelah, usahakan hubungan intim jangan dulu memaksanya Tuan, kalau ingin pulang sudah boleh, baiklah saya permisi dulu ya."


"Terimakasih Dok," ucap suamiku.


"Sama-sama."


Apa tadi Dokter itu bilang hubungan intim jangan di paksakan, asal kau tahu Dok Hingga sekarang aku masih suci. "Mas aku ingin pulang saja," ucapku padanya.


"Baiklah, sebentar ya aku mengurus administrasi dulu" ucapnya.

__ADS_1


"Baiklah."


------------------------------------


Tidak menunggu waktu yang lama sampailah kami di rumah, aku berjalan duluan menuju kamar, kulihat suamiku mengekorku dari belakang.


"Zoe ini obatmu, dan juga nggak usah banyak pikiran dulu istirahat saja sebentar lagi makanan datang aku sudah memesannya untuk kita" ucap suamiku. "Hei tidak perlu menatapku terlalu lama begitu nanti kamu malah tambah suka lagi," ucapnya lagi.


Kring .... Kring ... Ponselnya berbunyi.


Entah siapa yang menghubunginya aku tidak tahu. "Sebentar ya Zoe," ucapnya.


"Hallo sayang ada apa?" ucapnya.


Aku berjalan mendekat sedikit menguping pembicaraannya sudah ku tebak kekasihnya menghubungi. "Maaf aku tidak bisa datang sayang Mommy aku sedang sakit," ucapnya. Aku sungguh terkejut barusan dia bilang apa Mommy sakit teganya kamu hanya baik di depanku.


"Iya sayang nanti pasti kita bertemu sudah ya nanti aku menghubungimu lagi see you" ucapnya mematikan ponselnya, aku bergegas kembali ke tempat tidur. "Siapa yang menghubungimu Mas?" ucapku seolah tidak tahu.


"Ah ini klien kita katanya ingin mengajukan kontrak perusahaan dengan kita, aku bilang nanti saja karena kamu lagi sakit," ucap suamiku.


Aku mendengar langkah kakinya keluar menjauh dari kamarku. Aku menangis lagi, apa memang aku seburuk itu hingga kau kasihan padaku. Apa aku bisa membuat kamu mencintaiku, hingga detik ini aku sangat mencintaimu meskipun perlakuan kamu tidak tulus untukku.


Otakku lelah, hatiku patah, aku menginginkan kedamaian, aku menuju balkon dan duduk menikmati keindahan malam dan angin segar malam hari, aku terdiam mengingat semuanya, aku berusaha tegar tidak menangis saat itu, kupikir ini lebih baik dari sebelumnya.


Kring .... Kringg ... Kringg.


Suara handphoneku ternyata Kelvin menghubungiku.


"Hai cantik sedang apa?" ucapnya dari sebrang sana.


"Aku sedang duduk Vin, coba tebak aku dimana?" ucapku berusaha lebih tegar dan tidak mengingat sesuatu. "Dimana ya? Di ruang televisi, oh bukan sepertinya di Kamar," ucap Kelvin.

__ADS_1


"Salah sekarang aku sedang di balkon Kamar" ucapku dan terkekeh. "Oh ya sama siapa di situ, kau tidak takut ini sudah malam dan nanti kuntilanak datang" ucap Kelvin mencoba menakutiku. "Tidak Vin ini justru menyenangkan," ucapku sambil tertawa.


"Sepertinya kamu senang sekali cantik ceritakan apa yang membuatmu senang kali ini," ungkap Kelvin.


"Tidak ada aku hanya senang ada teman mengobrol saat ini," ucapku berbohong.


"Bagaimana kalau kita melakukan video call itu lebih menyenangkan," ucapku dan langsung disetujui oleh Kelvin. Kami sedang melakukan video call ku perlihatkan suasana malam dari sini sungguh indah.


"Zoe kenapa beberapa hari kemarin kamu tidak mengangkat ponselku? Aku juga kerumahmu, sudah mengetuk pintu juga tapi tidak ada orang," ucap Kelvin.


"Aku tidak tahu kamu datang Vin, dan hari ini aku baru keluar dari rumah sakit," ucapku di sambut historis oleh Kevin.


"Apa! Rumah sakit! Kenapa tidak ada yang memberitahukan aku Zoe, siapa yang menjagamu disana? Bagaimana aku harus tahu keadaanmu nantinya, apa kamu punya nomor ponsel tetanggamu biar aku lebih mudah menjagamu?" Ucap Kelvin tidak henti-hentinya bertanya.


"Kelvin aku tidak apa-apa, hanya pusing karena telat makan, suamiku yang menjagaku Vin" ucapku dengan nada tidak seceria sebelumnya.


"Benarkah Zoe kali ini aku tidak percaya padamu Zoe?" tanya Kelvin.


"Ya dia menjagaku Vin, dia merasa kasihan padaku sudahlah aku tidak ingin membahasnya kali ini," ucapku dan Kelvin paham tentang itu.


"Baiklah cantik aku mengerti, syukurlah kamu tidak apa-apa lagian saat aku bertamu kerumah kamu, pastikan kamu mempunyai nomor ponsel tetanggamu ya," sahut Kelvin membuatku tertawa. "Zoe bagaimana dengan pekerjaanmu , apa kamu jadi bekerja di tempatku?" ucap Kelvin.


"Untung kamu mengingatnya Vin sungguh aku sudah lupa, jadi Vin kapan aku bisa bekerja apa aku harus melampirkan persyaratan dulu," ucapku.


"Tidak perlu Zoe, kau sudah ahlinya dan lagi tugasmu tetap sama seperti di Perusahaan mu dulu, dan satu lagi aku akan memberimu gaji sama seperti di tempat kamu dulu bekerja, aku tahu kemampuanmu seperti apa," ucap Kelvin.


"Wah benarkah aku beruntung sekali terimakasih Pria tampan kau sungguh baik" ucapku dan kami tertawa bersama. "Jika kamu sudah sembuh total kamu sudah bisa langsung bekerja Zoe, tapi apa suamimu tahu?" tanya Kelvin.


"Tidak Vin aku tidak memberitahunya tapi biar saja aku tidak ingin bergantung padanya, lagipula pernikahan aku dengannya tidak ada arti baginya pernikahan ini hanya tertulis di selembar kertas."


"Sudahlah Zoe yang penting kau harus bahagia, ayo semangat!" ucap Kelvin dengan cerita. "Semangat!" ucapku dan kami sama-sama tertawa.

__ADS_1


--------------------------------------------


Tanpa Zoya ketahui Reiner melihat semuanya. ‘Aku turun bahagia melihatmu bisa tertawa meskipun bukan denganku Zoe, maaf aku belum bisa menjadi seperti yang kau inginkan.’


__ADS_2