
“Aku sudah tahu namanya. Dia akan kuberi nama Kayrren Reinzo, yang artinya pemberi pengasih dan penyayang, itu artinya dia akan selalu menjadi kakak yang menyayangi adiknya,” ungkap Zoya begitu mantap.
“Nama yang indah sayang, baiklah aku akan memberikan nama Kaylee Reinzo, yang artinya dia selalu dipenuhi dengan kemurnian dan kesucian,” sahutku jelas seraya mencium Kaylee.
‘Iya nama mereka bagus sayang, tapi lebih bagusnya kalau rambutku tidak berantakan seperti sekarang,’ batinku.
“Bee!” panggil Zoya seraya menepuk pundak ku.
“Eh sayang, kenapa?”
“Ngapain kamu bengong gitu?”
“Anu, anak kita lucu-lucu yah,” sahutku berbohong.
“Iya dong, Mommy 'nya aja lucu banget apalagi debay, 'nya.”
“Mmm sayang, bolehkah aku bertanya satu hal?”
‘Mungkin ngga yah aku bakalan nanya apa yang udah dia sebutkan tadi,’ batinku.
“Ya udah Bee, nanya aja,” sahut Zoya mengiyakan.
“Tadi sewaktu kamu lagi melahirkan sadar ngga sih sayang, pas kamu lagi tarik rambutku?”
“Oh ... itu, sadar kok Bee, abisnya aku kesel lihat perempuan itu ada di sini terus kamu, 'nya malah biarin lagi,” sahut Zoya yang sedang memberikan asi untuk Kayrren.
“Yah ... tapikan sayang dia datang kesini baik-baik loh dan udah ngaku kesalahan dia, tapi tadi kamu lucu loh sayang, sampai Dokter sama suster di sini pada nahan tawa liatin kamu main kekerasan sama aku.”
“Tentu dong! Itu cuma peringatan buat kamu aja supaya nanti kamu sadar kalau aku di sini berjuang begitu sakit pas lahiran. Awas kalau kamu macem-macem sama orang lain bukan lagi rambut yang aku tarik tapi adik kecil kamu bakalan aku potong,” ungkap Zoya, membuatku menelan ludah mendengarnya.
__ADS_1
“Ya ampun sayang, kok kamu jadi singa betina beneran yah ... Kejam ihh Mommy Kaylee.”
“Apa kamu bilang, aku singa betina? Dasar kamu kera mesum! Awas kamu aku cincang habis adik kecil yang di bawah tuh biar nggak bisa keluyuran.” Dengan sekejap Zoya berubah jadi liar.
‘Ya ampun aku jadi kera mesum. Semoga Kaylee besar nanti membelaku dari kekejaman Mommy 'nya,' batinku.
“Sayang, anu, kok wanita tersayang ku ini jadi makin galak begini? Kamu sehatkan sayang?” tanyaku seraya mengecek suhu badannya.
“Iya Bee, apasih pikir kamu aku itu sakit? Denger yah sayang, aku bakalan galak sama siapapun yang coba nyakitin kita, soalnya aku udah pernah janji setelah Debay lahir, mereka yang membuatku harus bertindak lebih kerasa untuk siapapun yang gangguin rumah tangga kita,” ungkap Zoya dengan tegas.
“Bagus sayang, jadi aku tidak perlu lagi takut ada orang yang gangguin kita soalnya sekarang sudah ada singa betina, ckckck.”
“Bee! Dasar kera mesum!” teriak Zoya seraya tersenyum.
“Sudah sayang, aku cuma bercanda kok. Udah kamu mending lanjutin kasih susu Kayrren terus langsung istirahat biar nanti pas kita pulang aku yang gantiin minum susu yah ... uhh istri singa betina ku,” ledek ku seraya beranjak keluar sembari membawa kaylee kembali tidur.
“Dasar kera mesum!” Zoya juga tidak ingin kalah meledekku.
Senyuman terpancar di raut wajah kedua pasangan suami istri itu. Reiner langsung memberi kabar kepada keluarga dan mertuanya tentang kelahiran Kayrren dan Kaylee hingga kedua keluarga mereka kembali pulang lebih cepat dari resepsi pernikahan Kelvin dan Viora. Zoya juga sudah di perbolehkan untuk kembali ke kediaman mereka.
(Kediaman Reiner)
Reiner sedari tadi menemani sang istri yang sedang istirahat. Satu persatu orang terdekat datang mulai dari teman-teman hingga para pegawai kantor yang sengaja datang hanya untuk melihat pewaris Notern telah lahir.
Di ujung sana Brian bersama dengan Vanny memberanikan diri untuk berkunjung meskipun Vanny telah di tolak mentah-mentah oleh Zoya. Namun, tekadnya tidak menyerah agar bisa berbaikan dengan sahabatnya itu.
Reiner melihat kedatangan mereka dan langsung menyambutnya. “Hello Brother, Vanny. Mari silahkan masuk.”
“Terimakasih, Reiner,” sahut kedua pasangan tersebut.
__ADS_1
Vanny langsung menyapa semua orang yang ada dalam kediaman mereka dengan sopan begitupun dengan Brian. Mereka langsung melihat Kayrren yang sedang tertidur pulas sedangkan kaylee sibuk bermain dengan Oma dan oppanya.
“Mmm Rei, istrimu di mana?” tanya Vanny terlihat seperti ketakutan.
“Oh Zoya, ada tuh di ruang TV lagi istirahat. Kenapa mau temuin dia biar aku temenin?” jawab Reiner berniat baik.
“Nggak usah deh Rei, biar aku aja ketemu sendirian. Lagian juga ini permasalahan kami jadi sebaiknya biar di bicarakan empat mata,” ungkap Vanny.
“Ya udah kalau gitu gak apa-apa,” sahut Reiner memberikan izin.
Vanny langsung beranjak pergi menemui Zoya, ia memang sangat ingin menyelesaikan masalahnya dengan baik-baik tanpa adanya lagi permusuhan diantara mereka. Dengan mengumpulkan keberanian dan keyakinan dirinya menemui Zoya tanpa ada siapapun yang menemani.
Terlihat Zoya sedang tertidur di depan televisi yang masih menyala sendirian. Vanny berniat membangunkan Zoya.
“Zoya ... Zoe .... Bangun ini aku,” ucap Vanny dengan pelan-pelan.
Menunggu beberapa saat dan akhirnya Zoya pun bangun. Namun, bukannya senyuman yang Vanny terima saat Zoya terbangun melainkan ancaman yang sangat besar.
Zoya mengambil pisau buah yang tergeletak tidak jauh dari tempat ia berada. Ia lalu hampir menancapkan pisaunya di dada Vanny. Namun, Zoya menahannya.
“Mau apa kamu datang ke sini?!” tanya Zoya.
“Zo-zoya, tolong jauhkan senjata itu dariku sebab aku kesini baik-baik bukan ingin bermusuhan denganmu, percayalah.” Vanny mencoba membuat Zoya tenang.
‘Aku tidak akan mudah percaya dengan teman busuk sepertimu, yang bisanya cuma berteman denganku dan menusukku dari belakang,’ batin Zoya.
“Heh! Dulu kamu yang ingin menusuk senjata itu jadi sekarang giliran ku yang akan melakukan hal sama denganmu! Jadi sebelum aku bertindak lebih jauh sebaiknya kamu pergi dari kediamanku,” bentak Zoya seraya mendekatkan pisaunya tepat di leher Vanny.
“Aku tidak akan pergi, Zoya. Karena sekarang aku tidak akan menjadi musuh mu melainkan menjadi temanmu lagi. Aku tahu jika kesalahanku dulu belum bisa di manfaatkan tapi aku tetap akan selalu mencoba untuk membuatmu sadar kalau akan menjadi Vanny seperti sahabatmu.” Sambil menangis Vanny mencoba membuat Zoya mengerti.
__ADS_1
“Bunuh aku jika memang itu yang akan membuatmu memaafkanku, namun ingat satu hal Zoya, kalau aku akan selalu mencoba menghantui mu sebab saat ini aku sudah jujur dan ingin menembus semua dosa yang telah ku lakukan padamu. Dan satu lagi sebelum kamu membunuhku alangkah baiknya dengerkan kenapa aku bisa kembali ke jalan yang benar. Brian, karena dia 'lah aku bisa bertobat dari dosa yang sudah ku perbuat. Untung saja Tuhan begitu baik dan menghapuskan rasa benci pada hatiku.” Vanny mengungkapkan perasaannya.