Terpaksa Menikahi Atasanku

Terpaksa Menikahi Atasanku
51~ S3 Istriku gadis kecilku Dipertemukan & beri hukuman


__ADS_3

H A P P Y R E A D I N G


“Loh? Viora! Kamu kenapa menangis?” tanya Claudia dengan begitu penasaran bahkan nada cemas dari suaranya.


Viora menahan senyumnya. “Hikss ... Hubunganku dengan Kelvin. Claudia! Aku tidak bisa mengatakannya ....”


“Ya sudah kamu sekarang lagi di mana? Biar aku langsung menuju kesana. Apa Kelvin ada bersamamu?” tanya Claudia dengan begitu cemas.


“Dia sedang ada di sini. Sebaiknya jangan kesini karena nanti percuma aku tidak bisa curhat apapun denganmu. Ah ya, bagiamana kalau nanti malam kita ketemuan? Mungkin aku juga akan menginap di hotel denganmu. Bagaimana, Claudia?” ungkap Viora dengan begitu pintarnya drama meskipun ia terus-menerus menahan tawanya.


“Ya sudah baiklah, aku tunggu nanti malam ya. Kirimkan saja alamatnya supaya aku datang,” sahut Claudia.


“Terima kasih, teman. Ya sudah aku tutup teleponnya ya Kelvin lagi jalan kesini.”


“Oh! Baiklah.”


Sambungan panggilan pun terhenti. Viora, Kelvin, dan Steven tertawa lepas saat melihat Viora begitu pintar berakting.


“Duh ... Pinter banget istriku ini, kiss dulu dong, Pookie,” ucap Kelvin dengan sengaja di depan Steven.


“Astaga! Rugi gue duduk di sini,” ketus Steven yang langsung bangkit dari duduknya saat melihat kedua sahabatnya sedang bermesraan.


...----------------...


Malam pun tiba, di sisi lain. Claudia sedang menunggu Viora datang. Ia bahkan sengaja datang lebih cepat karena sangking penasarannya. Namun, ia terus celingak-celinguk melihat kedatangan Viora bahkan mengecek notifikasi ponselnya namun, juga tidak ada daftar panggilan maupun pesan dari Viora.


“Duh ... Udah lima belas menit di tunggu apa Viora kenapa-kenapa ya pas mau kesini, atau enggak ada kendaraan? Di telepon juga dari tadi enggak di jawab, beneran ajak ketemuan apa enggak sih?” kesal Claudia sembari terus menatap ponselnya.


Dari arah lain, Steven menatap Claudia yang sedang menunggu Viora. Namun, justru yang datang adalah dirinya. Dengan perlahan Steven berjalan mendekati hingga akhirnya ia tepat berdiri di belakang Claudia.


“Claudia,” sapa Steven.

__ADS_1


Claudia langsung menoleh kebelakang. Namun, betapa terkejutnya ia melihat seseorang yang sangat ia kenal tapi, sekarang begitu membuat hatinya kesal. Ia memilih melangkah pergi namun, dengan cepat Steven menghentikan langkah dengan mencekal lengannya.


“Mau apa lagi kamu?" tanya Claudia tanpa menatap wajah Steven.


“Aku ingin katakan sesuatu tolong jangan pergi,” tahan Steven yang belum mau melepaskan tangan Claudia.


“Untuk apalagi? Apa untuk menyakitiku? Sebaiknya pergilah lagipula aku sedang menunggu Viora bukan dirimu. Jadi lepaskan tanganku,” sahut Claudia.


“Aku yang mengundangmu lewat Viora. Maafkan aku mengajakmu secara seperti ini. Ball, tolong jangan pergi, aku hanya ingin mengatakan sesuatu.“ Steven semakin menahan bahkan pelan-pelan menarik tangan Claudia untuk lebih dekat dengannya.


“Ball? Lupakan panggilan itu. Lagipula apalagi yang akan kamu katakan? Memintaku untuk kembali menjadi istri keduamu, begitu? Jangan pernah berharap aku akan menerimanya,” ketus Claudia yang semakin kesal.


“Tidak, bukan itu, Ball. Mari kita duduk supaya kita berbicara lebih tenang,” ajak Steven yang terpaksa langsung diikuti oleh Claudia.


Mereka berdua pun duduk meskipun tidak begitu dekat. Bahkan Claudia terus membuang muka untuk tidak melihat Steven. Meski begitu, Steven mencoba mendekatkan dirinya.


“Ball, tolong tatap mataku. Sejujurnya aku kesini ingin meminta maaf. Memang maaf tidak cukup tapi, aku tidak tahu harus melakukan apalagi. Saat aku mengatakan kalau anak dalam kandungan Alice adalah anakku ternyata bukan. Dia anak orang lain, jadi apa kamu memaafkan aku?” ungkap Steven sembari memegang tangannya Claudia.


“Aku salah, bahkan aku tidak tahu jika dia sengaja membohongiku lagipula masalah kandungan aku sama sekali tidak mengetahuinya. Ball, kamu sudah tahu jika aku bukan ayahnya lalu apa sekarang kamu belum bisa memaafkanku?”


“Tidak! Aku juga tidak akan memaafkan mu meskipun kamu yang bukan ayahnya. Kau tahu, Baly? Aku bahkan menunggumu untuk tidak memberikan mahkotaku kepada orang lain padahal aku selalu menghabiskan waktuku di Club malam saat kita sedang berpisah dulu tapi, aku selalu menjaganya. Lalu sekarang kamu dengan mudahnya meminta maaf dariku. Meskipun kamu tidak sempat menghamili wanita itu tapi, kamu sudah tidur dengannya! Rasa sakit hatiku saat mengingat itu sungguh menyiksaku! Sudahlah apapun yang akan kau katakan aku tidak peduli,” ketus Claudia dengan panjang lebar.


“Tapi, Ball. Aku sudah katakan waktu itu kondisinya sedang berbeda. Ya aku salah sudah melakukannya berkali-kali tapi, tolong beri aku kesempatan. Aku pasti akan menembus semua kesalahanku. Ball, ku mohon ... hiduplah kembali denganku,” pinta Steven.


“Tidak akan! Aku tidak akan memberikanmu kesempatan lagi dengan begitu mudah kecuali satu hal,” sahut Claudia dengan tatapan tajam.


“Kecuali apa, Ball? Katakan cepat aku pasti akan melakukannya,” sahut Steven yang tidak sabaran.


“Kamu yakin akan melakukannya?” tanya Claudia memastikan.


“Tentu saja, Ball. Aku akan melakukannya.”

__ADS_1


“Baiklah, sebelum aku memberitahukannya bolehkah aku tahu di mana kamu tinggal sekarang?”


“Aku tinggal bersama Kelvin dan Viora. Kenapa memangnya? Kamu juga akan tinggal lagi di denganku? Jika ya aku sangat senang, Ball,” sahut Steven yang langsung tersenyum ceria.


“Tentu saja tidak. Jadi nanti aku akan datang ke kediaman mereka setia hari selama dua jam untuk melihatmu,” sahut Claudia yang sudah tidak begitu memandang Steven dengan kekesalan.


“Asyik ... Jadi kamu akan setiap hari mengunjungi ku? Terima kasih, Ball. Kamu begitu perhatian denganku. Apa itu artinya kamu sudah memaafkanku?" sahut Steven bahagia bahkan refleks memeluk Claudia.


“Hey! Jangan mencari kesempatan! Aku tidak ingin perhatian denganku tapi, aku akan datang ketempat mereka hanya untuk memastikan apakah kamu akan melakukan semua persyaratan yang akan ku berikan. Jadi aku pikir aku langsung menjelaskan. Pertama, setiap harinya kamu harus berendam di dalam kolam, boleh istirahat untuk makan dua kali. Kedua, saat malam tiba waktu tidurmu hanya ada dua jam jadi selebihnya kamu harus terus berendam selama satu Minggu penuh. Jika sehari kamu menolaknya maka hukuman mu bertambah dua kali lipat,” ungkap Claudia dengan tegas.


Steven menelan ludahnya. “Ball, apa kamu ingin membunuhku pelan-pelan?”


“Hukuman bertambah berendam di laut!” tegas Claudia sembari melipatkan tangan di dadanya.


“Ya ampun ... Tapi, jika aku boleh tahu untuk apa hukuman semua itu?” tanya Steven dengan cemas.


“Untuk menghilangkan semua kotoran di tubuhmu dengan wanita lain. Jika kamu melanggar hukuman meskipun sehari jangan berharap aku akan mau bertemu denganmu lagi. Oh ya, sepertinya cukup, aku harus pulang. Jangan menahan ku atau hukumanmu akan bertambah,” tegas Claudia, saat Steven ingin menarik tangannya namun, dengan cepat niat itu terhenti.


Claudia pun pergi, sementara Steven hanya tersenyum sembari melambaikan tangannya walaupun Claudia tidak membalasnya.


Langkah malas pun Steven lakukan, ia benar-benar bernasib sial. “Bisa-bisa aku mati kedinginan apalagi makan dan tidur hanya bisa dua kali, ah sial!” gumam Steven sambil menendang apapun benda di depannya.


...----------------...


Hayo ... Siapa nih yang sering kasih hukuman sama suami/pacarnya? Hehe.


Oh ya sambil menunggu update yuk baca novel Author yang lain di jamin seru, kisah tentang Aland dan Arabella.



Author beritahu, ada tangan jahil yang sengaja menurunkan rate untuk novel MTP, aneh ya guys sama orang yang ingin menjatuhkan orang lain. Jika kalian mampir sertakan dukungan. Salam sayang semuanya.

__ADS_1


__ADS_2