
Happy Reading
“Iya-iya! Aku cerita sayang. Sebenarnya Claudia itu cuma teman aku tapi dia pernah jatuh hati sama aku sayang,” ucap Reiner dengan kejujuran.
“Apa?! Jatuh hati sama kamu, Bee? Kok bisa?” tanya Zoya terus-menerus dengan sangat penasaran.
“Iya sayang, awalnya aku pernah punya pe–perasaan juga sama Claudia tapi itu dulu sayang sewaktu kami masih SMA, kalau sekarang jujur aku nggak ada rasa apapun lagi sama dia. Awalnya kami bertemu kembali itu karena Steven, dia juga temanku,” ungkap Reiner dengan fakta yang benar.
“Jadi mereka berdua itu teman kamu tapi kok mereka nggak kasih tahu yah sama aku?” tanya Zoya dengan sedikit curiga.
“Sayang, mungkin saja mereka tidak tahu kalau kamu istriku. Dulu aku tidak mengatakan tentang Claudia karena bagiku itu tidak penting tapi sekarang kamu juga sudah kenal dengannya. Sebaiknya kalian bertemanlah aku mendukungnya sayang, sebab Claudia orang yang baik dia peduli dengan temannya.”
“Baiklah Bee, kalau memang dia teman yang baik aku akan berteman dengannya, untunglah rasa curiga ku ternyata salah untukmu. Aku minta maaf Bee, hatiku sudah berpikir yang tidak-tidak,” ucap Zoya seraya mengusap wajah Reiner.
“Tidak apa-apa sayang, wajar jika kamu curiga. Oh ya sudah jam lima sore sebaiknya kita langsung bersiap-siap bukankah malam ini pesta akan dimulai? Dan satu lagi sayang jika nanti kamu kelelahan lalu tidak ingin melanjutkan pesta sebaiknya cepat katakan padaku,” ungkap Reiner memperingati istrinya.
“Baiklah, Bee.”
Kedua pasangan suami-istri itu memutuskan untuk bersiap-siap karena mereka tidak ingin terlambat untuk menghadiri pesta ulangtahun Kelvin.
-------------------------------------
(Viora Lausy)
Penerbangan yang sangat memakan waktu yang lama, aku sudah kembali ke tempat di mana Zoya dan juga para temanku yang lain tinggal dan saat ini sedang berada disebuah hotel. Sebetulnya aku tidak ingin kembali tapi karena masalah pekerjaan yang mengharuskan aku untuk kembali. Setelah memutuskan untuk berhenti kuliah, aku akhirnya terjun menjadi seorang model, tekad ku yang kuat akhirnya membuahkan hasil.
__ADS_1
Sekitar sebulan aku akan berada di tempat yang seharusnya tidak lagi kuinjak karena bagiku tempat ini sudah mati semenjak kepergian ku dulu, tapi semua kata-kataku harus ku tarik kembali bahwa aku telah kembali meskipun hanya sementara. Masalah pekerjaan tentunya aku harus profesional, ditempat yang penuh kekecewaan ini aku diharuskan untuk melakukan pemotretan di beberapa tempat tentu saja aku harus menyetujuinya.
TRINGG!
Suara notifikasi sebuah catatan. Dibalik layar ponselku sebuah catatan tanggal lahir seseorang yang tiba-tiba berbunyi. Aku ingat kalau dulu aku selalu menyimpan tanggal ulangtahun Pangeran, sama seperti saat ini, catatan itu berbunyi apabila sudah pada waktunya dan itu jatuh hari ini. Hari di mana aku kembali. Meskipun aku tidak ingin lagi berpikir tentangnya tapi entah kenapa aku merasakan kalau takdir selalu membawaku untuk terus mengingat dirinya.
‘Ternyata Kelvin hari ini ulangtahun apa mungkin ia membuat perayaan? Zoya juga tidak mengabari apapun, haruskah aku datang jika nantinya memang pesta dibuat? Tidak Viora jangan bodoh! Kamu sudah berjanji pada dirimu sendiri kalau kamu akan melupakan Pangeran,’ batinku seraya melihat notifikasi yang baru masuk.
“Viora, kenapa melamun?!” tanya Alvero yang berada di sampingku.
“Eh! Nggak Al, aku cuma pusing mungkin karena kecapean,” sahutku berusaha ngeles.
“Ya udah kalau gitu kamu istirahat terus. Oh ya aku hampir lupa bilang nanti malam kita harus menghadiri sebuah pesta, dan sebentar lagi gaunmu akan dikirim kesini, aku sudah memesannya untukmu,” ungkap Alvero membuatku penasaran.
“Pesta?! Pesta apa?”
“Baiklah, Al.”
Alvero memutuskan untuk keluar dari kamarku, dia adalah Bos ditempat kerjaku sekaligus temanku. Usianya 26 tahun selisih lebih muda aku lima tahun. Perusahaan yang sedang ia kelola adalah milik keluarganya, ia diharuskan untuk melanjutkan perusahaan yang telah ada. Ajakan untuk menjadi model adalah keinginannya karena ia pernah melihatku putus asa oleh cinta hingga membuatku bosan untuk melanjutkan pendidikan.
Alvero Li Xizing (Al/Vero)
Setelah Alvero keluar, aku masih memikirkan tentang suara notifikasi. Kenangan dengan Kelvin begitu banyak hingga aku menuliskan semua tempat untuk menyimpan sesuatu yang menyangkut dengan dirinya. Entah kenapa hatiku sangat ingin menghapus semua yang menyangkut dengannya tapi aku tidak bisa, tanganku tidak berdaya jika harus semua kenangan ku lenyap 'kan.
__ADS_1
“Aaarrghh! Apa-apaan ini kenapa aku bisa dilema seperti ini? Padahal aku sudah berjanji pada diriku untuk melupakan semua yang ada tentangnya tapi kenapa aku bisa begitu bodoh seperti ini,” gumam ku dengan frustasi.
Setelah berpikir matang aku pun mengambil keputusan yang tidak akan pernah ku sesali. Mengambil ponsel lalu menghapus semua catatan yang berhubungan dengan Kelvin.
“Ini langkah yang tepat Viora, mulailah pada dirimu sendiri jangan lagi bodoh karena kamu sudah bisa sejauh ini hingga membuat dirimu bisa seperti sekarang,” gumam ku setelah semuanya ku lenyap 'kan.
Setelah semua catatan itu musnah aku beranjak lalu duduk didepan cermin besar, melihat diriku yang sekarang. Semuanya sudah berubah mulai dari penampilanku, warna rambutku serta bentuk dadaku yang lebih besar. Efek dari sering olahraga, sering mengkonsumsi vitamin serta banyak melakukan paduan perbesar buah dada di tempat salon kecantikan membuahkan hasil yang maksimal.
Itulah diriku yang sekarang. Tentu saja aku harus bisa melanjutkan hidupku meski kekecewaan amat sakit. Setelah memantapkan diri serta pikiranku terasa lebih tenang, aku berjalan keluar ingin menemui Alvero. Rasanya sangat tidak pantas mengabaikan dia seperti tadi padahal dia sudah banyak melakukan apapun untukku.
Perlahan aku memasuki kamarnya karena memang hanya bersebelahan dengan kamarku. Dari jarak yang tidak jauh aku melihat dia sedang termenung sendirian di atas balkon. Entah apa yang ia pikirkan aku berusaha untuk lebih mendekat.
“Al,” panggilku seraya menyentuh bahunya.
“Viora, ada apa? Bukannya kamu ingin istirahat?” tanyanya sambil membawaku duduk.
“Awalanya ia tapi aku berubah pikiran.
* * *
Hatiku tetap untukmu meskipun kamu sudah menemukan orang lain. Aku tidak akan menyerah sekalipun aku harus mati untuk merebut cintamu kembali. (Kelvin – Viora)
Jangan salahkan aku apabila nanti aku akan menusuk hatimu, pergilah dan jangan lagi mencariku karena semuanya sudah berakhir. (Viora - Kelvin)
Aku tahu hatimu tidak pernah ada untukku tapi yakinlah bahwa aku akan selalu ada untukmu meski kamu selalu menolak ku. (Alvero – Viora)
__ADS_1
Sertakan kesannya guys, jangan lupa beri dukungan dan aku akan memberikan kejutan salam Meldy