
Happy Reading
Namun berbeda dengan Claudia, ia terlihat panik hingga menjauh dari kumpulan mereka lalu berjalan keluar. Entah siapa yang ia tunggu sampai begitu lama ia berdiri diluar pesta. Tanpa seorangpun yang melihat ia menemui seseorang yang tidak diundang dalam acara pesta tersebut.
“Aduh ... kok lama banget datangnya? Capek aku nunggunya tahu,” omel Claudia pada kakaknya tersebut.
“Sabar Clau. Aku juga harus cari cara untuk masuk kesini, kamu pikir gampang masuk ketempat singa kaya gini banyak banget penjaganya sampai aku harus menyamar menjadi pelayan di sini,” omel Elie yang tidak mau mengalah.
“Ihhh kok malah marah sih?! Ya udah sekarang apa rencana kakak?” tanya Claudia memastikan.
Pletak! Suara pukulan ringan tepat di atas kepala Claudia. Elie geram dengan Claudia hingga memukulinya.
“Sini dulu kamu.” Elie menarik tangan Claudia hingga mereka sembunyi disebuah tempat yang tidak seorang pun ketahui.
“Jangan berisik, pelan-pelan aja ngomongnya. Gini aku udah susun strategi jadi nanti kamu usahakan agar Zoya dan juga Viora minum habis gelas yang bakal aku isi racun, paham? Sekarang aku mau masuk ke pesta itu dulu,” ungkap Elie dengan segala caranya seraya melangkahkan kakinya namun baru dua langkah ia berjalan Claudia menarik tangannya.
“Eh bentar dulu, Viora itu yang mana? Aku mau tahu apa racun itu bakalan buat mereka langsung mati?” tanya Claudia dengan kebingungan.
“Mmm ... Viora itu yang sering dipanggil sama Kelvin gadis kecil, nah kamu lihatin tuh orangnya yang mana. Racun itu ngga mematikan tapi bisa membuat bayi dalam kandungan Zoya yang mati dan untuk mereka sendiri hanya tidak sadarkan diri. Ada lagi ngga? Kalau nggak aku langsung kesana keburu mereka nggak mau makan lagi,” ungkap Elie memastikan.
“Bentar kak, Kelvin itu yang mana? Aku nggak kenal sama dia nanti salah-salah orang gimana?” lagi-lagi Claudia kebingungan.
“Ihh kamu ini gimana sih? Bodohnya ketulungan jadi dari tadi kamu berdiri lama di dalam bareng mereka juga ngga kenal yang mana Kelvin, duh Claudia. Ya udah gini deh nanti kamu uji tanya aja sama Zoya yang mana orangnya, paham?” ucap Elie kembali memastikan.
__ADS_1
“Okay paham kak, ya udah kalau gitu kakak hati-hati yah jangan sampai para pelayan di sana nanti curiga.”
“Iya Claudia, aku masuk dulu lewat belakang, sana kamu langsung balik.” Elie pun pergi meninggalkan Claudia yang masih berdiri di sana.
‘Rasain kamu Zoya! Aku ngga sabar lihat anak kamu mati terus nanti kamu nggak sadar diri jadi deh Reiner bakalan cari istri lagi. Emang enak! Itu akibatnya udah jahat sama kakakku dan sekarang kamu harus terima balasan kami. Duh ... aku makin nggak sabar, cepat-cepat masuk ah,’ batin Claudia seraya tersenyum lebar. Dia pun melangkah masuk kedalam dengan senyuman masih menghiasi wajahnya.
-------------------------------------
Semua orang yang berada di pesta itu sudah menanti-nantikan acara utama dimulai tapi Kelvin masih diam dan tidak mengatakan apapun pada MC acara untuk memulainya. Entah apa yang ia tunggu lagi padahal Bunda dan ayahnya sudah hadir di sana. Mereka sekeluarga melakukan penerbangan jauh hanya demi pesta putra tunggal tersebut.
Zoya melihat keadaan Kelvin yang sama sekali tidak semangat akhirnya mencoba menemui Ibunda Kelvin.
“Tante, maaf bisa kita bicara sebentar?” ucap Zoya dengan sopan.
“Oh! Tentu saja.” Ibunda Kelvin setuju lalu mengikuti Zoya.
“Kamu benar Zoya. Tante sungguh tidak kepikiran untung kamu ingatkan, kalau begitu nanti Tante tanyakan. Oh ya, kalau boleh tahu apa kamu tahu penyebab Kelvin bisa seperti itu?”
“Aku tidak tahu pasti, tapi mungkin saja Kelvin sedang menunggu seseorang sepertinya orang itu Viora, dari sejak kemarin-kemarin dia terus merenung dan tidak semangat,” ungkap Zoya dengan sangat jelas.
“Viora?! Teman Kelvin yang kecil-kecil itu, 'kan? Oh Zoya! Tante baru ingat kalau saja kamu tidak kasih tahu sungguh Tante tidak tahu apa-apa nak, berarti benar kata Om kamu, Viora pernah datang kesini. Sebaiknya nanti kami harus segera membicarakan perjodohan mereka. Ini sudah tidak bisa di sepelekan. Baiklah Zoya kalau begitu Tante temui Kelvin dulu.”
“Baik Tante, semangat berjuang,” ucap Zoya seraya menahan tawa karena melihat reaksi Ibunda Kelvin yang sangat antusias sekali.
__ADS_1
‘Kerjaku selesai sebaiknya aku kembali menemui Reiner. Ah rasanya hatiku sedikit lega, tapi bagaimana jadinya jika mereka memang akan dijodohkan? Pasti seru. Ah sudahlah nanti saja kupikirkan,’ batin Zoya lalu ia kembali menemui suaminya.
Rasa cemas dan kekhawatiran seorang ibu pada anaknya memang tidak bisa disepelekan. Mereka para ibu selalu menginginkan yang terbaik pada anaknya begitupun dengan Ibunda Kelvin.
Kelvin yang sedari tadi hanya berdiri mematung dan jauh dari kerumunan orang. Lalu ibundanya langsung menghampiri anak tercintanya itu.
“Nak, hey kenapa di sini? Ayo kesana orang lain sudah menunggumu sejak tadi. Ini acara mu sayang, jangan buat orang lain kecewa,” ajak Ibunda seraya mencoba menasehati Kelvin.
“Iya Bun, sebentar lagi aku kesana. Bunda langsung saja dulu, aku mau di sini sebentar lagi,” sahut Kelvin yang juga tidak mendengarkan ajakan ibunya.
“Sayang, anak Bunda yang paling ganteng. Kamu sedang patah hati ya? Coba ceritakan pada Bunda, mana tahu nanti sakitmu reda. Bukannya dulu kamu selalu kasih tahu apapun tentang Zoya?” ucap Ibunda berusaha membujuknya.
Lama Kelvin terdiam, mungkin ia sedang mencerna kata-kata ibundanya. Hingga akhirnya ia memeluk erat wanita yang paling ia sayangin itu. Lalu Kelvin menangis dengan tersedu-sedu.
“Nak, menangislah jika merasakan sakit walaupun kamu seorang pria. Maafkan bunda mu, seharusnya aku tidak meninggalkan anakku sendirian hidup di sini, tapi itu satu-satunya cara agar kamu dewasa dan mau mengurus Perusahaan keluarga kita, tapi meskipun begitu kamu tetap seperti Putra kecilku. Bunda tahu kamu sedang mengalami banyak cobaan,” ucap Ibunda yang masih memeluk Kelvin yang sedang menangis.
* * *
Kasih sayang seorang Ibu tidak akan pernah pudar meskipun kamu sudah menjadi seseorang yang hebat dan menjadi petarung yang kuat, namun bagi mereka kamu tetap Putra dan Putri kecilnya. ~Meldy Ta
Hati mana yang tidak sakit melihatmu pergi dan sengaja menjauh dariku. Haruskah aku terus merasakan sakit karena menunggumu? Sungguh aku sangat menginginkanmu kembali dan mengisi relung hatiku ini. ~Meldy Ta (Kelvin – Viora)
≈≈≈
__ADS_1
Serem uy denger Elie sama Claudia ckckck benar-benar mereka yah tidak berakhlak\=_\=
Mmm ... Lalu bagaimana dengan Kelvin sibuk galau terus, Author jadi ikutan sedih. Sertakan kesan kalian guys, terimakasih salam sayang.