Terpaksa Menikahi Atasanku

Terpaksa Menikahi Atasanku
67 ~S3 Kebahagiaan


__ADS_3

H A P P Y R E A D I N G


Semua orang terdiam menatap Alice bersama Claudia. Meskipun Steven bersama Alvero sudah menjadi korban hingga wajah mereka sama-sama babak belur. Lalu Alice berjalan-jalan sembari menggenggam tangan Claudia lalu mengangkatnya tinggi-tinggi. Sampai membuat Steven, Kelvin, dan Viora keheranan.


“ Kalian mungkin sama bingungnya dengan kami kenapa tiba-tiba kami berpegang tangan seperti ini padahal sebelumnya kami berdua saling bermusuhan,” ucap Alice sembari melirik kearahnya Claudia.


“Lalu aku berpikir jika semuanya tidaklah berguna hingga pada akhirnya kami telah memutuskan bersama untuk berbaikan. Menjadi silahturahmi kekeluargaan meskipun sulit tapi, akan kita coba. Untuk kita ada hal penting yang sangat ingin kami beritahukan,” sahut Claudia dengan sengaja berlama-lama hingga membuat ketiga orang di sana semakin penasaran.


“Ayolah, Ball. Katakan langsung jangan bertele-tele. Supaya kamu bisa mengobati lukaku ini,” timpal Steven.


“Hey! Adik gue bukan pelayan yang bisa Lo suruh apapun!” kesal Alvero.


“Duh ... Plis deh! Kalian berdua diem dulu jangan dikit-dikit kaya Tom and Jerry. Lama-lama gua tonjok nih satu-satu. Silakan Claudia lanjutkan jangan dengarkan ucapan dua orang gila itu,” kesal Kelvin yang lebih bersikap dewasa di antara semuanya.


Claudia terkekeh mendengar omelan dari Kelvin. Ia pun akhirnya berkata. “Jadi begini supaya lebih cepat. Kita akan melangsungkan pernikahan dua pasangan sekaligus tapi, sebelum itu aku mau Baly, bersama kakak saling berbaikan begitu dengan Kelvin harus saling berbaikan dengan kakakku tanpa adanya penolakan! Karena ini perintah!”


Tegas Claudia membuat Kelvin tercengang. “Kok gua jadi ikut-ikutan saling maaf-maafan sama pria brengsek ini? Enggak deh mendingan enggak usah nikah sekalian kalau begini caranya.”


“Gua juga ogah baik sama Lo!” sahut Alvero tanpa ingin mengalah.

__ADS_1


“Bookie, cepat penuhi keinginannya Claudia untuk sekarang. Ayo cepat kalau enggak nanti malam enggak dapat jatah,” ancam Viora sambil berbisik.


“Duh ... Ancamannya kenapa harus itu sih? Ah kesel!” sahut Kelvin sembari menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.


Claudia bersama Alice mendengar ancaman ampuh bagi Kelvin hingga membuat mereka terkekeh geli. Lalu dengan cepat Viora membawa suaminya untuk saling berdiri berhadapan bersama Alvero. Meskipun Alvero juga menolaknya tapi, melihat Claudia. Ia akhirnya terpaksa bersalaman tanpa mengatakan apapun begitu juga dengan Steven.


Para wanita tahu jika suami dan kekasih mereka tidak bisa saling berbaikan namun, ada rasa syukur di hati meskipun kekacauan saling mengejek tetap terus terjadi tapi, bagi mereka itulah namanya pertemanan di mana saling mengejek tanpa adanya dendam. Bagi orang lain begitu aneh di dengar tapi, bagi mereka hal seperti itulah yang istimewa.


...----------------...


Dua bulan kemudian. Tanpa mereka sadari pertemanan mereka kerap semakin membaik walaupun selalu keluar kata-kata ejekan, saling merebutkan sesuatu bahkan dengan sengaja menganggu Steven bersama Claudia yang sedang pacaran hingga berkali-kali terjadi perdebatan di antara mereka. Berawal dari sana semuanya mulai terasa normal hingga sebuah kabar paling gembira datang dari pasangan Kelvin bersama Viora. Mereka sebentar lagi akan menjadi Ayah dan Ibu bagi calon anaknya nanti.


Tepat hari itu perut Alice sudah terlihat lebih besar. Dia bersama Claudia sedang di rias pengantin berbarengan. Seperti perjanjian mereka akan menikah bersamaan di hadapan Tuhan. Lalu tidak lama dari itu Kelvin sebagai gantinya pendamping wanita dari sebelah Claudia. Lalu Reiner yang sebagai pendamping wanita dari sebelah Alice. Sebab keluarga mereka dengan Reiner telah saling mengenal berkat dari Kelvin.


Pendeta pun langsung mengantar pernikahan tersebut hingga mereka sama-sama bersumpah di depan Tuhan untuk menjaga, mengasihi dan saling melindungi. Sampai akhirnya cincin pun terpasang di jari masing-masing sebagai tanda sudah resmi menjadi sepasang suami dan istri. Sampai di penghujung acara mereka berciuman hingga membuat seisi gedung riuh tepuk tangan.


Semua orang bahagia melihat mereka sama-sama bahagia hingga membuat Claudia bersama Alice terharu bahkan meneteskan air matanya lalu memberikan pelukan untuk suami masing-masing.


Tiba di acara saling bersalaman dan berpose ria. Namun, saat itu dengan sengaja Kelvin mengacaukan pose dengan membopong tubuh Viora untuk berpose di depan hingga membuat kedua pasangan pengantin itu kesal karena mereka terhalang kamera. Begitupun dengan Zoya dan keluarga sama-sama ikut berpose.

__ADS_1


Acara berpose ria selesai lalu kedua pasangan pengantin melanjutkan menyambut tamu-tamu mereka namun, beda halnya dengan Kelvin dan Viora yang sibuk bermain dengan si kembar. Bahkan Kaylee makan dengan lahap tapi, tidak dengan Kayrren yang justru memegang perut Viora.


“Aunty, apa nanti Kayrren juga akan menikah seperti itu?" tanya Kayrren dengan polos sembari memegang perut Viora.


Viora mengangguk-anggukkan kepalanya. “Tentu saja, Kayrren bersama Kaylee akan menjadi Raja dan Ratu seperti itu juga.”


“Wah ... Asyik! Berarti Kayrren harus menunggu Debay lahir baru setelah itu Kayrren akan langsung menikahnya. Benarkan seperti itu, Mommy?” Zoya yang sedang menarik kursi untuk duduk bersama sampai terkejut mendengar ucapan putranya.


Zoya tidak menyahut ucapan putranya sebab ia langsung fokus untuk melayani suaminya mengambil sajian di sana. Hingga membuat Kayrren lebih fokus kepada uncle Kelvin.


“Uncle, lihat Mommy lebih sayang kepada Daddy. Aku jadi cemburu,” kesal Kayrren yang langsung membuang mukanya kearah lain. Namun, saat itu juga Kaylee langsung menepuk pipi kakaknya.


“Hey! Mommy memang lebih sayang kepada Daddy daripada kita berdua tapi, jangan khawatir setelah Debay lahir maka kita akan menikahinya bersamaan seperti itu,” sahut Kaylee sembari menunjuk kearah kedua pasang pengantin.


“Aku ini pria tampan, dan kau wanita jadi aku tidak ingin berbagi Debay padamu, Kaylee!” ketus Kayrren dengan sombong.


Ucapan mereka semua membuat orangtuanya juga Kelvin dan Viora tertawa. Bahkan Kelvin langsung menarik pipi Kayrren dengan gemas. Hingga membuatnya kesal.


“Uncle! Aku ini seorang pria jangan mencubit pipiku! Nanti harga diriku bisa turun di depan Daddy!” ketus Kayrren sambil menjauhkan wajahnya dari tangan jail Kelvin.

__ADS_1


“Ayolah, Kayrren. Daddy mu itu tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan jagoan sepertimu. Lihat dia bahkan mengambil perhatian Mommy mu dengan sengaja,” hasut Kelvin dengan sengaja sambil menahan tawanya.


Reiner mendengar itu langsung melemparkan botol minuman kearah Kelvin. “Jangan cuci otak anakku!” Kelvin tidak menjawab justru ia tertawa menatap Reiner sudah dimusuhi oleh Kayrren, putranya sendiri.


__ADS_2