Terpaksa Menikahi Atasanku

Terpaksa Menikahi Atasanku
Eps 93 Di Kediaman Reiner


__ADS_3

Happy reading.


* * * *


“Terimakasih Zoya, aku senang ada teman sepertimu dan lagi aku juga sedang mencari tahu bagaimana caranya membuat Kelvin jatuh cinta tapi kesempatan ku hilang ....”


“Sama-sama Viora, aku akan membantumu tenang saja, sebaiknya kamu istirahat dan tenangkan dirimu jangan lagi menangis,” sahut Zoya seraya tersenyum.


Aku pun mengangguk seraya menuruti apa yang Zoya katakan, meskipun hatiku masih tidak tenang dan memikirkan Kelvin tapi rasanya setelah terbuka dengan Zoya, aku sedikit lega.


‘Semua bantuan mu akan bernilai untukku, Zoya terimakasih aku akan selalu berpihak padamu,’ batinku.


Aku beranjak dari sana dan pergi masuk ke dalam kamar, merilekskan tubuhku agar bisa bertahan menerima sakitnya hatiku.


-----------------------------------------


(Zoya Khalisa More)


Sedikit prihatin dengan masalah yang sedang dilalui oleh Viora, saat umurnya masih ingin beranjak dewasa ia sudah menanggung beban cinta yang sangat perih.


Aku kembali ketempat di mana suamiku berada, ia sedang duduk di ruang televisi. Dari jarak yang tidak jauh ia melihat aku yang sedang menghampirinya lalu ia melebarkan tangan berusaha untuk menggapai seraya memeluk tubuhku.


“Dari mana aja sayang? Kok lama banget lagi ngobrolin apa emang?” tanya Reiner saat aku sudah dalam pelukannya.


“Biasa urusan cewek, Mas ... boleh tidak kalau Viora tinggal di sini sementara? Tapi kalau kamu keberatan ngga apa aku bisa minta dia nginap di rumah Mami,” ungkapku langsung tanpa berbelit-belit.


“Boleh tapi ... bisa tidak kalau aku tahu alasannya sayang? Yah aku juga kan sedikit kepo,” ucap Reiner seraya tersenyum.


“Di kamar aja Mas, kita cerita soalnya kalau di sini takutnya nanti kita cerita terus tiba-tiba kebablasan ngomong kan jadinya ngga enak di denger Viora,” sahutku jelas.


Bukannya menjawab justru seringai buaya di balik senyum Reiner, aku tahu pasti dia sudah berpikir yang tidak-tidak.


“Kenapa kamu senyum gitu?!” tanyaku sedikit ngegas.


“Ihhh sayang ... jangan galak-galak, tadi kamu yang ajak ke kamar yah tentu aku mau banget, yuk ke kamar sayang kita lihat tempat bayi ....” Tanpa menunggu lama Reiner berniat menggendongku, dia sudah berniat dengan ancang-ancang ingin menggendong.

__ADS_1


Brugg! Satu tinju mendarat di perut suamiku.


“Aku ajak ke kamar bukan untuk itu ... tapi tadi katanya kamu kepo terus mau dengee cerita, ihhh Mas ngeselin!” omel ku berusaha serius.


“Iya sayang iyah ... ah kamu jangan serius gitu aku cuma becanda kok yang,” sahut Reiner sambil tersenyum serta mencium bibirku.


‘Dasar suami mesum pinter banget ngelesnya,’ batinku senang melihat tingkah manis darinya justru membuatku tersenyum lebar.


“Udah sayang ... jangan senyum-senyum sendiri, cinta kan liat suami kamu yang ganteng ini? Ya udah yuk ke kamar kita langsung main eh salah maksudnya cerita sayang,” ungkap Reiner, aku tahu dia sengaja menggodaku.


“Mas ngeselin.”


Aku tersenyum lebar sembari memeluk erat tubuhnya, merangkul mesra seraya memberikan ciuman untuk suami tercintaku.


Seperti rencana kami beranjak masuk ke dalam kamar, lalu aku menceritakan semua yang sudah ku ketahui dari masalah Viora juga tentang kehadiran Elie di sisi Kelvin. Reaksi Reiner malah tidak suka dan menyuruh agar aku tidak mencampuri urusan mereka sebab karena berhubungan dengan Elie.


Tetapi aku menolak, aku tidak bisa melihat sahabatku jatuh dalam lubang sesat meskipun nanti pilihan tetap ada di tangannya namun aku juga harus membuat dirinya sadar betapa bodoh kelakuan yang sudah ia perbuat.


Reiner terus-menerus berusaha membujukku agar tidak terlibat dengan masalah mereka, “Sayang ... aku tidak memberimu izin, bisa-bisa kamu yang di buru sama Elie, aku tidak mau kehilangan mu juga bayi kita nantinya.”


“Aku tahu sayang tapi aku takut jika Elie justru malah membuat sasaran dan menyakiti kamu, aku tidak ingin itu terjadi justru nantinya-” Ucapannya terpotong karena ku.


“Mas dengarkan, aku harus menyadarkan Kelvin dan juga aku sudah berjanji dengan Viora untuk membantunya, biarkan aku menolong mereka sebagai balas budiku karena selama ini Kelvin sudah banyak berkorban untukku, Mas juga bisa ikut kita akan pergi sama-sama menemui Kelvin, kamu mau?”


Helaan nafas berat darinya terdengar olehku. “Baiklah sayang, aku akan mengikuti mu, aku sangat beruntung kamu wanita yang baik, Kelvin juga senang ada sahabat seperti mu, sini sayang cium aku dulu ....” Reiner bahagia dan mencium manja bibirku.


“Mas, apa sekarang saja kita temui Kelvin?”. tanyaku tiba-tiba dan tidak sabaran agar masalah cepat selesai.


Dengan cepat Reiner menggelengkan kepalanya, “Jangan gegabah sayang, kita tidak bisa buru-buru masalah seperti ini biarkan dulu Kelvin bisa berpikir begitupun dengan Viora agar mereka nantinya bisa saling berdamai jika keduanya sudah tenang, sudah lebih baik ... kamu pijitin aku sayang capek nih.”


“Isss kamu ... aku dengerlah kamu selesain ngomong tau-tau suruh pijit ya udah berbaring gih,” sahutku menurut pada suami tercinta.


“Istriku kan baik ... sayang aku boleh cerita ngga?” entah perihal apa Reiner tiba-tiba sepertinya serius.


“Cerita terus Mas, ngga aku larang juga.”

__ADS_1


“Tapi kamu jangan marah yah.”


Aku hanya mengangguk mengiyakan, entah seperti apa curhatan dari suamiku ini aku sangat tidak tahu, terlihat jelas jika dia sedang serius dan tidak ada candaan dari raut wajahnya. Reiner bangun lalu memposisikan dirinya tidur menyamping sambil memelukku.


“A–aku dulu sewaktu masih sekolah menengah atas aku punya temen sayang ... mereka-” ucapan tiba-tiba terpotong.


Kringg ... Kringg .... Kringg. Suara ponsel terus menerus menggagalkan Reiner yang ingin curhat.


“Duh sayang ... angkat gih ribut banget itu yang telepon,” omel Reiner.


Aku langsung mengambil ponsel dan terlihat nama Kelvin tertera pada layar sentuh.


“Hallo Kelvin ... ada apa?”


“Zoe ... tolongin, anu itu Vi–viora Ngga ada di rumah, aku nggak tahu dia kemana tiba-tiba pas aku liat ke kamarnya dia ilang, Viora kerumah kamu nggak?” Tanya Kelvin sangat cemas lewat ponselku.


“Apa Viora? Maaf Vin, dia nggak ada di sini aku juga lama ngga liat dia, eh Vin maaf yah aku lagi buru-buru nih ... aku matiin teleponnya yah bye-bye Vin ....”


“Baiklah Zoe.”


Aku dan Reiner tersenyum karena sudah membohongi Kelvin, biarkan saja dia sibuk mencari gadisnya. Aku sangat kesal dengan semua yang telah ia lakukan selama ini, biarkan dia menyadari semua kesalahannya.


“Kelvin suka banget gangguin kita sayang, aku tadi mau curhat apa yah? Aku lupa nih ...,” lirih Reiner.


* * * * *


Dalam dekapanmu aku berdesah


Berteriak menyebut namamu


Menggenggam tangan saat kita melayang


Mari sayang kita terbang bersamaan


Dan keluar berbarengan

__ADS_1


(Zoya–Reiner)


__ADS_2