Terpaksa Menikahi Atasanku

Terpaksa Menikahi Atasanku
Eps 72. Reiner gelisah, Zoya kesal


__ADS_3

Happy reading.


≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈


Acara sambutan telah selesai, para tamu undangan sudah berjalan pulang, hanya tinggal mereka ditempat tersebut. Juga Kelvin sudah pamit untuk pulang.


Zoya melihat suaminya seperti sedang memikirkan sesuatu, Reiner terlihat melamun dan tidak banyak berbicara. Setelah acara dansa berakhir ia terlihat murung.


Zoya pun berjalan menghampiri suaminya. “Mas, kenapa kok cuma diam?”


“Ehh ngga sayang, aku cuma ingat sama teman lamaku, kita pulang yuk sayang,” ajak Reiner.


“Pulang terus mas? Apa kita nggak nunggu pulang bareng sama Mommy dan Daddy?” sahut Zoya.


“Sebaiknya ngga sayang, aku mau kita langsung pulang aja gimana tapi kita tetap pulang kerumah Mommy,” ungkap Reiner sedikit memaksa.


“Baiklah mas, kalau itu mau mu, sebentar aku menemui Mommy,” ucap Zoya.


Zoya pun beranjak dari dekat Reiner, ia pun pergi menemui mertuanya.


“Mom, kami langsung pulang ya, mas Reiner mau buru-buru mom, kayaknya kecapean,” pinta Zoya.


“Yaudah sayang, pulang terus hati-hati ya nak, Mommy sama Daddy sebentar lagi akan pulang,” sahut Mommy.


Zoya pun tersenyum mendengar ucapan dari mertuanya, lalu mereka pun pulang kekediaman Notern. Saat sedang dalam perjalanan menuju pulang, tak ada percakapan singkat dari mereka. Entah kenapa Reiner bungkam dan tidak mengeluarkan sepatah katapun.


Zoya terus memperhatikan gelagat suaminya tersebut, ia aneh melihat Reiner tiba-tiba seperti itu. Padahal jika dibilang sedang ada pertengkaran, mereka dari tadi baik-baik saja bahkan sibuk berdansa dan bercanda ria.


‘Aku ngga salah apa-apa tapi kenapa Reiner sama sekali tidak bicara denganku, bahkan dia fokus dengan menyetir, apa aku harus menanyakannya? Bagaimana jika dia marah?’ batin Zoya.


Zoya merasa gelisah karena diamnya Reiner, sejak dari berakhirnya acara pesta kami sama sekali tidak enak dipandang. Perjalanan sudah memasuki dua puluh menit, rasanya hampa tidak saling berbicara seperti ini. Akhirnya Zoya memutuskan untuk dia sendiri yang memulai pembicaraan.


“Kenapa mas? Aku lihat kamu diam terus, sedang ada masalah ya?” Zoya mencoba memastikan langsung.

__ADS_1


“Ngga ada masalah sayang, sudah jangan terlalu khawatir aku baik-baik saja,” sahut Reiner.


“Tapi mas, kok keliatan kaya lagi ada masalah, apa aku boleh tau? Ayolah cerita,” paksa Zoya.


Hembusan nafas panjang oleh Reiner. ‘Sepertinya aku sudah membuat istriku gelisah,’ batin.


“Sampai rumah nanti aku kasih tau ya sayang, soalnya kalau di mobil entar aku nggak fokus nyetir lagi,” ungkap Reiner.


“Baiklah mas.”


‘Syukurlah akhirnya tidak terlalu susah juga membujuk suamiku,’ batin Zoya.


Zoya pun sedikit tenang mendengar ucapan seperti itu yang keluar dari mulut suaminya, pantas saja Reiner bertingkah aneh tidak seperti biasanya, sedikit-sedikit sudah menggoda istrinya sampai Zoya sendiri kewalahan menghadapi keperkasaan suaminya itu.


Reiner sudah fokus dengan menyetir, ia sedikit melajukan kecepatan mobilnya. Lalu sekitar lima belas menit akhirnya mereka telah sampai di kediaman Notern. Mereka langsung memasuki rumah mewah seperti istana tersebut, seraya langsung menuju ketempat peristirahatan mereka yaitu kamar.


Setelah mandi dan berganti semua pakaian yang mereka kenakan sebelumnya. Lalu Reiner duduk di ranjang sedangkan Zoya terus melirik suaminya yang sedang sibuk dengan ponsel ditangannya.


Zoya menunggu sampai suaminya membuka mulut dan bercerita langsung kepadanya, lama ia menunggu tapi tak ada apapun kata yang keluar dari mulut suaminya hingga membuat Zoya geram melihat tingkah Reiner.


“Sengaja apasih yang? Aneh kamu,” sahut Reiner.


“Tuhkan kamu pura-pura nggak tahu! Tadi katanya kamu mau cerita terus sampai sekarang kamu nggak buka mulut apapun, maunya apa? Mau ribut? Atau jangan-jangan ada yang kamu umpetin ya dari aku,” omel Zoya terus-menerus.


Reiner mengusap wajahnya kasar, lalu menarik tubuh istrinya dan membawa ke pelukannya. “Marah lagi sayang, cantik banget kamu kalau lagi kesal gitu.”


Bukannya menjawab apa yang ingin diketahui oleh Zoya tapi justru mengalihkan pembicaraan mereka. Zoya bahkan amat kesal saat itu.


“Udahlah Mas, aku capek mau tidur aja, terserah kamu mau tidur atau ngga! Dan jangan ganggu aku,” geram Zoya.


Reiner menyadari ia salah sedang bermain-main dengan istrinya jika kesal seperti itu. Ia pun memeluk istrinya. “Sayang ... ia deh aku cerita, kamu mau tahu darimana dulu?”


“Nggak mau lagi mas!” amuk Zoya.

__ADS_1


“Ia deh sayang, duh kamu nggak bisa di bercandain, hmm kamu penasaran ya kenapa aku tiba-tiba diam? Aku suka kamu perhatikan penuh seperti ini yang,” ungkap Reiner dalam sela-sela pelukannya.


“Ngomong apa sih mas? Ihhhh jangan bertele-tele,” ucap Zoya kesal.


“Duh istriku ... iya sayang, jadi itu aku nggak apa-apa kok cuma lagi pikirin temen lama doang, abisnya dia nggak datang, aku takut jika dia kenapa-napa soalnya dia baru di Negera ini yang, jadinya gitu bukan aku nggak mau bicara apapun,” jelas Reiner.


Zoya memicingkan matanya, ia. melihat dengan tatapan tajam kearah suaminya. “Kamu mikirinya gitu banget, itu gadis apa pria Mas?”


“Pria kok sayang, udah jangan mikirin macem-macem sama aku, oh ya bentar ya sayang aku coba hubungin dia dulu,” ucap Reiner meminta izin.


Zoya pun mengangguk mengiyakan ucapan suaminya, lalu Reiner pun menghubungi mencari nomor Steven dan menekannya.


Sekitar beberapa menit menunggu tetap saja panggilan tidak diangkat oleh Steven, sudah sejak dari tadi, tidak biasanya temannya seperti itu jika sedang dihubungi. Zoya pun menyadari kebingungan dari raut wajah Reiner. Ia hanya bisa menunggu sampai suaminya membuka mulut terlebih dahulu.


‘Apa mungkin terjadi sesuatu dengan Steven dan Claudia? Bahkan Steven sama sekali tidak bisa dihubungi, sebaiknya aku harus menyusul ke tempatnya,’ batin Reiner.


Reiner pun melirik kearah Zoya, ia berniat meminta izin terlebih dahulu. “Sayang, aku boleh luar sebentar gak? Mau ketemu teman lamaku, ngga lama kok.”


“Mau kemana Mas? Aku ikut boleh gak?” pinta Zoya.


‘Memang ada yang aneh dari suamiku, ia seperti sedang menyembunyikan sesuatu,’ batin Zoya.


“Jangan sayang, ini bahaya buat kamu kalau keluar malam-malam, belum lagi kamu lagi hamil besar, aku nggak mau terjadi apa-apa biar aku aja yang pergi sebentar ya,” ucap Reiner.


“Oh gitu! Ya udah Mas, ngga aku kasih kamu keluar, udah ah yuk tidur aku ngantuk nih,” pinta Zoya memaksa.


“Tapi sayang bentar aja kok,” Reiner terus memohon.


“Sekali bilang nggak, tetap nggak Mas, pergi aja terus tapi pulangnya jangan lagi sentuh aku selama satu bulan,” ancam Zoya.


Reiner tercengang mendengar perkataan istrinya itu, bisa-bisa dia tidak dapat enak-enak dari istrinya.


≈≈≈≈≈≈≈

__ADS_1


Terus dukung aku guys, dukungan kalian sangat berharga.


__ADS_2