Terpaksa Menikahi Atasanku

Terpaksa Menikahi Atasanku
55 ~ S3 Hukuman & adik


__ADS_3

H A P P Y R E A D I N G


“Anu, anu, Sayang. Aku kebelet nih!” sahut Kelvin yang berusaha kabur.


Dengan cepat Viora menahan tubuhnya Kelvin, lalu mendorongnya ikut masuk ke kolam sambil tidak lupa memvideokan.


“Gara-gara loh nih!” ketus Kelvin kearah Steven.


“Emang enak! Makanya kenak karma 'kan rasain!” sahut Steven yang tidak ingin kalah.


Kelvin menatap Steven dengan tatapan kesal. Mereka berdua berendam sambil memeluk tubuh masing-masing yang sudah kedinginan. Tidak berapa lama para pelayan pun datang dengan membawa ember-ember besar.


“ Nyonya, apa ini langsung dimasukkan ke kolam?” tanya seorang pelayan.


“ Iya langsung aja masukin semuanya,” sahut Claudia.


Kelvin bersama Steven langsung mendekati ke tepian kolam saat es batu akan dilempar.


“ Ball, tolong pikir-pikir lagi ... dingin tahu!” Steven memohon. Namun Claudia hanya terdiam.


“ Pookie, aku 'kan enggak salah kok di hukum juga. Ah males ah! Aku mendingan naik aja deh!” kesal Kelvin sembari berusaha naik ke daratan. Namun dengan cepat Viora berdiri di depan Kelvin.


“ Coba aja naik nanti malem enggak ada jatah!” sambung Viora.


“ Yah ... apes banget nasib gue,” sahut Kelvin sembari menggaruk-garuk kepalanya yang tidak terasa gatal.


Hingga akhirnya Kelvin pasrah menerima hukuman bersama Steven. Pelayan langsung memasukkan es batu begitu ... banyak! Hingga kedua pria tampan itu benar-benar kedinginan.


Dua jam sudah lewat, kedua pria itu terus menahan rasa dingin. Saat itu juga Viora merasa kasihan dengan suaminya hingga ia memutuskan untuk membebaskan hukuman bagi Kelvin. Mereka berdua pun pergi meninggalkan kedua pasangan lain yang belum jelas tersebut.


Steven yang sejak tadi hanya memakai celana pendek sampai membuat tubuhnya sangat kedinginan. Bibirnya bahkan pucat hingga membuat Claudia sedikit cemas.


“ Kamu kenapa? Baru dua jam sampai pucat begitu, lemah banget!” ledek Claudia.


“ Aku lagi sakit, Ball. Terus belum lagi makan lagi, ambilkan makan dong, Ball.”


“ Ogah! Itukan kesalahannya kamu ngapain suruh-suruh,” ketus Claudia.


“ Loh jahat banget. Badanku panas loh, Ball. Coba sini dekat kalau enggak percaya.”


Claudia pun menuruti keinginan Steven. Ia hanya ingin memastikan jika keadaan Steven benar-benar membaik. Namun, saat Claudia mencoba mendekat dengan cepat Steven menarik tangannya sampai ia terjebur ke kolam.

__ADS_1


“ BALY ... LIHAT! AKU JADI BASAH GARA-GARA KAMU NIH!” teriak Claudia bahkan memukul Steven.


“ Maaf, Ball. Habisnya kamu gemesin tahu bikin aku pengen meluk! Eh, anu. Maksudnya karena aku lagi kedinginan.” Steven gelagapan.


“ Kebiasaan ya kamu! Dah ah awas ya hukuman kamu bertambah jadi seminggu lebih satu hari.” Claudia pun bangkit.


Steven tidak banyak bicara, ia lebih memilih terdiam. Ia terus berusaha kuat demi hukumannya agar dapat di maafkan oleh Claudia.


Hari pertama berendam Steven masih kuat.


Hari kedua berendam Steven masih tegar.


Hari ketiga berendam Steven Masih sok tegar.


Hari keempat berendam Steven pura-pura kuat


Hari kelima berendam Steven tarik-tarik nafas.


Jadi keenam berendam Steven pingsan. Untung enggak mati. Kalau matikan enggak lucu.


...----------------...


Claudia cemas saat mendapat kabar dari Viora bahkan Steven telah tidak sadarkan diri. Dengan cepat mereka melarikan ke rumah sakit. Tiba di sana, para Dokter pun langsung menangani pasiennya.


“ Bagaimana hasilnya, Dokter?”


“ Tidak begitu serius, hanya kelelahan dan merasa lapar. Setelah bangun nanti berikan dia makanan yang cukup sebab lambungnya sudah begitu berteriak memanggil makanan. Baiklah kalau begitu saya permisi dulu,” ucap Dokter. Claudia bersama yang lain mengangguk mengiyakan.


“ Kamu sih kasih hukuman enggak tanggung-tanggung,” bisik Viora.


“ Yah abisnya dia yang salah, Viora,” sahut Claudia berbisik.


Mereka bertiga langsung masuk kedalam untuk melihat keadaan Steven. Namun, ternyata Steven sudah siuman bahkan ia tersenyum saat melihat Claudia datang.


“ Ball, tahu enggak rupanya aku enggak jadi mati,” sahut Steven kegirangan.


“ Iya bagus! Sekarang masih pingsan besok-besok beneran mati,” ketus Claudia.


“ Duh! Kamu galak banget.”


“ Udah deh ya, hentikan drama kalian berdua. Mendingan makan nih. Kelvin tadi sempat beli diluar,” timpal Viora sembari mengeluarkan makanan.

__ADS_1


Steven pun tersenyum melihat Viora bersama Kelvin peduli dengannya namun, karena kesempatan itulah Steven akhirnya mendapatkan cara untuk bersikap sok manja di depan Claudia. Ia bahkan meminta untuk menyuapinya. Meski Claudia sempat menolak tapi, akhirnya dia luluh karena merasa bersalah.


...----------------...


...----------------...


Di sisi lain, Alvero sudah mutar-mutar mencari kebenaran sang adik, ia bahkan menanyakan kesemua orang yang ada di dalam kampung tersebut. Meskipun sempat tersesat karena belum pernah menginjakkan kakinya di kampung, ia bahkan harus di antar oleh Pak lurah untuk dapat menemukan rumah dari pelayannya terdahulu. Hingga akhirnya di hari genap ke-seminggu ia dapat menemukan yang ia cari.


Melakukan wawancara dengan pelayan itu sampai akhirnya mereka memberikan nama lengkap serta alamat dari sang adik sekarang. Awal-awal Alvero biasa-biasa saja saat ia tahu alamat dari adiknya namun ia tercengang begitu mengetahui jika nama lengkap adiknya sekarang sama dengan seorang wanita yang pernah mengobrol dengannya dalam waktu dekat.


“ Jadi adikku adalah Claudia? Yah ... Padahal ada niatan mau godain. Duh apes banget malah jadi adik sendiri satu Ayah lagi,” gumam Alvero.


Alvero pun memilih pergi dari tempat itu. Ia pun kembali pulang dengan melakukan perjalanan jauh. Meskipun begitu ada rasa lega juga sedih saat mengetahui jika adiknya adalah orang yang membuatnya begitu asyik saat mereka sedang mengobrol bersama. Namun, itulah takdir.


...----------------...


Tiba di kediaman Alvero. Dengan rasa malas, ia memasuki rumahnya dan langsung menunju ke kamarnya. Terlihat Alice kebingungan melihat sikap aneh dari Alvero, ia pun mencoba untuk bertanya.


“ Pulang-pulang kok malah cemberut gitu?! Dapet enggak tentang adikmu?” tanya Alice yang begitu kepo.


“ Dapet sih cuma ... Enggak seru enggak bisa di godain,” jawab Alvero dengan santai.


“ Enggak bisa godain? Maksudnya kamu mau cari pengganti aku begitu? Kamu mau duakan aku? Bisa-bisanya ya kamu mau selingkuh dariku! Belum juga nikah udah banyak tingkah,,” kesal Alice.


“ Apa sih?! Ihhh kamu malah nanya muter-muter!” Alvero kesal.


“ Dasar buaya! Mendingan aku sama Steven aja, enggak buaya kaya kamu.”


“ Ya udah sana pergi,” usir Alvero.


“ Beneran nih?”


“ Eh! Jangan-jangan. Aku cuma bercanda doang. Dah ah aku pergi sebentar ya,” pamit Alvero.


“ Loh-loh padahal baru pulang udah mau pergi lagi.”


“ Suka-suka akulah emang kamu siapa? Istri? Bukan juga 'kan?”


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


Hay guys ... Maaf kalau alur di bab ini terlalu cepet. Emang Author sengajain biar enggak terlalu bosan. Sambil nunggu yuk baca klik profil atau cari di pencarian



__ADS_2