
Happy Reading
Zoe boleh kutanya satu hal? Ini mungkin hanya keinginanku saja, di mana Viora berada? Aku ingin sekali mendengar tentang kabarnya. Tolong Zoe hanya kamu yang tahu tentang dia, aku mengerti itu,” ungkap Kelvin dengan wajah memelas darinya.
Aku terdiam mematung saat Kelvin menanyakan Viora padaku. Apa harus kukatakan, haruskah aku jujur? Aku mencoba melihat kearah Reiner, dia hanya mengusapkan wajah lalu menggelengkan kepala dengan sekali gelengan.
“Kelvin ... begini saja, kamu jangan dulu memikirkan tentang Viora, pikirkan saja kesembuhan mu dengan cepat lalu baru setelah itu kamu datang padaku dan bertanya kembali. Aku hanya tidak ingin–”
“Tidak ingin apa Zoe?! Ayolah jangan berbelit-belit kumohon ... aku tahu Viora masih berhubungan baik denganmu dan kamu juga tahu di mana dia sekarang, katakan Zoe, aku hanya ingin meminta maaf lalu mengakui kesalahanku dan memulainya dari awal.”
Kelvin tidak ingin tahu penjelasan ku, sampaisam ucapanku terhenti olehnya. Aku juga merasa kasian melihat dirinya seperti ini terus-menerus. Dia pasti sudah banyak menderita belum lagi atas kekacauan yang ia alami. Aku sungguh tidak tega melihat dirinya seperti itu tapi apa mungkin aku harus mengatakan yang sebenarnya? Mungkin iya.
“Sebentar Kelvin, biarkan aku berbicara pada Reiner berdua. Bee ayo sebentar ikut denganku.”
Reiner mengangguk, lalu kami berdiri sedikit jauh agar Kelvin tidak mendengarkannya.
“Bee, bagaimana ini apa mungkin kita harus jujur di mana Viora sekarang? Aku tahu Kelvin pasti akan mengunjunginya kesana. Sungguh kali ini aku dilema, satu pihak dia tidak aku memberitahukan dia mana tapi satu pihak lagi aku kasihan melihatnya,” negosiasi dengan suara bisik-bisik.
“Aku sama bingungnya denganmu sayang, tapi kita harus bagaimana? Rasanya lebih baik kita memberitahu pada Kelvin, kurasa itu hal yang bagus biarkan dia yang mengejar cintanya. Kita sebaiknya mendoakan mereka berdua,” ucap Reiner dengan. keputusan yang juga sama dengan hatiku.
“Baiklah Bee, jika memang seperti itu aku akan katakan.”
__ADS_1
Lalu aku kembali mendekati Kelvin begitupun dengan Reiner. Dia melihatku dengan wajah memohon.
“Begini Kelvin, sebetulnya aku tidak ingin mengatakan Viora di mana tapi karena aku merasa bersalah jika membiarkan kamu terus dalam dosa seperti ini. Viora telah kembali ke asalnya, dia sudah lama tidak tinggal di kediamanku. Dia kembali ke New York tepatnya di jalan Fifth Avenue berada di pusat Manhattan. Viora memilih tinggal sendirian jauh dari keluarganya karena ia ingin memulai semuanya, tapi saranku jangan datangi kediaman orangtuanya itu sama saja kamu membocorkan kenapa dirinya memutuskan untuk pergi. Hanya itu yang ku ketahui. Selebihnya kamu bisa mencari sendiri, aku juga tidak tahu banyak hal.”
“Terimakasih Zoe, itu sudah lebih dari cukup. Setelah sembuh aku akan langsung mencarinya dan membawanya kembali ke sisiku,” ungkap Kelvin dengan tekadnya yang besar.
“Aku akan berdoa untukmu semoga cintamu bisa kamu raih, kejarlah ia jangan biarkan orang lain yang mengejarnya. Ah Kelvin, sepertinya kami harus pergi aku sangat lelah dan ingin istirahat kamu tidak apa-apa 'kan kalau aku pergi sebentar?”
“Tidak Zoe, pulanglah. Kamu harus menjaga kesehatanmu yang utama, aku di sini sudah ada banyak pelayan dan juga suster ini juga berkat kalian. Sekali lagi terimakasih,” ucap Kelvin dengan wajah tersenyum.
“Bye-bye cepat sembuh ya, kami pulang dulu.”
------------------------------------------
(Kelvin Marble)
Rasa sakit ini tidak sebanding dengan rasa sakit yang kamu alami karena ulahku. Rasa sakit ini sangat menyiksa batinku, remuk jantungku tidak lagi berdebar-debar sewaktu aku merasakan cinta saat aku menyadari bahwa kamulah sosok cinta yang selalu ini aku impikan. Namun aku terlalu bodoh sampai harus termakan semua godaan dari syaitan yang menginginkan kepuasan.
Air mataku tidak dapat terhenti saat aku mencoba memikirkan kamu. Gadis kecil, jika nanti kita bertemu aku ingin ragamu menerima diriku kembali. Membawa sanubari yang pernah kita huni lalu saling menyayangi hingga burung-burung menyaksikan cinta abadi kita berdua.
Jika saja dengan pergi jauh mampu membuat perasaan yang tertata untukku hilang. Ingin sekali aku pergi berkelana mencari jalan keluar. Ingin sekali aku bertualang ketempat yang jauh. Tempat di mana aku bisa menghilangkan perasaan yang ada dan mampu menghilangkanmu dari ingatanku. Namun kau tau
__ADS_1
Sejauh apapun langkahmu. Sejauh apapun tempat yang akan kamu singgahi. Jika senyum indahmu tetap mengikuti takdir untuk bersamaku. Bagaimana kamu bisa lari dariku?
Aku sadar, aku bukanlah seorang pecinta yang mampu membuatmu untuk tak lagi memperhatikan Pria lain.
Aku hanya seorang Pria yang mempunyai rasa yang teramat untukmu tanpa berani untuk mengungkapkannya, seorang Pria yang mudah tergoda rayuan, hingga kesadaran yang sudah membuatku menyesal. Tetaplah seperti itu meski tau kamu tahu aku juga terluka. Kita sudah sama-sama terluka lalu tunggu apalagi jika kita sudah terluka mari kita bina hubungan agar kita kembali bahagia.
Seketika aku menjadi penyair saat kehilangan dirimu, saat aku menyadari cintaku begitu tulus hingga membuatku sangat terlena. Namun apa ada rayuan wanita lain sudah membuat batinku tertutup dan tidak dapat melihat bahwa kamulah cinta yang sesungguhnya. Aku tahu meskipun kamu berhak tidak lagi memaafkan ku tapi ingat satu hal bahwa cintaku sedang mekar dan sedang berusaha melihat dirimu lagi.
Gadis kecil di manapun kamu berada tolong lihatlah pesanku. Meskipun aku tahu kamu tidak akan membacanya atau sekalipun tidak membukanya namun satu hal aku akan terus berusaha untuk mencoba dan tetap akan mencoba biarpun kekecewaan yang akan kudapatkan kali ini. Kamu tahu bahwa aku sedang sakit, kakiku tidak bisa di gerakan untuk sementara waktu. Ini semua ulahku yang tidak mau mendengar apa yang kamu katakan dulu namun aku menyadari semuanya. Mungkin hanya lewat ini aku mengatakan maaf sebelum aku menemukannya dan ku berjanji bahwa nanti aku tidak akan menyakiti dirimu lagi.
Salam sayang dari pangeran bodohmu ini
Kelvin Marble.
Aku lalu mengirimkan sebuah pesan melalui WhatsApp. Entah Viora masih memakai nomor yang sama atau tidak aku tidak tahu tapi aku tidak akan menyerah, tekad ku sudah bulat.
“Tuhan Bapa, tolong percepat kesembuhan ku, aku ingin memohon ampun atas dosa bodoh yang telah kulakukan. Jika dulu dirinya yang bersusah-payah mengejar cinta, sekarang biarkan kali ini aku yang akan memulai jalan yang sempat ia tunda.”
* * *
Tunggu aku wahai kasihku, sebentar lagi aku akan datang dan membawamu kembali dalam pelukku. Hingga tidak ada seorang pun yang menggangu cinta kita. Tunggu aku cinta, aku past akan menjadi orang paling beruntung saat kamu kembali ke sisiku. (Viora–Kelvin)
__ADS_1