
Happy reading.
≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈
Sebelum kita berjumpa, aku tidak mengerti apa itu bahagia. Sebelum kita bersama aku juga tidak mengerti apa itu cinta. Namun setelah takdir mempertemukan kita, aku tahu apa itu bahagia karena cinta.
* * * * *
Kecupan kecil terus mereka lakukan, terselip senyuman di antara keduanya, lalu Kelvin menggendong Elie serta membawanya duduk di atas pangkuannya.
Kelvin terus menatap Elie, membuat wanita itu tersipu malu oleh perlakuan dari Kelvin, rasa senang berbunga-bunga di hatinya, saat itu ia tak perlu menjebak, tak perlu memaksa, tak perlu merayu, pujaan hatinya datang sendiri kedalam pelukannya sembari melebarkan tangan menyambut pelukannya darinya.
“Kelvin, bolehkah aku tanya sesuatu?”
“Tentu saja.”
“Apa sekarang kamu sudah mulai mencintaiku, Kelvin?” tanya Elie.
Kelvin menatap Elie dengan lama ia juga kebingungan antara memang cinta atau hanya terobsesi dengan tubuh dari wanita yang ada dalam pangkuannya, sebab sekalipun hatinya belum pernah berdegup kencang saat bersama Elie.
‘Mungkin, aku hanya terobsesi,’ batin Kelvin. Hatinya sudah menentukan bahwa ia belum mencintainya.
“Elie, Bolehkah aku jujur?"
“Tentu saja Kelvin.”
__ADS_1
“Aku tidak ingin kamu berpikir saat ini aku mulai mencintaimu, jelas tidak, aku hanya mencintai Zoya satu-satunya wanita yang dari dulu pernah aku cintai tapi jelas cintaku untuk Zoya mungkin tidak akan bisa ku miliki, Elie kau tahu bahwa aku sangat membencimu? Tapi entah kenapa saat ini aku mulai menghilangkan rasa benci itu meskipun hatiku berkata aku mau untuk terus membencimu,” ucap Kelvin sembari tersenyum manis.
“Jadi maksudmu, kamu tidak akan lagi membenciku? Jika memang ya, aku sangat senang, meskipun cintamu untukku belum ada tolong beri aku ruang agar aku bisa membuatmu jatuh cinta, kau tahu Kelvin saat ini aku hanya ingin bertobat, menghadap Tuhan Bapa agar aku diampuni, aku ingin membuktikan cintaku yang akan membuatku menjadi wanita baik untukmu juga untuk orang di sekelilingmu, percayalah,” sahut Elie mencoba menyakinkan Kelvin.
‘Maaf Kelvin, aku hanya akan menjadi baik untukmu tapi tidak untuk orang lain,’ batin Elie.
“Sungguh? It's ok jika begitu buktikan cintamu untukku dan baiklah dengan teman-temanku,” ungkap Kelvin.
‘Aku tidak boleh lengah, meskipun Elie berkata seperti itu, aku masih ragu dia akan baik dengan orang lain,’ batin Kelvin.
“Tentu Kelvin, aku akan membuktikannya tapi saat ini aku mau kamu eee Kelvin, kamu mungkin paham maksudku saat ini, bukan? Kiss me,” ucap Elie mencoba merayu kelvin.
Kelvin pun menurut, ia menciumi Elie dengan lembut, penyatuan bibir mereka membawa suara cups terus-menerus dengan indah dan keduanya semakin liar. Elie yang berada dalam pangkuan Kelvin juga tidak ingin mengalah, belain di dada bidang milik pria bertubuh putih itu terus ia kecup dan sesekali ciuman serta gigitan kecil di dadanya.
Mereka saling membantu, Tangan Kelvin yang satu sedang berusaha memaksa masuk kedalam tempat basah nan lembab milik Elie, sedangkan satu lagi mencoba mengelus dua buah bulatan nan indah besar serta mengantung yang siap untuk di serbu.
Bibir mungil milik Elie habis menampung benda tegak lurus, kelvin hanya bisa memejamkan matanya sembari menikmati perlakuan manis dari Elie, tidak ingin menahan lagi kelvin menarik tubuh yang sudah siap untuk menempuh perang ranjang nan hebat itu.
Elie tersenyum lebar kali ini ia tidak perlu susah payah agar pujaan hatinya mau dengannya.
Posisi keduanya berganti dari mula hanya berbaring sekarang sudah sama-sama duduk berhadapan dan saling menatap, gerakan lincah dari keduanya seperti seorang artis papan atas, mereka terus naik kuda merasakan setiap perang bersenjatakan pedang liar, hentakan demi hentakan membuat Elie mendesah keras tanpa memikirkan orang lain akan mendengarnya.
“Sayang ... Kelvin ... lagi Vin, ya begitu ... Kelvinnn ... Love you yahh, lagi arghh ....” Erangan Elie menggema di sudut ruangan kamar.
“Ya sayang ... bagus teruskan lagi suaramu ... aku sebentar lagi, kita barengan ....” Kelvin juga demikian, ia tidak mengingat apapun, hanya yang ia tau saat itu semua tentang kenikmatan.
__ADS_1
----------------
(Di balik kamar)
Viora uring-uringan memikirkan kedua orang lagi tidak muncul-muncul di hadapannya, ia pun penasaran lalu berniat mencari mereka. Mematikan televisi dan naik ke lantai atas, baru lima pijakan kaki untuk naik tiba-tiba seorang geongbu (pelayan rumah dalam bahasa korea) menghentikan langkahnya. Pelayan itu tidak sengaja sudah mendengar yang kedua kalinya bosnya sedang menyatu.
“Nyonya, sebaiknya jangan dulu ke atas, Bos Kelvin sama temannya lagi syuting ngga bisa di ganggu Nya,” ucap salah seorang geongbu. Ia takut di salahkan jikalau sampai Viora naik lalu menganggu tuannya.
Kening Viora langsung mengkerut mendengarnya, “Apa syuting? Malem-malem gini maksudnya lagi buat filem gitu? Masa sih Kelvin mau syuting sama Tante itu, jangan ngada-ngada Bik, ngga mungkin banget deh pasti gue bakalan di ajak main, udah ah gue mau lihat sendiri.” Viora tidak ingin niatnya berhenti begitu saja.
“Jangan Nyonya nanti saya bakalan kenak marah, tolong jangan naik ke atas dulu bisa-bisa gaji saya nanti di potong Nya kalau saya tidak bisa untuk tertib, pasti Bos bakalan marah Nya,” sahut geongbu.
“Gue ngga peduli, yang bayar gaji itu Evin bukannya gue jadi buat apa gue nurut sama Bibik, udah ah minggir gue mau ke atas kalau nggak gue teriak nih,” ucap Viora berusaha mengancam, alhasil pelayan itupun menyerah meksipun terlihat ada ketakutan diwajahnya.
“Nah gitu, nurut sama majikan.” Viora pun naik satu-persatu anak tangga. Sedangkan pelayan itu sudah lari karena ketakutan.
Semakin dekat dengan kamar Kelvin semakin terasa suara aneh, Viora semakin penasaran, “Apa mungkin Evin syuting? Masa syuting suara ah ah gitu, Bukannya Evin itu CEO masa syuting sih terus mana kru filemnya dari tadi perasaan ngga ada yang dateng.”
Viora semakin dekat dengan kamar Kelvin hanya tinggal beberapa langkah lagi, “Itu suara apalagi tiba-tiba gue kok ngeri gini yah kayak aduh ... lupa lagi keknya pernah denger suara desahan itu film apa ya? Habis ini kudu buka internet sekarang langsung buka aja kamar Kelvin biar gue ngga kaya mau maling gini.”
Ia terus bergumam dengan dirinya sendiri, lalu Viora pun mencoba membuka pintu tapi alhasil di kunci dari dalam membuatnya kesal.
“Ihh kesel ... Evin pasti sengaja nih biar aku nggak gangguin dia syuting, awas kamu besok Evin ... hadeuh terus kemana lagi si Tante itu juga ngga keliatan lagi, ah bodoh mending gue balik, sebel!”
≈≈≈≈≈≈≈
__ADS_1
Terus dukung Author terimakasih, episode didepan Claudia akan bertemu dengan Zoya, bagaimana dengan mereka kita tidak akan tahu, sambil nunggu update yuk ke karya baru Author