Terpaksa Menikahi Mantanku

Terpaksa Menikahi Mantanku
Bab 99 EXTRA PART ALEX DAN BERLI


__ADS_3

Kebahagian telah meliputi kehidupan seorang Berli. Suaminya Alex begitu mencintai dirinya. Dia juga di Anugerahi seorang putri yang sangat cantik bernama Liora.


Alex juga sama halnya dengan Berli. Cintanya yang hilang kini telah kembali. Berli telah memaafkan segala kesalahannya. Alex berjanji pada dirinya akan selalu setia dan membahagiakan istri serta anaknya.


Semua tamu sudah berdatangan. Mereka menghadiri anniversary pernikahan Alex dan Berli. Acara perayaan di selenggarakan di sebuah hotel mewah.


Berli semakin dewasa, semakin bertambah cantik. Saat ini Berli memakai gaun berwarna putih dengan menampakan bahu mulusnya. Alex juga bertambah tampan. Dia di juluki sebagai hot daddy.


"Sayang ... kamu sangat cantik malam ini," ucap Alex.


"Kamu juga sangat tampan," puji Berli.


Alex merangkul pinggang Berli agar mendekat padanya. "Malam ini, kamu milikku." Alex berbisik di telinga sang istri.


"Setiap malam aku selalu milikmu. Apa lagi yang berbeda," ucap Berli.


Alex terkekeh. "Ini malam spesial untuk kita berdua."


Berli memutar mata malas. "Setiap malam, kamu bilang malam spesial."


Alex berdecak kesal. Berli tidak bisa di ajak bicara romantis. "Ck ... aku ingin kita buat baby lagi."


Berli malah tertawa karna melihat raut kesal di wajah Alex. Dia berbisik di telinga Alex. "Malam ini, aku milikmu. Aku akan melayanimu sepuasnya." Berli meniup telinga Alex.


Alex begitu senang mendengarnya. Dia tidak sabar untuk segera membawa istrinya ke kamar. Tapi Alex harus tetap berada di ballroom hotel. Karena acara belum selesai.


Semua tamu mengucapkan selamat kepada Alex dan Berli. Para sahabat Alex juga datang untuk memberi ucapan selamat. Vino dan Elena datang dengan membawa Varo putra mereka.


"Alex, Tasia ... selamat untuk kalian berdua," ucap Vino.


"Terima kasih Vin," ucap Alex.


Berli tampak gemas akan baby Varo. Alex juga sangat menyukai Varo yang berwajah tampan. Alex memanggil babysister yang tengah mengendong Liora.


Babysister itu memberi Liora kepada daddy nya. Alex mengambil Liora dari gendongan pengasuhnya. Dia mendekatkan Liora kepada Varo.


"Lio ... lihatlah Varo. Dia sangat tampan," kata Alex.


Varo mengapai tangan Liora. Tapi Liora malah menangis. Alex dan Berli jadi kaget karna Liora tiba-tiba menangis. Alex kembali memberikan Lio kepada pengasuhnya. Setelah bersama pengasuhnya, barulah Liora diam.


"Vin ... gimana kalau kita jodohkan anak kita," ucap Alex.


Vino malah terkekeh. "Anak kita baru berumur 2 tahun. Kamu malah ingin menjodohkan mereka."

__ADS_1


"Saat mereka sudah besar. Aku ingin kita terus bersahabat hingga berbesan," ucap Alex.


Berli mengelengkan kepala. Alex sudah merencanakan masa depan putri mereka. Berli agak kurang setuju jika anak nya di jodohkan seperti itu. Dia ingin putrinya memilih pasangannya sendiri.


"Kamu tidak ingin menjodohkan Liora dengan anak Brian?" tanya Vino.


"Istrinya belum melahirkan. Mana aku tahu anaknya cewek atau cowok. Tapi untuk anak Brian, aku akan membuatkan baby lagi untuknya," tutur Alex.


Vino melongo. "Maksudmu ... kamu ingin Tasia hamil lagi? lalu ... anak keduamu akan menjadi menantu Brian?"


Alex menjentikan jarinya. "Nah ... itu kamu tahu."


"Alex ... kamu kira melahirkan itu gampang," ujar Elena.


"Kamu enak, main tancap saja. Aku yang susah payah melahirkannya," kesal Berli.


Alex tertawa geli. "Aku hanya bercanda saja."


Brian dan Jessica juga datang di acara anniversary Alex dan Berli. Jo dan Hera, serta para orang tua Berli dan Alex juga turut mengucapkan selamat pada mereka.


Ballroom hotel sudah sepi. Para tamu sudah pada pulang. Hanya Maxim salah satu sahabat Berli yang tidak datang. Maxim tengah berada di luar negeri karna suatu pekerjaan.


Liora juga sudah di bawa pulang oleh kakek dan neneknya. Orang tua Berli memberikan kesempatan kepada anak dan menantunya itu, menghabiskan waktu hanya berdua saja.


Alex dan Berli juga sudah selesai membersihkan diri mereka. Berli terlihat sangat cantik dengan lingerie yang dia pakai.


Alex mencium bibir Berli. Ciuman yang lembut itu menjadi memanas. Keduanya juga sudah sama-sama polos. Alex dan Berli melakukan ritual suami istri.


...****************...


Sebulan selepas acara anniversary.


Berli memuntahkan semua makanan di dalam perutnya. Sudah beberapa hari ini, dia merasakan tanda-tanda kehamilan. Dia juga belum memeriksakan diri ke rumah sakit.


Berli mengambil test pack yang Alex beli semalam. Dia lalu melakukan test kehamilan sendiri. Dia menunggu hingga 30 detik. Berli tersenyum saat dua garis merah muncul.


Dia langsung keluar dari kamar menemui sang suami. Alex tengah asyik bermain bersama Liora di taman. Berli menghampiri keduanya.


"Al, Liora ... kesini sebentar," ucap Berli.


Berli mengajak suami serta putrinya duduk di kursi taman. Alex dan Liora menghampiri Berli. Liora duduk di pangkuan daddy nya.


"Ada apa, sayang?" tanya Alex.

__ADS_1


"Tutup dulu mata kamu," ucap Berli.


Alex merasa heran tetapi dia tetap menuruti perintah dari Berli. Alex menutup matanya. Berli mengeluarkan test pack dari dalam kantong bajunya.


"Sekarang ... buka mata kamu," titah Berli.


Alex perlahan membuka matanya. Dia terkesiap saat melihat test pack di tangan Berli. Alex mengambil test itu dari tangan istrinya.


"Ini beneran, sayang?" tanya Alex yang masih kaget.


Berli mengangguk. "Iya ... sebentar lagi Liora punya adik."


Alex langsung memeluk Berli. Dia memberi kecupan sayang di seluruh wajah istrinya. Alex begitu bahagia sekali akan kabar ini. Akhirnya Berli hamil kembali setelah 2 tahun menunda kehamilan.


"Sayang ... aku sangat bahagia sekali." Alex kembali memeluk Berli. "Terima kasih sayang. Kamu memberiku hadiah yang sangat indah."


Alex juga mencium kedua pipi putrinya. "Lio ... kamu bakalan punya adik."


Liora tertawa karna masih belum mengerti. Berli juga mencium pipi putrinya itu. Ketiganya saling berpelukan.


...****************...


Alex mengelus-elus serta mencium perut Berli yang masih rata. Dia masih tidak percaya akan di beri kepercayaan secepat ini.


Berli memang menunda kehamilan karna Liora masih kecil. Alex menginginkan anak lagi saat melihat baby Jason yang mengemaskan.


Berli menuruti keinginan Alex itu. Dia tidak lagi meminum pil KB. Tapi, tidak di sangka benih Alex tumbuh dengan sangat cepat. Berli akhirnya hamil juga.


"Baby ... kamu sedang apa disana?" Alex berbicara kepada calon anaknya.


Berli malah tertawa akan hal itu. "Al ... dia tidak bisa mendengar."


"Biar saja ... setiap malam aku akan mengajaknya bicara," ucap Alex.


Alex bahkan menempelkan telinganya di perut Berli. Istrinya itu malah merasa geli sendiri akan tingkah Alex. Suaminya itu begitu bahagia atas kehamilannya.


Kebahagian Alex dan Berli sudah begitu sempurna sekarang. Semua keinginan mereka juga sudah tercapai. Cinta mereka semakin kuat. Semakin hari rasa cinta itu terus bertambah di antara keduanya. Tiada hari tanpa kemesraan yang Alex dan Berli tunjukan.


Alex mengecup kening Berli. "I love you, Tasia."


"I love you too, Alex."


Salam hangat dari Berli dan Alex untuk Reader tersayang.

__ADS_1


__ADS_2