Terpaksa Menikahi Mantanku

Terpaksa Menikahi Mantanku
Bab 98 S2


__ADS_3

Hari yang di tunggu-tunggu telah tiba. Hari ini Hera akan melakukan operasi caesar. Karna berat tubuh bayi di dalam kandungan nya sudah lebih dari 4 kilogram.


Hera sudah berbaring di atas ranjang pasein. Dua keluarga juga sudah datang mendampingi sepasang suami istri itu. Jo terlihat gelisah. Dia mondar-mandir ke sana kemari. Sedang Hera malah terlihat santai saja.


Tuan Wijaya malah pusing sendiri melihat Jo yang mondar-mandir. "Jo ... kamu bisa duduk tidak sih?"


Jo duduk tapi dia masih merasa gelisah. Meski istri nya seorang Dokter, tetap saja Hera adalah manusia biasa. Jo takut terjadi apa-apa dengan Hera dan anak nya. Kemungkinan terburuk bisa saja menimpa Hera saat operasi nanti.


"Tenang, Sayang. Hera saja belum masuk ruang operasi," kata Mama Rita yang mengelus pundak Jo agar merasa tenang.


Jo menghampiri Hera yang tengah berbaring. "Kamu yang kuat. Harus tenang dan juga semangat."


Hera memutar mata malas. "Iya ... dari semalam kamu terus mengatakan itu. Seharusnya kamu yang tenang. Kalau kamu tidak tenang, malah aku yang khawatir."


"Iya ... aku janji akan berusaha untuk tenang," ucap Jo.


Suster datang untuk membawa Hera ke ruang operasi. Jo mengengam tangan Hera dan ikut mengantar nya ke ruang operasi. Tuan Wijaya, mama Rita serta ibu dari Hera yaitu Sinta juga turut mengantar Hera.


Tuan David telah menunggu anak nya itu di depan pintu ruang operasi. David adalah seorang Dokter bedah. Dia akan mendampingi Raisa sebagai Dokter kandungan yang menangani Hera.


Jo melepas tangan Hera. Dia menatap istri nya yang telah di bawa masuk ke dalam ruang operasi. Pintu di tutup oleh suster. Jo serta orang tua nya menunggu di luar.


"Kamu siap sayang?" tanya Tuan David.


Hera mengangguk. "Iya Papa!"


Para Dokter dan suster mulai melakukan operasi. Hera juga sudah di bius. Hera masih bisa melihat para Dokter membedah dan mengeluarkan bayi nya. Karna tidak di bius secara total.


Hera meneteskan air mata bahagia. Saat Dokter Raisa mengeluarkan bayi nya. Anak berjenis kelamin laki-laki itu langsung menangis saat keluar dari perut Hera.


Suster menyambut bayi itu dan membersihkan nya. Dokter kembali menyelesaikan tugas mereka. Sekitar 40 menit operasi caesar itu berlangsung.


Tuan David keluar dari ruangan operasi. Dia menemui para anggota keluarga. Jo bergegas menemui ayah mertua nya itu. "Pa ... gimana Hera?"


"Semua berjalan lancar. Kalian tunggu di ruang rawat saja," ujar Tuan David.


Jo serta orang tua nya pergi menuju ruang perawatan. Mereka akan menunggu Hera dan bayi nya di sana. Tidak lama kemudian, Hera di bawa masuk ke ruang perawatan.


Jo segera menghampiri istri nya. Dia memberikan kecupan di wajah Hera. Dia begitu bahagia melihat Hera baik-baik saja. Suster datang dengan membawa bayi mereka.

__ADS_1


Semua nya tampak sangat bahagia. Bayi yang terlihat berumur 2 bulan itu begitu mengemaskan. Suster memberikan bayi itu kepada Hera.


"Dia kelihatan sangat mengemaskan," ucap Mama Rita.


"Pipi nya seperti bakpau," ucap Sinta.


"Dia seperti berumur 2 bulan," ucap Tuan Wijaya.


"Tubuhnya sangat gendut," ucap Tuan David.


Jo mencium anak nya yang tertidur itu. Bayi berkulit putih, dengan rambut berwarna hitam. Jo menyentuh pipi anak nya dengan lembut.


"Terima kasih, sayang. Kamu sudah memberi ku hadiah yang paling indah," ucap Jo.


Para orang tua tidak mau kalah. Mereka juga ikut menimang bayi besar itu. Tuan Wijaya malah terlihat sangat geram. Dia begitu gemas akan pipi chubby dari bayi Jo.


"Jo ... kamu sudah kasih nama untuk anak mu?" tanya Tuan Wijaya.


"Nama nya Jason Afnan Wijaya," ucap Jo.


"Hai baby Jason ... kamu adalah kebanggaan Granpa," ucap Tuan Wijaya.


Berli, Alex serta Liora datang menjenguk baby Jason. Mereka juga membawa banyak hadiah untuk Jason. Liora langsung saja meminta gendong pada paman nya Jo.


"Hera ... selamat yah," ucap Berli dengan memeluk Hera.


"Terima kasih, Kak," sahut Hera.


"Jo sayang ... selamat yah adik ku," ucap Berli.


"Jangan memanggilku sayang. Aku geli mendengar itu dari bibirmu," kesal Jo.


Jo paling tidak suka jika Berli memanggil nya sayang. Menurut Jo panggilan itu seperti memanggil anak kecil. Dia sudah dewasa dan punya anak sekarang. Tapi masih saja Berli memanggil nya sayang.


"Jo, Hera ... selamat untuk kalian berdua," ucap Alex.


"Thanks Al," ucap Jo.


Berli melihat baby Jason yang sudah di letakan di boks bayi. Berli begitu geram melihatnya. Baby Jason yang gendut sangat lucu. Alex juga sangat suka dan gemas melihatnya.

__ADS_1


"Hera ... kamu makan apa sampai anak kalian sebesar ini?" Berli menoel-noel pipi Jason.


"Dia makan segalanya," sahut Jo.


"Ya ampun ... dia sangat lucu," ucap Berli.


Jessica serta Brian juga datang saat Jo memberitahu mereka. Mereka juga membawa hadiah untuk baby Jason. Jessica juga tengah hamil muda sekarang.


"Jo, Hera ... selamat untuk kalian," ucap Brian.


"Hera ... selamat yah," ucap Jessica.


Tuan Wijaya yang melihat Jessica tersenyum. Dia sudah menyukai mantan kekasih dari anak nya itu. Jessica sudah bahagia bersama Brian. Tuan Wijaya menjadi lega dan senang.


Brian dan Jessi melihat baby Jason yang tertidur itu. Mereka juga sama hal nya dengan Berli dan Alex. Mereka begitu gemas melihat baby Jason yang lucu.


Baby Jason tampak sangat anteng sekali. Suara riuh membuat nya semakin nyenyak tertidur. Se-sekali bibir nya menguap karna mengantuk.


Maxim juga datang menjenguk bayi Jo. Dia juga di beritahu oleh Jo saat Hera akan melahirkan. Dia datang juga membawa hadiah untuk bayi pertama Jo dan Hera.


Melihat Maxim yang baru datang. Liora bangkit dari dari pangkuan Tuan Wijaya. Dia berjalan tertatih-tatih menghampiri Maxim. Liora memang sudah bisa berjalan dan bicara.


"Paman ... miss you," ucap Liora dengan suara khas anak kecil.


Maxim mengendong Liora dan mengecup pipi chubby Lio. "Miss you too."


Maxim menghampiri Jo serta yang lainnya. Dia memberikan bingkisan hadiah untuk baby Jason pada Jo. "Selamat Jo, Hera ... atas kelahiran putra pertama kalian."


"Terima kasih, Max," ucap Hera dan Jo bergantian.


"Max ... kamu lagi yang masih belum menikah," ujar Alex.


"Aku masih terlalu muda. Aku masih ingin berkarier dulu," jawab Max.


Liora merengek mengajak Max untuk keluar dari ruang perawatan. Mau tidak mau Max membawa Liora untuk bermain sebentar di luar. Semua nya kembali berbincang serta menimang baby Jason.


Jo mencium kening putra nya. Dia mengelus kepala Jason dengan lembut. Jo beralih pada Hera. Dia juga mengecup sayang kening sang istri.


"Aku mencintai kamu dan anak kita," ucap Jo.

__ADS_1


"Aku juga mencintai kamu dan baby Jason," ucap Hera.


END


__ADS_2