
Bulan madu bersama akhirnya terlaksana juga. Brian dan Jo beserta istri berangkat bersama-sama ke pantai di kota B. Maxim yang katanya ingin ikut, akan menyusul nanti.
Kedua pasangan itu sudah mendarat dengan selamat di kota B. Masing-masing dari mereka juga sudah menuju kamar hotel.
Hera menjatuhkan dirinya di atas ranjang kasur. Dia memejamkan mata seraya tangannya mengelus seprai kasur yang lembut.
"Enak banget nih, kasur!" gumam Hera.
Jo meletakan koper-koper mereka di dalam lemari. "Her ... aku keluar pesan makan dulu, yah!"
"Iya ...." Hera menjawab tanpa membuka matanya. Dia masih menikmati suasana kamar yang sangat nyaman menurutnya.
Jo keluar dari dalam kamar hotel. Pada saat itu Brian juga keluar dari kamarnya. Kamar mereka memang tidak berjauhan.
"Mau kemana kamu?" tanya Jo pada Brian.
"Aku mau pesan makan dulu," jawab Brian.
"Kalau begitu kita bareng saja," ajak Jo.
Jo dan Brian menuju restoran hotel. Mereka berdua malah makan bersama. Hera dan Jessica sudah mereka pesankan makanan untuk di antar ke dalam kamar.
Jo dan Brian tengah duduk di kursi pantai. Setelah mereka makan bersama. Mereka berdua lalu menuju pantai berjalan bersama. Jo dan Brian menikmati keindahan pantai.
Hari memang mulai gelap. Jo dan Brian berencana untuk berparti bersama. Di hotel itu akan di adakan pesta di tepi kolam renang.
Jo dan Brian seolah lupa akan keberadaan istri mereka. Keduanya malah bersenang-senang bersama. Jo dan Brian malah ikut menari-nari dengan para gadis berbi*ini.
Hera kesal pada Jo yang tidak kunjung kembali. Dia lalu menelepon Jessica agar ke kamarnya. Hera ingin bertanya pada Jessi. Mungkin saja Jo tengah bersama Brian.
Jessica datang ke kamar Hera. Dia juga terlihat kesal karna Brian belum juga kembali dari tadi.
"Hera ... apa Jo juga belum kembali?" tanya Jessica.
Hera mengeleng. "Belum ... aku saja hanya di pesankan makanan saja."
Jessica tampak berpikir kemana perginya para suami mereka. "Her ... apa mungkin mereka tengah bermain wanita?"
Hera kaget juga mendengarnya. "Apa mungkin, mereka begitu?"
"Bisa jadi ... kamu tahu sendiri Brian itu siapa," lirih Jessica.
__ADS_1
Hera tampak tidak begitu khawatir dengan Jo. Tapi saat ini Jo pasti bersama Brian. Mereka berdua keluar di jam yang sama dan tidak kembali sampai sekarang.
"Jes ... kita cari saja mereka. Siapa tahu mereka berada di pantai atau kolam renang," seru Hera.
Jessica mengangguk. "Kita pakai pakaian renang dulu. Siapa tahu memang mereka di sana. Di kolam renang sedang di adakan party."
Hera dan Jessica berganti pakaian renang. Mereka berpakaian renang two piece. Kelihatan sangat memikat bagi siapa yang memandang. Namun, baik Jessi dan Hera memakai kemeja putih untuk menutupinya.
Mereka bersiap untuk pergi menuju kolam renang. Karna para pengunjung banyak berkumpul di sana. Hera dan Jessi sampai di kolam renang. Suara hingar bingar music party mengema.
Dj tengah bermain dengan piring hitam. Alunan music mengema indah dengan para pengunjung yang saling menari bersama. Pemandangan surga dunia hadir melengkapi party itu.
Hera dan Jessica mencari-cari keberadan Jo dan Brian di antara para pengunjung yang menari itu. Mata keduanya membulat saat melihat Jo dan Brian sedang asyiknya berjoget ria.
"Kamu lihat Jes ... mereka seakan lupa bahwa sudah beristri. Mereka berdua mengajak kita liburan. Tapi, mereka berdua yang asyik bersenang-senang," tutur Hera.
Jessica mengepal geram. "Kamu benar Her ... lihat mereka berdua. Di kelilingi para wanita cantik."
Jo dan Brian memang berjoget bersama wanita lain. Namun Jo dan Brian tidak membiarkan para wanita itu menyentuh tubuh mereka. Mereka hanya menari saja.
Dua orang wanita cantik tiba-tiba mengalungkan tangannya di leher Jo mau pun Brian. Langsung saja Brian dan Jo melepas pelukan itu.
Hera dan Jessica seakan geram akan para wanita itu. Tidak, mereka geram akan tingkah suami mereka.
"Kamu benar ... memang mereka saja yang dapat wanita cantik, kita juga bisa dapat pria tampan," kata Jessica.
"Jes ... kita beri pelajaran keduanya," ucap Hera.
"Dengan senang hati," jawab Jessica.
Hera dan Jessica membuka kemeja luar yang menutupi pakaian renang mereka. Keduanya lalu ikut masuk ke dalam lautan pengunjung yang menari itu.
Hera dan Jessica sengaja tidak jauh-jauh dari Brian dan Jo. Mereka akan membuat para suami itu kalang kabut. Jessica dan Hera mulai menari bersama.
Mereka juga mengajak pria berbadan kekar untuk ikut menari bersama. Brian tidak sengaja melihat Hera dan Jessica yang asyik menari itu.
"Jo ... li-lihat itu," kata Brian menunjuk pada Hera dan Jessica.
"Apa?" tanya Jo
Suara bising music membuat suara Brian tidak terlalu terdengar. Brian lalu meraih wajah Jo lalu menujukkan arah di mana Hera dan Jessica tengah menari.
__ADS_1
Jo membelalak melihat Hera yang memakai pakaian renang tengah menari. Langsung saja keduanya melepas baju yang mereka kenakan.
Jo dan Brian menarik masing-masing istri mereka. Keduanya langsung memakaikan Hera dan Jessica pakaian. Jo lalu membawa Hera pergi dari party itu. Brian juga sama, dia membawa Jessica kembali ke kamar hotel.
Hera dan Jo masuk ke dalam kamar hotel. Jo berkacak pinggang dan menatap tajam istrinya. Hera malah cuek bebek akan tatapan dari Jo. Dia duduk di tepi ranjang dengan kaki menyilang.
"Bagus ... siapa yang mengijinkan kamu memakai pakaian itu?" kesal Jo.
"Aku sendiri," jawab Hera.
"Kamu ingin melihatkan pada pria lain bentuk tubuhmu?" Jo melotot pada Hera.
"Kenapa memangnya?" Hera malah semakin membuat Jo kesal.
"Hera ... aku sedang serius bicara," kata Jo.
Hera berkacak pinggang dan menatap tajam Jo. "Siapa yang meninggalkan aku sendiri di kamar?"
"Aku!"
"Siapa yang asyik berjoget bersama para wanita?"
"Aku juga!"
"Lalu ... kenapa kamu marah padaku?" protes Hera.
Jo menutup bibirnya. Tidak seharusnya dia mengaku tadi. Dia baru tersadar akan perbuatannya. Dia dulu yang memulainya.
Jo mengaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Sayang ...." Jo menyengir kuda pada Hera. "Maaf ... tadi itu Brian yang mengajakku. Aku tidak mau sebenarnya."
"Jangan cari alasan. Kalian berdua sama saja. Malam ini tidur di sofa," titah Hera.
"Tapi aku-"
"Jangan protes! atau kamu mau aku hukum?"
Jo mengeleng. "Baiklah ... tapi jangan menghukumku."
Jo pasrah atas perintah Hera. Dia harus tidur di sofa kamar malam ini. Jika protes maka Hera tidak akan memberinya jatah. Sedang Hera tertawa dalam hati melihat wajah kasihan Jo.
Nasib Brian juga sama dengan Jo. Dia harus tidur di sofa kamar malam ini. Malam yang seharusnya di lewati dengan adegan panas. Kini mereka lewati dengan malam dingin tanpa pelukan.
__ADS_1
TBC
Dukung Author dengan vote, like dan juga koment.