
Berli memasukan pakaian Alex dan juga dirinya ke dalam koper. Besok rencananya Alex dan Berli akan pergi berlibur ke pulau J. Pulau itu adalah pulau pribadi yang seharusnya di berikan Alex pada Rania. Tetapi Berli meminta pulau itu untuk hadiah pernikahannya.
Berli memasukan beberapa pakaian renang dan juga lingerie yang baru saja dia beli. Alex yang melihat itu merasa heran pada istrinya. Berli hanya memasukan pakaian yang kurang bahan itu ke dalam kopernya.
"Sayang... apa kamu akan memakai pakaian itu saja disana?" tanya Alex.
Berli tersenyum seraya memasukan beberapa perlengkapan mereka ke dalam koper. "Tentu saja... aku hanya akan memakai bikini dan lingerie saja."
Alex menelan ludah seraya membayangkan, betapa sempurnanya jika istrinya itu memakai pakaian itu di hadapannya.
Aku jadi tidak sabar ingin melihatnya, batin Alex.
Lihat saja nanti kejutan disana suamiku, batin Berli.
"Jam berapa nanti kita berangkat?" tanya Berli.
"Pagi saja, agar kita bisa sampai disana siang hari," ucap Alex.
Alex mengirim sebuah chat kepada Rania, chat itu berisi Alex yang memberitahu keberangkatan mereka. Berli tersenyum membayangkan rencana yang akan dia susun untuk Alex.
Berli selesai dengan segala barang yang akan di bawanya ke pulau. Berli bersiap-siap untuk tidur, Alex menarik tangan istrinya itu hingga terduduk di pangkuannya. Alex mengeratkan pelukannya dipinggang Berli.
"Kenapa... kamu tidak memakai lingerie itu sekarang saja," ucap Alex.
Berli melukis pola abstrak didada Alex. "Besok saja, saat kita di pulau."
Alex mengendus aroma tubuh Berli. "Kamu selalu harum."
"kamu menyukai aromaku atau Rania?" tanya Berli.
__ADS_1
Alex diam selalu saja saat bersama Berli seperti ini. Berli selalu mengingatkan dirinya akan Rania. Berli bangkit dari pangkuan Alex lalu beranjak naik ke tempat tidur. Berli sudah masuk ke dalam selimut dan memejamkan matanya. Alex mengusap wajahnya, malam ini sebenarnya Alex sangat menginginkan Berli.
Alex menginginkan haknya sebagai suami. Apa dia salah jika ingin menyentuh istrinya sendiri. Tetapi Berli serasa enggan untuk di sentuh. Berli tidak memberikan Alex haknya. Berli tidak ingin melaksanakan kewajibannya.
Itu semua karena Alex sendiri yang menyebabkan istrinya seperti itu. Tetapi besok saat di pulau, Alex akan meminta haknya pada istrinya itu. Alex sudah punya rencana akan berbagi pada Rania dan juga istrinya. Biar kali ini saja dirinya menjadi egois, Alex mencintai kedua wanita itu. Satu istrinya yang menjadi cintanya dan satu lagi simpanannya yang selalu berada di sisinya selama tiga tahun.
Andai Berli ingin berbagi betapa bahagianya Alex. Alex akan bersikap seadil-adilnya kepada mereka berdua. Alex yakin dirinya akan bisa memberikan kasih dan cinta pada dua wanita yang menghiasi hidupnya. Betapa beruntungnya Alex di kelilingi dua wanita cantik. Tetapi itu hanya khayalan Alex saja.
Alex tidak menyadari seadil-adilnya wanita yang di duakan, maka dia tidak akan pernah merasa adil. Tidak ada yang bisa adil saat seorang suami memiliki dua wanita di dalam hidupnya. Salah satu dari wanita itu akan merasa iri dan cemburu.
Alex beranjak masuk dalam kamar mandi. Malam ini dia harus mandi air dingin untuk meredam gelora di dalam tubuhnya. Jika seperti ini terus, Alex yakin dirinya akan jatuh sakit. Alex di buat Berli seperti memakan buah simalakama. Jika tidur bersama Rania maka Alex harus merelakan Berli bersama Maxim. Jika bersama Berli dia tidak bisa menuntaskan hasratnya.
Setelah mandi, Alex segera menyusul Berli ke dalam selimut. Yang Alex lakukan hanya bisa memeluk istrinya saja. Setidaknya Alex masih bisa bersyukur masih bisa memeluk dan mencium istrinya. Alex memeluk erat tubuhnya istrinya itu dan tertidur.
******
Berli sudah bangun pagi-pagi sekali untuk membuat sarapan. Berli mengingat apa saja yang akan di bawanya sebelum berangkat ke pulau. Setelah semua di cek, Berli meminta Alex untuk membawa barang mereka ke dalam mobil.
"Iya... apa tidak ada lagi yang ketinggalan?" tanya Alex.
Berli mengeleng. "Tidak ada... sehabis turun cepat naik untuk sarapan."
Alex mengangguk lalu segera turun dengan membawa dua koper di tangannya. Alex memasukan koper ke dalam mobilnya. Alex terperanjat kaget, di hadapannya sekarang ada Rania dengan koper di tangannya.
"Rania... kamu kenapa disini?" tanya Alex.
Rania ikut memasukan koper bawaannya ke dalam mobil Alex. "Aku akan berangkat bareng kamu."
Alex mengusap wajahnya. "Kamu... tunggu aku di bandara. Kenapa malah ke sini?"
__ADS_1
Rania melipat tangan di dada. "Mau aku di bandara atau di sini, istri kamu itu bakalan tahu jika aku ikut."
Alex menghela tidak tahu harus berkata apa pada Rania. "Kamu tunggu saja disini, jangan ikut aku ke dalam."
Rania menghentakan kaki kesal karna perlakuan Alex. Dia harus menunggu pasangan itu untuk turun. Alex merasa cemas akan istrinya. Alex tidak dapat membayangkan bagaimana jadinya Berli dan Rania bertemu. Apalagi sekarang mereka akan satu mobil.
Alex sudah mengatakan pada Rania untuk pergi dengan pesawat berbeda. Alex sudah memesan pesawat komersil untuk Rania. Alex dan Rania akan mengunakan jet pribadi mereka untuk ke pulau J, tetapi sekarang Ranai akan ikut bersama mereka.
Alex masuk ke dalam apartemen. Di dalam Berli sudah menunggu Alex untuk sarapan bersama. "Al... kenapa lama sekali kamu di bawah?" tanya Berli.
Alex menarik kursi untuk duduk. "Tadi... aku bertemu tetangga apartemen kita di lantai bawah, jadi bicara sebentar."
"Oh... ayo sekarang kita sarapan," ucap Berli.
Mereka makan bersama dengan lahap, setelah sarapan Berli dan Alex bersiap untuk turun. Berli dan Alex bergandeng tangan keluar dari dalam lift. Senyum mengembang terukir di bibir manis Berli. Tetapi senyum itu luntur seketika saat melihat Rania sudah berdiri menunggu mereka.
Berli melepas gandengan tangan Alex, Berli menatap tajam wajah Alex. Alex merasa tidak enak hati pada Berli. Seharusnya Alex tidak melakukan ini. Kali ini Alex sudah menyakiti hati istrinya.
"Tasia... aku mengajak Rania untuk ikut bersama kita," ucap Alex.
Berli berusaha untuk meredam amarah di hatinya. "Bawa saja Rania, apa hak aku untuk melarangmu."
Alex tersenyum, Berli memberinya izin untuk membawa Rania. Alex mengira akan ada adegan jambak rambut atau saling lempar kata kasar. Ternyata Berli menerima Rania dengan lapang dada. Sepertinya impian Alex akan terwujud untuk memiliki kedua wanita di depannya.
Alex mengajak kedua wanita itu masuk ke dalam mobil. Rania memilih untuk duduk bersama Alex di depan. Berli membiarkan Rania melakukan apa yang dia inginkan. Di sepanjang jalan Rania selalu bermanja pada Alex. Rania meletakan kepalanya di bahu Alex dan Alex merangkul bahu Rania. Alex seolah lupa pada istrinya di belakang.
Kau lihat Berli, siapa yang di cinta Alex, batin Rania.
Lakukan apapun yang ingin kalian berdua lakukan, aku akan membalasmu Alex dengan lebih menyakitkan, batin Berli.
__ADS_1
Tbc
Dukung Author dengan vote, like dan juga koment.